190 บรรทัดแรก
Tanggal 5 Oktober, tahun ke-11 era Bunmei.
Angkatan Laut Mongol tiba di Teluk Sasu, Tsushima
dengan bawa 1.000 tentara Goryeo.
Penguasa lokal Tsushima, Sukekuni Sou
melawan dengan 80 kuda dan 200 infanteri.
Karena kalah jumlah, pasukan Tsushima akhirnya gugur setelah pertarungan yang sengit.
Mundur! Mundur!
Cepat mundur dan berkumpul!
Sial! Berkumpul?
Tuan kita dan anaknya sudah tewas
dan semangat kita sudah hancur.
Gawat!
Zirah itu kan...
Tenang, tenang, tenang.
Tenang, tenang, tenang, tenang.
Tenang, tenang...
Tenang...
Bagus, kalian kuda yang baik.
Si orang buangan!
Hoi, zirah itu kan...
Mereka datang!
Terus lari!
Baiklah, prajurit sekalian!
Musuh saat ini bersikeras kejar kalian dan masuk ke wilayah kita.
Sekaranglah waktunya kita untuk serang balik.
Baiklah, para prajurit!
Ayo balikkan badan kalian!
Sekarang giliran kita serang pasukan Mongol!
Bicara apa kau, Orang Buangan?
Kau tahu tidak keadaan kita sekarang?
Kalian kalah telak
dan mau lari, 'kan?
Tapi pasukan Mongol saat ini bersikeras kejar kalian sampai berbaris kemari.
Apalagi jenderal mereka barusan tewas dan formasinya berantakan.
Sekaranglah giliran kita menyerang!
Dasar bodoh, kalau mau serang saja sendiri!
Hoi, ada apa? Cepat bawa kudanya ke sini!
Ya! Agak makan waktu pakai zirah ini.
Tak enak juga pakai punya orang.
Jadi, akhirnya begini juga?
Siapa kalian?
Kau tanya siapa kami?
Kamilah para orang buangan yang akan menolong kalian!
Bau!
Para prajurit
kami takkan kalah seperti Sukekuni Sou!
Para bandit sialan!
Namaku adalah Jinzaburou Kuchii!
Kalian semua pengecut, ya?
Ingin bagaimana kalian akhiri perang ini?
Bagaimana cara kalian hadapi hari esok?
Apa kalian sebegitu lemahnya sampai harus diperintah orang buangan?
Kalau begitu, sana lari dan sembunyi dari Mongol
dan merangkak penuh takut sampai mati!
Apa?
Berengsek.
Kalian tak butuh kalimat penyemangat, 'kan?
Dengar!
Kalian tak perlu ikuti orang buangan ini!
Tapi ikutilah zirah ini!
Zirah yang kalian anggap sebagai harta peninggalan klan Sou.
Ayo!
Sialan!
Ayo maju!
Ikuti dia!
Sisa 30 orang lebih, ya?
Sepertiganya pasukan awal, ya?
Ini lumayan buat pasukan kalah yang ketakutan.
Kau tahu dengan benar cara menginspirasi prajurit, ya.
Prajurit yang sudah ikuti kita saat ini, jangan biarkan mereka tewas!
Aku yang akan buka jalan!
Hoi, dia bukan manusia, ya?
Oh, mulai semangat dia.
Aku yang dulu dikenal sebagai jenderal hebat Provinsi Musashi, Saburou Obusuma!
Saburou Obusuma
Takkan kubiarkan bocah sepertimu kalahkanku!
Pakai panah terlalu merepotkan!
Aku Kazuhisa Shiraishi, tak tertandingi selama bertarung di atas kuda!
Kazuhisa Shiraishi
Hitari
Jangan mau kalah dari orang buangan!
Suruh pasukan baris depan untuk mundur.
Kita pancing mereka, lalu kepung dan serang habis-habisan!
Baik.
Mundur!
Bagus! Musuh mulai mundur!
Ayo kejar!
Mereka mau berkumpul lagi, ya?
Mereka sepertinya memancing kita.
Suruh mereka berhenti, Tn. Kuchii!
Tidak, kita harus mengejar!
Ceroboh kalau kita mengejar dengan jumlah yang sedikit ini!
Aliran perang terus berlanjut!
Kalau mereka percaya diri dan gagal pasang jebakan
kita bisa balikkan keadaan.
Para prajurit, kemenangan di depan mata!
Ikuti aku dan kejar mereka!
Lihat! Pasukan musuh mundur!
Mana bisa kita diam saja!
Hoi, tunggu, Bodoh!
Tn. Yajirou Abiru, kenapa kita biarkan mereka?
Anda sebagai anak angkat tuan harus ambil alih kepemimpinan.
Mana bisa kita menghadap tuan kita di surga kalau biarkan orang buangan memimpin?
Tn. Genpachi.
Kita sudah gagal lindungi tuan kita beserta anaknya.
Apa boleh buat.
Kebodohan.
Itulah yang terjadi hari ini.
Kita mengejar terlalu jauh sampai kalah jumlah lagi.
Tn. Abiru!
Ada apa?
Tuan Putri Teruhi.
Apa?
Kousuke, kau sudah berjuang dengan baik.
Tuan Putri.
Putri Teruhi.
Apa yang Anda lakukan di sini?
Kembalilah ke ibu kota!
Itu perintah terakhir ayah Anda, 'kan!
Kami sudah gagal!
Tuan beserta anaknya serta sebagian klan Sou sudah tewas.
Aku sudah dengar.
Barusan aku tak sengaja dengar dari prajurit yang kabur ke gunung
dan mengetahui apa yang sudah terjadi.
Aku adalah anak dari seorang samurai.
Terlahir hanya untuk ini.
Karena itulah aku datang.
Aku bisa pakai panah.
Tak bisa.
Kami tak bisa biarkan Anda berada di sini.
Gontarou, bawa Tuan Putri pulang.
Diam, Tn. Abiru.
Dengarlah semua!
Mulai saat ini, aku Teruhi yang akan ambil alih kepemimpinan dari ayahku!
Lapor!
Rekan kita yang kejar pasukan musuh saat ini terkepung
dan mereka tak terlihat lagi!
Dikalahkan, ya?
Harusnya kuhentikan mereka yang ikuti orang buangan itu.
Orang buangan?
Apa yang berada di medan perang saat ini adalah Jinzaburou Kuchii?
Bagai ngengat menghampiri api
kita tak bisa mundur lagi!
Sudah lama aku tak merasa seperti ini.
Ketegangan yang tak tertahankan!
Di sana markas mereka, ya?
Dan itu...
Arah sana!
Ayo!
Kepung mereka!
Pasukan penguasa lokal itu bertahan lebih lama dari dugaan.
Kau takkan suruh kami untuk turun ke sana, 'kan?
Entahlah.
Semua keputusan berada di tangan kaisar.
Itu dia!
Pasukan kita kembali!
Mereka berhasil tembus kepungan?
Apa ada Mukuri yang mengejar?
Tak ada!
Para Mukuri sepertinya sedang kacau.
Itu Jinzaburou?
Apa? Kau maju menembus ke markas mereka dan bunuh jenderal dan pasukannya?
Ya.
Para orang buangan sungguh luar biasa.
Dengan prajurit yang sedikit itu?
Sungguh tak bisa dipercaya.
Kami sendiri masih tak percaya.
Kalau tak ada Tn. Kuchii, ini semua mustahil.
Aku ingin kau pastikan sesuatu.
Kepala jenderal Mukuri?
Bukan.
Ini...
Kepala Tn. Sukekuni Sou dan Tn. Umajirou.
Tuan Putri!
Aku harus ambil risiko dan korbankan beberapa pasukan untuk ambil kembali ini.
Kalau kedua kepala ini berada di tombak musuh besok
semangat pasukan kita akan jatuh.
Tuan. Tuan Muda.
Menyedihkan!
Tuan sudah korbankan diri demi kebanggaan Tsushima dan klan Sou!
Sukekuni Sou sudah kalah.
Karena itulah mereka tewas.
Begitulah kenyataannya.
Apa?
Dia berjuang sekuat tenaga untuk menang
lalu gagal dan mati.
Itu adalah kematian yang terhormat
tapi bukan mati demi kebanggaan.
Ayah. Kakak.
Oh, ada di sana.
No comments yet. Be the first to leave one.