190 บรรทัดแรก
Aduh, duh.
Tahan dulu.
Nah, sudah selesai.
Terima kasih.
Tohsaka?
Aku mau masak makan malam.
Makan malam? Dalam situasi seperti sekarang?
Tentu saja, dong.
Kita tak bisa berpikir jernih dengan perut kosong, 'kan?
Setelah kejadian itu, aku berpikir panjang.
Tentang alasan kenapa aku ikut dalam perang ini.
Tentang tujuan apa yang sebenarnya ingin kucapai.
Lalu?
Awalnya, aku hanya dipaksa terlibat dalam perang ini.
Tapi, sekarang sudah tak ada hubungannya lagi.
Aku sangat kagumi para pahlawan.
Makanya, aku harus lindungi semua orang.
Meski sekarang kehilangan Saber dan statusku sebagai Master,
tapi aku tetap ingin lanjutkan pertarungan.
Oh.
Duh, aku ini lagi bicara serius, tahu. Setidaknya, dengarkan dulu, dong.
Aku dengar, kok.
Aku paham kalau kau bersikeras
untuk jaga keselamatan orang lain, meski dirimu harus jadi korbannya.
Makanya, sekalipun kau lemah, kau tetap putuskan untuk terus bertarung, 'kan?
Ya, memang begitu, sih.
Kenapa?
Kok wajahmu jadi mirip tupai kebingungan karena kacangnya diganti permen?
Tidak, habisnya kupikir kau bakal langsung keberatan.
Tentu saja aku keberatan.
Tapi, setelah kau selamatkanku begitu, mana mungkin aku bisa seenaknya protes, 'kan?
Lagian, meski aku coba untuk hentikanmu,
kau akan tetap teguh pada pendirianmu.
Berarti ke depannya, kita tetap rekanan, 'kan?
Ya.
Lagian, aku pasti gelisah setengah mati kalau membiarkanmu jalan sendiri.
Tapi yang pasti,
kalau boleh jujur, aku sama sekali tak membencimu, kok.
Masakanmu pun enak.
Jadi, begitulah yang kurasakan.
Dan kau sendiri, tentu tak ada masalah bersama denganku, 'kan?
Tambah!
ZainuddinAri
mempersembahkan
apa yang disembunyikan tangan kiriku
hidari te ni kakushita
berisikan penuh dengan harapan
negai ha negai no mama de
dalam mimpi yang tiada henti
samenai yume miteta
tangan kananku berisi kenangan hampa
migi te ni ha kara no kioku
tentang setiap orang asing di penjuru dunia
daremo shiranai sekai no hate
di kala ku terjebak dalam hujan abadi
yamanai ame ni utareteita
ku butuh kekuatan 'tuk melindunginya
mamoritai mono wo mamoreru tsuyosa
walau kelemahan pudarkan keyakinanku
sore wo shinjirarenakunaru yowasa
semua tetap kubawa dalam pencarian hari esok
subete wo ukeirete ashita wo sagasu
lebih berani saat ulurkan tangan
Brave Shine, te wo nobaseba mada
lewati malam walau penuh luka
Stay the Night, kizu darake no yoru
karena selamatkanku bagai barisan pedang
You Save My Life, kazashite yaiba no saki ni
kenangan pun semakin bertumpuk
omoi wo kasaneta
hingga doaku pun sanggup leburkan waktu
inori ha toki wo koete
Your Brave Shine
Musuh yang perlu kita fokuskan sekarang adalah Caster.
Putri Colchis
Dia dilindungi oleh Kuzuki, petarung jarak dekat,
dan Archer, yang sekarang sudah bekerja sama dengannya.
Ditambah, hanya tinggal tunggu waktu saja sampai dia bisa kendalikan penuh Saber.
Ya, kalau Saber sudah dikendalikan penuh,
maka kita tak punya kesempatan menang.
Benar. Apa kau punya ide?
Dengar dulu, dan jangan marah, ya.
Apa kita bisa bekerja sama dengan Master lain?
Bisa saja.
Sebenarnya, aku juga berpikiran begitu.
Kita kesampingkan Lancer karena identitas Master-nya masih belum diketahui,
tapi ada kemungkinan kita bisa ajak Illyasviel.
Tapi, bagaimana cara bertemu dengannya?
Aku punya petunjuk di mana kita bisa menemuinya.
Dulu, ayahku pernah cerita soal ini.
Kata beliau, di hutan luar kota, ada vila khusus milik keluarga Einzbern.
Kenapa aku tak bisa menemukannya?
Di sini tak ada Cawan Suci.
Tidak, jelas-jelas itu bohong.
Para pengadil Perang Cawan Suci
tak mungkin biarkan katalisnya berada jauh dari jangkauan mereka.
Keluargaku merupakan anggota baru dari Asosiasi Penyihir.
Mencari wibawa adalah salah satu alasan kenapa aku ikut dalam perang ini.
Meski keluarga El-Melloi tak serius dalam perang sebelumnya, tapi kali ini, aku berbeda.
Tujuanku adalah raih kemenangan.
Lagi pula, akulah yang paling berhak teruskan takhta keluarga.
Apa dengan beli gelar, kita juga bisa dapatkan takhta?
Tidak, kesemua perlengkapan primer harus dimiliki oleh satu orang saja.
Kalau Anda berencana gunakan materi sebagai senjata,
aku pun sudah siapkan strategi jitu untuk Anda.
Jangan salah paham dulu.
Sebagai seorang penyihir, aku sudah atur caraku sendiri untuk tindas para Master lain.
Ikutlah denganku.
Akan kutunjukkan padamu.
Apa ini lokakarya alkimia?
Keluargaku gunakan sistem sihir yang mampu ciptakan Mana lewat ekstraksi.
Ya, meski intinya adalah kutukan kuno yang butuhkan tumbal manusia.
Tapi lokakarya ini, memodernisasikan sistem itu, sehingga dapat digunakan lebih maksimal.
Akan kutunjukkan padamu cara membuatnya.
Bahan mentah terbaik memang harus yang masih segar!
Bagaimana?
Fenomena yang seharusnya butuh waktu sebulan, sekarang bisa kuciptakan dalam sekejap.
Ah, kau tak perlu khawatir soal bahan mentahnya.
Semua ini bukan dari Kota Fuyuki.
Tapi, aku beli mereka dari-
Cara ini sangat buang-buang waktu.
Hanya penyihir tingkat tiga saja yang gunakan cara konyol begini,
untuk ciptakan Kristal Mana sekecil ini.
Apa? Apa yang kaulakukan?
Bagaimana caramu ciptakan Mana dari tangan kosong?
Tangan kosong?
Oh, jadi dari mata para penyihir modern, Mana itu tercipta dari tangan kosong?
Dengan begini jelas, teknik penciptaan Mana kalian ada satu langkah di belakang.
Bukan, tapi satu dimensi di belakangku.
La-Lalu perapalan mantranya?
Aku korbankan segalanya demi kembangkan lokakarya ini,
dengan tujuan untuk pangkas proses rapalan!
Lalu, proses pengganti rapalan itu sendiri, seharusnya butuh waktu tiga hari tiga malam!
Aku tak perlu rapal mantra.
Bagiku, sihir tak lebih dari sekadar mengucap semata.
Maaf atas kelancanganku, tapi sebaiknya, Anda segera tutup lokakarya ini.
Sungguh merupakan kebiadaban kalau sia-siakan nyawa orang lain.
Sebagai seorang penyihir,
aku tak bisa biarkan lokakarya yang rugikan sumber daya.
Duh, sepertinya aku sulit untuk mengerti apa sebenarnya arti seorang Servant.
Aku memerintahkanmu melalui Mantra Perintah.
Jangan pernah gunakan Harta Mulia-mu padaku.
Bisa-bisa aku jadi gila kalau ada nenek sihir yang berkhianat dan menusukku dari belakang!
Nenek sihir?
Dia menyebutku nenek sihir?
Setiap orang yang kutemui, selalu saja menyebutku nenek sihir.
Berarti, Caster terlalu merepotkan bagimu?
Bukan masalah kemampuannya, tapi lebih ke soal saling percaya.
Penilaiannya terhadap sesuatu, sangatlah berbeda dari kami.
Dia itu wanita yang mampu keluarkan sihir hanya dengan jentikkan jari.
Baginya, nyawa manusia tak lebih berharga dari secarik kertas.
Terlebih, dia itu wanita yang bakar hidup-hidup saingan cintanya di kastel.
Hanya orang gila saja yang mau memercayainya.
Begitu, ya.
Jadi, itulah kesimpulan yang kau dapatkan dari legenda Putri Medea?
Tugasku adalah untuk bantu apa yang para Master harapkan.
Apalagi, kalau kau punya dukungan penuh dari Asosiasi Sihir.
Saat ini, ada lima orang Master yang dipilih oleh Cawan Suci.
Dan tentu saja, masih ada dua tempat tersisa.
Ucapan itulah yang dari tadi kutunggu!
Apa aku masih bisa jalin kontrak baru dengan Servant lain?
Sebelumnya hal itu tak pernah ada, tapi tentu saja memungkinkan.
Tapi sebelum itu,
kau harus lakukan sesuatu pada Servant yang saat ini jalin kontrak denganmu.
Meski kemampuan sihirnya setingkat dewa,
tapi dia itu tak lebih dari sekadar rubah genit yang hobinya menipu pria.
Aku sudah siapkan caranya.
Tapi, menjaga lebih baik daripada mengobati, Bapa Kotomine.
Tolong serahkan ini pada Master dari Lancer.
Sebagai sesama partisipan yang berasal dari Asosiasi,
tentunya saling membantu adalah hal yang wajar, 'kan?
Apa ini?
Oh, hanya kontrak yang berisikan hak penuh untuk lenyapkan Caster.
Kalau wanita itu setuju,
aku bisa lenyapkan Caster tanpa perlu sia-siakan Mantra Perintah-ku.
Kontrak kerja untuk Master-nya Lancer, ya?
Apa maksudnya semua ini?
Aku ambil langkah sendiri untuk tutup lokakarya Anda.
Tentu saja, sudah kusiapkan tempat yang lebih layak untuk ritual Anda.
Menutup lokakaryaku, ya?
Lalu, bahan mentahnya?
Seharusnya, masih ada sekitar lima puluh ekor lagi.
Mereka tak dibutuhkan, jadi kubebaskan.
Lalu, di mana tempat yang lebih layak itu?
Bisa dibilang, jantung dari ritual ini.
Tempat bersemayamnya Sang Cawan.
Aku pun sudah siapkan benteng alam yang dapat menjaga dari serangan para Servant.
Kalau bisa turuti apa yang kukatakan, Anda akan kuantarkan ke sana, Master.
Tak perlu repot-repot.
Aku sudah tak lagi membutuhkanmu, Medea.
No comments yet. Be the first to leave one.