ซีซั่น 3

ข้อมูลรุ่น

Honzuki no Gekokujou - S03E05
ความคิดเห็นโดย jambuijo

แท็ก

other
เผยแพร่เมื่อ: 2026-05-29
ดาวน์โหลด: 27
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

178 บรรทัดแรก

Di penghujung upacara pendoaan, rombongan Myne diserang.

Lebih dari sebagian orang yang menyerang kereta...

...bukanlah petani Ehrenfest.

Lantas, siapa?

Daerah Viscount Gerlach berhubungan dengan daerah lain.

Demi menciptakan penghalang kegelapan yang menyelimuti kereta,

diperlukan kekuatan sihir dalam jumlah tertentu.

Mungkin sekitar level pertengahan.

Tak salah lagi, itu dipimpin bangsawan.

Imam Agung sedang memikirkan siapa bangsawannya, ya.

Ada pelaku lain.

Eh?

Barusan, ada reaksi kekuatan sihir dari hutan!

Kalau berpikir dari perkataan Damuel yang katanya merasakan kekuatan sihir...

Kemungkinan, pasukan kondisi terlahap.

Pasukan... kondisi terlahap?

(Episode 31 - Pemberian Imam Jubah Biru dan Kembali ke Rumah)

Selamat datang kembali, Nona Myne.

Terima kasih sudah jaga rumah, Gil.

Saya akan segera mempersiapkan air untuk mandi.

Terima kasih, Delia.

Nona Myne.

Izinkan kami berterima kasih.

Kalian kenapa?

Kalau harus memilih antara petani dan Imam berjubah abu,

seharusnya yang diutamakan itu petani,

karena mereka bercocok tanam dan membayar pajak.

Akan tetapi, Nona Myne memilih untuk menolong kami.

Berkat Nona Myne, kami berhasil lolos dari maut.

Terima kasih banyak.

Selama upacara pendoaan berlangsung, Nicola dan Monica yang mengurus dapur...

...turut membantu Hugo dan Ella.

Dapur pun terasa ramai.

Imam Agung, aku datang memenuhi panggilanmu.

Tuan Sylvester.

Duduklah.

Ya.

Myne.

Kamu akan menjadi pemanduku.

Karena aku lagi ingin melihat-lihat berbagai hal.

Anu... pemandu untuk apa saja?

Pertama-tama, panti asuhan. Lalu, atelir.

Aku juga harus melihat hutan yang dikunjungi anak yatim.

Dih.

Demi memuaskan hasrat diri sendiri,

mempekerjakan anak yatim itu sangat membingungkan,

antara untuk pribadi atau publik!

Tolong maafkan aku karena telah mengacak-acak!

Tenanglah, Myne.

Aku juga akan pergi ke panti asuhan dan atelir.

Karena aku merasa harus melihatnya meski hanya sekali.

Kukira bakalan berantakan, tapi ternyata cukup rapi.

Imam Agung, Tuan Sylvester.

Mereka adalah pelayanku.

Namanya adalah Wilma. Dia pelayanku yang mengurus...

...panti asuhan dan anak yang belum dibaptis.

Selamat datang di tempat kami.

Kami merasa sangat terhormat karena dikunjungi Anda.

Ya, kamu pelayan yang membuat gambar hebat itu, ya.

Teruslah bekerja keras.

Saya akan melakukannya.

Myne, ini apa?

Mainan bernama karuta.

Aku enggak menerima laporannya.

Soalnya itu bukan barang dagang, jadi tidak kulaporkan.

Benarkah?

Ya.

Hak ciptanya sudah kuserahkan pada Tuan Benno,

tapi karena gambarnya harus dibuat satu per satu,

jadi tidak bisa diproduksi massal.

Terus, kamu membuatnya untuk apa?

Supaya pelayanku bisa mengingat huruf.

Saat di atelir, aku juga sekalian membuatkannya untuk panti asuhan.

Kamu membuat ini supaya mereka hafal huruf?

Ya.

Karena salju mengurung kita selama musim dingin, kegiatan pun tidak ada.

Mereka pun membaca buku, bermain kartu dan karuta.

Kini mereka pun bisa membaca dan menulis.

Mereka juga sudah bisa sedikit berhitung.

Berkatku yang membaca tulisan suci untuk membuat buku bergambar,

aku pun mengingat nama-nama Dewa dan alat untuk ritual.

Myne.

Ada apa, Imam Agung?

Nanti saja.

Hm?

Myne.

Di mana kamu membuat mainannya?

Mainan adalah kerajinan musim dingin.

Prioritas utama Atelir Myne adalah membuat kertas dan buku bergambar.

Padahal mainan lebih menarik dan gampang laris,

tapi kenapa kertas dan buku yang menjadi prioritas?

Karena aku menginginkannya!

Bukankah kamu seenaknya sendiri?

Eh? Memangnya Tuan Slyvester pantas berkata begitu?

Ini tidak mengubah fakta kalau mereka berdua adalah penyebab kepalaku pusing.

Mereka dari Perusahaan Gilberta. Namanya Tuan Benno,

Lutz, dan Leon selaku pemagang dapra.

Mereka mengurus produk Atelir Myne dan juga restoran.

Tolong perlakukan mereka dengan ramah.

Oh, angkat kepala kalian.

Baiklah.

Hah?!

Atas nama Dewi Air Fruthrane,

semoga Dewi memberkati kita...

...karena arus yang murni telah mempertemukan kita.

Tuan Benno?

Benno, aku mau membahas restoran.

Kemarilah.

Dimengerti.

Ada apa dengan Pak Benno?

- Myne. - Ya?

Ini mesin apa?

Ini adalah mesin cetak yang baru.

Huruf lepas logamnya diangkat dan disusun menjadi kalimat.

Nona Myne, sudah jadi.

Ya,

Ini akan dicetak.

Kita bisa mencetak banyak lembaran secara sekaligus.

Saat ini aku sudah terbiasa dengan baren,

tapi dengan mesin cetak,

kita bisa mencetak jumlah banyak secara cepat.

Hebat, 'kan?

Sejarah akan berubah.

Eh?

Myne.

Ada banyak hal yang ingin kubahas dan kutanyakan padamu.

Seharusnya Fran sudah melaporkan ini padaku.

Kira-kira apa, ya?

Pak Benno, apa yang Tuan Sylvester katakan padamu?

Sakit!

Ini salahmu!

Sialan!

Memangnya aku salah apa?

Tidak salah lagi, kesempatan yang luar biasa sudah tiba.

Tapi, aku kurang tahu tentang bisa tidaknya kumanfaatkan ini.

Meski aku tidak tahu maksudmu, tapi berjuanglah.

Ih!

Sakit, tahu!

Keesokan harinya.

Lutz dkk mengantar kami ke hutan.

Itu Schule, 'kan?

Hebat, 'kan? Aku yang membunuhnya.

Tuan Syl saat itu sangat hebat, ya!

Iya! Padahal jaraknya sangat jauh, tapi bisa menang dalam sekali serang!

Tuan Syl, ya.

Ternyata, dia penyuka anak-anak?

'Gimana kalau kita memberi makan anak panti dengan ini?

Hore!

Terima kasih banyak.

Sudah lama aku tak sesenang hari ini.

Myne, kuberikan ini sebagai ucapan terima kasih.

Terima kasih banyak.

Apa ini alat sihir?

Ini memang semacam alat sihir,

tapi sihir tak dapat digunakan hanya dengan alat ini saja.

Lantas, ini digunakan untuk apa?

Jimat untuk dipakai saat genting.

Jimat?

Berbaliklah. Akan kukenakan.

Apa kamu tidak pernah menerima aksesori dari pria?

- Singkirkan rambutmu. - Oh.

Aku pernah dipakaikan jepit rambut, tahu.

Oke.

Kenakanlah selalu di kulitmu, ya.

Paham?

Kalau kamu terlibat situasi yang gawat,

masukkanlah darah ke dalam batu hitam ini.

Situasi gawat?

Ya.

Aku pasti akan menolongmu.

Tuan Sylvester.

Paham, 'kan?

Bukan 'gitu. Harusnya kamu bilang "hu".

Dalam kasus buku perkamen,

sebelum satu buku ini tercipta,

berbagai proses dilakukan oleh banyak atelir dan pengrajin.

Tapi, bukumu berbeda.

Tulisan, gambar, dan cetakan bisa dilakukan oleh satu atelir saja.

More Indonesian subtitles for Ascendance of a Bookworm

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left