117 บรรทัดแรก
Apa kau mengencani wanita lain?
- Itukah alasanmu ingin putus? - Kubilang tidak.
Lalu apa alasannya?
- Kau akan terluka. - Apa yang bisa...
Apa yang bisa lebih menyakitkan daripada memintaku putus denganmu?
Alasan sebenarnya aku ingin meninggalkanmu.
Kau seperti anjing.
Kau baik,
tapi seperti anjing yang selalu mengikuti tuannya.
Ini melelahkan.
Tidak, aku muak denganmu.
Mari kita akhiri di sini.
Sampai jumpa.
Sekali lagi,
aku duduk di atas timbangan
seorang pria yang kucintai.
Lee Hye-ryeong
- Aku akan meneleponmu nanti. - Aku curiga dari waktu ke waktu.
Tapi aku terus mengesampingkannya.
Aku sibuk bekerja sekarang. Aku akan meneleponmu nanti.
Kau tidak menyukainya?
Kelihatannya lumayan.
Kalau begitu, ayo ke tempat yang lumayan.
Jadi, bagaimana filmnya?
Kurasa lumayan.
Bukankah peran utamanya cukup keren?
Kurasa begitu. Dia lumayan.
Kau suka di sini?
Mari kita lihat.
Kurasa
- lumayan. - "Kurasa."
Bukan begitu cara mengekspresikan sesuatu. Ekspresimu tidak bagus.
Lumayan.
Menurutku bagus.
Maksudku kau.
Dan hari ini,
aku menempatkan Seung-yoo di timbangan bernama Seo Ji-won.
Astaga. Astaga, Seung-yoo.
Kenapa kau banyak berubah?
Aku harus menjahit mulutmu.
Kau pintar bicara.
Pasti sudah sejak SMA
tepat setelah Ran-ju pindah.
Kau sudah berteman dengan Ji-won sejak itu?
Ya. Kepribadian kami buruk,
jadi, hanya dekat berdua.
Sudah kuduga.
Jangan menyetujuinya semudah itu.
Aku tidak bisa menyembunyikan pendapatku.
Ran-ju adalah keluarga kami.
Kau tahu apa yang terjadi saat macam-macam dengan keluarga, bukan?
Jika ingin bermain-main dengan Ran-ju, sebaiknya kau berhenti di sini.
Aku masih ingin bermain-main dengannya.
Dan mengenali dia. Dan aku ingin bertemu dengannya.
Aku ingin melakukan segalanya dengannya.
Dia bukan muncul di benakku sesekali, tapi setiap hari.
Kau yakin perasaanmu tidak akan berubah?
Apa itu artinya kau akan mengizinkanku menjadi bagian dari keluarga?
Aku tidak pernah bisa memberimu kelonggaran. Tidak akan pernah.
Kau selalu berlebihan.
Ini membuatku gila.
Aku ingin memesan 18 seloki espresso
dalam satu cangkir.
Hei!
Astaga, dia luar biasa.
Ada apa? Apa terjadi sesuatu?
Aku ingin bertanya.
Tentu. Silakan. Aku akan menjawab apa pun.
Saat kau tahu
Byeong-ho, si berengsek itu, berselingkuh darimu,
kenapa kau tidak menanyakan apa pun?
Itu pertanyaan yang cukup sulit.
Aku akan memaafkanmu
karena kabur membawa laporanku saat kita berusia 24 tahun.
Aku melihat mereka dengan mataku sendiri.
Tapi Byeong-ho...
Maksudku, bedebah itu bisa saja mengatakan sesuatu.
Matanya gemetar.
Dan aku tahu apa arti mata itu.
Itu mata yang kulihat saat dia membohongiku.
Saat itu, Byeong-ho
tidak akan kembali meski aku mencoba membuatnya tinggal.
Kami sudah seperti kaca pecah.
Tapi kenapa kau bertanya?
Kenapa? Apa kehidupan cintamu tidak berjalan lancar?
Ceritaku tidak berjalan lancar.
Hei.
Baiklah, sampai jumpa.
Ah-young, aku harus pergi selama satu jam.
Kau mau ke mana?
Hei!
Astaga, ini tampak sangat enak.
Apa ini?
- Kelihatannya enak sekali. - Itu tampak enak.
Apa ini?
Klub penggemarmu mengirimkannya kepada kami.
- Klub penggemarku? - Ada kartu.
"Kepalamu selalu dingin, bukan?"
Tidak, aku tidak kedinginan sekarang.
Kepalamu selalu dingin, bukan?
Karena tidak ada orang di atasmu.
Kau memiliki suara termanis, Ran-ju. Semangat!
Aku tidak percaya ini. Kupikir hanya anggota grup idola yang mendapatkan ini.
Astaga, ini hebat.
Kalian boleh makan. Aku akan segera kembali.
Terima kasih.
Hyung Jun-young!
Kena kau.
Kenapa kau cepat sekali?
Apa itu?
Aku datang untuk mengantarkan bekal.
Apa yang kau rencanakan?
Bukan apa-apa. Ini hanya kejutan.
Kenapa kau datang jauh-jauh ke kantorku untuk melakukan ini?
Boleh kukatakan di sini?
Benarkah?
Tidak, pergilah.
No comments yet. Be the first to leave one.