200 บรรทัดแรก
Dewa Yato!
Tolong ucapkan yang itu!
Takdir kita telah saling terikat.
Secangkir minuman sehabis seharian bekerja memang mantap!
Dewa Yato, lihatlah para pemuja Anda.
Lihat. Begitu banyak "Aliran Yato."
Jadi, akhirnya zaman ini telah sejajar denganku, ya?
Betapa hampa rasanya saat ambisi telah tercapai.
Hanya seseorang yang berdiri di puncak yang bisa mengerti rasa kesepian ini!
Hatiku rasanya menggigil.
Dewa Yato.
Adakah seseorang yang mau menghangatkan hatiku yang rapuh ini?
Biar aku saja!
Jangan, aku saja!
Aku!
Jangan rebutan 'gitu, dong.
Semuanya tetap jadi sayangku, kok.
Berisik!
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
pistol penuh dengan peluru berada di satu tanganku
dangan kometa shojuu wo boku wa katate ni motteiru
sambil gemetaran ku menuju tempatmu berada secepatnya
furueta kimi no iru basho he ashi wo hayame mukatteiru
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
hanya untuk menyulut hati yang terburu-buru
aseru kokoro wo sekashita dake
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
terus maju walau tak tahu arah mana yang kutuju
todomaru kehai mo naku susunde yuku
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
awal dan akhir dari mimpi tak masuk akal
owari to hajimari no sakayume
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
semuanya bertumpuk jadi satu
subete kasanatta
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
suara pintu yang didobrak
DOOR keaburu sono oto wo
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sudah tak ada lagi yang kutakutkan
mou osoreru koto wa nai yo
memegang pistol terisi penuh peluru
dangan kometa shojuu wo motteta
kutendang puntu yang tertutup rapat
kataku tozasareta DOOR keyabutta
pistol yang mengarah padaku meletus menembus aku yang kemarin
tsuitsuita juukou ga hanete kinou no boku wo tsuranuita
kubuang keputusasaan dan aku yang besok mulai berjalan
uwazumisou zetsubou wo totte ashita no boku wa arukihajimeta
ayo bertemu lagi malam ini
mata konya machiawase yo
Hore!
Makasih, Hiyori!
Sebagai gantinya, kali ini kau harus benar-benar dengarkan permintaanku.
Sosis gurita!
Dengar, tidak? Kau tak dengar, 'kan?
Dasar.
Aku hampir tak tidur semalaman gara-gara ocehan Yato waktu tidur.
Ah, mimpi yang indah banget!
Hah? Enggak mungkin ada "Aliran Yato."
Mending aku pergi ke luar negeri daripada harus berpenampilan seperti itu.
Lagian, orang kayak 'gini enggak mungkin disukai cewek-cewek.
"Kayak gini"?
Siapa yang sudi salaman denganmu?
Kau tahu? Tangannya itu penuh keringat kayak comberan.
Kalau begitu, akan kutunjukkan
kemampuan dari dewa.
Eh?
Semua mimpi yang kulihat akan jadi kenyataan.
Itu karena
aku sudah beli ini!
Gentong apaan, tuh?
Ada seorang bibi di kota yang membaca telapak tanganku lalu bilang, "Aku akan jual ini khusus padamu"!
Yang harus kulakukan cuma mengelus ini setiap hari sambil bilang, "Bahagia, bahagia! Terkenal, terkenal"!
Dia kena tipu!
Yang ini akan membantuku menang lotre kalau kutempelkan di dinding barat!
Gelang ini akan membantuku membangun rumah impianku!
Yang ini bisa meningkatkan nilai dan membantuku masuk universitas favorit!
Dengan semua ini, aku akan bahagia, bahagia! Terkenal, terkenal.
Hiyori!
Jungle Tornado!
Bekerjalah yang benar!
Apa boleh buat, 'kan?
Aku ingin kerja, tapi enggak ada permintaan yang datang.
Kau dulu pernah bilang kalau dewa dan Harta Suci itu satu tubuh dan pikiran.
Padahal sudah bertemu Harta Suci yang hebat, jadi dewa tak boleh bersikap begini.
Kau harus bersungguh-sungguh. Demi Yukine juga.
Hiyori, kembalilah ke ragamu.
Eh?
Ada orang yang aku ingin pertemukan denganmu.
Lokasi Kebahagiaan
Lokasi Kebahagiaan
Episode
Tempat ini...
Kofuku!
Kau ada, Kofuku?
Yato!
Lama enggak ketemu, ya?
Yato, aku kangen banget!
Si-Siapa dia?
Aku juga!
Dari aura di sekitarnya, jangan-jangan...
Tapi itu tak mungkin.
Ah, dia ini Kofuku.
Dia itu pa-car-ku.
Aku pacarnya, Kofuku! Salam kenal, ya!
Pacar?
Serius, nih?
Begini, Kofuku, aku butuh pertolongan.
Apa sih, Yato?
Sebenarnya, belakangan ini aku menjadikan seorang bocah jadi Harta Suci-ku.
Tapi, kau tahu sendiri kalau aku masih begini, 'kan?
Aku sangat ingin memberinya makanan hangat,
tapi aku bahkan saat ini belum bisa memberinya tempat berteduh yang layak!
Ah, kau pasti kesulitan, Yato!
Jangan khawatir! Aku pasti membantumu!
Apa segini cukup, ya?
Makasih banget, nih! Kau memang orang yang paling baik!
Bahagianya! Aku dapat pujian dari Yato!
Okelah! Waktunya main pachinko!
Aku juga ikut!
Dia penipu kelas kakap.
Kutu kupret!
Kau lagi?
Jangan berani ganggu wanitaku!
Se-Selingkuh?
Kupingmu dengar tidak, kupret?
Duh! Jangan ngerebutin aku, dong!
Aku Harta Suci milik Kofuku Ebisu.
Namaku Kuro. Sebagai Harta Suci, Koku.
Nama panggilanku Daikoku.
Ah, tumpah, tuh.
Hebat!
Ebisu cukup terkenal, 'kan?
Sudah kubilang pegang tutupnya.
Salah satu dari Tujuh Dewa Peruntungan, 'kan?
Baik!
Tapi ternyata dia sangat berbeda dari yang digambarkan.
Bicara apa kalian?
Ti-Tidak, eh, kalian pasangan suami-istri yang sangat serasi!
Suami-istri?
Kalian sudah menikah, 'kan?
Tidak.
Eh? Tapi, tadi kau menyebut Ebisu...
Panggil Kofuku saja!
Tadi kau menyebut Kofuku wanitamu.
"Wanitaku" itu artinya "dewaku."
Ya, 'kan?
Ya!
Oh! Batang tehnya berdiri!
Cuma ampasnya, kok!
Kalian pikir aneh? Aku suka dengan panggilan itu.
Ku-Kurasa itu sangat bagus!
Kalian berdua, jangan tatap matanya.
Eh?
Sangat berbahaya kalau menatap lebih dari itu.
Karena di balik penampilan sangarnya,
dia tertarik sama anak kecil!
Jangan bacot seenaknya yang bisa buat salah paham!
Jangan khawatir!
Dia ini saking sukanya sama anak kecil,
dia akan duduk diam dan memandang anak kecil itu sampai hilang dari pandangannya!
Sekarang aku malah jadi orang yang mengkhawatirkan.
Hei, Bocah.
Jangan takut. Dan jangan ditutupi.
Kau Harta Suci-nya Yato? Siapa namamu?
Yu-Yukine.
Sudah lama menjadi Harta Suci?
Tidak, ini pertama kalinya. Baru kali ini.
Begitu, ya?
Padahal kau masih bocah.
Daikoku.
Hei.
Ya?
Kau siapa?
Namaku Hiyori Iki.
Oh! Jadi namamu Hiyorin.
"Rin"?
Hiyorin, kau cewek biasa. Kau apanya Yato?
Eh? "Apanya"?
Aku tak peduli dengan dia!
No comments yet. Be the first to leave one.