DAHMER - Monster: The Jeffrey Dahmer Story

DAHMER - Monster: The Jeffrey Dahmer Story

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 1

ข้อมูลรุ่น

Dahmer S01 NF WEBRip DDP5 1 Atmos x264-SMURF
ความคิดเห็นโดย tedi
Retail NF (10 eps)

แท็ก

webdl
เผยแพร่เมื่อ: 2024-09-19
ดาวน์โหลด: 174
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

SERIAL NETFLIX

Ada ini, Pak.

Sepertinya ini potongan tulang paha.

Tulang yang ditemukan di halaman rumah ayah Anda

cocok dengan cerita Anda soal korban pertama.

Si penebeng?

Benar.

Kenapa lokasi tulangnya disebar?

Untuk membuang barang bukti?

Yah,

aku panik saat itu.

Kucoba meremukkan tulangnya,

tapi bagian dalamnya

lembek.

Tak bisa kuremukkan jadi bubuk.

Jadi, aku...

Aku memasukkan tulangnya ke oven

untuk, yah,

mengeringkannya dan akhirnya bisa.

Tulangnya bisa kuremukkan hingga berkeping-keping.

Kenapa tulangnya disebar di seluruh pekarangan?

Mungkin aku ingin dia di dekatku.

Membayangkan

sebagian kecil dirinya ada di mana-mana.

Mengelilingiku.

Aku tahu kedengarannya mengerikan.

Jeff, opini kami tidaklah penting.

Tapi kurasa ini sudah bawaan lahir.

Sepertinya aku begini bukan karena dipicu suatu kejadian.

Karena sudah sejak lama,

beginilah aku.

Setelah kejadian dengan penebeng itu,

cukup lama aku tak ingin melakukannya.

Mungkin ingin.

Dorongan itu terkadang muncul,

tapi aku bisa menahan diri.

Itu tak terjadi lagi hingga...

sembilan tahun.

Menarik.

Psikolog itu, atau psikiater, yang disuruh berbicara denganku,

dia mengatakan hal yang masih terngiang di pikiranku.

Saat kau memutilasi korban,

apa kau jadi terangsang?

Ya.

Sangat.

Aku...

Aku suka bentuk organ tubuhnya saat menggenggamnya.

Organnya berkilau.

Penjabaranmu ada istilahnya.

Namanya splanchnophilia .

Istilah untuk orang yang terangsang dengan jeroan dan organ.

Kilau yang kau sukai itu salah satu faktor utamanya.

Manusia, terutama pria,

cenderung menyukai benda berkilau.

Ada aspek seksual di situ.

Saat melihat majalah edisi pakaian renang, model perempuannya basah.

Kita jadi tertarik.

Bisa jadi karena kebasahan, mengingat vagina,

adalah sinyal perempuan yang siap berhubungan seks.

Mungkin sudah insting kita menyukainya.

Jika memang itu bawaan lahir,

kompulsi yang selama ini berkecamuk di pikiranmu itu,

bagaimana kau menahan diri selama sembilan tahun?

Atau kenapa?

Aku berusaha jadi anak baik.

Baiklah. Baris depan, Tina, Andrew, Mark Norton,

Sasha, Andrea, Mark D'Angelo, Dan.

Nah, mari semuanya merapat.

Selamat untuk kalian semua.

Kalian yang terbaik, ya?

Baik.

Semuanya senyum dan...

Bagus. Kita berfoto sekali lagi.

- Bagus. Terima kasih. - Baik.

Tina, tetap di situ. Ada foto Klub Ekologi.

Astaga, indahnya.

Hasilnya bagus. Selamat, Derek.

Terima kasih. Kerja bagus, Teman-teman.

- Tata letaknya bagus, Dan. - Terima kasih.

Tunggu. Sebentar. Buka halaman 36, foto Honor Society.

- Apa-apaan ini? Kok dia bisa di situ? - Entahlah.

Dan, kenapa kau tak sadar?

Maaf. Aku tak sadar dia di foto itu.

Itu tugasmu, Dan.

Nilai Jeff Dahmer saja cuma dua, Dan!

Bajingan!

Dia tak akan mengamuk.

Pasti mengamuk.

Aku minta maaf dari awal karena melibatkanmu ke urusan keluargaku.

Memang dia akan kesal soal apa?

Hidupmu menyedihkan, kau bercerai, dan melupakannya.

Harusnya dia turut bahagia dan ikut melupakan.

Itu masalahnya, Shari, dia tak mau aku bahagia.

Jika aku membawa perempuan cantik ke rumah,

dia pasti kesal, sungguh.

Memang kenapa kalau kesal? Bisa kuhadapi.

Aku tinggal mengamuk balik.

Mungkin kau tak sadar, tapi aku tangguh.

Aku sadar.

Fokuslah melihat jalan.

Joyce?

Astaga.

Rumah ini seperti baru diterpa badai.

Aku tak tahu kalian mau datang.

Apa yang terjadi?

Kenapa banyak miras, Jeff?

Habis ada pesta di sini.

Coba lihat sekelilingmu.

Seperti kapal pecah!

Ini orangnya?

Shari.

Ini Jeff. Astaga, Jeff.

Hai, Jeff.

- Hai. - Di mana ibumu?

Entahlah. Dia pergi.

Ke mana?

Entahlah.

Kapan dia pergi?

Sekitar tiga bulan lalu.

Maaf, kapan?

Dia selalu saja begini.

Hanya memikirkan diri sendiri.

Dia meninggalkan anak 18 tahun sendirian di rumah.

Tak ada yang memasak untuk Jeff. Entah selama ini kau makan apa.

Ini tindak pidana. Teganya dia...

- Berengsek. Maaf. - Ayah.

Aku baik-baik saja.

Kau tak baik-baik saja.

Kau banyak minum.

Banyak kaleng kosong dan kau bau alkohol.

Kau tak baik saja.

Ayo, minumlah.

Aku tak suka kopi.

Kau harus fokus karena ini penting.

Kita harus cari cara untuk membenahi hidupmu, paham?

Paham?

Gulanya banyak sekali, Jeff.

Apa urusanmu? Kau bukan ibuku.

- Baru juga bertemu. - Jeff.

- Lionel, tak apa. - Tak habis pikir.

Kau benar, Jeff. Aku bukan ibumu.

Aku menyayangi ayahmu, berarti aku menyayangimu.

Mengerti?

Kasih sayang kadang berbentuk ketegasan.

Kau berhasil lulus. Itu prestasi.

Hampir tak lulus, tapi begitulah.

Kau mendaftar kuliah?

Tidak.

Hei, Jeff... Maksud Ayah, ya ampun...

Apa kerjamu selama ini?

- Mungkin sudah terlambat. - Makanya aku tak mendaftar.

Jeff.

Padahal, kau pandai dalam sains. Entahlah.

Mayoritas anak yang kuliah di jurusan sains, mereka punya...

mereka punya nilai bagus.

Nilaiku jelek.

Akademi komunitas bagaimana?

Akademi komunitas itu

untuk orang gagal.

Yah, mungkin di situasi ini, hanya itu pilihannya.

Ya,

tapi...

aku memang orang gagal.

Untuk apa berlagak jadi orang sukses?

Ya, 'kan?

Aku

bukan anak baik.

Ayah, aku tidak normal.

Aku sulit berbaur dan aneh. Aku tak...

Aku berbeda dari orang lain.

- Ada yang aneh denganku. - Jeff, ayolah. Jangan. Ini...

Aku serius, Ayah.

Ada hal yang ingin kulakukan dan...

Ada juga perbuatanku yang...

Entahlah.

Kurasa aku harus cerita soal...

Soal...

Soal fantasi yang kumiliki.

Baik, tunggu.

Maksudmu ini perkara seks?

Ya. Itu termasuk.

Tahu, tidak? Hei, maaf menyela.

- Ayah baru dapat ide. Tiba-tiba... - Apa?

Universitas Negeri Ohio.

Kita kuliahkan dia di sana. Kau akan masuk Universitas Negeri Ohio.

Ayah danai semester pertamamu.

Kurikulum sainsnya bagus.

Bagaimana?

Kurasa...

Kurasa itu ide bagus.

Bagus.

Sudah kita putuskan. Itu solusinya.

- Baik. - Bagaimana?

Menurutku itu ide bagus. Tentu saja.

Kau pasti begitu menikmati hidup.

Kelihatannya begitu, astaga.

Kami sudah bayar mahal untuk kuliahmu dan Ayah malah dipanggil dekan.

Baik, langsung saja. Apa Jeff rajin masuk kuliah?

Tidak.

Banyak kuliah pagi. Aku belum bangun.

DAHMER - Monster: The Jeffrey Dahmer Story subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for DAHMER - Monster: The Jeffrey Dahmer Story

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left