DOM

DOM (Dom)

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 1

ข้อมูลรุ่น

Dom 2021 S01 PORTUGUESE 720p AMZN WEBRip DDP5 1 x264-AGLET
Dom 2021 S01 PORTUGUESE 1080p AMZN WEBRip DDP5 1 x264-AGLET
ความคิดเห็นโดย manaire
Amazon Retail Season 1 Complete 8 episodes

แท็ก

webrip
web
x264
BRip
1080
720p
720
เผยแพร่เมื่อ: 2021-06-04
ดาวน์โหลด: 44
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Program ini memuat adegan kekerasan dan narkoba melibatkan anak kecil.

Jika butuh bantuan terkait penyalahgunaan obat, hubungi orang terdekat atau

Serial ini terinspirasi oleh peristiwa nyata.

Beberapa unsur dibuat untuk tujuan dramatisasi.

Kesamaan antara tokoh fiktif dan nyata hanya kebetulan.

KAWASAN KUMUH TABAJARAS - COPACABANA

-Kita cocok. -Apa?

Kita cocok.

Semua baik-baik saja?

Hei, Bung!

TERINSPIRASI OLEH KISAH NYATA

IGD, selamat malam.

Selamat malam.

Aku mau periksa apa putraku dirawat di IGD.

Bisa periksakan ciri-cirinya?

Usia 18 tahun, tinggi 175 cm, rambut pirang, dan mata biru.

Sial!

Aku mau periksa apa putraku dirawat di IGD.

Namanya Pedro Dantas.

Tahu dari mana dia tak di situ?

Kau bahkan belum sempat mencari!

Aku tak percaya kita alami ini lagi.

Ayah, aku bicara dengan Elizete.

Mereka melihat Pedro ke kawasan kumuh Tabajaras.

Dia di kawasan kumuh?

Kita bawa pulang besok pagi.

-Mungkin besok sudah mati. -Kau sudah gila?

Bukan pertama kali dia di kawasan kumuh.

Kau sudah gila?

Demi Tuhan, Ayah!

Tolong jangan ke sana, apalagi dengan senjata.

-Tolong! -Laura, biarkan aku pergi.

-Jangan begini! -Biarkan aku pergi.

Lihat aku! Aku di sini!

Cukup! Aku harus menjemputnya. Dia butuh aku.

-Sial! Berhenti! -Berhenti!

Angkat tangan!

-Aku harus lewat. -Tenanglah.

Tak cari masalah.

-Aku mencari putraku. -Ada apa?

Angkat tangan!

Victor Dantas, Polisi Sipil.

Aku perlu menjemput putraku.

Yang benar saja. Kau cari mati?

Kau punya anak?

Hei, semua baik-baik saja?

Pedro!

Pedro!

Pedro!

Semua baik-baik saja? Lihat aku.

Kau tak apa-apa?

Pedro!

Apa-apaan itu?

Aku polisi!

-Taruh senjata! -Aku bukan mau menangkap!

-Aku cari putraku! -Taruh senjatamu!

-Akan kubunuh kau! -Aku cuma mau putraku!

Pedro!

-Apa? -Sial, Pedro!

Ayahmu di sini! Dia menggila!

-Ikut aku sekarang juga! -Apa?

Ikut aku, atau dia akan mati!

Ayahmu menggila! Dia mencarimu!

Ayahku?

-Akan kubunuh kau! -Turunkan senjata kalian.

Tak lihat dia polisi?

Mau cari masalah buat kita?

Tempat ini bisa dikepung besok.

Dia menembak dan merusak pesta.

Tutup mulutmu!

Persetan dia.

Hei, Bajingan, apa maumu?

Aku mau putraku! Aku cuma mau Pedro!

Siapa putranya?

Serahkan anakku dan aku akan pergi. Putraku!

-Pergi dari sini, Keparat! -Tunggu sebentar!

Dia ayahku! Tenang. Akan kutangani.

-Kau akan tangani? -Ya, turunkan senjata.

-Akan kutangani. -Lakukan.

-Tak apa-apa. -Apa-apaan?

-Kenapa kemari, Ayah? -Turun!

-Pulanglah, aku tak apa! -Aku tak pergi tanpamu!

-Tidak mau! -Turun!

Pergilah, Ayah! Tunggu! Tahan, Bung.

Akan kutangani. Tunggu! Tenang.

Bereskan sekarang, atau kubunuh kalian berdua!

-Suruh dia pergi. -Aku tangani. Tenanglah.

Kau gila? Kenapa kemari? Kau bisa dibunuh!

-Masa bodoh. -Apa maksudmu?

-Pulanglah, aku tak apa. -Naik ke motor!

-Aku tak apa-apa! -Naik sekarang.

Aku tak mau pergi, Ayah!

-Sial, aku tak apa-apa. -Naik ke motor.

Aku tak mau pergi.

Naik, Pedro!

Apa yang kau lakukan? Sial!

Anak bisa membuatmu jadi pahlawan dengan tiga kata,

"Aku sayang Ayah."

Mereka menatap kita seolah-olah kita serba tahu.

Kita selalu berusaha maksimal dan memilih sisi yang benar.

Secara teori, tampak sederhana,

tetapi itu dua sisi dari koin yang sama.

Bertahun-tahun aku menjalani perang rahasia, di mana aku kalah.

Perang ini sudah memasuki rumahku,

keluargaku, dan darahku.

Aku tak akan mencarimu di kawasan kumuh lagi.

Aku tak minta. Aku cuma bergembira!

Bergembira? Lihat dirimu, kau terpuruk.

Itukah yang kau mau? Mati?

-Jangan ganggu. -Lihat perbuatanmu!

-Kau mempermalukanku! -Kau cemaskan itu?

Lihat dirimu! Mau mati? Kau melakukan itu!

-Membunuh dirimu dan kami... -Jangan ganggu!

Jika mau mati, aku mati!

-Hentikan omong kosongmu! -Sial!

Biar aku mati sendirian!

-Kembali! -Sial!

Aku tak minta dijemput.

-Ini kamarku! Keluar! -Tak boleh mati!

Hentikan ini!

Keluar dari kamarku!

-Keluar! -Kau tak boleh mati!

Memalukan! Kau perlakukan aku seperti hewan!

-Apa? -Anak kecil!

-Bukan, kau putraku! -Aku bukan anak kecil!

Aku bukan hewan. Aku tak sakit!

Tidak!

Kau tak bahagia, orang lain juga tak boleh!

Itu yang kau mau!

Lepaskan aku! Sial!

-Lepaskan aku! -Hentikan!

Lepaskan aku!

-Lepaskan aku! -Sudah.

Tolong aku, Ayah.

Kau putraku.

Kau bagian diriku.

Aku tak akan pernah menyerah.

Tak akan pernah.

Kau percaya aku, Pedro?

Lihat aku.

Kau percaya aku?

Ulurkan tanganmu.

Ulurkan tanganmu, Nak.

Ayah.

Aku sayang kau.

Pedro...

Kau sinting!

-Kami setengah mati mencarimu. -Aku tahu.

Kusuruh kau meneleponku.

-Aku di sini! -Apa yang akan kau lakukan?

-Aku akan menjemputmu. -Benarkah?

-Caranya? -Aku akan temukan cara.

Selalu kutemukan. Kau tahu itu.

Maafkan aku.

Tak apa-apa.

Aku akan tidur di rumah Ibu.

Kalian harus berdua saja.

Beri tahu Ibu semua baik.

Jangan beri tahu soal ini.

Ini konyol.

Dari semua kebenaran yang menentukan hidupku,

tak ada yang tetap utuh dan solid.

Seiring waktu hancur, satu demi satu...

semua demi tujuan mulia

yang tak lagi masuk akal.

Hari ini, kuborgol putraku sendiri ke ranjangnya.

Hidup kami bertentangan, aku dan putraku.

Aku kesulitan memahami,

mencari penjelasan atas perbedaan kami.

Menulis mungkin satu-satunya cara untuk menenangkan jiwaku.

Akankah tulisanku menolong orang lain?

Apa pilihanku sepadan?

Namaku Victor Dantes,

dan kisahku berawal di sini,

di bawah air, di Pantai Copacabana.

Sial, Victor. Kau bercanda?

-Kau menyelam terlalu dalam! -Adrenalinnya!

-Astaga! -Makin dalam, makin bagus!

-Suatu hari kau tak akan naik. -Bicaramu seperti ayahku.

Lupakan saja.

Ada yang aneh di bawah sana.

Aku akan memeriksanya.

-Ada apa? -Ada mayat di bawah sana!

-Ada mayat! -Victor!

Apa-apaan!

Apa itu?

Kapten Magalhães.

Dia militer. Kenapa kau sentuh?

Aku harus bagaimana? Tinggalkan di situ?

Kau gila? Nanti dikira kita pembunuhnya!

Bukan kita!

Kau paham apa yang terjadi di Brasil?

Kau lupa apa yang dilakukan para bajingan itu?

-Aku cuma berbuat benar. -Tak ada hal begitu.

-Kita di bawah diktator! -Kulakukan bagi siapa pun.

Kau sendirian. Aku tak mau terlibat.

Semoga beruntung.

Aku sedang menyelam, berlatih untuk izinku.

Kau temukan mayat di perairan di Copacabana?

Kebetulan yang gila, ya?

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left