Kill Dil

Kill Dil (किल दिल)

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

Kill Dil (2014) All BluRay Version & Ganool by Ackiel Khan
ความคิดเห็นโดย Ackiel_Khan
IDFL™ SubsCrew

แท็ก

BluRay
ganool
เผยแพร่เมื่อ: 2014-12-31
ดาวน์โหลด: 38
ผู้พิการทางการได้ยิน: Yes

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Kau benar Tutu.

Si Babi sialan itu harusnya berpesta kotoran saja.

Memakan kue, hanya membuatnya sakit diare.

Oia, ini sedang direkam.

Sialan. Siapa yang akan beritahu, Ayahmu?

Ya, tapi gambarnya 'hitam-hitam'.

Buka penutupnya, bodoh!

Sekarang?

Ya, awalnya semuanya hitam, Tapi sekarang sudah hitam-putih.

Sekarang, kau bisa lihat?

Ya, ayo!

Hai. Aku, Dev.

Dev, pakailah bahasa Hindi, Jadi kau bisa leluasa bicara..

..Dan kami bisa mengerti.

Bagus.

Halo.

Aku Dev, dan ini sahabatku..

..Tutu.

Dan kami berdua...

..Bajingan.

Hey, buka plangnya. Hey bukalah, Ini Pak menteri.

Pak, kereta akan lewat.

Bukalah. Buka!

Kami sudah telat, Bodoh.

Kau ingin aku keluar dan mendatangimu?

Woi, Jangan dibuka. Apa kau ingin Pak Menteri tewas?

Aku terjebak, Bodoh.

Kata-kataku pasti melukai Anda, Tuan.

Tapi bayangkanlah, plang dibuka dan mobil Anda lewat...

...Dan saat berada di tengah lintasan...

...Kereta juga lewat!

Anda memikirkannya?

Bagai domba yang dikurbankan!

Tolong sumbat mulut kotornya.

Hey, Hey, Hey!

Menjauhlah, jangan menyentuh. Akupun juga ikut politik.

Apa kau akan diam saat ku bunuh?

Oke, Bro. Angkat plangnya. Biarkan Pak Menteri lewat.

Waspadalah, peluitnya sudah ditiup.

Tiketmu sudah dibeli, Kau akan segera tiada.

Akan ku tiup peluitmu juga.

Lepaskan aku!

Aku, Surra Pehelwan, berjanji padamu, Akan membawamu juga.

Kenapa kita menjadi seperti ini?

Kenyataannya adalah jika Gandhi melahirkan Hitler...

...Dia bukan Gandhi, tapi Nazi.

Maksudnya Teman, Seorang anak bisa dilahirkan dimana saja.

Tapi, tempat dia dibesarkanlah yang memutuskan jadi apa dia kelak.

Tak ada yang tahu dimana kami dilahirkan.

Tapi kami ditemukan di tempat sampah.

Dan wajah kami sedang dijilati anjing liar.

Bhaiyaji membesarkan kami.

Jadi, kami tumbuh sebagai putra Bhaiyaji.

Kami dibesarkan dengan tembakan, bukan lagu pengantar tidur.

Di usia kami yang harusnya memegang pensil, kami justru memegang pistol.

Bukannya A: Apel, B: Bola.

Kami malah gunakan M: Murder (Pembunuhan) dan C: Crime (Kejahatan).

Sewaktu usia 13 tahun, kami masih menahannya.

Di usia 15...

...Kami mulai membalas.

Dan di usia 18...

...Kami merasakan darah pertama kali.

Anjingpun akan menggonggong padamu jika memberinya makan dan membelainya.

Jadi, kami juga selalu menggonggong pada Bhaiyaji.

Ya, kami juga menggigitnya.

2 bayangan hinggap di jalanan.

Seteguk darah seperti ASI.

Bisa jadi anak-anak malam sialan.

Dibuang oleh bumi, dan dijadikan yatim oleh langit.

Kisah mereka ini merupakan kisah kehidupan kotor.

"Lihatlah, ada bintang lucu di langit."

"Selamanya di sana, si Pria malang."

"Bumi menyedihkan ini, pusing tujuh keliling."

"Berubah dan penuh liku sepanjang hari, hanya untuk mencari sesuatu."

"Kami juga, tak harus mendapatkannya."

"Terjebak diantara 2 hal."

"Hentikan pemintalan ini!"

"Hidup terlalu singkat jika hanya untuk hidup."

"Jadi, kawan... Sesama penguasa."

"Hiduplah dan mati."

"Karena nanti hanyalah kebohongan."

"Yang kita punya hanyalah hari ini!"

"K - K - KILL - da Dil." "K - K - KILL - da Dil."

"K - K - KILL - da Dil." "K - K - KILL - da Dil."

"Hidup membuatmu membayar mahal."

"Semacam tranksaksi tanpa perhitungan."

"Panjang, bergelombang dan pasang surut."

"Dan tak pernah ada makanan gratis."

"Bahkan nafas yang kita pinjam.."

"..Akan menyelamatkan kita nanti."

"Kami mencari rumah, di setiap belokan."

"Hanya jalanan yang tahu, dimana itu akan berakhir."

"Jadi, nikmatilah hidup."

"Sehari, dua hari."

"Lebih atau kurang."

"Ayo kita minum."

"Kawan, bahkan jika itu air mata kita."

"Sahabat dan persahabatan."

"Akan tetap selamanya."

"Deretan bintang ini."

"Akan bersinar, dimanapun."

"Karena Teman, yang paling bersinar di antaranya adalah kau."

"K - K - KILL - da Dil K - K - KILL - da Dil."

"K - K - KILL - da Dil K - K - KILL."

"K - K - Kill/Dil."

Jika kita tak perlu mengupas kacang ini, Dan tak ada 'Jika atau Tapi'...

...Hidup akan jadi sangat mudah.

Salam, Bhaiyaji!

Air saja, atau 'sesuatu' dan air.

Hari ini, jangan air saja Bhaiyaji.

Artinya Menteri Surra Pehelwan sudah hengkang dari bumi (a.k.a Mati).

Lebih dari itu. Ada 100 gram timah panas di tubuhnya.

Kenapa kau begitu sedih, Batuk?

Hari ini tak bisa mencuri manisan dari anak-anak?

Suatu saat tunjukkanlah, kenapa kau diciptakan.

Tapi ambilkan aku serbet dulu.

Pertunjukan yang bagus.

Bhaiyaji, sebenarnya waktunya yang tepat.

Baguslah kalau waktunya tepat.

Bhaiyaji, kau selalu memanjakan kami.

Katakan...

Apakah semua orang berubah jadi bintang setelah mati?

Begitulah yang hidup pikirkan.

Lalu, berapa banyak bintang yang sudah kita buat?

11, Termasuk pembunuhan hari ini.

Teman, Pria itu sedang dalam perjalanan. Dia takkan sampai secepat itu.

Lihatlah, itu dia. Bintang kita.

Baiklah, katakan...

Berapa banyak dari mereka yang bajingan?

Bajingan?

Hanya 2.

Kau...

...Dan aku.

Ini, Tandai aku!

Tuan, datang sendirian tak boleh masuk.

Tuan, di sana tak ada yang sendirian.

Tak masalah, Kami hanya ingin minum. Tandai!

Tak masalah, Kami hanya ingin minum. Tandai!

Tuan. Hanya pria saja tak boleh masuk.

Pria saja! Harusnya tadi kita juga membawa Bibi.

Tuan! Pria ini ingin mengatakan sesuatu padamu. Apa dia boleh masuk?

Dia adalah ayah, Ayah semua orang!!

Siapa yang biarkan anjing itu keluar...

Teman, Aku tak mengerti lagu ini.

Jika telingamu bermasalah, kunyahlah permen karet.

Anda mau pesan apa, Tuan?

Teman, bawakan aku bir.

Sebotol (Pitcher) atau segelas (mug)?

Tak usah foto (pictures).

Bawakan kami sebotol minuman dan 2 gelas.

Sekarang ayo kita berlomba.

Oke, Tuan.

Siapa yang biarkan anjing itu keluar.

Anak pintar!

Bro, dia kemari.

Bung, Inggris. Bicaralah dalam bahasa Inggris.

Aduh Paman, Kenapa pura-pura membaca daftar menu membosankan itu..

...Kalau hanya ingin curi-curi pandang.

Ini, Lihatlah yang kau mau.

Lagipula, bukankan ini alasannya kenapa gadis suka pakaian tertutup.

Agar Lintah darat 'sok muda' sepertimu tak bisa menggoda kami.

Bukan begitu?

Dasar!

Maaf, Nona.

Itu petasan Diwali yang menyilaukan.

Woi, Paman!

Selamat Diwali.

Bro, gadis itu manis banget.

Maaf.

Ya, dan dia selalu menyemburkan panas.

Apa-apaan kau?

Teman, Si Bodoh itu mengerluarkan senjata.

Dia cuma pamer, takkan menembak.

Sudahlah kawan, Kau tak tahu caranya menembak.

Apa kau ahli dalam menembak?

Hei Pengecut, tak butuh jari untuk menembak. Hanya keberanian.

Aku sudah terbiasa menembak Bahkan...

..Sebelum kau ada dalam kandungan ibumu..

..Dan kau masih dalam 'milik' ayahmu.

Sekarang kau mau keluar atau selesai?

Pergi atau ku ubah kau jadi bintang.

Syukurlah kau datang. Jika tidak, pasti sudah terjadi sesuatu.

Terima kasih.

Panggilan ini untuk sebuah pelukan.

Terima kasih.

Ya.

Untung aku datang, atau sesuatu sudah terjadi.

Ada apa?

Bukan apa-apa. kami hanya menari dan dia menyentuhku di situ...

..Lalu, aku ingin menyentuhnya di sini.

..Hanya saja sedikit lebih keras. Apa aku salah?

Sama sekali tidak. Hanya membalas lebih.

Wahai cucu hebat Nero.

Halo, Teman!

'Roma sedang terbakar'. Ayo pergi?

Karena kau, klubnya tutup.

Kenapa kalian tak ikut ke tempat kami?

A-a-apa?

Ikutlah bersama kami.

Kami memang ingin ke rumanhya setelah pesta.

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left