192 บรรทัดแรก
"Carilah Jalan Itu"
Satu lagi hari yang indah.
Hei, Tetangga.
Tidak sangka bertemu di sini, Detektif.
Padahal aku sedang duduk enak main Candy Crush, asyik sendiri,
menikmati hasil hukumanku yang tidak adil...
Kau memukul tersangka.
Sekarang dia terpidana. Aku tak bisa benar dan salah
- sekaligus. - Ya, bisa.
Waktu Pak Kepala bilang di telepon, "Hibernasi selesai.
"Ada kasus yang hanya kau bisa pecahkan."
Kutipan langsung.
Jadi?
Wanita tak dikenal. Aku menemukannya dekat sungai.
Operator dapat laporan dari panggilan anonim.
Ada yang tak mau dia di sini sendirian.
Hanya ini barang miliknya.
Apa ini? Dari buku perpustakaan?
Cabang Westview.
- Penyebab kematian? - Trauma benda tumpul.
Tak ada tempat terjal di sini. Apa dia jatuh?
- Dia tertimpa. - Tertimpa apa?
Sesuatu yang besar dan berat.
Jadi, dia tidak mati di sini.
Dia sudah mati, kan, Herb?
Dia benar-benar sudah mati.
Kita tak tahu pasti.
Ambil sampel dari semua.
Kau temukan sesuatu?
Tidak.
Mereka mau balik badannya. Kau siap?
Ayo.
Siapa kau?
Apa yang terjadi padamu?
Kau tak apa, Agnes?
Maksudmu?
Sikapmu tidak seperti biasanya.
Oh ya?
Memang bagaimana biasanya?
Aku akan lebih ceria untukmu lain kali.
Sekarang, wanita tak dikenal yang terbaring mati di sungai ini
benar-benar membuatku sedih.
Kabari kalau rekam medis giginya tiba.
Selamat datang di WESTVIEW
DAN NY. HART
BERDASARKAN SERIAL DENMARK WANDAVISDYSEN
Urusan polisi resmi.
- Permisi. - Hei!
- Permisi. - Tidak sopan.
Kau pakai alasan itu di antrean supermarket juga?
Hanya pecundang yang mengantre.
Apa yang bisa kubantu, Agnes?
Aku temukan ini pada korban.
Siapa korbannya? Wanita itu sudah mati?
Kenapa kau pikir dia wanita?
Entah, terdengar lebih menarik.
- Tak ada namanya di sini. - Namun, ada tanggalnya.
Kami tak pakai kartu lagi. Semuanya digital sekarang, maaf.
Terima kasih banyak bantuannya, Dottie. Kau baik sekali.
Omong-omong, di mana kau semalam antara pukul 01.00 dan 03.00?
Kurasa aku bisa cari dari judul bukunya.
Bisakah?
"Dialogue And Rhetoric: Known History Of Learning & Debate, karya Andrew Ugo."
Ya, pasti novel erotis menegangkan?
Kenapa?
Buku ini tidak dipinjam, tapi dicuri. Tiga tahun lalu.
Namun, masih ada banyak cetakan buku Ilmu Pengetahuan Alam.
Sekarang, maaf antreannya...
Ya, aku maafkan.
Terjadi kebakaran.
Semuanya hancur?
Setiap cetakan.
- Selamat pagi, Detektif. - Pagi.
- Terima kasih. - Senang kau kembali, Agnes.
Senang bisa kembali, Pak. Aku tak menerima permintaan maafmu.
Ya, jadi, Agnes...
- Dengar kejadian di perpustakaan? - Tidak, aku...
- Ada yang membakar raknya. - Tidak.
- Pakai pelontar api ke raknya. - Sungguh?
Aku akan suruh tindak lanjuti. Dengar, Agnes...
Ada noda di kemejamu.
- Dan dasimu. - Astaga.
Kau membuat smoothie sarapan lagi, Pak?
Seharusnya tahu tutupnya dipasang sebelum memblender.
Ya, aku tahu.
Dengarkan, Agnes...
Kau akan beri tahu sesuatu yang tidak kusukai.
Hasil sampel tanah dari bawah kuku tangan dan kaki wanita tak dikenal itu keluar.
Itu tak cocok dengan tanah dia ditemukan.
Itu tidak aneh. Kita memang berasumsi dia dipindahkan.
Ada jejak endapan mikroba tertentu
yang hanya ada di Eropa Timur.
Sekarang, bagian yang tak akan kusuka.
Permisi.
Baik.
Kotoran unik memang selalu menarik perhatian FBI.
Agen Vidal adalah aset di sini, Agnes.
Lebih banyak daya otak dan SDM berarti kau ke garis akhir lebih cepat.
Kekuatan dalam jumlah.
- Kerja tim membuat... - Masa bodoh, Pak.
Terserah kalian saja.
- Lama tidak jumpa. - Mau apa ke sini?
Melakukan tugasku.
Kau ingin ambil alih penyelidikanku.
Tidak.
Jika ingin memegang kendali, kau bisa.
Wanita itu...
Jasadnya dipindahkan lintas negara bagian. Itu dugaanmu?
Begini caramu melihat dirimu?
Baiklah. Mari bicarakan kasusnya.
Apa teorimu? Bagaimana dia bisa berakhir di tepian?
Tak ada bekas seretan. Kurasa dibopong.
Tampaknya logis, tetapi kau tak percaya itu karena...
Tak ada jejak pelakunya.
Tidak ada daun yang terganggu sebelum Forensik muncul.
Seolah-olah dia muncul secara ajaib.
Mari tetap pada kenyataan, setuju?
- Baiklah. - Jika ada yang bisa kita sepakati,
itu adalah bahwa kasus macam ini selalu tentang tempat.
Kota kecil tertentu,
sejarahnya, warganya, rahasia yang terkubur di bawahnya.
Di situlah jawabannya berada.
Siapa lebih cocok memecahkan misteri ini selain seorang warga Westview sendiri?
Kau tinggal di sini seumur hidupmu.
Itu benar, 'kan? Agnes?
Aku tidak mau kau di sini.
Ini asli, dan indah sekali.
Dari mana dapat ini?
Itu bukan urusanmu, Norm. Dari mana asalnya? Usianya?
Amerika Utara. New England mungkin.
Akhir abad ke-17. Terbuat dari cangkang cowrie.
Cowrie itu apa?
Siput laut.
Wanita-wanita cantik ini, mereka Tiga Dewi.
Gadis, Ibu, Nenek Sepuh.
Apa, tidak ada Dewi Tuna Susilanya?
Halo.
Sepertinya brosmu bisa dibuka.
Kau mau jual, Agnes?
Kau mau bayar berapa, Norm?
Untukmu?
Dua ratus.
Bagus. Kini aku tahu pasang harga berapa di eBay.
Senang bertemu kau juga, Agnes.
karya Andrew Ugo
Pulanglah, Agnes.
Rumahku di sini, Pak Kepala.
- Hei! - Pulang.
Anjing bodoh.
Nicholas Scratch Juara Pertama
Vokal Terbaik Konser Paduan Suara Anak-anak
Apa?
Kau tahu ada pandangan umum bahwa
polwan tak bisa mahir bertugas
sekaligus punya kehidupan pribadi?
Lapar?
Dia memang anak baru sih,
tetapi kubilang padanya,
"Apa tersangka terlihat dalam 24 jam terakhir?"
Dia jawab, "Hanya di TikTok."
Lalu aku tanya, "Ada yang kau pelajari?"
Lalu dia berkata,
"Bahwa aku menggunakan kuas alas bedak yang salah."
Begitulah...
Aku menemukan petunjuk kasus.
Bukan karena itu aku datang.
Namun, silakan.
Ada kecelakaan mobil, sekitar sejam sebelum waktu kematian.
- Di mana? - Eastview.
Eastview?
Kukira kau berubah jadi labu kalau pergi sejauh itu.
Hei, aku suka bepergian. Aku berwawasan.
Kau pernah ke mana?
Lalu, kecelakaan mobilnya?
Bercak darah di jok belakang.
Menurutmu, itu cara dia dipindahkan?
Dua kantong udara depan mengembang.
- Mungkin pelakunya dua? - Mungkin saja.
Namun, menurutmu bukan.
Menurut firasatku dua kasus ini berkaitan,
tetapi aku terus merasa caraku melihatnya salah.
Boleh aku tanya sesuatu?
Silakan.
Apa ingat kenapa kau membenciku?
Tidak.
Apa kau menyembunyikan bukti?
Tidak.
Kau hanya membohongi dirimu sendiri.
Hei! Kau sedang apa?
Kau ambil apa?
Kau pasti bercanda.
Jangan bergerak! Berhenti! Ini dia.
No comments yet. Be the first to leave one.