狼と香辛料 MERCHANT MEETS THE WISE WOLF
151 บรรทัดแรก
Hei,
apa menurutmu para penduduk desa akan mengejar kita?
Karena kita membiarkan pintu rubanahnya terbuka.
Nona Iima bilang dia akan menutup pintunya untuk kita.
Apa? Tetapi itu berarti...
Ya.
Kalau ini jalan buntu, itu akan menyulitkan.
Hei, apa hanya bayanganku, atau ada bau amis di sini?
Kita hampir keluar.
KARYA ORISINAL OLEH ISUNA HASEKURA
Jangan-jangan...
Eh?
Ini...
Ini bagus!
Lawrence, apa kau tahu ini lubang apa?
Aku tidak tahu.
Konon, ini adalah lubang tempat Tuan Truyeo
dulu berhibernasi.
Setiap tahun, selama musim panen dan musim tanam,
dan para penduduk berdoa di sini dan merayakannya.
Tetapi kami jarang ikut serta.
Tetapi kenapa gereja terhubung ke sini?
Aku tidak tahu bagaimana bisa, tetapi ini ide yang pintar.
Dengan begini, para penduduk tidak akan berani masuk.
Ayo. Sama saja kita minta ditangkap kalau diam di sini.
Untuk saat ini, ayo turun ke sungai itu.
Itu benar. Ayo, Elsa.
Baik.
Ini benar-benar lubang ular, 'kan?
Bahkan aku sendiri tidak tahu setua apa lubang ini.
Rubanah itu dibangun di tengah lubang ular raksasa ini,
dan lubangnya berlanjut ke arah berlawanan, 'kan?
Yang kita tidak tahu adalah apa ada ular raksasa yang bergelung di ujungnya.
Ketika orang membesar-besarkan dan menyembah setiap lubang yang kau buat,
tidur dengan tenang saja pasti akan sulit.
Yah,
manusia adalah makhluk lucu yang senang menyembah banyak hal.
Kau ingin menyembahku juga, bukan?
Ayo!
Apa?
Hei!
Jadi, bagaimana cara kita kabur?
- Pertama, kita akan menuju Enberch. - Apa?
Kami tiba di desa dengan melewati kota itu.
Kalau kita akan kabur secara diam-diam,
sebaiknya lewat jalur yang tidak asing.
Begitu, ya?
Kuberi tahu satu hal.
Kalau menunjukkan rasa takut, kalian akan segera kulahap.
Baik!
Palingkan pandangan kalian.
Baik.
- Hei... - Ya.
Hentikan itu!
Astaga, kenapa wujud manusia sangat mudah kedinginan!
Melihatmu saja aku sudah merasa dingin.
Apa kau minta dipuji?
Buluku memang tidak ada tandingannya.
Beri tahu aku kalau kau mau menjualnya.
Aku memang tak berharap banyak.
Ayo.
Ini hanyalah mimpi.
Ingat?
Ya, itu benar.
Jadi, Bapa Franz tidak berbohong.
Cepatlah naik.
Akan menyulitkan kalau kita ditemukan.
Baik.
Kalau kalian jatuh, akan kubawa kalian dalam mulutku.
Jadi, bersiaplah.
Kalau begitu, ayo pergi.
Berpegangan erat!
Kita sudah pergi sejauh mana?
Setengah jalan.
Apa kita hanya istirahat sebentar, atau...
Sia-sia saja kalau kubiarkan kalian mati di sini.
Kita akan istirahat sampai pagi.
Senang mendengarnya.
Kita menempuh jarak yang akan memakan waktu yang lebih lama kalau naik kuda.
Kita akan aman untuk sementara waktu.
Jangan tidur di situ. Tidurlah di tanah.
Rasanya aku menjadi orang tua.
Oh...
Ada apa?
Apakah aman kalau kuperiksa?
Lawrence!
Apa mereka dari Enberch?
Kemungkinan begitu.
Begitu, ya?
Apakah Elsa merasa tidak enak badan?
Aku tidak tahu. Dia tidak terlihat sakit,
tetapi seperti ada yang mengganggu pikirannya.
Ada cukup banyak orang.
Yah, mereka mau mengembalikan gandum.
Bahkan ada yang membawa tombak.
Hei, Lawrence...
Apakah mungkin minta bantuan
dari dewimu, yang membawa kita ke sini?
Bantuan macam apa?
Membunuh semua orang itu.
Anggaplah dia setuju dan mengabulkan permintaanmu.
Dia mampu melakukannya dalam sekejap.
Walaupun begitu,
itu akan membuat Enberch mengirim pasukan ke Tereo.
Kami tidak bisa membantumu soal itu.
Itu benar.
Jadi, apa yang akan terjadi sekarang?
Selama bisa sampai ke Kumersun,
setidaknya kita akan aman.
Kita bisa pikirkan langkah selanjutnya setelah tiba di sana.
Baik.
Pikirkanlah apa yang kau mau lakukan.
Pasti kita ditakdirkan untuk bertemu. Jadi, aku akan membantumu.
Terima kasih.
Apa itu?
Kereta itu dipakai oleh gereja, oleh anggota berpangkat tinggi.
Kenapa orang dari gereja datang ke sini?
Untuk menuduh desa atas bidah.
Bidah?
Api Neraka Ridelius ditemukan di dalam gandum Tereo,
dan ada yang meninggal di Enberch.
Tetapi tidak ada yang meninggal di Tereo.
Tentu saja tidak ada yang meninggal!
Sejak awal, racun itu tidak pernah ada di dalam gandum!
Tetapi gereja pasti bilang,
"Penduduk Tereo baik-baik saja karena mereka dilindungi oleh iblis.
Tereo pasti desa Pagan."
Ayo kembali.
Ayo pergi lebih jauh, lalu sarapan.
Elsa?
Holo...
Apa kau benar-benar seorang dewi?
Aku Holo, Serigala Bestari dari Yoitsu.
Tetapi untuk waktu yang lama, orang-orang pernah menyebutku "dewi".
Aku tinggal di dalam gandum, berwujud serigala,
dan bisa berubah menjadi manusia.
Orang-orang menyembahku sebagai dewi panen,
dan aku bisa mengabulkan permintaan mereka.
Panen? Jadi, kau...
Lalu apakah Truyeo...
Bukankah kau sendiri sudah menjawab pertanyaan itu?
Truyeo adalah Truyeo, dan kau adalah kau.
- Apakah itu berarti... - Hal yang ingin kau tanyakan...
Ha?
...sebaiknya tidak kau tanyakan kepadaku.
Elsa!
Aku baik-baik saja.
Aku adalah penerus Bapa Franz.
Aku berani mengakuinya sekarang.
Begitukah?
Aku akan kembali ke desa.
No comments yet. Be the first to leave one.