Ms. Marvel

Ms. Marvel

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ซีซั่น 1

ข้อมูลรุ่น

Ms Marvel S01E03 Destined 720p WEB-DL x264 Pahe in
ความคิดเห็นโดย doddyirwanto

แท็ก

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
เผยแพร่เมื่อ: 2022-08-10
ดาวน์โหลด: 60
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Seorang gadis remaja di AvengerCon.

SEBELUMNYA DI

Kayaknya kekuatanmu dari dalam dirimu.

Gelang itu membuka sisi manusia supermu.

Gelang itu punya ibunya Nani, Aisha.

- Apa yang terjadi pada ibu Sana? - Dia menghilang malam itu.

Ibu tahu nasib nenek buyut, Aisha?

Di mana dengar nama itu?

Lampunya mau dimatikan atau kau masih takut sama djinn?

Aku bukan bocah.

Program pembelajaran awal di Caltech, kau diterima.

Tapi, itu di California.

Ada masalah pahlawan super lagi,

dan dia malah pamer diselamatkan Kapten Marvel versi murah.

Lalu si manusia super itu mencoba membunuhmu?

Dia tidak coba membunuhku. Dia menyelamatkanku.

Tolong aku!

Bukan gadis cokelat Kota Jersey yang menyelamatkan dunia.

Itu Night Light.

Cari di setiap kuil, pusat komunitas dan masjid.

- Masuk! - Kamran?

Sudah lama sekali aku ingin bertemu kau.

Perkenalkan, ini ibuku.

INDIA JAJAHAN INGGRIS, 1942

Fariha, Saleem, sudah dapat. Aku temukan gelangnya.

Perlu cemas gelangnya di lengan buntung?

Kau dengar kata pria dari kuil itu?

Katanya kita butuh dua.

Coba aku lihat.

Satunya lagi di mana?

Sudah kubilang. Inggris pasti sudah menjarah tempat ini bolak-balik.

Hei. Sedang apa di sini? Tidak boleh di sini.

- Satu terpaksa cukup. - Kami tembak.

- Atas perintah Ratu, bersiaplah. - Jangan sampai lolos.

Pergi. Cari Aadam.

Najma, ini Tentara Inggris. Tidak ada waktu.

Aisha, kita tidak tahu efek satu gelang saja.

Fariha! Saleem! Di sini!

Mereka akan runtuhkan guanya. Mereka membakarnya.

Kalau ada peluang gelang ini bisa bawa kita pulang, kita harus coba.

Kau lihat itu?

Aisha, jangan sampai mereka dapat gelang ini.

Kau ke sana. Aku cari yang lain.

Ya? Enggak apa-apa.

Sampai nanti.

- Aku berjanji. - Cepat.

Kami kabur bersama sejak itu. Sementara nenek buyutmu, Aisha,

itu terakhir kalinya lihat dia.

Bagaimana kalian semua kenal dia?

Apa kalian berkenalan di sekolah atau apa?

Tidak juga. Aisha dari dimensi lain, dan kami juga.

- Ya, benar. - Kami terpaksa kemari. Diasingkan.

Saat kami hampir temukan jalan pulang, kami terpisah.

Kami cari dia, tetapi dengan terjadinya Pemisahan,

kami duga dia tersesat, seperti yang lain.

Pop corn

Abaikan dia. Kami sudah hidup seratus tahun,

dan dia malah terobsesi dengan kebiasaan manusia yang konyol.

Enggak sopan.

Ya, omong-omong... Kalian awet muda, meski hidup dari tahun 1940-an.

- Terima kasih. - Oke. Enggak semuanya. Dia 17 tahun.

Bagus. Syukurlah.

Kau benar. Dia menggemaskan.

Aku enggak bilang begitu. Bukannya tidak berpikir begitu.

- Tapi, aku enggak mau bilang-bilang. - Ini canggung.

- Kau buat canggung. - Aku ajarkan apa?

- Kenapa kau tersipu? - Dia bukan membicarakanmu.

Ada yang menaksir...

- Ayo. Mulai berisik di sini. - Ini rumahku.

Kau sudah tanya apa dia lapar? Enggak ada yang tanya.

Aku belum berterima kasih sudah menyelamatkanku.

Setidaknya kami bisa melindungi keluarga Aisha.

Kami baru tahu dia punya keluarga sampai kau pakai gelang itu

dan kami merasakan kehadiran Noor.

Noor? Artinya cahaya, bukan? Noor Girl. Enggak cocok.

Ada Noor di dalam diri kami juga. Memperlambat penuaan, salah satunya.

Tapi kami tidak bisa akses potensi penuhnya di dimensi ini.

Tapi, mungkin karena kau dari Bumi, kau bisa.

Kalau Kamran bagaimana? Dia lahir di Bumi juga, 'kan?

Gelang itu membantumu membuka Noor.

Mungkin nanti, ada yang bisa bantu dia.

Entahlah. Rasanya banyak hal buruk telah terjadi karena gelang ini.

Aku buat anak jatuh dari gedung. Lalu dikejar drone.

Jadi, aku rasa gelang ini tidak bisa membawa kebaikan.

Pasti bisa.

Gelang itu dan penglihatannya membawamu kepadaku

dan semua orang yang layak bersamamu.

Mereka di luar sana menganggapmu anak kecil yang bermain kostum.

Tapi, aku tahu kau mewarisi kehebatan.

Jadi, ibu mau gelangku?

Harapan Aisha membawa kami pulang. Kau harus tuntaskan yang dia mulai.

Di mana sebenarnya tempat asal ibu?

Dan ibu ini apa? Apa sebutanku ke ibu? Kita ini apa?

Di dimensi asal kami, dimensi Noor, kami dikenal sebagai Clan Destine.

Kami ini apa? Kami disebut Ajnabi, Majnoon, Gaib...

Dan sebagainya.

Tapi, kami seringnya dikenal sebagai Djinn.

Maaf. Tadi ibu bilang Djinn?

Kawan, semalam benar-benar gila...

Kau tak bisa SMS, "Aku masih hidup," lalu tidur delapan jam, oke?

Itu gila. Polisi datang dan semua tanya di mana Night Light.

Polisi? Mereka kirim drone? Aku dikejar drone.

Jangan lupa, jangan pakai nama Night Light lagi.

- Kau ini bicara apa? - Nama itu jelek.

- Cocoknya untuk nama balita. - Kamala, fokus.

- Aku Djinn. - Dan tonik?

Aku sudah tahu aku ini apa, bukan orang Asgard atau alien,

atau yang keren begitu.

Aku makhluk dari mimpi buruk anak-anak.

Jadi ada cerita hantu, dan ada cerita Djinn.

Cerita Djinn jauh lebih buruk karena itu nyata.

Kau dapat informasi ini dari mana?

Sekelompok Djinn menyelamatkanku dari drone semalam.

Mereka menyebut dirinya Clan Destine. Kamran salah satunya.

Sudah aku bilang ada yang aneh dengan anak itu.

Mereka baik,

tetapi mereka cerita soal gelangnya dan kekuatanku

dan nenek buyutku, Aisha.

Ada kemajuan. Mereka butuh bantuanku, jadi bantu aku, ya.

Sudah kuduga. Oke, ya boleh. Kenapa enggak?

Tapi, aku enggak tahu cara membantu sekelompok hantu

dan putranya yang standar. Jadi, aku butuh informasi lebih.

Nanti kuceritakan semuanya, oke? Pertama-tama...

Kau pintar Matematika. Kau paham perjalanan antardimensi,

di luar kepala tidak?

Terutama ke dimensi Noor? Itu N-O-O...

Aku pernah baca satu makalah. Karya Dr. Erik Selvig.

Bagus. Baca itu lagi. Aku harus beli sesuatu untuk mehndi.

Sebelum pergi...

Kau trending.

Apa?

- Ada masalah, Petugas? - Agen, tepatnya.

Departemen Kendali Kerusakan.

Kami dapat laporan ada manusia super tidak dikenal

beraksi dari masjid ini.

Beraksi? Dari sini? Sayangnya tidak, Bu.

Tapi kalau ada yang bisa terbang, tolong suruh kemari.

Aku butuh tukang pembersih talang hujan.

Berpencar. Geledah tempat ini.

Tidak tanpa izin kami. Ibu tak punya wewenang hukum di sini.

- Apa? - Nakia Bahadir, anggota dewan masjid.

Suaranya belum dihitung semua.

Oke, calon anggota, tapi saya yakin akan menang.

Sesuai UU kriminal AS, penegak hukum dilarang

memasuki ruang pribadi tanpa surat perintah.

Ya? Kau belajar undang-undang kriminal di sekolah?

Law & Order, tapi saya benar.

Ini persoalan yang sangat serius. Sebaiknya kalian bekerja sama saja.

Serius karena ibu mencari manusia super,

atau karena dia terlihat di masjid, Bu?

Tolong. Kembalilah dengan surat perintah.

Permisi, Bu Agen. Lain kali, sepatunya dilepas.

Halo

Hai.

Ini soal latihan menari? Kalau berusaha, bisa capai levelku.

- Enak saja. Aku hebat. - Nanti juga bisa.

Kenapa, squishy?

- Enggak apa-apa. - Meyakinkan banget.

Aku sebenarnya mau bicara soal sesuatu.

- Itu dia. - Apa?

Night Light, dan nama itu jelek sekali.

Setuju.

Kau tahu, Kendali Kerusakan, agensi pemerintah bersenjata,

datang ke masjid tadi.

Apa?

Tiba-tiba masuk, dan berpikir kami tahu dia,

seolah-olah kita kurang masalah saja.

Dan gadis itu enggak sadar, atau dia enggak peduli.

- Kendali Kerusakan? Mau apa? - Aku enggak tahu.

Mereka mau kita melaporkan dia.

Muslim baik lawan Muslim jahat, dan awasi kaum kita.

Itu merusak rapat hasil pemilihannya,

di mana aku, terpilih,

jadi anggota dewan masjid.

Kamala.

- Tunggu. Katamu kau menang? - Mungkin.

- Hei. - Teman.

Terima kasih.

Ayo ganti baju dan kita ke mehndi.

Kamala, apa mereka semua keluargamu?

Ya. Kami orang Pakistan, punya banyak kerabat.

Begitu.

Bibi Shirin, aku senang sekali Bibi bisa datang.

Munee, apa susahnya naik pesawat 28 jam dan empat transit demi teman?

Aku pastikan. Bibi bukan cuma teman.

Beta, aku turut sedih Sana enggak bisa datang.

Pasti sedih ibumu enggak bisa datang merayakan bersamamu.

Sudah biasa.

Di pernikahanku saja Ibu tidak hadir, apalagi pernikahan anakku.

Masih ada Bibi, dan mungkin itu yang terbaik. Bebas drama.

Ya.

Ibu dan putrinya selalu saja susah akur.

Janji kau enggak akan menyusahkan ibumu.

- Aku? Enggak akan pernah. - Enggak bermasalah. Dia baik.

Enggak. Dia baik sekali.

Lelucon yang lucu.

Lucu sekali, tetapi seharusnya cuma sepasang yang disembunyikan,

bukan semua sepatuku.

- Enggak lucu. - Itu lucu.

Syekh Abdullah, enggak apa-apa?

More Indonesian subtitles for Ms. Marvel

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left