173 บรรทัดแรก
Jiwa yang sehat...
...terdapat pada tubuh...
...dan hati yang sehat.
Dimana ini?
Gelap. Tubuhku sampai nggak terlihat.
Sesak.
Mana atas mana bawah?
Aku sebaiknya kemana?
Tolong.
Cahaya? Pintu keluar?
Tidak... Hentikan!
Ada suara? Maka! Itu suara Maka!
Tunggulah! Aku segera kesana!
Soul!
Soul! Soul!
Ada apa?
Dr. Medusa! Soul...
Soul...
Aku nggak apa-apa.
Nggak apa. Aku cuma mimpi buruk.
Syukurlah, tapi panggil ibu kalau ada apa-apa, ya?
Soul Eater yang sudah tercampur darah hitam Ragnarok.
Anak ini juga bisa jadi subjek penelitianku.
Sudah sore,
Aku pulang dulu, ya
Oh, kamu nggak haus? mau kubelikan sesuatu sebelum pulang?
Nggak usah, kalau kebanyakan minum,
jadi banyak buang air kecil, kan?
Begitu, ya.
Mau kubawakan sesuatu
selain pakaian dalam?
Nggak ada.
Begitu, ya.
Hei, aku jadi begini karena kesalahanku sendiri
Jadi, kamu nggak usah merasa bersalah.
Maaf.
Gawat, payah nih, Aku malah bikin dia murung.
Bodoh.
Aku malah bikin Soul cemas.
Papa...
Mau ke atap gedung? Langit senja indah, lho.
Jadi, ada perlu apa denganku?
Bersih-bersih. Merapikan perpustakaan.
Huh? Nggak mau, merepotkan saja!
Hei, kau nggak dapat
satu jiwa pun dalam ekstrakulikuler, kan?
Makanya, aku ikut pelajaran tambahan, kan?
Aku selalu melakukannya, jadi sudah mengerti.
Tapi pelajaran tambahan apa ini!
Bersih-bersih?! Ugh! Sama sekali nggak mencolok! Kau saja yang lakukan!
Memangnya nggak ada yang lain? seperti waktu bertarung sama Dr. Stein?
Hei, Black☆Star, kekuatanmu memang termasuk top di kelas.
Tapi kau malah dijuluki maniak pelajaran tambahan.
Kau nggak merasa kasihan sama Tsubaki?
Saat ini yang kau perlukan hukuman.
Jadi kerjakan sambil merenungkan kesalahanmu!
Kau bisa membantuku, kalau mau.
Aku nggak suka manjain muridku. Itulah yang namanya laki.
Enaknya gimana, ya?
Charisma Justice kereen!
Dia orang besar setelahku!
Nggak kusangka, ada komik di perpustakaan ini!
Besok aku akan kesini lagi saat pelajaran Dr. Stein!
Hei, jangan berisik di perpustakaan!
Maaf.
Kid? Kenapa? Apa kau juga dihukum?
Aku cuma mau pinjam buku.
Siapa tahu, aku menemukan seni yang menakjubkan.
Ada buku yang mau kuambil dari tumpukkan yang kau duduki, boleh 'kan?
Ya, ini 'kan?
Buku apa itu?
E... eckesuka... libar...?
Excalibur.
Apa itu?
Kisah tentang pedang suci legendaris.
Siapapun yang bisa mencabutnya dari tanah,
akan dapat gelar pahlawan dan diagungkan selamanya.
Kudengar, pemilik Excalibur sebelumnya
bahkan bisa jadi raja.
Aku yakin pedang ini pasti punya simetris sempurna.
Menakjubkan!
Pahlawan! Raja! Gelar yang cocok buatku!
Ah, Excalibur, ya.
Apa? Professor juga dihukum?
Bicara apa sih?
Anda tahu tentang pedang suci?
Pedang Suci Excalibur... Aku saja nggak bisa.
Apa?! Kau juga pernah mencobanya?
Jadi Doctor juga nggak bisa mencabutnya..
Pedang Suci Excalibur...
Aku jadi penasaran!
"Legenda Pedang Suci -- Petualangan besar Kid dan Black☆Star's?"
Lihat, Maka!
Wajah bodoh matahari, yang berusaha menahan kantuk!
Uh-huh.
Gawat, ini gawat!
Padahal ini kesempatan bicara santai sama Maka,
Tapi aku nggak tahu harus bicara apa.
Ah! Maka bosan dan, mulai baca buku!
Aku harus ngomong sesuatu!
Yang menarik perhatiaanya, Ayo... Ayo... Ayo...
Hei, bacalah buku di tempat terang.
Bodoh, kenapa malah kasih nasehat?!
Ne, Papa...
Gimana perasaan Papa pada Mama?
Ini kesempatan.
Tentu saja, aku mencintainya.
Lalu, kenapa selalu selingkuh?
Gawat, aku semakin menjauh!
Kalau sudah begini, apapun yang kukatakan nggak akan berguna!
Berjuanglah! Semua Papa di seluruh dunia mendukungku!
Jangan kabur! Hadapi putrimu!
Jangan kabur! Jangan kabur! Jangan kabur! Jangan kabur!
Kayaknya udah mulai dingin, gimana kalau masuk?
Kenapa? kita 'kan baru datang.
Aku nggak bisa kabur!
Caranya mendesak
mirip seperti Mamanya.
Maka, Papa benar-benar mencintai Mama dan Maka.
Serius, Serius.
Papa serius!
Jadi, di sini?
Yahoo!
Di atas sana ada pedang suci?
Mm-hmm. Lebih tepatnya, akan ada gua
setelah kita mendaki ini.
Hei, dasar curang!
Sial, ternyata di punya barang bagus!
Aku nggak akan kalah!
Kemana Kid?
Di dalam sini, ya?
Black☆Star...
Aku nggak bisa turun, karena banyak lumpur, nanti bajuku kotor.
Ngapain, sih?
Gendong aku.
Bodoh, diamlah disana selamanya.
Nggak kusangaka...
jalan ke pedang suci sesulit ini
Kau nggak berguna.
Tetesan air diatas serahkan padaku.
Kau urus bagian lumpur.
Serangan dari atas dan bawah.
Jalan ini pasti nggak bisa dilewati sendirian.
Benar-benar sulit.
Benar-benar nggak berguna.
Oh!
Oh, ada peri! Kenapa bisa ada disini?
Disini ada pedang suci.
Jadi nggak heran. Kalau ada peri disini.
Apa Excalibur ada di dalam?
Uh-huh...
Apaan, tuh? Jijik banget.
Sepertinya ini ujungnya.
Oi, itu, ya?
Mm-hmm, tidak salah lagi.
Pedang Suci Excalibur.
Hebat...
Atmosfernya berbeda.
Sepertinya, yang tertulis di buku ini benar.
Pemilik pedang suci akan jadi pahlawan,
dan diagungkan selamanya.
Selain itu, lihatlah.
Detail ornamen yang terukir,
dan sama sekali nggak ada goresan.
Memang cocok disebut Pedang Suci!
Pedang suci, hanya pahlawan terpilih yang bisa mencabutnya.
Pi-Pingin...!
--Yay! Aku jadi pahlawan! Yahoo! --A-Apa...?
--Aku pahlawan! Pahlawan, itulah aku! Yahoo! Yahoo! --Nggak mungkin! Kau sama sekali nggak cocok jadi pahlawan!
Balikin.
Huh? Apa maksudmu?
Ya, nggak masalah buatku.
Sekarang aku akan mencobanya.
No comments yet. Be the first to leave one.