154 บรรทัดแรก
Anu, permisi.
Kau membuat semua ini? Hebat sekali!
Bukan sesuatu yang istimewa.
Tidak, ini luar biasa, Bow!
Terima kasih, Dazu.
Itulah semua sihir yang kupunya.
Kau memang hebat, Bow!
Maaf mengganggumu.
Tidak, tak masalah, kok.
Aku pamit.
Ya.
Anu...
Kalau kau tak keberatan...
Bolehkah aku datang lagi?
Bisakah kau datang lagi?
Ya.
Dengan begini beres, sisanya...
Bisakah kau gantikanku sebentar?
Dan untuk penyelesaiannya, ditambah sedikit daun moguro.
Pelan-pelan, yang santai, ya?
Ya.
Dengan begini beres.
Dengan begini bibirmu akan lembab.
Terima kasih, Bow.
Kalau begitu.
Aku juga.
Dengan begini beres.
Terima kasih, Dazu.
Ada apa?
Mereka itu, meminta untuk tunjukkan sihir katalisku.
Mereka hanya ingin melihatku gagal dan menertawakanku.
Mereka terlihat khawatir dan bertanya "kau baik-baik saja?"
Tapi di dalam hati mereka tertawa.
Semuanya sama, siapa pun itu.
Tapi kau berbeda!
Kau juga.
Aduh.
Tahanlah, biar cepat sembuh.
Terima kasih.
Tak masalah.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Kupikir aku akan sendirian selamanya.
Tapi aku akhirnya tak sendiri.
Aku hidup di dunia yang matahari tak pernah bersinar.
Kami ini lemah dan tak dianggap.
Tapi keberadaan kami itu ada.
Halaman 148 Menjadi Cahaya yang Mampu Sinari Kegelapan
Pegunungan Breed
Duh, kalian telat, tahu!
Eh, maksudnya menolong...
Bisa dibilang akulah yang datang pertama.
Terima kasih!
Tapi...
Siapa sangka jumlah mereka sebanyak ini?
Devil Believer.
Bisakah kita bicara sebentar?
Bicara?
Tak ada yang perlu dibicarakan.
Ya, meskipun kau bilang begitu...
Dia Komandan Pasukan Kesatria Sihir, ya?
Dia ingin menangkap kita?
Padahal sedikit lagi keluar perbatasan.
Tidak, aku tak mau ditangkap!
Aku ingin pergi ke Kerajaan Sekop!
Benar!
Ayo pergi!
Takkan kubiarkan kau menangkapku!
Ayo pergi ke Kerajaan Sekop!
Oi, oi, kami bukan ingin menangkap...
Kita juga harus cepat.
Ya.
Ayo!
Aduh.
Noelle!
Nero!
Tunggu!
Percuma.
Tapi...
Apa boleh buat, kita masih punya grimoire berdaun lima.
Setidaknya meski hanya ini...
Komandan Yami!
Ulurkan tanganmu.
Tangan?
Komandan Yami, apa kita tak hentikan mereka?
Ya, jangan terburu-buru.
Lihat, mereka datang.
Dua burung cantik sudah datang.
Eh?
Komandan Fuegoleon!
Dan orang yang memakai sihir ruang!
Kak Nozel!
Tepat waktu, ya.
Devil Believer.
Semuanya, dengar perkataan kami!
Kenapa kami harus dengarkan Kesatria Sihir?
Semuanya, kumpulkan energi sihir kalian padaku!
Konsentrasilah!
Untuk Dazu!
Untuk Dazu!
Untuk Dazu!
Untuk Dazu!
Untuk Dazu!
Untuk Dazu!
Untuk Dazu!
Untuk Dazu!
Sepertinya mereka tak ingin mendengarkan, ya. Apa boleh buat.
Mereka pasti tak memercayai kita Kesatria Sihir.
Apa?
Oi, oi.
Kemungkinan sihir katalisnya memengaruhi mana di sekitarnya juga.
Dan kita tepat di sebelah wilayah sihir kuat.
Dia berencana memanggil binatang sihir dari sana, ya.
Terima kasih penjelasannya.
Lalu...
Bagaimana ini?
Aku punya kekuatan untuk memanggil monster seperti itu.
Selama ada kekuatan ini...
Dazu!
Sihir Api: Ledakan Bola Api!
Kau baik-baik saja?
Ya.
Sihir Segel: Kesedihan Tertutup.
Lukaku...
Mereka tak ingin rebut grimoire-nya?
Mereka ingin selamatkan kami?
Sihir Api: Ignis Columna!
Sihir Merkuri: Bola Perak!
Sihir Kegelapan: Tebasan Jubah Kegelapan!
Sihir Merkuri: Tombak Putih Bersinar!
Sihir Roh Api: Semburan Salamander!
Sihir Kegelapan: Tebasan Jubah Kegelapan!
Jadi, begitulah.
Mereka kuat sekali.
Jadi, ini...
...Kesatria Sihir?
Meskipun sudah kumpulkan mana sebanyak itu...
Ini berakhir.
Perjalanan kita.
Mereka terlalu kuat.
Kita tak bisa lari lagi.
Hukuman apa yang akan kita terima?
Kalian semua...
Entah kenapa sepertinya kalian salah paham.
Kami ke sini bukan ingin menangkap kalian.
Kami hanya ingin bicara.
Bicara?
Dimengerti!
Orang itu... Bukan, pria itu...
Tak mungkin, Pahlawan...
...Fajar, Tn. William...
...Vangeance?
Orang-orang yang hidup dalam bayang-bayang, ya.
Hai, Tn. Pahlawan.
No comments yet. Be the first to leave one.