Dororo

Dororo (どろろ)

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

Specials

ข้อมูลรุ่น

Dororo - 06
ความคิดเห็นโดย Inisial ZA
06. Kisah Senandung Moriko, Bagian 2

แท็ก

other
เผยแพร่เมื่อ: 2019-02-20
ดาวน์โหลด: 35
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

131 บรรทัดแรก

Hyakkimaru terluka karena pendengarannya tiba-tiba saja kembali.

Gadis bernama Mio pun merawatnya.

Mio hidup bersama anak-anak yang jadi yatim piatu akibat peperangan.

Tapi di malam saat Hyakkimaru melawan iblis...

Tak mungkin. Ini tak mungkin.

Apa itu?

Abang?

Abang!

Ada apa?

Wah, Nak. Syukurlah kau muncul. Pinjamkan tanganmu...

Abang, kau baik-baik saja?

Kakinya Abang...

Ternyata melawan iblis saat terluka itu memang mustahil baginya.

Malah dia yang kalah.

Abang, apa itu sakit?

Eh, suara tadi...

Ya. Kakinya hilang, tapi suaranya kembali.

Suaranya abang?

Episode 6

Kisah Senandung Moriko

"Kisah Senandung Moriko, Bagian Dua."

Mbak Mio!

Selamat datang!

Aku pulang.

Ada apa ini? Mbak terluka, 'kan?

Tak ada apa-apa. Mbak hanya tersandung sedikit.

Mbak baik-baik saja? Segeralah istirahat.

Ternyata, memang tak mungkin Mbak sanggup bekerja di dua belah pihak.

Selama ini juga...

Itu apa?

Oh, kalau itu...

Hyakkimaru!

Apa yang terjadi?

Nyawanya takkan melayang.

Ya, tapi terlalu cepat baginya untuk bertarung.

Mbak Mio, jangan hiraukan dia dulu. Cepatlah tidur.

Tapi aku sudah terbiasa.

Kalian segera siapkan makanan, ya.

Sialan!

Ada apa kok tiba-tiba begitu?

Memangnya tak apa-apa kalau kau tak di samping abangmu?

Ya.

Ya, Mbak Mio bisa merawatnya dengan baik.

Ya ampun, Mbak Mio itu suka sekali mengurus orang lain, ya.

Padahal sudah lelah karena bekerja semalaman.

Take, apa kau pernah lihat mbak bekerja?

Aku selalu tinggal di sini.

Karena anak-anak yang lain tak bisa ditinggal sendirian.

Begitu, ya.

Apa boleh buat.

Saat ini, kami harus bergantung pada Mbak Mio. Kalau tidak, kami akan mati kelaparan.

Aku tak berniat menyalahkanmu.

Kami semua sudah janji suatu hari nanti akan punya sawah sendiri.

Sawah?

Ya. Saat musim panas warnanya hijau dan berwarna emas saat musim gugur.

Kau tahu emas, 'kan?

Kami akan punya beras lebih banyak daripada sekadar untuk makan.

Kami pernah lihat sawah yang terbakar akibat peperangan atau tandus karena kemarau

tapi Mbak Mio bilang semuanya berwarna emas saat dia kecil dulu.

Suatu hari nanti, kita pasti punya sawah sendiri.

Hijau dan emas. Hanya milik kita.

Tak lama lagi aku akan bisa bekerja, jadi, Mbak Mio tak perlu bekerja keras.

OI, Take!

Ya, aku ke sana!

Tenang saja.

Perang sudah renggut banyak hal dari kita, jadi, mari ambil kembali.

Semoga saja hujan turun.

Ya, tak perlu cemas. Kita diberkahi hujan setiap tahun.

Lihat. Ada sedikit awan yang kemari.

Kumohon, Ayahanda!

Izinkan aku ikut pasukan untuk melawan klan Sakai.

Daerah kecil seperti itu akan segera kuhancurkan.

Jangan anggap remeh peperangan itu.

Masih terlalu cepat kalau kau berpikir begitu. Kembalilah berlatih.

Ayahanda!

Tahoumaru!

Ibunda.

Ibunda, kumohon katakan pada ayahanda agar bersedia izinkanku ikut berperang.

Ayahandamu tadi sudah bilang tidak, 'kan?

Kalau begitu, aku juga sependapat dengannya.

Ayahanda tak mengerti!

Andai bersedia izinkanku ikut

pasti Ibunda akan bangga padaku dan aku pun akan semakin termasyhur.

Bukan begitu.

Prestasiku masih belum buat Ibunda tergugah?

Bukan itu maksud Ibu.

Tidak, Ibunda selalu seperti itu.

Tak peduli prestasi apa yang kutorehkan, sehebat apa pun aku dalam bela diri

Ibunda tak pernah mensyukurinya.

Aku hanya

tak menyukai hal yang berhubungan dengan peperangan.

Bukan peperangan yang Ibunda tak suka, tapi aku, 'kan?

Kenapa kau berkata begitu?

Tahoumaru, mana mungkin seorang ibu tak menyayangi anaknya?

Hyogo, Mutsu. Aku mau berkuda. Siapkan kudanya.

Baik!

Tuan Muda!

Tak perlu diberi tahu pun aku sudah paham. Aku memang agak kekanak-kanakan.

Agak?

Nyonya Besar sungguh baik.

Beliau selalu baik pada Tuan Muda. Selalu.

Kau beri tahu sekali saja aku sudah paham!

Ibunda memang tak pernah kasar padaku, tapi...

Tuan Muda!

Itu bahaya!

Kau bisa terluka!

Hyogo, Mutsu, bantu Tuan Muda turun.

Ibunda! Lihatlah aku, Ibunda!

Tuan Muda! Turunlah, Tuan Muda!

Tuan Muda!

Tuan Muda, apa yang kaulakukan?

Apa tak terdengar?

Ada sebuah hal yang amat dipedulikan oleh ibunda lebih dari apa pun.

Beliau tak pernah mengatakannya. Beliau sembunyikan sesuatu.

Tidak, tak hanya ibunda. Begitu pula dengan ayahanda.

Yang Mulia, aku, dan negeri ini. Kita berada di sebuah batu penjuru yang mungil.

Jangan lupakan itu.

Apa yang mereka berdua sembunyikan?

Hyakkimaru!

Jangan berdiri dulu.

Jangan pergi. Aku mengerti kau sedih, tapi bagaimana kalau kau mati?

Aku sendiri juga memaksakan diri terlalu keras, jadi, sudah mengerti.

Bodoh sekali, ya.

Padahal sudah tahu kalau cari uang itu tak mudah.

Tidak, tidak.

Aku sudah janji takkan pernah menangis karena seorang samurai lagi.

Hyakkimaru juga. Kalau terlalu memaksakan diri dan mati, berarti kau kalah.

Selain itu, kau sudah punya suara, 'kan?

Hebat, 'kan? Coba katakan sesuatu.

Suaramu sendiri terlalu berisik?

Tak mungkin.

More Indonesian subtitles for Dororo

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left