200 บรรทัดแรก
Siapa yang akan datang hari ini?
Letnan Dandar.
Dia belum pensiun?
Dia akan pensiun bulan depan.
Dia orang yang aneh.
Saat masih muda, reputasinya baik karena integritasnya.
Dia bahkan dijuluki "Pedang Eksekusi
Sekarang dia hanya merupakan bayang-bayang dari masa mudanya.
Buang rokokmu, dia datang.
Matanya tajam, dia mungkin sudah melihat.
Ditikam di perut 4 kali. Dan mati di TKP.
Dan?
Seorang wanita yang keluar dari rumahnya pagi ini menelepon kami.
Dia menunggu di mobil.
Saya tidak melihatnya pergi.
Boleh saya masuk, Bos?
Masuk.
Bolehkah saya cuti besok?
Untuk apa?
Saya harus membawa ibu saya ke rumah sakit...
Kenapa?
Tekanan darah tinggi mengganggu kesehatannya.
Baiklah, jaga ibumu dengan baik.
Terima kasih banyak.
Itu ibuku.
Menunduk.
Bagaimana bisa? Dia sudah melihatku.
Apa dia sedang melihatmu?
Ya...
Apa dia sudah pergi?
Ibumu datang.
Bagaimana kabar kalian berdua?
Apa Tsetseg sudah datang?
Belum.
Aku sudah memberi makan Jargal.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, selamat malam.
Selamat malam, Kapten.
Hanya yang terhebat yang ikut berperang...
Apa kau siap berperang?
Ini, tidak perlu menungguku besok, Sayang.
Simpanlah kunci ini.
Kalau bisa, aku akan menjemputmu sendiri besok, baik?
Baik.
Kenapa kau belum tidur?
Tidak bisa tidur. Aku mual.
Kenapa kau juga belum tidur?
Ibu, apa Jargal dan aku akan punya adik?
Ya...
Siapa ayahnya?
Tentu saja ayahmu, anak konyol.
Apa kau masih percaya dia akan kembali?
Dahulu kala, ada seekor burung magpie lumpuh yang punya 7 butir telur.
Suatu hari, seekor rubah datang dan berkata,
"Beri aku salah satu telurmu! Aku ingin memakannya!"
Sayang, jangan takut. Kau sangat hebat. Honey, be brave... You are so great.
Bagus sekali. Cobalah sekali lagi.
Biar kubantu.
Sayang, kau sangat hebat!
Anakku, kemarilah. Kemarilah.
Mau?
Ibu?
Ya, Sayang.
Kakak akan sangat senang mendengar aku bisa berdiri sendiri.
Tentu.
Apa yang akan Ayah katakan saat dia datang dan tahu?
Nak, kau bahkan akan bisa berlari sendiri.
Seperti ibumu.
Lihatlah matahari. Indah.
Ibu.
Ya, Sayang.
Apa aku sebaiknya selalu menyirami tanaman?
Tentu, itu tanaman manusia.
Jika kau merawatnya dengan baik, dia akan tumbuh seperti pedang.
Apa kau pernah dengar soal gladiator?
Ya.
Para gladiator menghiasi pedang mereka dengan bunga ini.
Kau sangat berani dan melangkah hari ini.
Ini hadiah dari Ibu.
Anakku.
Hai.
Alat pengisi bateraiku tertinggal.
Dan kami berlatih adegan baru...
Aku bicara dengan gurumu.
Tidak. Tak percaya aku berbohong begitu banyak.
Tsetseg... Tsetseg...
Sayang.
Biar kucium.
Ayah baru saja melihatmu dari jauh.
Bagaimana kabar Ibu dan adikmu?
Jauh lebih baik dari yang kau bayangkan.
Bagaimana terapinya?
Mantan istrimu menggendong anaknya sendirian.
Ya.
Sampai jumpa segera, baik?
Halo.
Hai.
Kau datang sangat awal hari ini.
Lihat putraku! Hebat sekali. Look at my son! How wonderful?
Aku akan ke kantor sebentar dan segera pulang.
Kalian siapkan barang-barang kalian, baik?
Baik.
Bibi Saruul, aku bisa melangkah kemarin.
Dokter bilang aku akan segera sembuh sepenuhnya.
Wah, kau hebat! Selamat!
Kunci Tsetseg tertinggal. Aku akan mampir ke tempatnya.
Aku harus pulang lebih cepat hari ini.
Tidak jauh dari kota. Itu ulang tahun sahabatku, Sayang.
Kita beri dia hadiah, lalu pergi, baik?
Kita tidak bisa lama-lama.
Ada orang di sana?
Sudah kubilang, jangan kemari.
Berapa lama hubunganmu dengan wanita biasanya? Satu hari? Satu bulan?
Kapan kau akan bosan dengan mainan barumu?
Ini, ambil ini dan pergilah.
Siapa kau?
Maafkan aku.
Berbalik.
Jangan pukul aku. Aku akan menjelaskan semuanya.
Sedang apa kau di rumahku?
Aku punya kunci ini. Aku ingin mengembalikannya.
Aku ingat kau. Kau ibu Tsetseg.
Ya, maaf.
Kemari, duduk di sini. Aku akan memperlakukanmu dengan baik.
Tidak perlu. Aku akan pergi sekarang. Maaf.
Kau menyelinap masuk rumahku dan sekarang buru-buru mau pergi?
Wanita berpengalaman, kau wangi sekali.
Sayangnya, Tsetseg sudah pergi.
Aku penasaran seperti apa rasanya melakukan itu dengan ibu dan anak.
Kau lebih suka dari atas?
Atau dari belakang? Pilihlah.
Halo? Halo?
Ya.
Di mana kau?
Kami sudah menunggumu untuk sesi terapi. Aku juga ingin ikut.
Ya, Ibu sedang bekerja.
Katakan pada mereka kita akan pergi besok. Ibu sedang rapat.
Oh, apa kau bertemu Ayah? Kau terdengar gelisah.
Tidak, tidak.
Aku bertemu dengannya tadi. Dia selalu bersama rambut pel itu.
Bukankah dia hampir seumuranku? Menjijikkan.
Benarkah?
Oh, Jargal ingin bicara denganmu. Ini.
Ibu, kapan kau akan pulang?
Ibu sedang sibuk.
Dokter bilang kita tidak boleh bolos terapi.
Sayang, besok... Mungkin besok lusa, mari kita pergi bersama.
Ibu, kenapa Kakak marah pada Ayah?
Ibu tidak tahu.
Cepatlah pulang, Ibu. Aku mencintaimu.
Ibu juga mencintaimu.
Apa kau perlu bantuan?
Tidak, tidak... Tidak perlu.
Tidak usah sungkan.
Terima kasih banyak.
Hei, ada mobil menyala, tetapi pemiliknya tak ada.
Ada orang di sana?
Apa ada orang di sana?
Halo? Halo?
Apa ada orang di sana?
Apa ada orang di sana?
Apa ada orang di sana?
Apa ada orang di sana?
Apa sebaiknya kita bawa pulang?
Baiklah. Tolong pegang senapan ini.
Ada orang di sana?
Astaga, membunuh hewan tidak cukup bagimu?
Sekarang, kau mau membunuh manusia?
Dasar anak manja. Kau tak pernah belajar.
Bagaimana kalau kau berhenti merokok dan ajari anak-anakmu?
Anak manja. Kenapa kau bodoh sekali?
Beraninya kau mengambil mobil seorang wanita di hutan terlantar?
Apa kau berperikemanusiaan? Apa yang kau pikirkan?
Hei, hei, dia bangun. Ambilkan dia minum.
Bangunlah. Domba cokelat akan melahirkan malam ini.
Awasi dia sepanjang malam.
Kalian jaga dombanya agar bisa melahirkan dengan selamat. Sekarang, keluarlah.
Astaga. Ini... Ini.
Minumlah. Tidak apa. Minumlah perlahan.
Susu fermentasi panas baik untuk orang yang hampir membeku.
Astaga, kau hampir menjadi makanan serigala.
Sedang apa kau di sana, Nak?
Jika aku tidak menyuruh mereka berdua kembali...
Astaga, hal tak terpikirkan bisa terjadi.
Kau ingin ke mana, Nak?
Apa kau bisa duduk?
Tidak apa, terima kasih.
Aku pergi dari kota untuk mengunjungi keluarga. Aku tak bisa menemukan mereka dan tersesat...
Aku ingin melihat apa ada tempat di balik bukit, jadi aku berjalan kaki.
Kau ceroboh sekali, Nak. Sendirian, di cuaca yang dingin ini.
Kau pasti juga punya anak. Kau harus menghargai nyawa manusia, Nak.
Kau benar, jika bukan karena kalian... Aku harus pergi, anak-anakku pasti khawatir.
Itu tidak bisa digunakan di sini, Nak.
Anak-anakku.
Mataku kurang baik.
Ini, kau sendiri masih anak-anak...
Tetapi, sudah punya dua anak besar-besar.
Astaga, Anak Manis. Mereka pasti sangat imut.
Takdir anak-anakmu pasti telah melindungimu.
Suruh anak-anak membantu dia kembali ke jalan.
No comments yet. Be the first to leave one.