200 บรรทัดแรก
"Episode 19"
Apa kita berpacaran sekarang?
- Apa? - Kamu baru saja mengatakannya.
Bahwa kita berpacaran.
Kenapa kamu berlutut?
Haruskah kamu berlutut?
Aku berakting.
- Akting? - Ya.
Aku tidak bersungguh-sungguh. Aku berakting.
Tidak bisakah seorang aktor berpura-pura seperti itu?
Kamu berpura-pura berlutut dan memohon?
Kenapa?
Kamu terkesan?
Aku tidak mendapat jawaban dari Wakil Direktur.
Bukan Wakil Direktur yang membatalkan kontrakmu.
Lalu siapa?
Siapa yang memecatku?
Tidak masalah siapa dia.
Akan kupastikan kamu tidak kehilangan pekerjaan seperti ini.
Bisakah kamu mengandalkanku?
Aku akan mencoba menyelesaikannya.
Cukup memercayaiku dan menunggulah.
Mau berjalan-jalan?
Bisa pergi lebih dahulu?
Kenapa kamu tidak segera memberitahuku semalam?
Kamu bisa saja meledak.
Aku menahan diri.
Itu cukup mengagumkan.
Anehnya,
aku merasa lebih baik setelah enam detik.
Setelah berhasil menahan diri, aku bisa berpikir dari awal.
Baguslah. Kamu hebat.
Omong-omong, kenapa kamu mengatakan itu secara terbuka?
Mengatakan apa?
- Kalian berpacaran, bukan? - Ya.
Lalu kenapa?
Kamu sangat pamer.
- Aku juga berakting. - Apa?
Jadi, aku aktor yang baik, bukan?
Aku harus kembali bekerja.
Sampai jumpa.
Bukan lewat sini.
Sampai jumpa.
Itu perintahmu.
Kenapa kamu melakukan itu?
Biar kutanya kenapa kamu melakukan itu.
Sudah kubilang hati-hati.
Kubilang jangan lakukan sesuatu yang bisa disalahpahami.
Kamu serius dengannya?
Ya.
Kenapa kamu mempersulit dirimu sendiri?
Kamu yang paling tahu betapa berbahayanya pasien ambang.
Dia bunuh diri di depanmu.
Tapi kamu memacari pasien kepribadian ambang lagi?
Aku sendiri
berpikir panjang dan keras.
"Kenapa aku seperti ini?"
"Betapa bodohnya aku
melakukan hal yang sama dua kali?"
Aku bertemu dengannya tanpa tahu dia pasien kepribadian ambang.
Aku berusaha menjauhkan diri setelah mengetahuinya.
Aku juga berusaha tidak mau mengobatinya.
Aku berusaha menghindarinya,
tapi aku tidak bisa.
Sekeras apa pun usahaku, aku tidak bisa.
Tidak bisakah kamu mencintai orang normal?
Apa yang membedakan normal dan tidak normal?
Tidak bisakah kamu memacari orang biasa yang bukan pasien?
Aku juga pasien!
Aku berencana membuat Nona Han berhenti.
Tapi bukan seperti ini.
Baiklah.
Aku tidak akan membiarkanmu menelantarkannya karena dia pasien.
Tapi dia harus berhenti dari terapi panggung.
Bahkan Direktur ingin dia pergi.
- Dokter Park! - Aku juga berpikir
kamu butuh seseorang untuk membimbingmu.
Mulai hari ini, aku penyeliamu.
Jangan mengacau, ya?
Tolong pikirkan lagi.
Berhentilah berpikir kamu bisa menyembuhkan semua orang.
Dia bunuh diri di depanmu.
Tapi kamu memacari pasien kepribadian ambang lagi?
Tidak bisakah kamu mencintai orang normal?
Kali ini berbeda.
Aku berjanji
akan membuatnya berbeda.
Terima kasih sudah membawa pasien hari ini.
Mereka semua begitu bersemangat.
Meskipun akhirnya bertengkar.
Petugas damkar yang dipukul. Apa wajahnya baik-baik saja?
Dia memintaku berterima kasih kepada pasien yang memukulnya.
Dia sering mengatakan ini sejak dahulu.
Andai memadamkan api lebih cepat,
anak-anak tidak akan mati.
Dia ingin dihukum.
Ya.
Bagaimana bisa mereka yang merasa bersalah baik-baik saja,
dan orang yang tidak bersalah menderita karena rasa bersalah?
Aku tahu.
Apa kamu teman dekat Si Joon?
Kenapa kamu bertanya?
Karena GSP-nya sungguh melumpuhkannya.
Sering-seringlah bertemu dengannya.
Apa ada masalah dengannya?
Tidak, dia baik-baik saja.
Dia hanya terlalu fokus pada pasiennya.
Dia masih tidur di kantornya.
Aku akan menjadi teman yang baik baginya.
- Dokter. - Sudah lama tidak bertemu.
Ada mobil di belakangku. Aku harus pergi.
Aku juga akan ikut.
Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Apa yang ingin kamu katakan?
Dokter Ji.
Kenapa tadi kamu mengabaikanku?
Itu terserah padaku.
Kita mau ke mana?
Kudengar pasien Woo Jung meninggal.
Aku juga sudah dengar. Benarkah itu?
Itu tidak mengejutkan.
Itu biasa terjadi.
Aku memilih psikiatri untuk menghindari darah.
Aku hanya pemagang di sini,
tapi kurasa hal yang lebih buruk daripada darah terjadi di sini.
Kalian.
Kamu tahu apa syarat pertama
untuk menjadi seorang psikiater?
Empati terhadap orang lain?
Tidak, kurasa sebaliknya.
Bukankah seharusnya kamu tidak terlalu berempati?
Kita tidak boleh banyak menangis, dan perasaan kita harus dingin.
Atau kisah pasien akan membuatmu gila.
- Gong Ji Hee. - Ya?
Apa ada masalah?
Tidak, tidak ada masalah.
- Terima kasih atas makanannya. - Terima kasih.
Apa selanjutnya?
"Restoran Gongbap"
Ji Hee.
- Pergilah lebih dahulu. - Baiklah.
Apa? Aku harus bergegas kembali.
Kenapa kamu tidak makan?
Apa ada masalah?
Kenapa Woo Joo memacari Dokter Lee?
- Kakak tahu, bukan? - Itu?
Ceritanya panjang.
Ada apa dengan Woo Joo?
Kenapa memilih Dokter Lee dari semua pria?
Mereka tidak berpacaran. Woo Joo menyukainya.
Aku sudah melihatnya.
Apa dia menggoda Dokter Lee karena tidak ada orang lain?
Berapa lama itu akan bertahan?
Dia hanya akan menyakiti Dokter Lee.
Jaga ucapanmu. Ini fitnah.
Maksudmu menggoda bagaimana?
Dan Woo Joo yang terluka. Dia tidak pernah menyakiti siapa pun.
- Seharusnya Kakak menghentikannya. - Sudah kucoba.
Menurutmu Woo Joo cocok dengan Dokter Lee?
Gong Ji Hee. Kamu ini kenapa?
Kamu sudah lupa yang Woo Joo lakukan untukmu?
Dia bangga kamu bisa berprestasi di sekolah
dan memberimu uang saku, dan membelikanmu komputer.
Dia memberikan semua penghasilannya dari kelas akting, kepadamu.
Kenapa Kakak tiba-tiba membahas itu?
Karena kamu merendahkannya. Bukankah itu yang kamu lakukan?
Astaga, dia luar biasa.
Aku ingin bertemu denganmu.
- Benarkah? - Aku ingin meminta maaf
atas sikapku sebelumnya.
Ada juga yang ingin kubicarakan denganmu.
Kamu punya Dokter Lee sekarang.
Mulai sekarang, kamu harus bicara dengannya.
Tidak baik sering berganti dokter.
Ya, tapi masalahnya,
ini tentang Dokter Lee.
Ada apa?
Hari ini,
dia mengumumkan sesuatu
kepada Wakil Direktur.
Dia bilang padanya bahwa kami berpacaran.
Dia sangat maskulin soal itu.
Aku sangat bersemangat sekarang.
Tapi di saat bersamaan,
aku khawatir.
Aku tidak tahu berapa lama ini akan bertahan.
Aku khawatir akan ditelantarkan lagi.
Aku khawatir aku akan pingsan jika itu benar-benar terjadi.
Kalau begitu, aku penasaran
apakah aku harus kabur selagi keadaan masih baik.
Ada apa?
Dengarkan aku baik-baik.
- Baiklah. - Kamu ingin aku menjadi dokter
atau teman?
Teman.
Woo Joo.
Kamu tahu apa yang kita butuhkan untuk mencintai seseorang?
Kita harus bisa memercayai orang itu tanpa syarat.
Jika tidak percaya siapa pun, kamu tidak pantas jatuh cinta.
Itu terserah padamu.
No comments yet. Be the first to leave one.