200 บรรทัดแรก
LEBIH DARI 40 TAHUN SESUDAH PASUKAN MILITER AMERIKA MENINGGALKAN THAILAND
CAHAYA WARNA-WARNI DAN SUARA-SUARA ANEH YANG TERTINGGAL MASIH BERSAMA KITA
Semoga semua perbuatan baik dan berbudi luhur
yang sudah dilakukan oleh Mama Suda Morrison semasa hidupnya
menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengantarkan
arwahnya menuju akhirat yang damai.
Sekarang, kami ingin meminta semua tamu di sini untuk berdiri
dan mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati dan mengantarkan arwah
Mama Suda Morrison untuk beristirahat dengan tenang di alam sana.
Sebelum meninggal,
Mama Suda Morrison sudah meminta
agar musik ceria diputar sebelum pemakamannya
dan agar semua orang tidak merasa sedih.
Mama Suda Morrison berharap agar pemakamannya
diubah menjadi pesta yang penuh sukacita.
Semoga semua tamu terhormat dipenuhi dengan sukacita dan kegembiraan.
SUDA MORRISON 19 JANUARI 1947 - 13 DESEMBER 2021
Sebaiknya kita letakkan abu Ibu di lantai atas, Lek.
Kurasa aku akan bermalam di sini, bersama Ibu.
Kalau maumu begitu.
Baiklah...
Ambil saja kuncinya. Aku punya satu set lagi.
Kapan kau akan meninggalkan kota?
Beberapa hari lagi.
Oke. Untuk pekerjaan yang mana?
Renovasi hotel.
Apakah akan lama?
Begini, aku berencana melakukan upacara peringatan 100 hari untuk Ibu
sebelum kita menebarkan abunya di laut.
Aku akan kembali tepat waktu.
Bagaimana keadaan di kantor?
Tidak apa-apa.
Semuanya baik-baik saja sekarang.
Pastikan kirim lokasi hotel padaku, ya?
Bicara lagi nanti.
Dalam 100 meter, belok kanan.
Belok kanan.
Dalam 50 meter, Anda akan sampai di Paradise Hotel.
Anda sudah sampai di tempat tujuan.
Hei, Kawan.
Apakah kau tahu Paradise Hotel?
Maaf, hotel apa?
Paradise.
Aku tidak yakin...
Kembalilah tidur.
Tunggu!
Apakah aku mengenalmu dari suatu tempat?
Halo?
Permisi?
Kau Pak Jimmy?
Ya.
Kukira orang bule yang akan datang.
Kupikir kau seharusnya tiba semalam.
Aku sempat tersesat di perjalanan.
Itu ular.
Omong-omong,
bagaimana bisa kau sekarang menjadi seorang teknisi?
Apa itu?
Maksudku...
Dulu kau seorang penyanyi, 'kan?
Tidak lagi.
Halo, Pak.
Semoga semua perbuatan baik dan berbudi luhur
yang sudah dilakukan oleh Pak Jim Morrison semasa hidupnya
menjadi kekuatan untuk melindungi dan mengantarkan
arwah Pak Jim Morrison menuju akhirat yang damai.
Semoga semua tamu terhormat dipenuhi dengan sukacita dan kegembiraan.
KAFE PARADISE
Hai! Tenang, Sayang.
Jangan menangis, Sayangku. Jangan menangis.
Hei, Kawan.
Apa kabar?
Aku Ben.
Aku Jimmy.
Senang bertemu denganmu, Kawan.
KOLAM RENANG
PARADISE HOTEL - RUANG PIJAT
PARADISE HOTEL
Sa, bisakah kau membantuku memasang anting-anting ini?
Terima kasih.
Ini membuatmu memikirkan apa?
Hidung.
Juga jenggot.
Jenggot yang agak lebat,
dan napas.
Milik siapa?
Aku tidak ingat.
Aku juga memikirkan tentang jenggot.
Mulut,
dan gigi.
Sentuhan,
dan remasan.
Bagaimana dengan di sini?
Apa yang kau pikirkan?
KAFE PARADISE
Hei...
Jangan khawatir.
ATAP
Bolehkah aku meminta rokok?
Bahasa Thailand-mu sangat bagus.
Berapa usiamu?
Aku 42.
42 tahun. Waktu yang cukup lama.
Aku mulai belajar bahasa Thailand bahkan sebelum kau lahir!
Aku sudah berada di sini hampir 50 tahun.
Omong-omong, aku John.
Namaku John.
Paman John,
namaku Jimmy.
Cukup John, tidak perlu memanggilku paman.
Ingat lagu ini?
Bisa kau panggil aku kawan?
Lalu aku akan memberimu uang jajan!
Oke.
Sekarang aku percaya kau sungguh sudah lama berada di sini!
Aku datang ke sini pada tahun 1967.
Aku ditempatkan di pangkalan udara U-tapao.
Lalu aku pindah ke sini pada tahun 1969.
Itu sebelum aku lahir.
Apakah kau seorang tentara, John?
Aku seorang pilot pesawat.
Aku menerbangkan F-4 Phantom.
Itu adalah pesawat yang melindungi para pesawat pengebom.
Aku keluar satu atau dua kali seminggu
terkadang ke Laos, terkadang ke Vietnam.
Itu pesawat yang sangat cepat.
Suatu kali aku sedang menjatuhkan bom
sementara istriku pergi ke pasar.
Saat aku kembali, dia bahkan belum selesai memasak makan malam!
Istri? Kau punya istri orang Thailand?
Ya, dulu aku punya.
Dulu.
Lihatlah aku sekarang.
Aku seorang pemabuk yang berkeliaran di malam hari.
Lebih banyak menghabiskan waktu di bar daripada di rumah
minum sampai mabuk.
Sekarang aku menjadi pelanggan tetap di hotel ini.
Yang tersisa hanyalah pakaian terbangku.
Aku memakainya saat aku mengumpulkan madu liar.
Kainnya tebal, jadi lebah tidak bisa menyengat menembusnya.
Lalu kau? Bagaimana hidupmu sejauh ini?
Baik-baik saja. Terkadang baik, terkadang buruk.
Aku harus pergi.
Tunggu sebentar.
Perhatikan ini.
Tiga,
dua,
satu.
Perhatikan lagi.
Satu dan...
Dua...
Dan tiga...
Empat.
Bagaimana kau melakukan itu?
Ini sihir Amerika.
Thum!
Thum, Sayang!
Thum...
Aku membelikan bubur ikan untukmu.
Kau mau?
Tidak.
Hei!
Bahkan di tempat tidur pun, kau tetap pakai lipstik merah terang!
Bibirku kering jadi aku pakai sedikit.
Kau ingin makan sekarang?
Aku akan mengambilkan mangkuk untukmu. Masih panas.
Tidak, aku belum lapar.
Terserah kau.
Ayo tidur.
Thum?
Ya?
Nyanyikan lagu untukku.
Pria idaman
Pria itu...
Yang kutunggu-tunggu
Tahun demi tahun berlalu
Bulan demi bulan berlalu
Dan aku menunggu...
Aku sudah...
Merias wajahku
Menunggumu...
Menjulurkan leherku
Mencoba menemukanmu...
Sayangku...
Hei, Kawan.
Hei, Kawan.
Ambil ini, Kawan, ambil.
Ambil.
Aku akan kembali.
Mengganti seprai untukmu.
Oke, terima kasih.
Dia bahkan tak bilang terima kasih.
KAFE PARADISE
Apakah barnya buka?
Ya, sudah buka.
Kau ingin memesan sesuatu?
Aku mau memesan bir.
Oke.
Birnya enak.
Ya?
No comments yet. Be the first to leave one.