Fate/stay night: Unlimited Blade Works - Second Season

Fate/stay night: Unlimited Blade Works - Second Season

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

18 Takdir yang Telah Lama Terukir
ความคิดเห็นโดย Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

แท็ก

other
เผยแพร่เมื่อ: 2015-06-10
ดาวน์โหลด: 4
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

188 บรรทัดแรก

Archer, jangan-jangan kau...

Dulu kau pernah tanya padaku,

"Apa kau tak punya harga diri sebagai seorang pahlawan?"

Tentu saja, tak punya.

Karena yang tersisa dariku, hanyalah penyesalan konyol saja.

Asal kau tahu saja, Saber.

Aku lebih memilih untuk tak jadi seorang pahlawan.

Lebih baik kau minggir, Raja Kesatria.

Kalau paksakan diri bertarung tanpa Master, maka kau akan cepat lenyap.

Shirou Emiya sudah tak lagi pantas jadi seorang Master.

Kalau kau masih membantunya, permohonanmu mustahil tercapai.

Aku sudah bersumpah untuk jadi pedang pelindungnya.

Sekalipun tanpa jalinan kontrak, tapi sumpah akan tetap kujaga.

Begitu, ya.

Berarti...

ZainuddinAri

mempersembahkan

apa yang disembunyikan tangan kiriku

hidari te ni kakushita

berisikan penuh dengan harapan

negai ha negai no mama de

dalam mimpi yang tiada henti

samenai yume miteta

tangan kananku berisi kenangan hampa

migi te ni ha kara no kioku

tentang setiap orang asing di penjuru dunia

daremo shiranai sekai no hate

di kala ku terjebak dalam hujan abadi

yamanai ame ni utareteita

ku butuh kekuatan 'tuk melindunginya

mamoritai mono wo mamoreru tsuyosa

walau kelemahan pudarkan keyakinanku

sore wo shinjirarenakunaru yowasa

semua tetap kubawa dalam pencarian hari esok

subete wo ukeirete ashita wo sagasu

lebih berani saat ulurkan tangan

Brave Shine, te wo nobaseba mada

lewati malam walau penuh luka

Stay the Night, kizu darake no yoru

karena selamatkanku bagai barisan pedang

You Save My Life, kazashite yaiba no saki ni

kenangan pun semakin bertumpuk

omoi wo kasaneta

hingga doaku pun sanggup leburkan waktu

inori ha toki wo koete

Your Brave Shine

Takdir yang Telah Lama Terukir

Berarti, lenyaplah kau bersama dengan kegagalan Master-mu.

Kukira kau sudah sekarat.

Diam kau!

Akulah lawanmu!

Ciptaan imitasimu memang hampir mendekati yang asli.

Tapi, apa tubuhmu mampu menahan kapasitas sihir sebesar itu?

Tubuhmu akan hancur kalau gunakan sihir di luar kemampuanmu.

Atau jangan-jangan, kau memang berpikir mampu melakukannya dengan sempurna?

Menurutmu, mencoba hingga lampaui batas, bisa buat idealismemu lebih mudah tercapai?

Archer.

Inilah batas kemampuan dari Shirou Emiya.

Riwayat seperti ini memang pantas jadi akhir bagi orang bodoh yang tak tahu diri.

Dengar perkataanku.

Tubuh engkau berada di bawah kendaliku,

dan takdirku berada di bawah pedang engkau.

Jikalau engkau ikuti panggilan Cawan Suci nan kekal,

pun engkau sejalan dengan kehendakku,

maka jawablah!

Dengan ini, kuserahkan segenap takdir kepada pedang engkau!

Aku, Saber, bersedia terima sumpah engkau,

dan terima engkau sebagai Masterku, Rin.

Lalu, bagaimana selanjutnya, Saber?

Setelah kau jalin kontrak dengan Rin,

berarti kau sudah tak lagi punya hubungan khusus dengan Shirou Emiya.

Sudah kukatakan sebelumnya, Archer.

Aku akan tetap jaga sumpahku kepada Shirou.

Lalu, bagaimana denganmu sendiri?

Tentunya, kau sadar kalau mustahil bisa kalahkan aku yang sekarang.

Tak kusangka, hanya karena Mana-mu berhasil dipulihkan, kau jadi besar kepala begitu.

Cukup sampai di sini, Archer.

Sebelumnya, kau singgung soal kondisiku,

tapi sekarang, kau pun sama.

Kau sudah tak punya fondasi untuk bertahan di dunia ini.

Apa yang bisa kaulakukan tanpa seorang Master yang mampu pulihkan Mana-mu?

Servant Kelas Archer punya kemampuan untuk beradaptasi secara mandiri.

Tanpa seorang Master pun, aku masih mampu bertahan setidaknya dua hari.

Dan itu sudah lebih dari cukup untuk lenyapkan bocah ini.

Kau masih saja umbar omong kosong itu?

Atau, kau memang tak inginkan Cawan Suci,

asalkan bisa bunuh Shirou?

Archer, keinginanmu itu sangatlah keliru.

Keliru, ya?

Harusnya aku yang berkata begitu, Saber.

Mau sampai kapan kau bertahan dengan keinginanmu yang keliru itu?

Kau yang sudah tinggalkan warisan sejarah,

apa tak bisa anggap bahwa itulah akhir dari segala yang sudah kaukorbankan?

Aku adalah Archer.

Keahlianku bukanlah bertarung dengan pedang.

Tapi sayangnya,

busurku pun hanyalah tempaan imitasi dari kesatria lain.

Akan kutunjukkan kemampuanku sebenarnya.

Dan inilah balasan jasa terbesar yang mampu kuberikan padamu.

I am the bone of my sword.

I am the bone of my sword.

I am the bone of my sword.

I am the bone of my sword.

I am the bone of my sword.

I am the bone of my sword.

I am the bone of my sword.

Hentikan, Archer!

Aku tak ingin melawanmu!

Unknown to Death,

Unknown to Death,

Unknown to Death,

Nor known to Life.

Nor known to Life.

Nor known to Life.

Nor known to Life.

Saber, suatu hari nanti akan hadir seseorang yang mampu bebaskanmu dari belenggu.

Tapi, tujuanku saat ini hanyalah untuk lenyapkan Shirou Emiya.

Kalau kau coba untuk mencegahnya, dunia ini pun takkan segan menyiksamu.

Unlimited Blade Works.

Unlimited Blade Works.

Unlimited Blade Works.

Realitas Marmer?

Pembentukan dunia nyata dari bayangan seorang penyihir.

Kutukan terlarang mahadasyat yang dapat lahap realisasi dunia!

Berarti, kau bukanlah seorang pendekar maupun pemanah!

Tepat sekali.

Sebelum jadi Roh Pahlawan, aku hidup sebagai seorang penyihir.

Jadi, inilah Harta Mulia-mu, Archer?

Aku ini tak punya pedang suci maupun mestika kutukan.

Yang kumiliki, hanyalah dunia ini.

Kalau Harta Mulia merupakan simbol dari Roh Pahlawan,

maka Realitas Marmer ini adalah Harta Mulia-ku.

Dunia ini mampu ciptakan dan simpan setiap tiruan senjata asli yang pernah kulihat.

Dan inilah kemampuanku sebagai Roh Pahlawan.

Jadi ini...

Maksudmu, gurun tandus inilah tempat berakhirnya riwayatmu, Archer?

Blakblakan sekali pertanyaanmu.

Apa kau mau mencobanya, Saber?

Akan kutunjukkan bagaimana aku mampu meniru pedang sucimu.

Pedang suciku?

Benar, di sinilah tempat berakhirnya segala proyeksi yang kuhasilkan,

tapi aku masih bisa menirunya secara utuh.

Setidaknya, cukup untuk bawamu ke kematian bersamaku.

Tapi, kalau ada dua pedang suci yang saling beradu,

apa mungkin manusia di sekitarnya bisa selamat?

Berengsek!

Silakan saja kalau mau menghindar.

Tapi itu artinya, riwayat pria di belakangmu akan binasa.

Shirou?

Kalau memang semua prinsip dan caraku untuk meniru sesuatu sudah benar, maka...

Trace on!

Lebih cepat.

Lebih sempurna.

Lebih kuat lagi!

Aku bisa lihat bagaimana lokakarya ini bekerja!

Sudah cukup omong kosongmu!

Archer, apa-apaan kau?

Tohsaka!

Mau pergi ke mana kau, Archer?

Oh, hanya ke titik awal, kok.

Lokakarya tadi sudah sedot Mana-ku.

Jadi, aku tidaklah sebanding denganmu yang dalam kondisi puncak.

Anggap saja ini sebagai jaminanku.

Kalau mau nyawa Master-mu selamat, lebih baik kau mundur, Saber.

Tujuanku hanyalah bocah-

Hutan di perbatasan luar kota.

Apa?

Di sana terdapat kastel kosong.

Shirou?

Kau punya masalah denganku, 'kan?

Boleh saja, akan kudengar semuanya.

Aku juga punya banyak hal yang ingin kutanyakan.

Memang benar, di kastel itu pasti tak ada yang mengganggu.

Boleh juga tekadmu itu, Shirou Emiya.

Tutup mulutmu.

Kalau sampai lukai Tohsaka,

akan kubunuh kau!

Aku bisa jamin keselamatannya di hari pertama.

Tapi, sebaiknya kau bertindak cepat.

Tanpa seorang Master, aku hanya mampu bertahan selama dua hari.

Kalau aku gagal membunuhmu dalam rentang waktu itu,

tubuh sandera inilah yang jadi bayarannya.

Shirou!

Kau terlalu gegabah.

Mustahil bagimu yang sekarang untuk proyeksikan sesuatu secepat Archer.

Maaf ya, Saber.

Gara-gara aku, Tohsaka dibawa olehnya.

Justru kondisimu sekarang yang lebih berbahaya.

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left