200 บรรทัดแรก
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN
DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL
Permisi!
Ada wanita yang melakukan kejahatan keji!
Kalian harus menangkapnya!
Namun, dengarkanlah yang mau kukatakan.
Putra Mahkota menerima surat
dari hantu.
Rumor itu benar!
Yang Mulia.
Aku akan menerima status apa pun yang kauberikan kepadaku.
Aku tak akan pernah mengganggumu.
Jadi, kumohon...
Kumohon tolong aku.
YANG MULIA MEMBAWA PRAJURIT KOMANDO MILITER LIMA
DARI AREA BERBURU KE ISTANA
Kaubilang akan menjadi rakyatku?
Ya, Yang Mulia.
Kurasa kau lumayan untuk rakyatku.
Kaubilang kau mempertaruhkan nyawa
datang ke sini dari Gaeseong untuk menemuiku?
Ya, Yang Mulia.
Jadi, kurasa akan lebih mudah bagimu untuk memasuki Istana Timur.
Bukankah kaubilang aku seharusnya mengizinkan
wanita melakukan apa saja?
Jadi, kuberikan kepadamu, rakyatku,
izin untuk melakukan sesukamu.
Temui aku di Istana Timur.
Namun, kau harus memikirkan sendiri cara untuk ke sana.
Silakan.
Lakukanlah.
Kuberikan izinku.
Ada apa, Yang Mulia?
Aku berada jauh seperti perintahmu,
tetapi kudengar suara keras.
Ayo pergi.
Kau pergi begitu saja?
Bagaimana dengannya?
IZIN MASUK
Yang Mulia!
Yang Mulia, aku akan melakukan sesuai perintahmu.
Yang Mulia, kau yakin kita bisa meninggalkannya seperti itu?
Ayo lihat apa yang dilakukannya.
Permisi. Di mana bisa kudapatkan seragam kasim?
- Kau seorang kasim? - Ya.
Aku kasim baru di Istana Timur.
Aku di Upacara Perburuan Besar bersama Yang Mulia kemarin
dan tak sempat berganti pakaian.
Yang Mulia memerintahkanku memakai seragam yang baik.
Kasim Park!
Dia bilang dia kasim baru Istana Timur.
Yang Mulia memerintahkannya memakai seragam yang seharusnya.
Ikut aku.
Baik!
Di sini.
Ini, ambillah.
Masuklah ke sana dan ganti pakaianmu.
Baik. Terima kasih.
Siapa itu?
Dia kasim baru di Istana Timur.
Ya, ampun, aku turut prihatin.
Bagaimana dia akan bertahan di Istana Timur?
Dia tak akan bertahan sampai tiga hari.
Sekarang duduklah di sini.
EPISODE 3
Bagaimana kau bisa jatuh cinta dengannya?
Sekalipun dia tak bersalah seperti katamu,
dia sudah punya tunangan...
Kudengar dia juga punya kekasih.
Namun, apakah itu penting?
Aku jatuh cinta padanya.
Kau pernah membaca buku ini?
Tidak. Buku apakah ini?
Ini buku panduan koroner.
Memangnya kau tak bisa membaca?
Bagaimana bisa menjadi murid magangku bila membaca saja tak bisa?
Apa hubungannya belajar autopsi dengan bisa membaca?
Autopsi biasanya dilakukan pelayan...
Jadi, maksudmu
karena autopsi dilakukan oleh orang rendahan,
kau tak perlu bisa membaca?
Itukah maksudmu?
Berani-beraninya kau?
Orang yang melakukan autopsi mungkin saja dianggap rendah karena menangani mayat,
tetapi mereka juga bertanggung jawab mencari tahu penyebab kematian.
Jadi, pada akhirnya, itu pekerjaan penting yang menghargai kehidupan.
Saat belajar dari guru sebelumnya, aku disuruh mempelajari
- abjad wanita… - Abjad wanita?
Itu kata rendahan untuk abjad Korea.
Tidakkah guru itu mengajarimu
betapa indahnya abjad Korea?
Dia mengajariku...
tetapi ada serangga di dalam kepalaku.
Kalau kupelajari sesuatu,
serangga itu memakannya.
Lagi pula, di mana orang rendah sepertiku bisa menggunakan abjad?
Apa maksudmu?
Bisa kaugunakan untuk mencari nafkah.
Karakter Tiongkok mungkin sulit untuk dipelajari,
tetapi tidakkah kau seharusnya tahu abjad Korea?
Aku sangat sibuk mencari nafkah.
Astaga, dasar pria pemalas!
Raja Sejong menciptakan abjad Korea
untuk orang-orang sepertimu.
Sebodoh apa pun dirimu, kau bisa mempelajarinya dalam sehari.
Apakah kaupikir ada negara lain yang memiliki abjad seperti itu?
Karena kau sudah belajar dari guru sebelumnya...
aku mau melihat sekompeten apa dirimu.
Cobalah menuliskan namaku.
Namaku Kim Myeong-jin.
KOM MEONG JIN
Bagus!
Kau lumayan juga.
Karena sudah tahu dasarnya, kau akan butuh kurang dari setengah hari.
Omong-omong,
ceritakan sedikit kepadaku mengenai dirimu.
- Apa maksudmu? - Aku harus tahu siapa dirimu
kalau akan menerimamu sebagai murid magangku.
Namun, kau memperkenalkanku
kepada semua orang sebagai murid magangmu tadi pagi.
Kalau aku tak menyukaimu...
akan kuberhentikan kau hari ini.
Kurasa
ini sudah cukup untuk kemampuan menulismu.
Sekarang beri tahukan apa yang kau tahu cara melakukannya
dan yang tak kauketahui.
Yang Mulia.
Kami menyiapkan sesuatu untukmu semalam.
Namun, karena kau kembali larut malam dari area berburu,
kami belum sempat memperlihatkannya kepadamu.
Karenanya kami pikir sebaiknya perlihatkan sekarang.
Yang Mulia.
Tolong anggap ini adalah semalam.
Dia selalu tepat sasaran
Pangeran Hwan luar biasa
Dia pemanah terbaik di dunia
Pangeran Hwan yang terbaik
Ya!
Cukup.
Namun, bagaimana kalian bisa membawa itu ke mana-mana?
Kalau untukmu, Yang Mulia, ini tak ada artinya.
Terima kasih.
Yang Mulia.
Tidakkah ini waktu terbaik untuk memiliki kasim baru?
Pastinya sangat bagus memiliki tenaga segar...
Ya, Yang Mulia, katakan saja,
maka kami akan membawakan kasim yang rajin dan...
Itu tak bisa diterima.
Kalian selalu memikirkanku dan sangat peduli padaku,
jadi apa gunanya kasim rajin lainnya?
Aku tak akan mengizinkannya.
Buka pintunya!
Kita gagal lagi.
Kita tak bisa apa-apa.
Dia tak suka ada orang baru di istananya.
Kalau begitu, dia seharusnya tak memberhentikan orang.
Dia mengusir orang sesukanya.
Teruslah saja berdoa.
Siapa bisa tahu? Sesuatu yang aneh mungkin terjadi hari ini
dan Yang Mulia bisa berubah pikirkan mengenai kasim baru.
- Apakah sebaiknya kita berdoa sekarang? - Ayo ambil semangkuk air dahulu.
Seorang kasim Istana Timur
tak mungkin menanyakan arah ke Istana Timur.
Kalau terus begitu, kau bisa jatuh.
Aku khawatir kau akan merusak teh yang kusiapkan untuk kakakku.
Berikanlah, akan kubawa.
Maaf, Yang Mulia.
Kalau kau bisa menjaga martabatmu sebagai putri
dan berjalan sedikit lebih lambat,
itu akan lebih nyaman bagi semua orang, Yang Mulia.
Yang Mulia mau bertemu dengan kakaknya?
Kau tak apa-apa, Yang Mulia?
Menjauhlah darinya sekarang juga!
Lancang sekali kau.
Aku belum pernah melihatmu.
Ini hari pertamaku bekerja di Istana Timur, Yang Mulia.
Namun, karena ini hari pertamaku, aku tersesat
dan mengelilingi istana.
Ya, istananya cukup besar.
Ikut aku. Aku memang mau menemui kakakku.
Terima kasih, Yang Mulia.
Kudengar ada rumor di antara para kasim
mengenai kakakku yang pemilih.
Kau akan lihat begitu bertemu dengannya langsung.
Kakakku tidaklah seperti itu.
Bisakah kau berjanji kepadaku
akan menjaganya dengan baik?
Tentu, Yang Mulia.
Apakah tak apa-apa sekalipun sepele?
Tentu, katakanlah.
Aku sangat mahir memanjat.
Maksudmu memanjat dinding?
Ya, aku mahir memanjat dinding.
Bagus.
Kenapa kau berpakaian sebagai pria?
Ayah…
Tuan.
No comments yet. Be the first to leave one.