161 บรรทัดแรก
Lagi disuruh?
Kenshin yang bilang?
Ya, katanya juga mungkin pulang telat.
Oh.
Tetapi kok agak aneh, ya?
Perasaan cuma kita-kita saja yang biasanya menyuruh.
Oh, pasti dapat cewek, nih!
Eh?
Soalnya sudah di sini tiga bulan, jadi, pasti ada satu atau dua...
Aduh!
Kenapa kau selalu berprasangka begitu, sih?
Tak perlu memukul juga, kali!
Permisi.
Kudengar, bisa menemui Battousai Himura di dojo ini?
Oh, namaku Fujita, petugas kepolisian yang baru ditempatkan di kota ini.
Aku dengar tentang Himura dari Pak Kepala.
Oh, ternyata anak buahnya Pak Kepala?
Sayangnya, Kenshin baru saja pergi keluar.
Ada perlu apa?
Ah, sebenarnya tak mendesak.
Hanya saja ada desas-desus laporan tentang seseorang yang mengincar Himura.
Maaf sebelumnya, bolehkah aku menunggu dia pulang?
Oh, silakan.
Dia sempat pamit mungkin akan telat pulang, tetapi silakan saja.
Baiklah.
Kenshin.
Episode 23 Serigala yang Pamer Taring
Mas Ken sedang diincar seseorang?
Ya!
Pasti dia juga yang bikin Sanosuke mampus!
Dia masih hidup, lo. Untuk sekarang.
Tetapi seandainya itu benar,
kita berhadapan dengan orang yang tak pandang bulu.
Kita sendiri juga sebaiknya mulai berhati-hati.
Ya.
Tetapi orang yang diincar malah pergi.
Meski sendirian, Mas Ken tak perlu dicemaskan.
Pokoknya, saat ini kita tak boleh keluyuran mencarinya.
Toh, sudah ada polisi bersenjata yang diutus Pak Kepala menjaga dojo.
Pasti lebih aman ketimbang di luar.
Ya, sih.
Wah.
Kukira pedang polisi cuma ada model saber,
ada yang pakai pedang Jepang juga?
Pedang saber terlalu rapuh dan ringkih.
Jadi, aku meminta izin pengecualian.
Selain itu, katana adalah pedang kebanggaan Jepang.
Akhirnya tumbang, ya?
Cukup tangguh juga menahannya enam kali.
Meski belum dimakamkan, biar kuberi tahu sekarang saja.
Aku sama dengan Saito dan Jin-e.
Kami adalah pembunuh yang ditugaskan politisi.
Aku sendiri tak tahu kenapa harus membunuhmu.
Sepertinya, para petinggi yang mengenalimu sejak kasus Tudung Hitam,
menyewa pembunuh karena takut kepada iblis yang berkeliaran di Zaman Bakumatsu.
Begitu, ya.
Hajime Saito adalah pembunuh suruhan seperti Jin-e Udo, ya?
Kudengar, Saito adalah salah satu yang paling sering memakai pedangnya
untuk membunuh dalam mendisiplinkan anggota Shinsengumi.
Rupanya begitu.
Orang ini bertahan dari enam kali benturan?
Rupanya sampai sekarang pun, dia masih melakukan hal bodoh itu?
Akan kubenturkan tubuhmu sebanyak mungkin, sampai mati!
Celaka, tak ada lagi yang bisa ku...
Kenshin!
Nona Kaoru?
Ah, kau terluka begitu!
Kau benar diincar orang, ya?
Nona Kaoru tahu itu dari mana?
Dari kepolisian.
Pak Kepala mengutus salah satu anak buahnya kemari.
Namanya Goro Fujita, asisten inspektur dari Polisi Metropolitan.
Dari situasinya,
kau tampak agak kewalahan menghadapi orang seperti Akamatsu, ya.
Kau terlihat sudah sangat melemah.
Karena seingatku kita terakhir bertarung di medan perang Toba-Fushimi,
jadi, sudah sepuluh tahunan, ya?
Sepuluh tahunan?
Begitu, ya.
Kau mengubah namamu menjadi Goro Fujita?
Kapten Gugus Tiga Shinsengumi,
Hajime Saito?
Shinsengumi?
Berarti...
Dialah orang yang mengincar Kenshin?
Sepuluh tahun.
Meskipun hanya bilangan dua kata,
tetapi itu bukanlah rentang waktu yang singkat, ya?
Ya.
Waktu yang cukup untuk membuat orang membusuk.
Dahulu kau terlihat seperti orang licik yang sulit dipahami,
tetapi waktu bertarung akan menantang secara adil dan sportif.
Melukai teman musuh dan menciptakan teror,
mengirim pengalih sambil mengumpulkan sandera,
sama sekali tak terbesit dalam pikiranmu.
Kau yang sekarang
bukan lagi Hajime Saito yang kuakui sebagai samurai.
Apa yang lucu, Berengsek?
Jelas sangat lucu, Bocah.
Mustahil bagiku tak tertawa.
Kukira hanya pedangnya yang berkarat, ternyata isi kepalanya juga.
Kau menyebut Akamatsu pengalih?
Jangan asal bicara.
Orang seperti itu bahkan tak akan bisa menakuti anjing.
Kekuatan dari Battousai si Pembantai
adalah hal yang paling dipahami Shinsengumi, sebagai musuh yang paling sering dilawan.
Tetapi sayangnya, kau yang sekarang bahkan kewalahan menghadapi Akamatsu.
"Pengembara yang pantang membunuh" benar-benar membuatmu lemah.
Kenshin...
...lemah?
Saito, aku tak peduli apa pendapatmu,
tetapi sebagai pengembara yang sanggup melindungi orang di sekitarku, itu sudah cukup bagiku.
Aku tak butuh lagi kekuatan seorang pembantai untuk membunuh orang.
Kenshin.
Kekuatan sebagai pengembara?
Itu katamu?
Berarti kau juga sekarang sudah gagal sebagai pengembara.
Selagi kau terjebak dan kerepotan melawan Akamatsu,
aku berada di sini sepanjang waktu.
Yang berarti,
aku bisa saja membunuh mereka semua seandainya ingin.
Yang kumaksud bukanlah kali ini saja.
Orang yang katamu ingin kau lindungi,
selalu saja direbut musuh.
Lebih dari itu, kau biarkan orang seperti Raijuta melukai seseorang hingga cacat.
Padahal insiden tentang Raijuta, seharusnya tak melibatkan polisi.
Apa orang ini sudah dari jauh hari mengamati Kenshin?
Tekad setengah matang tak akan berbuah.
Orang munafik yang bisanya bicara, hanya memberikan polusi telinga.
Berisik!
Setidaknya, tak ada yang tewas karena keterlibatan Kenshin!
Tetapi adakah jaminan akan terus begitu?
Kenshin.
Kupikir dengan mengirim Akamatsu, Battousai akan menyadari hal ini sendiri.
Tetapi benar katamu.
Sepertinya, sepuluh tahun memang cukup lama untuk membuat orang membusuk.
Menyebut dirimu pengembara yang pantang membunuh.
Bahkan tenggelam dalam kepuasan diri sok menebus dosa.
Bagaimana caranya Battousai si Pembantai melindungi orang tanpa membunuh?
Apa kau lupa?
"Jahat-Segera-Binasa."
Kejahatan harus segera dibinasakan.
Bagi Shinsengumi dan juga pembantai,
seharusnya itulah keadilan sejati yang sama-sama kita anut.
Aku tak tahan lagi melihat kau yang sekarang.
Saito.
Apa pun yang mau kau katakan,
aku tetap tak akan lagi membunuh orang.
Begitu, ya.
Bersiaplah.
Akan kusangkal segala tentangmu.
Kenshin si Pengembara
Kisah Heroik Pendekar Pedang Meiji—
Ada apa?
Kau ingin tetap bengong di situ,
sambil menyaksikan gadis dan anak itu terkena Gatotsu?
Nona Kaoru?
Tak usah khawatir.
Tetapi...
Bagaimanapun, dia mengincar nyawaku.
Ini pertarungan yang tak terhindarkan.
No comments yet. Be the first to leave one.