200 บรรทัดแรก
- Yang Mulia. - Yang Mulia.
- Yang Mulia. - Yang Mulia.
Paduka. Buka matamu.
Putra Mahkota...
Putra Mahkota.
Kami baru menerima pesan. Putra Mahkota tiba di dermaga.
Setelah ditawan selama sepuluh tahun,
Putra Mahkota akhirnya kembali dari Qing.
Tetaplah bersama kami sebentar lagi, Paduka.
- Tetaplah bersama kami, Paduka. - Tetaplah bersama kami, Paduka.
Kau datang.
Kita harus bergegas.
Cepat!
- Kejar mereka. - Baik, Tuan.
Naiklah, Yang Mulia.
Baik.
Putra Mahkota...
Di mana...
Paduka!
- Paduka! - Paduka!
- Paduka! - Paduka!
- Paduka! - Paduka!
- Paduka! - Paduka!
Kembalilah, Paduka!
Kembalilah, Paduka!
Kembalilah, Paduka!
Kembalilah, Paduka!
JANG IN-SUNG
USIA 19 TAHUN, MENOLAK PERJODOHAN, FATALIS
Tuan Muda Jang! Tepat di tengah!
- Tepat di tengah! - Ya!
- Tepat di tengah! - Dia mengenai tengahnya!
Ayo.
- Ciumlah. - Astaga.
LEE EUN-YOUNG
USIA 17 TAHUN, MENOLAK PERJODOHAN, FATALIS
Biar kutuangkan.
- Silakan melihat-lihat. - Kemari.
- Bagus sekali. - Terima kasih.
Aku tak bisa menggapainya.
Pemain, bersiap.
Yang itu bagus juga.
Jika berharap meraih bintang, harus terlebih dulu menatap langit.
Maka aku akan mewujudkannya.
Nona?
Bisakah kau membantuku?
Aku bisa membantumu!
Tidak, aku bisa!
Ayo.
- Di mana kau tinggal, Tuan Muda? - Hei!
Yang-hee! Mi-ok!
Sekarang, waktunya meraih bintang.
Kenapa mereka mengikutinya? Astaga.
Kau tak apa-apa? Kau tampak ketakutan.
Sukses besar lagi, 'kan?
Hentikan.
Hei, jangan membuatku menunggu.
Kita takkan bisa pergi sebelum melakukannya.
- Selalu mujur. - Berjalan sesuai harapan.
Wujudkan pernikahan!
- Sukses! - Sukses!
Sekarang aku bisa beli topi hitam desain terbaru, 'kan?
Bukankah kau sudah punya? Aku melihatnya di kamarmu.
Astaga. Jangan bilang itu di depan mereka.
Semuanya unik, jika kau perhatikan baik-baik.
Omong-omong, bukankah mereka serasa?
Maksudmu, "serasi".
Aku harus pergi.
Tak boleh membuat para wanita menunggu.
Adik, hentikan itu. Kau membuat masa depanmu dalam bahana.
Maksudmu, membuat masa depanku
dalam "bahaya".
Aku pergi.
Adik.
Kalau seseru itu, aku mau ikut.
MENOLAK PERJODOHAN, FATALIS
Dia percaya takdir?
- Kelompok Bunga? - Lihat!
Ada apa?
Kelompok Bunga berhasil lagi.
Sukses lagi!
Kenapa ekspresimu? Kau tak tahu mereka?
Tidak...
Bagaimana kau bisa tak tahu?
Mereka bertiga
dikenal sebagai "para pria tua di bawah bulan" Hanyang.
Tapi mereka masih sangat muda.
Kau pernah dengar tentang dewa,
"pria tua di bawah bulan"? Dia membuat suami-istri bahagia.
Jadi, sederhananya, "makcomblang".
Dan tak hanya satu makcomblang.
Ada tiga.
Tiga?
Makcomblang pria.
Bukan makcomblang biasa. Mereka luar biasa.
Pertama, lihat yang paling tampan itu.
Mari lihat. Ada diskon!
Mari lihat... Ya. Model kuno
selalu lebih bagus dibanding yang baru.
Kun... Apa?
Awalnya mungkin tampak lusuh,
tapi jika bertemu pemakai yang tepat...
Akan membuat pemakainya tampak sangat terpelajar.
Seperti aku.
Astaga, aku harus membeli ini.
Akan kusimpan topi hitam ini di tempat spesial dalam hatiku.
KO YEONG-SU, YANG PALING TAMPAN
- Aku mau! - Tunggu!
- Ini. Berikan kepadaku. - Baik, pelan-pelan.
Semua yang dipakainya... Mulai dari pakaian, topi, bahkan aksesori.
Semuanya terjual habis. Dia memang pencipta tren.
Selanjutnya. Yang hanya hidup untuk hari ini.
Penyanyi tampan di kota yang tahu cara menikmati hidup.
Dia selalu dikelilingi wanita cantik.
Seomseom, kau melamun.
Kau terlalu banyak minum semalam?
Seomseom.
Jangan pikirkan hal-hal sepele.
DO JUN, HIDUP HANYA UNTUK HARI INI
Terakhir, ahli pembaca pikiran yang bisa membaca siapa pun.
Dia sangat ahli.
Jangan macam-macam dengannya.
Dia terlalu cerdas.
MA HUN, SI PANDAI
- Kelompok Bunga! - Tuan Muda!
- Kelompok Bunga! - Kelompok Bunga!
- Kelompok Bunga! - Aku mencintaimu!
- Aku mencintaimu! - Tunggu!
Lebih indah daripada bunga.
Kelompok makcomblang...
"Kelompok Bunga".
Begitulah orang memanggil mereka.
Bagaimana cara mereka melakukan pekerjaan makcomblang?
Ini. Kau akan tahu begitu melihatnya.
Pergilah dan lihat sendiri.
Pasangan yang mereka jodohkan
tak pernah bercerai.
Selalu bahagia selamanya. Tak ada pengecualian.
Semoga beruntung.
KELOMPOK BUNGA, TINGKAT SUKSES 90 PERSEN
"Kelompok Bunga."
- Aku mencintaimu! - Tuan Muda!
Konfusius berkata,
Jangan pikirkan posisimu.
" Jangan pikirkan posisimu. "
Pikirkan cara mendapatkan promosi.
"Pikirkan cara mendapatkan promosi"
Jangan takut tak dikenal.
"Jangan takut tak dikenal."
Berusahalah agar dikagumi.
"Berusahalah agar dikagumi."
Jadi, apa artinya?
- Kau tak tahu? - Tidak.
Aku tanya apa artinya?
Jangan khawatirkan posisimu,
pikirkan apa kau pantas...
Ayah.
Dasar kau...
- Ayah! Aku harus mengambil perkakasku! - Dia kabur!
Ayah.
Lee yang harusnya mengantar ke sekolah.
Kenapa selalu kau yang pergi?
Tn. Lee tampaknya sibuk, jadi...
Dan kau tidak?
Kenapa bawa pekerjaanmu kemari?
Aku juga bisa belajar. Bagus, 'kan?
Kelas itu mahal.
Pandai besi tak perlu belajar.
Kenapa tidak?
Tak ada gunanya. Untuk apa?
Pokoknya, jangan kemari lagi.
Selesaikan penyepuhanmu.
Baik.
Aku takkan ke sana lagi.
Ayah.
Aku ingin menikahi Gaettong.
Aku sudah menemukan makcomblang sempurna di Jalan Pimatgol.
Dan dia mau?
Akan kucari tahu.
Apa? Dasar bodoh.
Ayah! Tunggu, aku harus mengantar barang!
Kau...
Titik akupunktur ini disebut Garis Bercelah.
Cobalah menekannya, Semua.
- Baik, Tuan. - Baik, Tuan.
Titik ini bisa digunakan untuk menghilangkan migrain,
tapi jika salah, akan membuat pasien lumpuh.
Jadi, harus sangat berhati-hati saat menekannya.
Akan kutunjukkan caranya.
Hei, tunggu!
Kunaikkan bayaran menjadi tiga pun .
Aku sudah membayar lima pun di muka.
Omong kosong apa ini?
Kau tak bilang ada kemungkinan lumpuh.
Jangan khawatir.
Kau tak percaya kepadaku?
Dengan keahlianku...
- Aku pergi. - Baik, kutambah bayarannya.
Aku tak bilang tak mau.
Ini, kubayar.
No comments yet. Be the first to leave one.