200 บรรทัดแรก
Karakter, kejadian, tempat dan lainnya dalam drama ini hanya fiksi belaka
Di mana kakakku?
Kutanya kau, dia di mana.
Di mana Lee Jae-shin?
Sepertinya kau salah mencari orang.
Salah orang?
Bukankah kau tahu kakakku ada di mana?
Di mana? Katakan!
Aku tak tahu.
Mana ponselmu?
Telepon kakakku.
Kuminta kau segera menelepon Lee Jae-shin.
Hentikanlah.
Kuminta kau telepon!
Minggir.
Kuminta kau minggir!
Lee Hyo-joo!
Kau baik-baik saja?
Apa maksud perkataanmu
pada Yoon Song-ah? Kenapa tanyakan masalah Jae-shin padanya?
Sebenarnya apa yang terjadi padamu dan Jae-shin?
Sebenarnya ada apa ini?
Tak ada masalah apa pun
antara kami.
Kau katakan sejujurnya padaku, baru aku tahu bisa membantumu atau tidak.
Apakah berhubungan dengan Yoon Song-ah?
Sudah kubilang tak ada masalah apa pun.
Cepat temukan Kak Jae-shin.
Bukankah kalian teman? Bagaimana mungkin tak tahu dia ada di mana?
Sebenarnya apa yang kau tahu?
Apakah kau ini termasuk teman?
Aku terus ragu mau memanggilmu atau tidak.
EPISODE 12
Namun, aku tetap merasa lebih baik langsung bertanya padamu.
Hyo-joo, dia,
adikku itu
kenapa dia mengatakan hal itu padamu?
Apakah aku boleh tahu alasannya?
Sepertinya adikmu salah paham padaku.
Adikku bisa punya salah paham apa padamu?
Aku dan Manajer Lee Jae-shin
pernah pacaran.
Tentu saja sudah berakhir sekarang.
Masalah pernah pacaran, tak masalah.
Apakah aku boleh tahu kapan kalian putus?
Belum lama.
Itu, saat pacaran dengan adikku juga sudah...
Karena alasan itu kami putus.
Intinya sudah putus denganku.
Aku juga tak tahu, kenapa adikmu mencariku.
Baik, pergilah bekerja.
Itu... Yoon Song-ah.
Apakah kau tahu tempat yang mungkin Jae-shin kunjungi?
Jae-shin memberikan surat pengunduran diri.
Namun, aku tak bisa menghubunginya.
Dua gelas americano ditambah dua espresso dan dua sirup vanila.
Ini.
Mohon menunggu di tempat pengambilan.
Baik, terima kasih.
Dua hot americano.
Aduh, iri sekali.
Aku tak punya satu pun, ada yang malah punya dua.
Karena itu, harus punya wajah tampan.
Siapa maksudmu?
Oh, Manajer Lee Jae-shin?
Apa gunanya?
Sekarang sudah ketahuan dan hampir diusir keluar.
Benar, 'kan?
Presdir orang seperti apa?
Intinya karyawati itu,
kehidupan kariernya juga akan berakhir.
Dianggap orang ketiga, bagaimana bisa berani datang bekerja.
- Namun, apakah kau sudah cari tahu tentangnya? - Belum.
Dia memang sangat cantik.
-Jadi, karena itu dia selingkuh dari cucu Presdir? - Begitukah?
- Bagaimana kalau kita pergi lihat dulu? - Menurutku,
kalian tak mengerti keadaan, jangan asal bicara.
- Siapa kamu? - Aku Chae Hyun-seung dari tim KLAR.
Jika begitu ingin lihat siapa itu,
boleh bertemu di kantor polisi atas pencemaran nama baik.
- Tak perlu begitu. - Aduh, tak perlu.
Terima kasih.
Jadi,
sebenarnya apa hubungan Yoon Song-ah dan Manajer Lee Jae-shin?
Tak terlalu jelas.
Namun, semalam orang yang melihatnya bilang
cucu Presdir saat itu langsung menatapnya dengan marah,
suaranya juga sangat besar.
- Apakah mereka selingkuh? - Selingkuh?
Nyali Yoon Song-ah besar sekali.
Sudah tahu Manajer akan menikah dengan cucu Presdir...
Tak sangka dia bermuka tebal juga.
Baru bisa mengganggu pria milik orang lain.
Bukan semua orang bisa melakukannya.
Song-ah, kau mau minum sesuatu?
Iya, ingin minum kopi.
Tunggu dulu.
Aku bukan orang bernyali besar.
Aku dan Manajer Lee tak ada hubungan apa pun.
Kulihat kalian sangat ingin tahu.
Ah, bukan.
- Kami pergi dulu. - Ayo.
Mengira itu urusan orang lain, jadi, boleh asal bicara?
Bagus sekali.
Kau juga tahu, 'kan?
Rumor ini tak akan bertahan lama.
Meski akan terasa sulit, tapi anggap saja tak mendengarnya.
Baik.
Hari ini bisa mengatur kegiatan luar, kau mau keluar?
Kenapa harus menghindar? Dia tak melakukan kesalahan.
Bukan ingin dia menghindar, hanya saja, dia boleh saja keluar.
Karena cuaca hari ini bagus,
jadi boleh lakukan kegiatan di luar.
Tak masalah.
Nanti masih harus rapat, aku lebih baik di kantor saja.
Asalkan tak merugikan tim kita.
Aduh, kerugian apa? Kenapa berbicara begitu?
Nanti siang, kita pergi makan yang enak saja.
Kepala Bagian Kwon akan mentraktir kita.
Baik.
Chae Hyun-seung, hari ini pikirkan aku saja, anggap sebagai uang kopi.
Hari ini pikirkan aku saja,
anggap sebagai uang kopi.
Kakak?
- Aku. - Tak mau, aku mau menunggu Kak Jae-shin di sini.
Kau juga tahu Jae-shin pernah punya pacar, 'kan?
Sejak kapan kau tahu?
Itu bukan masalah.
Sekarang aku tak izinkan lagi.
Kau ikut aku keluar.
Atas dasar apa, Kakak?
Ini urusanku, tak usah ikut campur.
Bagaimana mungkin ini urusanmu seorang?
Kau tak merasa melukai harga dirimu?
Termasuk apa pria itu?
Kau begitu tak bisa melepaskannya?
Kenapa kau harus diperlakukan seperti ini?
Karena aku mencintainya.
Aku tak bisa tanpa Kak Jae-shin, tak akan bisa.
Jalan dengan baik, jangan sampai jatuh.
Kalau begitu, jatuh saja.
Berjalan bersamamu, aku boleh jatuh.
Baik jatuh, ditabrak, atau pun tersesat,
asalkan bisa melihat Yoon Song-ah, aku sudah puas.
Jadi,
masalah kita pacaran,
bisa beri tahukan orang-orang di perusahaan.
Aku merasa dengan begini bisa mengurangi bebanmu.
Itu akan memberikanmu masalah, apakah boleh?
Terima kasih.
Jika mau mengatakan itu, lebih baik aku peluk kamu saja.
Kapan pun dan di mana pun itu, aku akan selalu ada di sampingmu.
Jadi, jika merasa lelah, bersandar padaku seperti sekarang.
- Inilah kegunaanku. - Baik.
Ini resep yang kurapikan hari ini.
Setelah pulang bisa dilihat-lihat.
Sudah bekerja keras.
- Sudah bekerja keras. - Sudah bekerja keras.
Kelas hari ini juga sangat menyenangkan, Koki Ryu.
Aku juga sangat senang.
Namun, hari ini ada yang ingin kukatakan.
Kurasa, kelas memasak berakhir sampai di sini saja.
Kenapa tiba-tiba berhenti?
Apakah ada masalah?
Karena lebih terbebani dari yang kuperkirakan.
Aku juga ingin fokus di restoran.
Maaf.
Jika Koki Ryu merasa terbebani, apa boleh buat.
Namun, tetap saja merasa disayangkan.
- Sayang sekali. - Memang disayangkan.
-Terima kasih untuk waktu ini. - Terima kasih semua.
Yun-seung, kau langsung pulang saja.
Aku sendiri yang akan membereskannya.
Tetap saja, aku bereskan dulu baru pergi.
Akan sangat lelah jika kau bereskan sendiri.
Tidak, aku bereskan sendiri lebih leluasa.
Kau sungguh tak punya masalah?
Iya, sungguh tak ada masalah apa pun.
Baik, baguslah kalau begitu.
Kau ingat bahwa kita sudah berteman, 'kan?
Jika ada masalah apa pun, kau bisa memakai 'kartu' teman itu.
Baik.
- Aku bukan mengajak orang sibuk keluar, 'kan? - Bukan.
Waktu untuk ini tetap ada.
Namun, ada apa kau datang kemari?
Aku janji makan siang dengan rekanku di tim sebelumnya, jadi aku datang.
Teringat padamu, jadi...
Semuanya cukup sibuk, jadi aku langsung saja.
Apakah kau pernah berpikir untuk pindah pekerjaan?
Pindah pekerjaan?
- Kau tahu aku pindah ke merek luar negeri, 'kan? - Iya.
Sekarang timku di sana butuh agen ABM.
Menurutku, jika kau bisa pindah, akan lebih baik.
Kami sedang mencari orang melalui agen, tapi tak ada kandidat yang cocok.
Aku harap kita bisa bekerja sama.
Tentu saja, gaji dan fasilitas tentu akan jauh lebih baik dari yang sekarang.
Terima kasih sudah begitu perhatian padaku.
Namun, aku tak pernah berpikir untuk pindah pekerjaan.
Sekalipun tak pernah?
Sekarang sudah saatnya kau berpikir untuk itu.
No comments yet. Be the first to leave one.