200 บรรทัดแรก
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
ku tak tahu jawabannya
wakaranai yo Answer
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bila saja cinta itu layaknya permen
okashi mitai ni suki mo
yang harus dilakukan menurut resep saja
Recipe toori ni ikeba ii no ni
bila saja jarak antara kita seperti kue busa
Meringue mitai ni kyouri mo
di mana hanya butuh waktu 'tuk mengubahnya
jikan shidai de kawareba ii no ni
ketenangan dan semangat itu kawan lama
reiseisa to nekketsusa ga osananajimi nan da
apa selama hidup ini kita jalani tanpa pegangan tangan
isshou te mo tsunagenai mama kana
aku tak mau
ya da yo
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
sebegitu canggung
bukiyou de
dan kikuknya itu
gikochinai hodo
akankah dimulai dengan sayang belaka
itoshiku hajimaru no
berilah ku jawaban
Give Me an Answer
jawaban 'tuk masa depan
miraikei no Answer
AKU DAN TEMANKU
Meskipun sudah bersamanya selama 10 tahun,
ada hal yang belum kutahu.
Meskipun tahu hari ulang tahunnya,
merek dalaman yang dia pakai,
tempat rahasia milik kami berdua,
masih banyak hal yang belum kutahu.
Kok kau enggak mengerti juga, sih?
Meski kau membatalkannya dan temaniku lalui operasi,
aku enggak akan merasa tenang sedikit pun.
Hari ini Yamato ulang tahun,
dan
hari ini ayah Suna dioperasi.
Kukira kau satpam.
Suna, jam berapa operasinya?
Jam dua.
Aku pergi dulu.
Salam ke Yamato.
Suna.
Meski aku agak ragu sama rencana kita,
tapi menurutku, dia pasti senang sama semua usahamu.
Dah, berjuanglah.
Suna, kita sudah kerja keras buat perayaan ini.
Aku pasti akan membuatnya sukses.
Takeo!
Maaf, kau menunggu lama?
Aku suka!
Kapan kau sampai?
Baru sampai, kok.
Sungguh?
Baguslah.
Aku bangun kepagian hari ini,
sekitar pukul 4 pagi.
Aku coba tidur lagi tapi malah mimpi telat bangun.
Saking paniknya, aku terbangun, pas dilihat masih pukul 5 pagi.
Yamato, selamat ulang tahun.
Ya.
Ya.
Terima kasih.
Terima kasih.
Aku menyukaimu, Yamato.
Serahkan semuanya sama aku hari ini.
Ya.
Mau ke mana, nih?
Rahasia.
Selagi masih ada waktu, kita jalan dulu sebentar.
Ya.
Suna membantuku buat perayaan ini.
Aku enggak sabar!
Syukurlah hari ini cerah.
Senangnya.
Suna.
Ada apa?
Enggak ada.
Wah!
Tempat ini menyenangkan!
Apa dulu, ya?
Boling.
Bicaranya barengan!
Ya, barengan.
Takeo hebat!
Wah, bolamu berat sekali.
Kau mengangkatnya dengan mudah,
mungkin kalau aku enggak bisa.
Wah, Takeo luar biasa! Tangannya besar!
Wah, Takeo luar biasa! Kuat banget!
Ah, hebat!
Apaan itu?
Hebat!
Sebentar, ya.
Ini dari Nanako.
Oh, maaf.
Enggak apa kok dilihat.
Takeo, foto bareng, yuk?
Boleh.
Aku kelewatan enggak, ya?
Jadi malah kelihatan pamer.
Malu.
Baiklah.
Lemparnya salah.
Susah, ya.
Yamato tertawa sepanjang waktu.
Dia amat menikmatinya.
Suna bilang, kau pasti akan senang,
ke mana pun kita jalan-jalan.
Eh?
Masa, sih?
Aku enggak begitu, kok.
Sebetulnya, aku sudah senang banget.
Begitu, ya.
Aku juga.
Aku senang banget rayakan ulang tahun bareng Takeo.
Aku juga.
Aku bersyukur, menyenangkan banget.
Bahagia banget, Yamato.
Ah, aku tahu tempat ini, lo.
Pernah lihat di buku.
Aku selalu pengin ke sini,
tapi kudengar harganya mahal.
Aku bekerja, jadi tenang saja.
Wah! Manisnya.
Kuenya kilau-kilauan, cuma dilihat saja buatku senang.
Benarkah?
Kurasa senyummu lebih kilau-kilauan.
Membuatku senang, lo!
Suna bilang, karena kau suka bikin kue,
kau pasti suka memakannya.
Ya, aku suka.
Begitu, ya.
Suna peka banget.
Hebat, ya.
Ya, dia hebat.
Padahal Sunakawa keren dan banyak cewek yang menaksir,
kok dia enggak punya pacar, ya?
Kenapa, ya?
Katanya sih, menyusahkan.
Suna.
Tapi, aku senang Takeo juga keren pas belum punya pacar.
Aku beruntung banget bisa pacaran denganmu.
Yang beruntung itu aku.
Selamat ulang tahun!
Eh?
Eh?
Eh? Eh? Eh?
Berdoa dulu sebelum meniupnya, ya.
Eh?
Anu...
Semoga ke depannya, aku bisa rayakan ulang tahunku sama Takeo. Lagi, lagi dan lagi!
Enggak usah kencang-kencang juga enggak apa, lo.
Eh?
Nona ini orang pertama yang suaranya kencang.
Oh, malunya.
Keceplosan.
Yamato.
Itulah doa kita.
Suna, aku lakukan kayak kaubilang,
bersenang-senang bareng Yamato.
Takeo?
Hem?
Ga-Gandengan
tangan, yuk?
Boleh!
Eh?
Lo?
Aku terlalu gugup!
Apa kau yang beri tahu karyawan itu kalau sekarang hari ulang tahunku?
Ya.
Suna menyuruhku.
Sunakawa?
Aku berterima kasih banget.
Begitu, ya.
Sunakawa berjuang keras buat bantu Takeo, ya.
Enaknya punya teman baik.
Sunakawa lagi apa, ya?
Suna...
Suna...
Suna, jam berapa operasinya?
Jam dua.
No comments yet. Be the first to leave one.