200 บรรทัดแรก
SERIAL INI ADALAH KARYA FIKSI
TIDAK MEWAKILI PERISTIWA ATAU ORANG SUNGGUHAN
Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu
di Bumi seperti di Surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Ampunilah kesalahan kami
seperti kami mengampuni yang bersalah.
Janganlah membawa kami ke dalam cobaan
tapi lepaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.
Kita sudah kehilangan banyak anggota.
Sudah waktunya kita dapatkan keinginan kita.
Mari lakukan. Mereka ingin perang? Mereka akan mendapatkannya.
Kita tidak akan membiarkan mereka
bertindak seenaknya pada wilayah kita.
Keadaan menjadi serius.
Bukankah mereka menginginkan perang?
Maka mereka mendapatkannya.
Aku meminta mereka menyelidiki wanita di foto itu.
Mirela Leite, Jerusa Campello Athayde
Rafaela Siqueira.
Apa maksudmu?
Tampaknya mereka mengidentifikasinya dengan nama yang berbeda.
Jadi, kita harus menyelidiki nama asli dan catatan kriminalnya.
Dia yang mengeluarkan Bradock dari penjara.
Namun, siapa yang diuntungkan dari itu?
Siapa yang diuntungkan dari kekacauan itu?
Wilson.
Polisi menggerebek City of God.
- Apa? - Ini perang.
Aku membutuhkanmu di sana. Pergilah.
Wilson.
Kau menggerebek tempat ini sementara aku di sini?
Tunggu apa? Mereka menggila.
Dengar.
Aku tidak mengatur ini untuk terjebak...
Tidak. Tidak sudi.
- Jerusa. - Aku tidak akan tinggal di sini.
Tunggu sebentar. Aku segera keluar.
Aku tak mau menunggu terbunuh. Beri tahu mereka.
Persetan kau.
Aku sudah keluar. Aku bahkan tidak bisa ke toilet.
Aku tidak akan meninggalkannya begitu saja. Aku tidak pernah begitu.
Kau tahu itu.
Semoga urusan ini berakhir hari ini.
Ayo.
Kau ikut denganku.
Mari tunjukkan wajah kita kepada para pemilih.
- Sial! - Berengsek!
Aku harus pergi ke vila untuk berjaga di belakang.
Jangan khawatir. Kau tetap di sini. Kau aman.
- Sendirian? - Kau aman di sini.
- Tidak. - Aku akan kembali.
Setidaknya, tinggalkan granat.
Kita berangkat.
Sial.
Ayolah. Sial.
Ayo! Cepat!
Ayo!
Ayo! Bakar itu!
Ayo! Tak boleh ada yang masuk!
Sial! Ayo!
Ayo! Sialan!
Perhatian, Warga.
Reaper datang untuk mengambil nyawa kalian.
Kalian tidak bisa lari. Yang bersenjata akan mati.
Ayo! Cepat!
Sialan! Cepat! Ayo!
Perhatian, Warga.
Reaper datang untuk mengambil nyawa kalian.
Kalian tidak bisa lari. Yang bersenjata akan mati.
Perhatian, Warga.
Reaper datang untuk mengambil nyawa kalian.
Bertahun-tahun menyaksikan perang
dan merekam tragedi setiap hari.
Seharusnya itu membuat kami lebih tangguh
tapi sebenarnya kami semua takut
menjadi korban Reaper BOPE berikutnya.
POLISI MILITER
Perhatian, Warga.
Reaper datang untuk mengambil nyawa kalian.
Kalian tidak bisa lari. Yang bersenjata akan mati.
Ayo! Kita jalan!
Pandu kami.
Hati-hati.
Ada warga yang tidak berdosa.
Percayalah padaku. Ayo.
Ikuti aku.
Ayo.
Berengsek.
Kita harus pergi, Ibu.
Tinggalkan saja ayamnya.
- Ada makanan di rumah. - Kau ingin aku tinggalkan semuanya?
- Panggil Leka. - Tempat ini dipenuhi polisi.
- Kita pergi sekarang atau mati. - Aku tidak peduli!
Panggil Leka!
- Ayo pergi. - Kata siapa aku akan pergi?
Aku, ayahmu. Ini perintah.
Angkat tangan! Sekarang!
Tunggu, dia warga sipil.
Lepaskan dia.
Pulanglah!
Dia warga sipil.
Saat perangnya itu antara pengedar narkoba
kami berpegang pada fakta bahwa mereka punya keluarga di sini.
Namun, jika menyangkut militer
semua orang adalah musuh.
- Pintunya sudah dikunci? - Sudah.
Hati-hati.
Lalu ketakutan berubah menjadi kepanikan.
Berhenti! Sudah terlambat.
- Ayo! - Jalan!
Ayolah!
POLISI MENYUDUTKAN GEMBONG
NARKOBA DI CITY OF GOD
Kami siaran langsung di City of God
tempat penggerebekan sedang berlangsung
dengan Sekretaris Keamanan Reginaldo Cavani
dan putranya, Anggota Dewan Israel.
Beri tahu kami apa yang Anda kerjakan.
Mereka yang dekat denganku tahu aku bekerja keras setiap hari
untuk memberikan polisi lebih banyak otonomi
dan lebih banyak keamanan bagi masyarakat.
Bedebah-bedebah pengkhianat.
Apa Gubernur memberi Anda instruksi untuk operasi ini?
Dia memberiku izin untuk bertindak sesuai pertimbanganku.
Kami akan mematuhi hukum
dan mengingat warga Rio de Janeiro.
Apa warga memihak Anda?
Kami mendapatkan dukungan penuh.
Mereka sudah muak dengan kekerasan.
Tindakanmu benar.
Prioritas pemerintah Alexandre adalah keamanan publik.
Aku menjebloskan pria yang kucintai ke penjara.
...agar Rio bisa kembali jadi kota menakjubkan seperti dahulu.
Tidak, Ibu.
Ibu menyelamatkan nyawanya.
Ayo pulang.
Pulanglah. Keadaan memburuk.
Berê!
- Berenice! - Tunggu sebentar!
- Berê! - Aku datang! Ada apa?
Kita harus melakukan sesuatu.
- Apa? - Entahlah.
Kita bisa bicara dengan Melonhead atau pers.
Kita tidak bisa membiarkan orang yang tidak bersalah tewas.
Duduklah, Nak. Kau membuatku gugup.
Aku harus melakukannya.
Jangan bodoh! Nanti keadaannya makin buruk!
Aku sudah terbiasa bekerja di tengah baku tembak.
Aku tidak bisa diam saja.
- Lígia, jaga mereka. Kumohon. - Jangan pergi.
Astaga.
Merapat ke dinding! Cepat!
Lebarkan kakimu! Cepat!
Kau sudah gila? Kau malah memotret.
- Memang kenapa? - Peluru beterbangan.
Kalian sendiri bagaimana?
Aku akan bicara dengan media untuk mengakhiri ini.
- Aku ikut. - Ayo.
Tidak, tunggu. Mereka di sana.
Lewat sini.
Masa bodoh.
Sial!
Sialan! Persetan!
Ayo! Cepat! Sialan!
Ayo! Sial!
Jangan menyuruhku tenang, Rocket.
- Mari kita bicarakan. - Lupakan saja.
Aku sudah selesai bicara.
- Barbantinho benar. - Sudah, jalan saja.
- Tidak ada waktu lagi. - Aku butuh tanda pengenal. Tunggu.
- Tanda pengenal itu tidak berguna. - Ini berguna! Aku pers.
Komunitas telah diambil alih oleh perang antargeng
yang diprovokasi oleh Bradock, pengedar narkoba.
- Berengsek. - Itu dia.
Masyarakat menginginkan kedamaian dan keamanan di Rio.
- Itu sebabnya kami di sini... - Sebentar, Reginaldo.
Aku ingin bicara denganmu. Aku bekerja di Dewan Kota.
Aku mewakili komunitas ini.
Sebentar saja.
Prioritas kami adalah keamanan warga Rio.
Ini penting!
Orang yang tidak bersalah bisa tewas!
- Kusarankan warga tetap di dalam. - Kau tidak dengar?
Dia berusaha...
Jangan sentuh. Jangan sentuh aku.
Berhentilah berkampanye. Kami bagian dari komunitas ini.
Warga, tetaplah di rumah. Jangan pergi ke jalanan.
Ini demi keselamatan kalian sendiri.
Pers juga harus berhati-hati.
- Menjauhlah dari tempat-tempat... - Kau bercanda?
Kami ingin menyelesaikan hal ini dengan hati-hati hari ini.
Melonhead!
Aku tidak boleh di sini? Kenapa?
Ya, Melonhead! Siapa yang ingin kau bohongi?
Kami tak akan menoleransi kejahatan, atau siapa pun yang terlibat.
- Lepaskan aku. - Tunggu.
- Dia tinggal di sini! - Tunggu!
No comments yet. Be the first to leave one.