167 บรรทัดแรก
"Hanya Engkaulah yang kami sembah
Dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan."
"Tunjukilah kami jalan yang lurus."
Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan
Yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan."
Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar.
Semoga damai selalu menyertaimu.
Allah Maha Besar!
Kita pergi sekarang. Di mana temanmu?
Dia sedang pipis di luar. Dia akan segera kembali.
Pistol tidaklah bagus. Archer, berikan itu kepadaku.
- Tidak, ini pistol yang bagus. - Serahkan pistolmu. Mengerti?
Aku mengerti. Tapi aku tidak mau memberikan pistolku kepadamu.
Serahkan pistolnya, Archer.
Kau bercanda, 'kan?
Setiap anak kecil di negara ini membawa senapan automatis militer.
Karena itulah pistol payahmu tidak berarti. Serahkan.
Semoga damai selalu menyertaimu.
Aku teman Ahmed.
Aku di sini dalam urusan bisnis.
Ahmed tidak ada di sini.
Apa yang kau mau?
Aku tidak kenal kau.
Kau dari mana?
Dari banyak tempat.
Tapi aku lahir di Sudan.
Bahasa Inggris-mu cukup baik.
Kau juga.
Apa urusanmu di sini?
Ahmed memintaku datang.
Dia tidak memberitahuku.
Aku tidak bisa bernegosiasi seperti ini.
Menegosiasikan apa?
Aku punya enam peti Semtex, detonator rakitan khusus, di trukku.
Apa kau tertarik?
Silakan.
Duduklah.
Bisa kutunjukkan cara menggunakannya tanpa meledakkan dirimu
- Secara tidak sengaja. - Secara tidak sengaja?
Itu lucu.
- Samir! - Ahmed.
Samir.
Kau sudah bertemu Omar.
Dia menawarkan teh kepadamu?
Baru mau dia tawarkan.
Terima kasih.
Kenapa itu?
Kapten terkesan dengan pistolmu. Kubilang dia boleh menyimpannya.
Pistolku? Kau memberi dia pistolku?
Ikhtiar baik sangat berarti di bagian dunia ini.
Terima kasih!
Ayo pergi.
Dinginnya Afganistan merasuk ke tulang.
Samir menemukan cara membongkar ranjau Soviet untuk membuat pemanas.
Terkadang kami nyaris meledakkan jari-jari kami.
Namun, setidaknya kami punya teh panas.
Halo, Tn. Horn. Aku Agen Khusus Clayton, FBI.
Ini Agen Archer.
FBI?
Sejak kapan FBI beroperasi di Yaman?
Memang tidak. Kami tidak punya wewenang di sini.
Kau di bawah tahanan Yaman.
Kabar buruk bagimu.
Jika kau mau membantu kami, kami mungkin bisa membantumu.
Kau akan membantuku tanpa wewenang?
Mereka lebih mendengarkan kami tentang terorisme.
Aku teroris?
Kau beri tahu aku. Kau menjual alat peledak ke mereka.
Aku menjual ke siapa pun yang mampu membeli.
Seperti pemerintah AS.
Namun, kami tidak membunuh orang tidak bersalah.
Kalian melakukannya, genius.
Namun, orang-orangnya biasanya berkulit lebih gelap.
Lewati debat politiknya. Kami cuma mau tahu ke mana Semtexnya diantar.
Aku tidak tahu. Aku tidak bertanya.
- Namun, kau tahu asalnya. - Itu jatuh ke belakang sebuah truk.
Jawab pertanyaannya.
Kau harus belajar dari warga lokal.
Biarkan aku bicara dengannya.
Maaf, aku pasti melupakan Deklarasi Hak-Hakku di rumah.
Jelas bagiku bahwa kau bukan fanatik, Samir.
Mungkin seorang oportunis, tapi bukan fanatik.
Jadi, pertimbangkan peluang ini.
Kau punya paspor AS, berarti aku bisa mengeluarkanmu dari sini.
Namun, aku butuh jawaban.
Jika kau mau habiskan sisa hidupmu di Yaman, silakan saja.
Tapi kita tahu bahwa mungkin aku jadi wajah ramah terakhir
Yang akan kau lihat dalam waktu lama.
Aku tidak punya apa pun untuk dikatakan kepadamu.
Perbedaan antara kau dan dia hanyalah dia tahu dia berengsek.
Pulanglah, Agen Clayton.
- Pria baik. - Seharusnya kau tidak memukul dia.
- Dia layak menerimanya. - Bukan itu intinya.
Kau buat tersangka bicara dengan membuatnya kesal
Bukan malah kau yang kesal. Tidak ada yang ajarkan itu?
Kau pengkhianat. Kau mengkhianati kami.
Lalu kenapa aku di sini bersamamu?
Maha Suci Allah.
Maha Suci Allah.
Maha Suci Allah.
Maha Suci Allah.
Maha Suci Allah.
Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar.
Allah Maha Besar.
Sedang apa kau?
Kumohon, Wadi. Aku hanya sedang memakan makananku.
Makanan siapa?
Maaf, Wadi. Makananmu.
Maaf, Wadi. Ambillah.
Itu sudah kena air liurmu.
Aku tidak menginginkannya.
Terima kasih.
Apa yang kau lakukan?
Aku tidak menginginkan makananku.
Maka kau tidak perlu memakannya.
Tapi aku memutuskan siapa yang makan dan siapa yang kelaparan.
Siapa yang hidup dan siapa yang mati.
Mengerti?
Tidak.
Hidup dan mati adalah keputusan Tuhan.
Mengerti?
Dia ingin mengajarkan agama ke kita.
Lupakan Allah.
Mereka berhasil membongkar enkripsi pada telepon satelit itu di Yaman.
Lihat daftar panggilannya.
14 panggilan ke Roma pada awal Januari.
17 panggilan ke Berlin pada Maret. 11 ke Amsterdam pada awal Mei.
Sangat terhubung dengan pengeboman Al Nathir.
Roma, Berlin, Amsterdam.
Panggilannya ke mana?
Telepon umum di lingkungan yang mayoritasnya dihuni imigran Muslim.
Apa yang kau temukan tentang Samir Horn?
Tidak ada catatan kriminal.
Aku cari di NCIC, basis data negara bagian dan lokal. Tidak ada.
Periksa juga dengan petugas penghubung militer.
Dia jelas tidak belajar cara merakit detonator di SMA.
Allah Maha Besar.
Dengan menyebut nama Allah...
Halo, Pria Suci.
Punya sesuatu untuk diberikan sebagai sedekah?
Waktunya menyelesaikan apa yang kita mulai.
Itu sudah selesai.
Jangan turut campur.
Atau akan kugorok tenggorokanmu.
Aku punya 50 orang di penjara ini yang rela membunuh untukku.
Dan berapa banyak yang rela mati untukmu?
Siapa yang mau mati pertama?
Kau?
Kau?
Sentuh salah satu saudaraku dan nyawamu akan melayang.
Di mana kau belajar bermain?
Ayahku.
Bagaimana denganmu?
Sekolah asrama di Swiss.
- Kau menang. - Mau main lagi?
Sudah lama aku tidak punya lawan main.
Kenapa tidak main dengan salah satu dari mereka?
Mereka tentara, bukan pemikir.
Tentara atau martir?
Aku pernah berada di banyak pertempuran.
Dan itu mungkin terasa seperti misi bunuh diri saat itu
Tapi kami selalu berencana pulang.
Kau harus rela mengorbankan beberapa pionmu jika mau menang.
- Entahlah. - Kurasa kau tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.