The Last House

The Last House

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

The Last House 2026 NF WEB H264-EDITH
ความคิดเห็นโดย tedi
Retail NF | 1:52:11

แท็ก

webdl
เผยแพร่เมื่อ: 2026-08-07
ดาวน์โหลด: 197
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

SUNGGUH TIDAK PANTAS MENYEBUT PLANET INI BUMI

KARENA INI JELAS-JELAS LAUTAN

DERMAGA PEMANCINGAN UMUM DERMAGA 21

Kau tangkapan pertamaku beberapa hari ini, tapi kau terlalu kecil.

Wah, lihat apa yang datang.

Yang itu terlihat seram.

Ya.

Aku sebaiknya pulang sebelum hujan.

- Sampai jumpa besok. - Oke.

Semua orang ingat di mana mereka berada pada hari hujan itu datang.

Hari Minggu. Musim dingin belum benar-benar tiba.

Prakiraan cuaca bilang hari akan cerah.

Tampaknya sistem tekanan rendah di lepas pantai

berubah arah dan bergerak cepat mendekat.

Hari ini, diperkirakan turun hujan lebat di seluruh kota,

disertai embusan angin hingga 50 km per jam,

potensi banjir pesisir ringan, dan gelombang tinggi.

Musim liburan tinggal sebulan lagi.

Semoga perubahan cuaca mendadak ini akan…

Orang-orang menjalani pagi seperti biasa.

- Siap? - Ya, ayo.

Saat itu, kami tinggal berdekatan…

Oke, dah.

…tapi mudah sekali merasa sendirian.

Ayo masuk. Sudah mau hujan.

Ya, ayo masuk.

Pada hari hujan itu datang,

kami sadar kami tak sendirian.

Desember lalu menjadi yang terhangat sepanjang sejarah Washington Barat.

Jadi, terus ikuti perkembangan terbaru.

Ayolah.

Dan kami tahu sejauh apa sebagian orang rela bertindak

demi melindungi rumah mereka.

MASUKKAN KODE

DINAS PAJAK AS BUTUH PERHATIAN SEGERA

Hei, di mana orang-orang?

Pada ke mana?

Jagoan Hebatku.

Selamat pagi.

- Duh, anak-anak membiarkanku tidur. - Pantas saja sepi.

Dapat sarapan untuk kita?

Ya. Dapat tangkapan besar pagi ini.

Pemancing terbaik di dunia.

- Aku tahu. - Makasih.

- Selamat pagi. - Pagi.

- Bangun! - Donat!

- Wah! - Donat!

- Boleh buat bakon? - Wah!

- Tenang dulu. Ya ampun. - Bakon!

- Sisakanlah untuk kami. - Dasar burung nasar.

- Benaran burung nasar. - Nyalakan!

- Oke. - Hidupkan.

Aku baru memberi Cassidy obat. Jangan beri dia bakon.

Padahal kau lebih pantas dapat itu.

TAK TERHUBUNG KE INTERNET

Ayah, tayangannya tiba-tiba terputus.

Entahlah.

- Mungkin rumah ini mulai bobrok. - Aku siap pindah kapan pun.

Tinggal beli beberapa tiket lotre lagi, kita bisa pindah.

Hei.

Kau tahu aku cuma bercanda, 'kan?

Ini bukan salahmu.

Tukangnya akan datang besok untuk memeriksa retakan di cerobong asap.

- Ini baru. - Apa?

Dia curiga fondasi rumah ini amblas.

Yang menopang rumah ini cuma cerobong asap.

Jangan sampai rumah ini roboh saja saat kita tidur.

Masih mau beli pohon Natal?

- Di luar hujan. - Ayolah.

Ayah, ayolah. Ayah sudah janji.

- Kau yang janji, bukan aku. - Ayah!

- Ayah janji. - Ayah!

- Siapa yang janji? - Ayah!

- Ya, ayo. - Ayo.

Kita beli pohon.

- Ayo! - Aku mau pilih!

- Tolong pakaikan sepatuku. - Kau bisa pakai sepatu sendiri.

- Jangan main skuter di rumah. - Ayo, Bu! Kita berangkat!

- Ibu selalu saja lama. - Tak perlu heran lagi, 'kan?

Bantu adikmu memakai sepatu. Tunggu di mobil.

Ann! Ayo!

- Jangan suruh aku buru-buru. - Tidak.

Aku lagi sembunyi dari anak-anak.

Serius, sampai kapan kita harus beli pohon?

Ini Natal, Perusak Suasana.

Kau apakan pintunya?

Buka kuncinya, Bodoh.

- Sudah, Bodoh! - Diam!

Cukup! Kalian sama-sama bodoh.

Tak bisa dibuka gara-gara Graham.

- Jangan salahkan aku. Ini gara-gara kau. - Pasti ini ulahmu.

Bukan. Kenapa kau selalu menyalahkanku?

Semua ini salahmu.

Makanya aku yang jadi kesayangan. Kau bikin masalah.

- Diam. Dasar bayi besar. - Aku bukan bayi.

Umurku 8 tahun.

- Apa yang kalian perbuat? - Tak ada!

Diam, Cass.

Hei, Cass, sut.

Kenapa kalian belum di mobil?

- Pintu macet. - Tak bisa dibuka.

Semua pintu kami coba. Tak ada yang bisa.

- Eh. Hei. - Biar kucoba jendela kamarku.

Baiklah.

Ini konyol.

Ya. Ini pasti prank. Ulah remaja.

Mereka pasti mengelem semua jendela dan pintunya, 'kan?

Bukan prank.

Diam, Cass.

Tapi aku tak dapat sinyal.

Tak terhubung ke Wi-Fi.

Cabut ruter dan pasang lagi. Sudah coba?

- Kau sudah bayar tagihannya? - Sudah.

Cass, diam.

Sudah dapat sinyal?

- Belum. - Ibu, Ayah.

Kucoba semua jendela kamarku. Gagal. Kayak dilem.

Jendela lain juga.

- Cass! Diam! - Bisa kita coba keluar… Graham, diam!

- Ayah tak apa-apa? - Tak apa-apa?

- Kau tak apa-apa? - Ya.

Aku tak apa-apa.

- Aku baik-baik saja. - Oke.

Ada apa… Ayah!

- Aku bingung. - Menjauh.

- Kenapa? Tunggu. Kau mau apa? - Ayah!

- Jangan! - Mundur. Biar kucoba.

Jason, jangan!

- Hentikan! - Ibu!

- Hentikan! - Ayah!

Ibu.

Ayah.

Anak-anak.

Ayah, lihat!

- Astaga. - Bukan hanya kita.

- Hei, kami terjebak. - Ada yang datang.

Ya.

Itu si cewek rumah seberang.

- Istri Greg. - Siapalah itu namanya.

- Susan. Panggil dia. - Susan!

Susan, cari bantuan!

Kami terjebak di sini! Cari bantuan!

- Dia juga terjebak. - Aku segera kembali.

Bagus. Dia akan cari bantuan.

- Dia mencari bantuan. - Ya.

Bagus. Tak apa-apa.

- Berarti kita aman. - Oke. Ya. Aku tahu.

Ini…

Tak apa-apa.

Ya, tak apa-apa.

Oke, kita lihat apa yang dilakukan tetangga.

- Ayah kenal semua tetangga? - Hampir semua.

Keluarga Richardson di seberang jalan, punya tiga cucu.

- Kurasa Max dokter gigi. - Ya.

Itu si cowok itu.

- Anak Sepeda. - Apa?

- Anak sepeda? - Anak sepeda?

Orang yang memakai semua perlengkapan bodoh itu.

Namanya Greg. Istrinya mencari bantuan.

Kenapa belum kembali?

Tenang. Dia pasti segera kembali dengan polisi.

Lalu ada si Kepo di situ.

- Siapa namanya? - Astaga.

Adakah nama yang kau hafal?

Ya, Ibu-Ibu Resek Pemilik Anjing.

Siapa lagi?

Ya. Jangan lupakan si Dungu Berperahu.

Apa nama perahunya?

"Layar Tancap"?

Dungu banget.

- Bagus. - Ya.

- Ann. - Ya?

"Padahal ini cuma cinta satu malam. LOL."

Ya ampun.

Apa itu cinta satu malam?

Itu kegiatan menginap orang dewasa.

Apa bedanya kegiatan menginap orang dewasa

dengan kegiatan menginap biasa?

Di kegiatan menginap orang dewasa…

- Boleh makan permen sepuasnya. - Wah, seru.

Begitulah. Mungkin.

"Pemerintah?"

Hei!

Itu bikinnya lama.

Tidak.

"Mungkin. Tapi kenapa?"

"Demi keselamatan kita?"

Lihat. Si Dungu Berperahu juga bikin tulisan.

ALEIN

Begitukah ejaan "alien"?

Bukan, Sayang.

Untuk apa alien mengurung kita?

Bukan alien.

HANYA KITA? SELURUH KOTA?

"Seluruh dunia?"

Oke, Semuanya, lihat aku. Kita aman.

Kita di rumah.

Semua yang kita butuhkan ada di sini, tapi yang terpenting, kita saling menjaga.

Boleh makan donat?

Tidak, makan spagetimu.

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left