200 บรรทัดแรก
- Apa itu menyakitinya? - Apa?
Tidak, dia tak kesakitan. Dia tak pernah rewel.
Dia bahkan tak bangun saat aku ganti popoknya.
Kau tahu dia tak kesakitan. Kau yang terluka.
Kau malu.
Putriku.
Kau cantik.
PAMPLONA, NOVEMBER 1973
Temani aku saat memandikannya. Gendong dia. Kau akan terbiasa.
Lihat dia.
Lihat betapa cantiknya dia.
Aku tak mau dia seperti mereka.
Kau tak tahu hidup mereka. Kau tak bertemu mereka selama 40 tahun.
Tahu apa kau soal hidup orang lain?
Aku tahu hidupnya akan seperti apa.
Karena rumahnya adalah bersama ibunya.
Apa rencana kita?
Kita akan mengikuti anjuran dokter.
Secepatnya.
Dia tak akan pernah tahu.
Tidak akan ada yang tahu.
Dia akan menjalani hidup normal. Hidup yang sangat normal.
Jadi, berhenti bicara omong kosong.
Kau akan menyayangi putrimu dan menjadi ayah yang baik.
- Apa kau bisa? - Aku sudah menyayanginya.
Ibu akan melakukan apa pun.
Apa pun, Sayang.
Ibumu akan selalu bersamamu.
Selalu.
MY DEAREST SEÑORITA
Nona! Halo!
TOKO BARANG ANTIK DE JUAN
PAMPLONA, DESEMBER 1999
"Maka sia-sialah pemberitaan kami
dan sia-sialah juga kepercayaan kamu."
Berarti jika Kristus belum benar-benar bangkit dari kematian,
Gereja tak boleh bertindak.
Apa bertepuk tangan untuk Paus berdosa, Nona?
Tidak, itu bukan dosa, tapi bukan Perintah Keempat.
Bolehkah aku bertepuk tangan saat Paus muncul di TV?
Aku terpukau olehnya.
Ya, kau boleh bertepuk tangan, Javier,
tapi itu bukan kewajiban,
tidak seperti Perintah Allah, yang wajib bagi semua Katolik.
Terima kasih, Nona. Aku sempat cemas.
Tepuk tangan untuk Paus, waktunya pulang.
Latihlah kidung Natal kalian. Konsernya sebentar lagi.
Rapikan meja kalian, ya.
Berita terkait kasus Rocío Wanninkhof.
Sumber dari pihak keluarga berbicara dengan tim kami
dan menegaskan bahwa tersangka pembunuh pemuda 19 tahun itu
jelas orang yang dia percaya.
Ya. Kata mereka, pelakunya teman ibunya.
Wanita berwajah garang dan berambut pendek.
Nenek, orang suka bergosip.
Kata siapa?
Aku tidak bilang dia bersalah,
tapi wanita itu tak berusaha.
Melihat tampangnya yang ketus itu, kau tak akan percaya.
Dia bukan wanita sejati.
Ada yang bilang begitu tentangku, Nenek,
bahwa aku bukan wanita sejati.
Keluarga itu sudah cukup menderita, tak butuh lagi teror pembunuh di dekatnya.
Kau? Mirip wanita itu?
Ayolah! Itu konyol.
Wajahmu bersih, wajah orang baik.
Mulai lagi!
Baiklah, penjarakan semua wanita tak ramah,
yang jelek, dan tak mirip wanita, ya?
Sampai hanya yang baik…
Nenek!
Tunggu, Nenek.
Adela, Nak.
Apa yang terjadi?
Nenek.
Tenanglah. Bantuan datang.
Lihat itu.
Ternyata kau, ya, Adela?
- Lihat. - Maaf.
Lihat kau menabrakku. Kau menabrakku ke trotoar.
- Maaf. - Jangan pasang tampang bodoh. Lihat!
Lihat yang kau lakukan?
Maaf, Begoña. Aku teralihkan saat bicara dengan Nenek.
- Nenekmu di mobil? - Kau baik-baik saja?
Aku akan telepon kakakku. Kau membuatku kesal.
- Kesal. - Halo.
Kami mengalami kecelakaan.
Di Duque de Ahumada dan Cortes de Navarra.
Seorang wanita tua.
Cepatlah kemari.
Halo.
Kau dengar aku?
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja. Nenekku di dalam mobil.
Tenang. Kami akan membantunya. Aku akan memeriksamu.
Aku baik-baik saja, kataku!
Jangan ganggu aku.
Mulai sekarang, apa pun yang menimpamu adalah tanggung jawabmu. Jelas?
Nenek, aku akan naik mobil polisi.
Kami akan mengikuti ambulans ke rumah sakit.
Aku akan menyusul.
Ya, Sayang, ya.
Jangan cemas, Adelina. Aku akan menemani cucumu.
FLEUR JAEGGY TAHUN-TAHUN HUKUMAN YANG INDAH
Aku tak tahu kau sudah kembali.
Sejak September.
Seharusnya, aku mampir untuk menyapa, tapi aku belum sempat.
Ayahku, dia menyerahkan tanggung jawabnya…
Banyak yang harus dibicarakan.
Kau tak kembali ke London?
Aku akan tetap di sini.
Tapi aku tahu akan begini.
Aku berharap dengan sifat ayahku itu,
dia pensiun nanti atau tidak sama sekali.
Ternyata tidak.
Bagaimana hidupmu di sana? Apa kau bahagia?
Ya.
Itu kota yang tak ada habisnya.
Bukan mendiskriminasi Pamplona atau kehidupan kita di sini,
tapi Pamplona kita, Pamplona yang kita tahu,
sangat kecil.
Di sini, ada 100 orang yang tinggal dalam radius sepuluh jalan.
Tentu saja, begitu tiba di London,
dunia menjadi sangat besar.
Lalu kau harus kembali.
Lalu kau harus kembali.
Adelina, ikuti anjuran dokter.
Jalan-jalan…
- Baik. - Jangan sendirian.
- Cucuku. - Tinggi dan menawan.
- Ya. - Bagus, mari kuantar menemuinya.
Dari mana kau?
Selamat malam.
Nenek baik-baik saja?
Dari mana saja, Adela?
Aku berjalan pulang.
Apa menurutmu itu normal?
Ayah, kami baik-baik saja.
Aku gugup dan butuh udara segar.
Kalian pikir segalanya mudah.
Sana hirup udaramu. Abaikan saja kami.
Adela, ayahmu benar.
Bereskan urusanmu, lalu pulang, itu baru bertanggung jawab.
Aku hanya jalan-jalan. Maaf.
Makan malam sudah siap, hangatkan saja.
Sudah. Yang lalu biarlah berlalu.
Setiap delegasi pemerintah dan instansi negara
wajib membentuk komite darurat,
tapi kita harus menghadapi kutu Y2K yang ditakuti dengan tenang.
Yang terpenting, tidak perlu panik.
Ada orang di depan pintu. Tolong buka pintunya.
Hai. Aku Isabel Goñi, fisioterapis.
Aku kemari untuk Adelina Arrán.
- Ya, di sini. Mari. - Ya?
Baiklah.
Astaga, ini berat sekali. Seperti membawa mayat.
- Kau siapa? - Adela, maaf.
Salam kenal.
- Lewat sini. - Ke sana?
Maaf membuatmu menunggu.
Tidak apa-apa.
Di mana aku bisa menaruh mantelku?
- Biar aku bantu. - Di sini?
- Aku Isabel. Salam kenal. - Ya.
- Lewat sini. - Ya. Aku taruh ini di sini.
Sayang, bisa ambilkan ranselku?
Adelina, terapismu sudah di sini. Namanya Isabel.
Adelina, masih di tempat tidur?
Begitu meja pijatku siap, kau harus bangun.
Tidak baik berbaring terus kalau tak perlu.
Seharusnya, aku boleh istirahat setelah kecelakaan itu.
Lagi pula, usiaku 88 tahun.
Justru itu.
Jika bukan anjuran dokter, jangan hanya berbaring.
Tubuh itu malas dan enggan bergerak.
Ayo, bangun. Pegang aku.
Ayo, bangun, Adelina.
Miringkan badanmu. Bagus.
Tidak, aku semakin tak suka.
Lalu semua makanan itu, sungguh menjijikkan.
Apa?
Ya, dia mulai hari ini. Kita lihat saja.
Jadi, itu setelan perjalanan? Aku tak tahu.
Dulu, menikah dengan gaun putih tidak umum.
Selain itu, kakekku meninggal sepekan sebelumnya.
Aku berkabung, tapi tetap anggun.
- Tentu. - Dengan setelan perjalananku.
Adelina, tengok ke sini, seperti tadi.
Lebih kuat. Sakit?
- Tidak. - Tidak?
- Tidak sakit. - Bagus.
Kau tampak cantik. Sangat menawan.
Kita selesai.
Mari pakai sandalmu.
Kau mau dengar laporannya?
Tunggu, biar aku panggil Ibu. Dia ingin dengar.
Mari, bersamaku.
Ibu!
Aku merasa sehat.
- Benarkah? - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.