200 บรรทัดแรก
Kita sudah diasingkan.
Makanya tinggal di penampungan yang dikelilingi tembok.
Soalnya darah iblis mengalir di tubuh kita.
Ayahmu tak ada juga, gara-gara itu.
Karena ayahmu itu orang Marley.
Mereka tak boleh hidup bersama orang Eldia.
Andai kita terlahir jadi orang Marley.
Benar.
Saat itu aku
harus jadi pejuang demi menjadi orang Marley.
Siapa yang suruh jalan?
Lari.
Dasar para babi kotor.
Tampaknya kalian tak ingin jadi orang Marley, ya?
Apa kalian tahu?
Beberapa tahun lagi, kita akan menyerang Pulau Paradis.
Eh?
Waktu bagi kita untuk mewarisi Raksasa sudah tiba.
Tujuh dari kita akan dipilih enam sekaligus.
Mantap.
Kita bisa jadi orang Marley.
Ha? Apanya yang mantap?
Orang payah sepertimu tak akan terpilih.
Apa?
Memang keahlianmu itu apa?
Fisik?
Kecerdasan? Menembak?
Atau berkelahi?
Bukan.
Kau dievaluasi sesuai ujian untuk setia pada Marley, 'kan?
Aku yang akan membunuh semua iblis pulau itu.
Kau meremehkan misi kami?
Atau, kau sisa dari reinkarnasi orang Eldia?
Ha?
Ya, 'kan?
Tak salah lagi.
Akan kulaporkan ke komandan.
Bajingan.
Jangan bercanda.
Bangsat.
Sudah, Porco.
Siapa pun bisa benci pada pulau itu, tahu.
Kau bakal menunggu sendirian di rumah selama 13 tahun.
Porco.
Ayo, Pieck.
Kemarilah kalau sudah menangis.
Kalau telat, nanti aku yang diomeli komandan.
Reiner, maaf.
Berdirilah, Reiner.
Ayo.
Aku akan menjadi orang Marley dan hidup bertiga dengan ayah dan ibu.
Aku tak bisa menunggu 13 tahun.
Tetapi benar kata dia, aku memang payah.
Yang menentukan pewarisnya bukanlah Porco.
Dan juga, menurutku kesetiaan itu penting.
Ya, 'kan, Annie?
Eh? Apa?
Aku tak dengar.
Tetapi kau yakin?
Padahal kau punya tujuan itu.
Eh?
Waktumu cuma 13 tahun, lo.
13 tahun sudah bisa jadi pahlawan, 'kan?
Kalau bisa musnahkan iblis Pulau Paradis,
aku bisa selamatkan dunia.
Dan aku akan menjadi anak yang paling dibanggakan di dunia.
Apa tak akan terjadi sesuatu, ya?
Eren.
Rupanya kau di sini.
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Nasibmu sendiri yang melihat
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Keadilan yang hidup
Justice, justice, la vivida
Mari mulai hidup baru dari kegelapan
Let's start a new life from the darkness
Hingga cahaya menyinari akhirnya
Until the light reveals the end
Wajah berdosa, kutukan yang tumbuh
Sinister faces, growing curses
Inilah perang terakhirku
This is my last war
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels playing disguise Malaikat menyamar
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
With devil's faces Memakai wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling to their coins Anak-anak berpegang pada koin
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Squeezing out their wisdom Menyerap semua kebijaksanaan
La-La-La-La-La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels planning disguise Malaikat berencana
La vida sola vivirás (justice, justice) Nasibmu sendiri yang melihat (keadilan)
With devil's faces Dengan wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling onto their Anak-anak mempertahankan
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Very last coins Koin terakhir mereka
Destruction and regeneration Kehancuran dan regenerasi
You are the real enemy Kaulah musuh yang sebenarnya
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Perang
War
Perang (milikku)
War
Perang (milikku)
War
Monster, monster, monster, monster
Gerbang Harapan
Luar biasa.
Hasilnya jauh lampaui perkiraan.
Raksasa Wanita.
Dia sangat fleksibel dan mampu melakukan apa saja.
Dengan ketahanan dan mobilitas yang tinggi,
teknik tinju dan pengerasannya memiliki daya hancur yang mengerikan.
Meski dalam ruang lingkup sempit, dia bisa memanggil Raksasa murni.
Leonhart memang yang paling cocok.
Raksasa Berzirah merupakan Raksasa spesialis pengerasan.
Kalau dia hantamkan tubuhnya, gerbang tembok pun bisa hancur.
Sebagai perisai Marley dan Raksasa yang menerima serangan,
sangat cocok dengan Braun yang penyabar.
Raksasa Rahang merupakan tipe penyerang.
Bertubuh kecil, sangat cepat, serta dapat hancurkan semua benda
dengan rahang dan cakarnya.
Kita percayakan pada Marcel yang gesit.
Raksasa Hewan Buas seperti biasanya.
Aku pikir cuma menang gede dari Raksasa lain,
tetapi lemparannya bisa jadi senjata mengerikan.
Belum lagi, dalam darahnya
terdapat kekuatan tersembunyi.
Raksasa Pengangkut memiliki ketahanan tinggi,
dan dapat menjalani misi jangka panjang.
Mampu dipersenjatai apa pun,
dan diterjunkan dalam berbagai misi.
Cocok dengan Pieck yang andal dalam mengambil keputusan.
Lalu, Raksasa Kolosal.
Sang dewa penghancur.
Hoover mungkin yang paling cocok.
Aku jadi bersimpati pada para iblis pulau itu.
Karena suatu hari nanti, secara tiba-tiba mereka akan terbunuh.
Memang, para pejuang baru lebih unggul dibanding pendahulunya.
Hanya saja, aku pertanyakan keputusan militer.
Merebut Raksasa Pendiri dipercayakan pada anak kecil?
Kurasa mereka sudah tak waras.
Benarkah?
Saat ini, anak-anak tersebut sudah membuktikan injak satu negara, 'kan?
Aneh, 'kan?
Kenapa kau yang paling payah bisa dipilih?
Kau pakai cara apa?
Berarti kau yang paling payah.
Itu saja, 'kan?
Pokko.
Bangsat.
Porco.
Kau mau menentang keputusan militer?
Eh?
Reiner,
maaf.
Ayah.
Benar, 'kan?
Sebelum melahirkanku, ibu bekerja di barak ini.
Di sana Ayah bertemu dengan ibu, yaitu Karina Braun.
Lihat ini, aku dan ibu menjadi orang Marley terhormat.
Kita bisa bersama...
Yang benar saja.
Kau disuruh wanita itu, 'kan?
Untuk balas dendam padaku.
Sialan.
Bocah sepertimu jadi pejuang?
Kalau mereka selidiki asal-usulmu, keluargaku bisa tamat.
Dia ingin menggantungku, 'kan?
Karena aku sudah kabur.
Dari kalian, orang tua dan anak iblis Eldia.
Reiner.
Reiner.
Ibu tunggu di sini.
Benar.
Tanpa ayah pun,
aku tetap dipercayakan menjadi Raksasa Berzirah.
Akan kuselamatkan semuanya dari iblis pulau itu, dan menjadi pahlawan dunia.
Sepertinya memang sulit maju di malam hari, ya.
Apa boleh buat, ada awan, sih.
Meskipun tembok hancur,
apa raja tembok tak akan menggunakan Raksasa Pendiri?
Bicara apa kau ini?
Percayalah pada penelitian Marley.
Benar.
Kita sudah tak bisa mundur.
Besok, tembok akan kita...
Ada apa?
Jangan-jangan kalian jadi ragu membunuh iblis pulau itu?
Kalian sudah lupa perbuatan mereka?
Kita ini pejuang terpilih yang harus mewakili dunia untuk menghukum iblis.
Maaf.
Eh?
No comments yet. Be the first to leave one.