200 บรรทัดแรก
Alih Bahasa Oleh : Ry@Di, Samarinda, 19 Mei 2016.
Hei! Ini senjata, keparat.
Apa yang kau lakukan di sini, hah?
Ini pasti bukan kebetulan.
Siapa yang mengirimmu?
Siapa yang mengirimmu?
Tak seorang pun di kota ini yang bisa mengkhianati Lorenzo, tak ada.
Kau akan mampus!
Hei!
Hei! Hei! Kau! Kau!
Bajingan!
- Halo? - Roy?
- Jimmy, ada apa? - Situasinya memburuk, bung, sangat buruk.
Hei, tunggu. Apa yang terjadi, sekarang apa kau dapat mobilnya?
Ya, aku dapat mobilnya, tapi kau libatkan aku pada apa?
Hei, sekarang tenanglah. Sekarang, ceritakan apa yang terjadi.
Aku melakukan persis seperti apa yang kau suruh! Aku ada di sana.
Dan kemudian ada orang datang, menodongkan senjata ke wajahku dan kau jamin aku akan selamat waktu itu!
Tapi kau berhasil lolos, kan?
Ya, aku berhasil kabur tapi aku harus menusuk leher orang itu!
Aku mencuri mobil, aku tak menusuk leher orang!
Oke, sekarang dengarkan.
Kita bisa memperbaiki ini.
Tapi kau harus membawa mobil itu ke lokasi. Aku akan menemuimu di sana.
Siapa Lorenzo?
- Darimana kau tahu nama itu? - Siapa dia? Kau menjebakku, bung!
Jimmy, kau tahu ini ada risikonya.
Sekarang percayalah. Kau tak ingin berurusan dengan orang-orang ini.
Jika kau membawa mobil itu sekarang, aku bisa memperbaiki ini.
Bangsat kau! Siapa kita?
Kau menjebakku, bung, kau tahu orang itu akan berada di sana.
Kau menjebakku!
Pikirkan ini Jimmy. Ini akan menjadi langkah yang paling penting dalam hidupmu.
Buruk sekali jika ada gangster yang ingin membunuhmu.
Jimmy. Jimmy!
Detroit seperti seorang ibu tunggal yang tinggal di sebuah trailer dengan bayi di gendongannya.
Dan L.A. seperti seorang bintang porno dengan payudara palsu yang kere dan kecanduan kokain.
Semua orang datang kemari untuk mendapatkan sesuatu.
Atau lari dari sesuatu. Aku melakukan keduanya.
Ku rasa lingkunganlah yang membuatku menjadi siapa aku.
Saat kau kacau seperti ini, tak peduli kota apa yang kau tinggali.
Cepat atau lambat...
semuanya akan berdarah-darah.
Peraturan nomor satu. Jauhi mobil yang usianya kurang dari lima tahun.
Aku biasanya mengincar Toyota atau Honda. Orang Jepang tahu bagaimana membuat mobil.
Peraturan nomor dua, jauhi mobil sport yang mewah,
Mercedes, BMW, Audi.
Tentu, bayarannya mungkin lebih tinggi, tapi demikian juga risikonya.
Peraturan nomor tiga. Fokuskan pikiranmu, perhatikan nafas.
Tetap berpikir jernih, dan hadir sepenuhnya di sana
adalah sangat penting saat proses pencurian sedang berlangsung.
Aku mulai melakukan ini saat aku masih muda, putus asa dan merasa bosan,
tapi aku berbakat untuk itu. Pada hari-hari terbaikku, aku bilang itu suatu panggilan.
Tak sekedar mencuri untuk kesenangan dan meninggalkan mobilnya begitu saja.
Dan ya, jika kau tak begitu tolol, jadi maling itu tak begitu berbahaya.
Tapi ini latihanku, ini disiplinku.
Peraturan nomor empat, persepsi adalah realitas.
Kau akan kagum dengan apa yang bisa kau curi jika kau melihat itu adalah pekerjaanmu.
Tapi itu memang pekerjaanku.
Peraturan nomor lima, kau pilih harinya lebih dulu bukan mobilnya.
Memilih mobil seperti memutuskan apakah kau akan berbicara dengan seorang gadis di bar.
Harus punya "frekuensi" yang sama.
Kau bisa menyebutnya nyali, bagiku itu terasa seperti ada gelombang di tulang belakangku.
Dan aku tak tahu apakah itu kegembiraan yang tak disadari, ataukah adrenalin...
tapi itu tak pernah salah.
Dan didalam hatiku, itu adalah bagian yang paling aku sukai.
Aku telah mencuri 336 mobil dalam 10 tahun terakhir,
Dan whooptie ini menjadikannya 337.
Peraturan enam, jangan pernah percaya pada siapa pun dalam permainan ini. Jangan pernah.
Dan satu hal...
selalu tahu berapa harganya.
Namaku Jimmy Greco. Dan ini kisah di hari aku mati.
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
Kejutan.
Apakah semua orang dari Pantai Timur seperti dirimu?
Aku dari Detroit, sayang.
Itu adalah Pantai Timur.
Tidak juga.
Itu lebih dekat ke New York daripada California.
Benar.
Tapi jawabannya tidak.
Tidak apa?
Tidak, tidak semua orang dari Timur seperti aku.
Ingin tahu alasan kenapa rasanya sangat nyaman?
- Kenapa? - Karena aku mencintaimu.
Hati-hati, Jimmy.
Kau yang harus hati-hati.
Aku pintar mengekspresikan emosiku.
- Aku tahu apa artinya. - Apakah itu fakta?
Aku bisa mati besok, dan kemudian apa?
Apa semua ini akan ada artinya?
Kita cuma debu, sayang.
Kita bukan debu, Jimmy. Kita adalah manusia.
Tapi itu hanya pikiran manusia kita yang menetapkan arti bagi hidup kita.
Aku mencintaimu, terus apa?
- Apa yang bisa kau lakukan soal itu? - Sangat romantis.
Aku akan memikirkan itu sementara aku membuatkan sarapanmu.
Buatkan kopi yang kental, tolong.
Aku tahu apa kesukaanmu.
Barang ini bagus sekali!
Ya, itu tidak buruk.
Tidak buruk? Ini lebih bagus dari apa pun di luar sana.
Jadi? Tak membuatnya jadi luar biasa hanya karena barang itu lebih baik dari semua yang diluar sana.
Sayang, pikiran negatifmu itu benar-benar merendahkan.
Maksudku, kita akhirnya mendapatkan barang yang bagus dan kau bilang...
Aku benar-benar lupa monyet sialan ini duduk di sini.
Ada apa bung? Hmm, kau punya uang?
Mungkin aku akan membuatmu berdarah sebagai gantinya.
Tidak apa-apa, Gevorg.
Sayang, tak ada yang akan terluka hari ini.
Terlalu berantakan, aku tak berminat.
Baiklah.
Mengapa kau masih duduk di sini?
- Hola! - Yo, apa-apaan ini, bung?
Cómo estás?
Yo, aku bilang jangan kemari tanpa menelepon lebih dulu.
Hei, kau pikir aku peduli tentang cewekmu dan bubuk putihmu itu?
Apa semua orang Meksiko itu telinganya tersumpal jagung?
Atau cuma kau, hah?
Ku beritahu kau sesuatu, loco.
Jika kau terus mengejekku, kau tak akan suka pada apa yang akan terjadi.
Apa yang akan kau lakukan?
Bagaimana jika aku memanggil beberapa anak buah kartel-ku kemari...
Memperkosa pelacur kecilmu ini...
Mencongkel keluar biji matamu...
Melihatmu berkeliling mematuk-matuk seperti seekor ayam sialan yang buta.
Hei, ayolah, santai saja, loco!
Sial, aku meneleponmu, aku meninggalkan pesan, kau sudah baca? Kau tak pernah menghubungiku.
Jadi aku datang kemari secara pribadi, membahas beberapa bisnis yang sensitif.
Kau membuatku takut.
Apa yang kau inginkan? Cepat katakan.
Apakah kau ingin memperluas bisnismu?
Kau tahu, aku akan senang untuk itu, tapi Lorenzo yang mengatur semuanya.
Sesuai dengan kapasitasku, aku melakukannya seperti kesepakatan kami.
Bagaimana jika Lorenzo tidak ada lagi?
Bagaimana jika, bagaimana jika?
Bagaimana jika?
Akan ada yang segera turun dari jabatannya.
Aku mendengarkan.
Pertanyaannya adalah, berapa banyak yang bersedia kau bayar untuk terlibat di dalamnya?
Hah.
Karena kau tampaknya sudah siap dengan rencanamu,
untuk menghemat waktu kenapa tak langsung saja kau sebutkan berapa banyak yang harus aku bayar?
Aku belum pasti.
Aku harus bicara dulu dengan orang terbaikku. Dan kemudian menggandakan harganya.
Ya, mengapa kita perlu yang terbaik?
Rumornya, Lorenzo sedang sekarat, amigo.
- Dia membutuhkan ginjal. - Ya, darimana kau tahu ini?
Karena "burung" berkicau, dan "burung" bernyanyi.
Big Tommy mengunjungiku.
Bagus, bagus, bagus.
Jangan mulai denganku Roy, aku lebih suka melakukan ini dengan sakit yang sesedikit mungkin, oke?
Senang melihatmu, teman lama.
Kita tak berteman lagi bukan, Roy?
Sejak kecelakaan kecilmu itu.
Aku kemari untuk bicara bisnis.
Oke, baiklah, bagaimana jika minum sedikit demi masa lalu?
Tidak.
Aku ingin kau mengantarkan sesuatu untukku.
Kau tahu apa yang orang bilang soal pengampunan?
Pengampunan adalah membebaskan tahanan.
Dan kemudian kau menemukan jika kau adalah tahanan bagi dirimu sendiri.
Barang ini sangat sensitif dengan waktu.
Dan sangat berharga, itulah sebabnya aku datang padamu.
Dia ingin aku menjadi kurir sebuah paket dari Meksiko.
Memberitahuku bahwa ada ginjal di dalam kotak itu.
Ya, masuk akal ku kira.
Sudah berbulan-bulan tak ada yang melihat Lorenzo.
Big Tommy sangat, sangat serius tentang tenggat waktunya.
Tidakkah mereka tahu itu kau?
Mereka akan curiga. Dengan semua koneksi yang kumiliki, aku punya kekebalan diplomatik.
Dan bagaimana jika mereka mengejarmu?
Biar aku saja yang khawatir soal itu.
Lorenzo punya terlalu banyak musuh di selatan.
Dan burung kecil ini bicara.
Saat kau sendirian, sulit untuk menghadirkan pikiranmu sendiri.
Dan itu adalah rasa takut bawaan pada kematian yang
mewujudkan diri sebagai hal-hal yang tak bisa kita kendalikan.
Tidak, bung.
Itu karena aku punya penyesalan.
Tapi kau tak bisa mengubah masa lalu.
Ya, tapi setidaknya jika aku masih punya peluru,
aku tahu itu akan terjadi dengan cepat.
Apa yang paling kutakuti,
adalah memikirkan kematian menyakitkan yang lambat, tidak langsung mati.
Apalagi setelah ku lihat apa yang terjadi pada ayahku, kau tahu?
- Tuhan menenangkan jiwanya. - Ya.
Bersulang untuk itu, bung.
Apa makna tato teratai itu, bro?
Untuk anak yang keluar dari lingkungan mereka.
Apakah itu tato geng?
Tidak, bung, kami hanya bangga pada tempat darimana kami berasal.
Mereka menjagaku demikian pula sebaliknya.
Kami bukan geng dalam arti tradisional, tapi kami melindungi satu sama lain.
Jadi kenapa kau pergi, bung?
Jawaban yang jujur?
Terlalu dingin.
Uh-huh.
Jadi itu yang membuatmu pergi?
Karena cuaca?
No comments yet. Be the first to leave one.