163 บรรทัดแรก
Di akhir abad ke-13,
terdapat sebuah negara yang menjajah hampir seluruh wilayah Eurasia.
Negara tersebut adalah Kekaisaran Mongolia.
Seabad kemudian, peneliti yang mempelajari ramalan Nostradamus berkata,
bahwa Mongolia adalah
tempat kelahiran sang raja yang akan hancurkan dunia, Angolmois.
Dan mara bahaya itu saat ini sudah tiba
di pulau bernama Tsushima.
Sudah kubilang kalau di kediaman Kuchii tak butuh adanya pohon kesemek.
Pohon ini adalah temanku yang berharga!
Ayah, aku pasti akan melindunginya sekuat tenagaku!
Aku takkan kehilangan siapa pun lagi!
Dasar, dia buatku mengingat hal yang tidak-tidak.
Apa Jinzaburou Kuchii ada?
Aku bawa pesan dari Putri Teruhi.
Kau diminta untuk berpartisipasi dalam rapat strategi yang diadakan hari ini.
Rapat strategi katamu?
Akulah penerus keturunan Taira no Tomomori, anak dari Sigehisa Sou.
Aku Sukekuni Sou!
Lalu, aku pun lepaskan anak panah itu,
dan langsung menancap ke leher jenderal musuh.
Penguasa klan Shouni yang melihatnya dari perkemahan,
langsung berdiri dan bersorak dengan gembira.
Raja Tsushima Sukekuni Sou
Ketika kudengar kalau pasukan Mongol akan kemari,
api semangatku yang dulu padam kembali menyala.
Baiklah semua, silakan lihat gambar di gulungan ini.
Ini yang disebut strategi perang?
Rasanya malah mirip festival desa.
Kau yang di sana.
Kudengar masyarakat di Kamakura habiskan waktunya dengan bermain bola kemari.
Pasti jarang bagimu dengar cerita perang begini, 'kan?
Ya, begitulah.
Omong-omong, Tuanku.
Anak Adopsi Klan Sou Yajirou Abiru
Siapa orang itu?
Bukankah akan bawa sial kalau kita rapat strategi dengan orang yang berpakaian tahanan?
Tn. Yajirou Abiru,
akulah yang minta ayah untuk mengajaknya ke sini.
Pria bernama Jinzaburou Kuchii ini berkata kalau dia ingin bertarung demi klan Sou.
Siapa juga yang bilang begitu?
Jadi begitu.
Kemarilah, Putri Teruhi.
Tak sopan kalau kau berdiri di sana.
Ayo duduk.
Maafkan aku, Ayah.
Putri? Memanggil anak sendiri begitu?
Baiklah, mengenai perang kali ini...
Pasukan Mongol meninggalkan Teluk Gappo di Goryeo sekitar dua hari yang lalu.
Tapi sampai sekarang masih belum tiba.
Sepertinya tak ada yang perlu kita takutkan.
Pasukan Mongol sepertinya hanya akan lewati Tsushima.
Benar begitu 'kan, Penerusku?
Benar.
Karena di pasukan Mongol banyak terdapat tentara dari kampung halamanku, Goryeo.
Anak Tertua Klan Sou Umajirou Sou
Menurut kenalanku, mereka takkan menyerang Tsushima yang sudah lama jadi sekutu mereka.
Perahu besar milik Mukuri pasti mampu langsung berlayar ke Hakata.
Pelayan Klan Sou Genpachi
Tsushima itu tempatnya para prajurit kuat.
Mungkin mereka tahu hal itu.
Omong kosong.
Jangan samakan mereka dengan bajak laut rendahan.
Pasukan kerajaan takkan lewati markas musuh begitu saja.
Pasukan itu bagaikan kepala ular.
Hanya bisa maju ketika sudah mengolah semua makanan dan kekuatan yang dia kuasai.
Dan Tsushima inilah sumber daya makanan dan kekuatan mereka.
Diam kau, Orang Buangan!
Kau hanya orang yang dibuang ke pulau ini, apa yang kautahu?
Aku tak tahu apa-apa selain menang dan kalahnya kita.
Saat pasukan sudah bergerak begini, sekutu lama seperti kalian takkan ada artinya lagi.
Pria tua yang di sana.
Atap rumahmu sudah terbakar, mau sampai kapan kau tertidur lelap?
Para penjaga, bawa dia keluar.
Mari kita lanjutkan rapatnya, Tuanku.
Ya, sepertinya aku terlalu berlebihan.
Di saat begini, aku masih anggap diriku ini samurai.
Dungu!
Jangan duduk diam di tengah jalan.
Oh, maaf.
Sialan!
Padahal dari masih gelap aku membawanya ke sini.
Dari masih gelap?
Pulau ini jauh lebih besar dari dugaanku, ya?
Oi, maaf sebelumnya, tapi apa aku boleh tanya?
Anggaplah lingkaran ini pulau Tsushima, dan titik ini ibu kotanya.
Desamu di sebelah mana?
Mana bisa itu disebut Tsushima.
Apa maksudmu?
Kau pendatang, tak tahu apa-apa, ya?
Di Pulau Tsushima ini ada teluk besar
yang membagi pulau jadi dua, yaitu provinsi bawah dan atas.
Jadi begini?
Tidak, Tsushima itu lebih panjang.
Kalau begitu, begini?
Bukan begitu. Lebih tinggi lagi.
Ya, begini, 'kan?
Bentuknya seperti ini, ya?
Aku lahir di pulau ini, tapi baru pertama kali melihatnya.
Kau punya wajah yang cukup tampan, ya.
Dari utara ke selatan butuh lima hari.
Dari timur ke barat butuh seharian.
Dan ada banyak desa tersebar.
Daripada pulau lebih mirip negara jadinya.
Kalau Mukuri datang, kita lari ke mana, ya?
Aku nanti akan bertarung demi klan lagi.
Perahu dapat dari mana, ya?
Ayahku masih terlalu sakit kalau berdiri.
Tanaman gandum jatah tahun depan harus dipanen sebelum kita lari.
Pernikahanku sepertinya akan dibatalkan.
Menarik.
Cepat petakan tempat ini.
Baik.
Lama tak jumpa ya, Tn. Jinzaburou Kuchii.
Kau kan...
Sudah dua tahun berlalu sejak kita terakhir bertemu di jalan Komachi, ya?
Ada perlu apa dengan orang buangan sepertiku?
Jangan begitu.
Kita kan sama-sama pernah bertugas di Kamakura.
Tapi kita juga tak bisa dibilang teman.
Klanmu juga jauh lebih kuat.
Kedudukanmu sekarang itu,
Jenderal Tinggi yang memimpin tentara shogun di Kyuushuu, 'kan?
Tn. Kagesuke Shouni.
Jenderal Tinggi Shogun Kagesuke Shouni
Apa yang membuatmu datang ke pulau terpencil begini?
Alasanku kemari adalah ingin pelajari pergerakan Mongolia,
tapi bukan hanya itu saja.
Saat sampai di sini, aku putuskan sesuatu.
Kalau akan mengirim bantuan.
Akan kukirim 3.000 prajurit ke Tsushima ini.
Dalam tujuh hari pasti kau akan lihat kedatangan mereka.
Aku akan kembali ke Hakata dalam waktu sehari,
dan menyiapkan prajurit selama lima hari.
Dan pasukan itu butuh waktu sehari untuk sampai kemari.
Total waktu yang dibutuhkan tujuh hari.
Bagaimana, Tn. Kuchii?
Bisakah kau pertahankan tempat ini sampai aku tiba?
Aku meminta tolong padamu karena tahu reputasimu.
Tidak, reputasiku...
Ini adalah bilah pedang favorit Minamoto no Yoshitsune.
Seratus tahun yang lalu, pendiri klanku diberikan ini.
Tn. Yoshitsune?
Pedang ini pantas ada di tangan pengguna gaya pedang Gikei sepertimu.
Terimalah.
Kumohon. Tujuh hari.
Kau bukanlah pria yang akan bertarung atas perintah orang lain.
Persiapkan prajurit di Hakata selama empat hari, jangan lima hari.
Butuh waktu satu hari ke Hakata,
tapi saat kembali nanti, perahu yang dipenuhi tentara akan butuh waktu dua hari kemari.
Jadi dengan begitu, batas waktunya tetap tujuh hari.
Aku mengerti.
Mau pergi ke mana kau?
Jangan bilang kau takut dengan Mongol sehingga ingin kabur bersama para biksu ini?
Memang begitu niatku.
Apa?
Tidak, dia hanya mengantar kepergianku.
Jangan khawatir, Tuan Putri.
Tn. Kuchii takkan kurebut darimu.
Baiklah, Tn. Kuchii, jaga dirimu.
Dibanding dulu dia agak berbeda sekarang.
Apa di Kamakura dia terlalu terkekang, ya.
Kuharap aku tak pernah mendengarnya.
No comments yet. Be the first to leave one.