200 บรรทัดแรก
Kalau dia tak segera mengubah sikapnya,
Yato akan mati.
Yukine, kau mengambilnya?
m 0 0 l 100 0 100 100 0 100
Peduli Korban Bencana
Kenapa Yato mau menggunakan Harta Suci seperti itu?
Aku akan menempa Sekki!
Semua akan baik-baik saja, 'kan?
Kebetulan sekali, Hiyori.
Bukan! Aku bukan tukang intip!
Hiyori, ini benar-benar salah paham-
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
pistol penuh dengan peluru berada di satu tanganku
dangan kometa shojuu wo boku wa katate ni motteiru
sambil gemetaran ku menuju tempatmu berada secepatnya
furueta kimi no iru basho he ashi wo hayame mukatteiru
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
hanya untuk menyulut hati yang terburu-buru
aseru kokoro wo sekashita dake
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
terus maju walau tak tahu arah mana yang kutuju
todomaru kehai mo naku susunde yuku
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
awal dan akhir dari mimpi tak masuk akal
owari to hajimari no sakayume
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
semuanya bertumpuk jadi satu
subete kasanatta
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
suara pintu yang didobrak
DOOR keaburu sono oto wo
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sudah tak ada lagi yang kutakutkan
mou osoreru koto wa nai yo
memegang pistol terisi penuh peluru
dangan kometa shojuu wo motteta
kutendang puntu yang tertutup rapat
kataku tozasareta DOOR keyabutta
pistol yang mengarah padaku meletus menembus aku yang kemarin
tsuitsuita juukou ga hanete kinou no boku wo tsuranuita
kubuang keputusasaan dan aku yang besok mulai berjalan
uwazumisou zetsubou wo totte ashita no boku wa arukihajimeta
ayo bertemu lagi malam ini
mata konya machiawase yo
Yato
Mengatasi semua masalah!!
Mengatasi semua masalah!!
Sedang apa kau di sini?
Sudah kubilang, karena ada pekerjaan.
Lagian kenapa kau menggambar coretan itu di toilet cewek?
Ya, aku ingin dicintai oleh semua tingkatan umur.
Aku siap sedia untuk datang ke pedesaan terpencil kalau ada permintaan datang.
Jangan banyak alasan!
Lagian permintaan sia-
Klien kali ini
ada di sini!
Bu-Bukan begitu!
Aku tak 'ngintip.
Ma-Maaf.
Tapi aku benar-benar tak mengintip.
Aku sering dikerjai, jadi aku sembunyi.
Aku kelas 2-A, Manabu Ogiwara.
Teman sekelasku selalu mengerjaiku setiap jam istirahat.
Jadi aku berlindung ke tempat yang tak bisa mereka temukan.
Aku benar-benar minta maaf!
Begitu, ya?
Maaf, ya? Aku tak tahu apa pun tentang situasimu.
Ya, aku sudah mengira kalau masalahnya seperti ini.
Permintaan dari anak sekolah kebanyakan memang begini.
Dulu kau pernah menangani yang begini?
Banyak kasus seperti ini.
Banyak orang yang bergantung pada orang sepertiku saat semuanya semakin buruk.
Oh. Mereka putus asa hingga bergantung pada orang-orangan sawah.
Dewa.
Kenapa selalu aku?
Aku tak mau di sini. Aku ingin pergi ke tempat yang jauh.
Dia sama sepertimu, Yukine.
Aku tahu.
Tapi tak ada gunanya merasa kesal padanya, 'kan?
Kau tahu apa tentangku?
Jangan samakan aku dengan pengecut seperti itu!
Aku sudah muak dengan semua pekerjaan payahmu itu!
Yukine!
Dia cepat sekali naik darah.
Dalam kasusmu, mungkin akan bagus kalau mengeluarkan semua perasaanmu seperti Yukine.
Gunakan ini.
I-Ini...
Kalau kau memakai itu...
Menyeberangi Garis
Episode
Kenapa kau memberinya benda seperti itu?
Itu hanya "pemicu."
Aku akan membuat Manabu sedikit nekat.
Bagaimana akhirnya, itu tergantung padanya.
Tapi bukankah kau dan Yukine bisa memotong ikatannya dengan orang yang mengerjainya?
Ada apa?
Soalnya tadi kau menghajarku.
Aku akan istirahat sebentar.
Datang kemari mungkin juga akan jadi pemicu untuk Yukine.
Tunggu!
Apa maksudmu?
Apanya yang sama sepertiku? Aku ini sudah mati!
Selama ada ini, aku tak bisa ke mana pun.
Dan aku selalu terjebak dengannya.
Benar-benar sialan!
"Jadwal piket."
"Karyawisata."
"Tujuan bulan ini."
"Bimbingan konseling."
Apa dulu aku juga memakai ini dan pergi ke sekolah?
Berdiri.
Perhatian.
Membungkuk.
Duduk.
Ketemu!
Selanjutnya apa, ya?
Eh... Seni Bahasa.
Hei, pinjam tugasmu 'bentar!
Eh? Lagi?
Aku bertengkar dengan orang tuaku.
Mereka menyuruhku berhenti dari judo.
Lalu bagaimana dengan turnamennya?
Keren! Banyak sekali anak yang seumuran denganku.
Kau bawa itu lagi ke sekolahan?
Nanti bisa disita, loh!
Enggak usah ganggu.
Terus! Itu dia!
Terus!
Keren!
Levelmu sudah naik banyak!
Aku minta kakakku membantuku.
Hei, aku boleh main ke rumahmu nanti?
Eh? Bagaimana, ya?
Kita 'kan sobat!
Enaknya punya teman.
Enaknya.
Pasti mereka lagi.
Kenapa selalu aku?
Kenapa hanya aku?
Kenapa?
Bunuh saja.
Bunuh saja kalau mereka menjengkelkan.
Bunuh saja mereka.
Ambil jalan mudahnya saja.
Cepatlah tumbuh, biji kesemek!
Yang ini juga tergencet.
Padahal sudah kubilang untuk ambil yang bawah dulu.
Ya?
Nona
Bishamon!
Bisha!
Hore! Ada Bisha! Bisha!
Ada perlu apa kau sampai pakai semua persenjataan ini?
Maaf.
Kura.
Aki.
Kinu.
Tsugu.
Kazu.
Kuraha.
Akiha.
Kinuha.
Tsuguha.
Kazuma.
Ini semua senjataku.
Kami kemari hari ini untuk bertanya ilmu perhitungan.
Kami sudah melenyapkan siluman yang keluar dari liang angin tempo hari, tapi ini untuk pencegahan.
Di sini... Lalu...
Kuraha, apa itu ilmu perhitungan?
Oh, Tsugu tak tahu karena masih baru, ya?
Nona memang biasanya sering berkonsultasi ke Nona Kofuku soal tempat liang angin akan terbuka.
Yang mana yang mau dipilih.
Liang angin hampir selalu terbuka di tempat yang dia ramalkan.
Bisa dibilang itu terjadi karena Nona Kofuku menunjuk tempat itu.
Kinu, kau tak boleh bicara begitu.
Liang angin selalu terbuka di saat tak terduga.
Jadi lebih baik kita lakukan tindakan pendahuluan daripada terlambat nantinya.
Sepertinya lumayan banyak.
Kau pasti kerepotan, Bisha!
Kau harus berusaha keras memburu siluman!
Selain itu...
No comments yet. Be the first to leave one.