200 บรรทัดแรก
Diterjemahkan oleh Papa Fred dan Vesay
Kau mau kemana?
Dasar sinting! Kau bilang apa?
Aku sudah bilang, aku mau ke L.A.
Kami sudah bekerja banting tulang untukmu.
Bukan salahku kalian hidup seperti ini.
Kau berhenti sekolah, cuma mau jualan makanan di jalanan?
Ini keputusanku dan sekolah bukanlah untukku.
Kevin, cukup.
Hyunny, kau tidak juga muak dengan begini?
Kau begitu naif.
Di dunia nyata, orang memperlakukanmu kayak sampah jika kau tidak punya gelar kuliah!
Pertama selesaikan sekolah, habis itu lakukan apapun maumu.
Lakukan apapun maunya? Dia mesti sekolah kedokteran sesudah lulus!
Sekolah kedokteran apa? Ibu tahu peringkatnya.
Tidak ada yang mustahil jika kau berusaha keras!
Ya sudah, ibu aja yang sekolah kedoteran!
Kurang ajar! Kau tak pernah mendengar!
Wow. Bagus banget
Hyunny pasti sangat cantik pakai ini.
Kenapa lama sekali?
Boilernya masalah. Nah... udah oke.
Boiler bermasalah lagi?
Coba diamati. Kita perlu memperbaikinya dengan benar sekalipun mahal.
Mesinnya bagus kok. Kenapa harus buang-buang duit untuk perbaikan?
Sudah ada order untuk hari ini?
Belum ada
Dua jaket, satu setelan. Cuma itu.
Ada masalahnya?
Lihat ke sana.
Rak itu penuh tahun lalu, tapi sekarang kosong.
Aku tahu musim panas lambat.
Tapi ini benar-benar sangat lambat.
Aku yakin tahun depan akan naik.
Tapi sayang, lihat ruang kosongnya. Mungkin kita bisa beli ranjang yang kau inginkan?
Mm, aku akan menyukainya.
Ini sangat lambat, mungkin aku akan bisa tidur siang sebentar. Mengapa kau tidak membelikanku?
Pasti itu! Tapi aku akan menyisihkannya dari gajimu.
Apa?
Makasih.
Coba aku lihat.
Apa yang enak?
Bapak bisa yang pedas?
Yah.
Baik, kalau bisa, maka aku akan pasti merekomendasikan
babi pedas dan taco dan pastinya yucca goreng.
Oke.
Aku ambil rekomendasimu.
Bagus.
Itu oke?
Yah, terserah
Babi pedas dalam taco dan yucca goreng.
Boleh minta "soy latte" sedang
dan minuman dingin pakai es ya.
Baik, siapa namamu?
Hyunny.
Honey.
Hyunny.
Henry.
Bukan, Hyunny.
Honkey.
Hyunny.
H-Y-U-N-N-Y.
Baiklah.
Jam 12.25.
Humphrey.
Seharian?
Yah.
Carol sakit katanya, jadi sebelum Beth datang,
aku harus hadir duluan.
Satu "soy latte" sedang.
Satu minuman dingin, esnya dikit.
Atas nama Humphrey.
Atas nama Hyunny.
Satu "soy latte" sedang.
Satu minuman dingin sedang.
Silahkan.
Yo, lain kali kasih tahu mereka namaku, yang benar.
Danny.
Itu gampang dieja.
Mereka bahkan tidak pernah benar mengeja Humphrey.
Humphrey.
Mengapa aku yang selalu ngurusin keluarga
sedangkan dia bisa semaunya?
Karena kau orang baik.
Tidak, aku gak mau.
Ngomong-omong, kau sudah selesai kelas musim panas,
kau tinggal tersisa dua semester lagi, khan?
Aku harus berhenti di musim panas tahun lalu.
Tunggu, mengapa?
Aku mengambil kerjaan di toko minuman alkohol.
Selain itu, kau tahu, tukang bebersih dan jaga toko minuman,
Aku tidak punya waktu kuliah.
Dengar, ibuku makin sakit jadi dia tidak bisa bekerja saat ini.
Kuliah tampaknya bukan sebuah hal baik.
Aku akan membayar kelas musim panasmu.
Hentikan.
Kau tidak bisa mengembalikan masa kelulusan.
Aku sudah berhutang banyak padamu.
Aku gak mencatat.
Kau harus mengurusi keluargamu.
Kau yang bilang seperti itu.
Hei, aku bisa potong sana sini.
Danny, jangan biarkan kebanggaanmu menghalangi jalanmu.
Apa kau mau bekerja seperti ini selamanya?
Tidak sesederhana itu.
Kau tahu itu.
Kawan, aku sudah bilang mereka akan sewot sampai kencing-kencing.
Yah sekarang mereka tahu mereka tidak bisa kencing.
Aku menyesal pindah
dan aku masih ingin membuka truk makananku
dan apakah itu layak atau tidak,
Aku akan memutuskan itu buat diriku sendiri.
Baiklah.
Ceritakan apa strategimu
Karena bahkan Mike atau aku tidak ngerti rencana pastimu.
Mari kita bahas soal uang beli truk.
Kau sudah membeli truk?
Bagaimana dengan merek, inspeksi?
Biaya langka.
Kau tahu, apakah kau berpikir semuanya itu, Kev?
Dengar, ini khan cuma di jalanan itu, oke.
Kawan, kau sudah bilang mau pindah ke L.A. bulan depan.
Itu bukanlah di jalanan itu.
Tenang aja.
Aku sudah cari tahu.
Maksudku kenyataannya.
Aku masih tidak ngerti mengapa kau hendak pergi
dengan cara apapun ke L.A. untuk menjalankan truk makanan.
Ya, itu baru langkah awal
keluar dari pencucian, oke?
- Baiklah. - Baiklah.
Mau?
Anak-anak!
Makan malam sudah siap.
Mama bikin Dak Dori Tang.
Nampaknya lezat!
Makasih!
Mama, satu aja. Aku lagi diet.
Lagi? Kenapa?
Apa maksudnya "lagi"?
Aku sudah latihan di kamarku.
Astaga. Sekalipun kau diet, kau harus makan.
Kalau kau kelaparan, itu gak baik untukmu.
Mama, apa ini hanya pake sambel ulek ?
Tidak.
Sambel ulek, bubuk cabe, bawang putih, merica hujau, daun bawang.... macam-macamlah.
Berapa perbandingannya?
Apa?
Seperti berapa banyak air, sambel mama kasih?
Oh, mama gak tau berapa ukurannya.
Kalau kebanyakan merica akan bikin makanan kering dan rasanya jadi gak enak.
Campurkan dengan sambel ulek, lalu biarkan mendidih.
Tambahkan saus kedelai untuk menambah rasa. Maka itu jadi mantap.
Berapa lama memasaknya?
Kenapa?
Kau mau masak begini buat kita?
Tidak.
Haruskan aku mencobanya?
Ya ampun, gak perlu.
Semua masakanmu terlalu asin di mulut.
Gak benar deh.
Kau harus belajar memasak dari mamamu.
Mengapa kau tidak mengerjakan sesuatu?
Hei kevin.
Kita baikan sekarang?
Tidak.
Mama juga masih marah, oke?
Kapan kau kembali ke sekolah?
Tidak pernah.
Bisakah kita sekali saja makan dengan tenang?
Lalu kenapa kau tidak tenang saja?
Kevin.
Ayolah kita menarik diri bersama.
Apakah semua omongan hanya soal pergi?
Apakah kau mau melihat mama tersungkur karena serangan jantung?
Aku masih ingin ke L.A.
Sialan!
Kau emang kurang ajar!
Baik, pergi sana, lakukan maumu!
Mama gak peduli lagi!
Seleraku jadi hilang.
Ya udah, jangan makan!
Aku udahan.
Hei!
Rapikan piringmu!
Itu...
- Oh, Hallo! - Nyonya Park!
Hallo!
Kami di sebelah, dan kita susah bertemunya.
Ya betul! Hari ini panas
Tapi ngomong-omong, kalian sudah ketemu si tuan tanah baru?
Maksudmu anaknya Richard?
Kudengar anaknya ini mewarisi semua. Tapi kami belum ketemu anaknya.
Tapi kenapa?
Dia bajingan tengik dan jahat.
Kontrak kami habis dua minggu lalu.
Dia bilang ketemu di toko jam 8 pagi.
Jadi aku ke toko di pagi buta untuk bersih-bersih dan bersiap.
Eh, dia datang dan lihat-lihat sebentar, lalu pergi begitu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.