200 บรรทัดแรก
Sebelumnya...
"Turut berduka cita atas kebakaran yang menewaskan
James MacKenzie Fraser dan istrinya."
Mereka mendapat tanah itu pada tahun 1768,
yang artinya 12 tahun setelahnya...
mereka meninggal.
Halo, aku Roger Wakefield.
Bisa bicara dengan Brianna Randall?
- Dia ke Skotlandia. - Skotlandia? Untuk apa?
Mengunjungi ibunya.
Sejak kapan?
Dua minggu lalu.
Kupikir kalian sudah bertemu sekarang.
Dia bilang tunggu setahun sebelum memberinya padamu.
Roger, akan ada hal buruk yang terjadi pada ibuku dan Jamie.
Jika aku tak menolong mereka, aku tak akan memaafkan diriku.
Selamat tinggal, Roger.
PETA BARU SKOTLANDIA
"Waktu itu tak nyata, namun sebuah konsep, atau ukuran."
Kata orator Yunani, Antiphon.
Demi kau...
kuharap perjalanan waktu itu nyata,
jika tidak, sia-sia kau cukur habis janggutmu.
Semua sudah siap?
Ya.
Uang, peta, kompas, pisau...
permata.
Kau dengar itu?
Batunya tak memanggilku.
Tak apa, Sayang. Kita sudah di rumah.
Ini dia.
Nona?
Di mana aku?
Kau di rumahku.
Kau berbaring di atas lumut, sedingin es.
Kami tak punya pilihan selain membawamu pulang.
Oh, ini.
Aku bawakan makanan.
Terima kasih.
Ayam terlezat yang pernah kumakan.
Kuharap begitu.
Terima kasih. Itu merpati panggang.
Di Inggris tak dimasak seperti ini.
Oh, kau dari Inggris?
Aksenmu tak biasa.
Dan kau sendirian?
Aku...
Aku ingin ke Ayr Harbor.
Orang tuaku di Amerika.
Akan kutemui mereka di sana.
Marsali di Carolina Utara.
Putri sulungku.
Dia sudah menikah.
Dengan seekor katak!
Ya, memang,
tetapi dia juga ayah dari cucuku.
Kau sangat jauh dari pelabuhan mana pun, Nona.
Kau yakin ingin berjalan sendiri?
Kuharap bisa menumpang dengan seseorang di jalan.
Aku Laoghaire, dan ini putriku, Joanie.
Brianna.
Jangan cemas, Brianna. Kau boleh tinggal sesukamu.
Istirahatlah.
Selamat malam, Nyonya.
Kukira kau akan datang tadi.
Ya, ada halangan.
Sebaiknya ada kabar bagus untukku, Ian Murray.
Aku sudah tak tahan lagi.
Aku tahu bukan ini yang kau harapkan.
Ini bahkan belum separuhnya.
Kuharap kau mengerti, Nyonya.
Sisanya segera setelah dia mengirimkannya.
- Dia orang terhormat. - "Terhormat"?
Poligami terhormat, maksudmu?
Meninggalkan istri dan anak?
Kau benar-benar tak suka padaku?
Itu wisudaku. Ya ampun, Frank.
Kau mengejekku di depan para kolega.
Kau pun begitu kepadaku.
Apa maksudnya itu?
Tenang. Nanti Brianna bangun.
Apa maksudnya itu?
Artinya kau tak bisa berakting seperti yang kau pikirkan, Claire.
Kau tahu ini hari penting bagiku.
- Kuharap kau punya alasan. - "Alasan"?
Aku hidup miskin, makan makanan sisa.
Ini tak benar. Janjinya lebih dari ini.
Nyonya, dia sudah berusaha yang terbaik.
Jika kau memberinya waktu lagi...
Aku menikahinya dengan niat baik,
dan dia janji membayarkan kesalahannya padaku,
kabur dengan si nakal itu dan meninggalkanku di sini.
Laoghaire, kau tahu dia menepati janjinya.
Jika uangnya ada, dibayarkan.
Aku muak dengan alasannya. Alasan tak bisa dimakan.
Kami butuh uang.
Siapa wanita itu?
Pelancong yang kutampung.
Kasihan kondisinya, dingin, lelah, dan hampir tak bisa berdiri sendiri.
Maaf, Nona. Tak bermaksud membangunkanmu.
Tidak, aku yang mengganggu.
Orang asing?
Tak apa-apa.
Kau butuh istirahat. Berbaringlah lagi.
Kami tak mau kau tak dapat apa-apa. Ambil ini.
Oh, tidak. Aku tak mau ambil sepeser pun darimu.
Aku mau uangnya.
Aku masih punya harga diri.
Selamat pagi.
Oh, selamat pagi, Nona.
Merawat kebun agar rapi.
Jika aku tahu akan ada tamu, aku...
Maafkan aku atas gangguan kemarin.
Apa? Justru aku yang mengganggu.
Kau baik sekali.
Kau pasti berpikir aku kasar,
berdebat dengan seorang pria di ruang tamu.
Apa dia suamimu?
Oh, bukan.
Bukan, hanya seorang utusan.
Datang membawa kabar buruk setiap bulan.
Saudara mantan suamiku.
Datang mengingatkanku bahwa piutangku akan terbayar.
Maaf. Itu pasti sulit.
Ini masa sulit, sungguh.
Bajunya cocok denganmu.
Kau hampir seukuran Marsali.
Karena bajumu koyak dan tak bisa menghangatkanmu,
baju wol akan lebih cocok
untuk perjalanan di laut.
Terima kasih.
Kuharap ada yang berbuat sama terhadap anak-anakku.
Dia cantik, bukan, Joanie?
Kelak kau juga bisa memakai gaun seperti ini,
dan pastinya menikah.
Bisa bantu aku berkebun?
Pintar sekali.
Aku akan memasak semur.
Apa ayahmu yang tak mau mengirim uang?
Ayahku?
Ya.
Aku memanggilnya "Da", ayah kandungku pergi saat aku kecil.
Aku tak mengingatnya.
Kau pernah menyelipkan bunga di rambutmu?
Tidak di musim ini.
Sini. Biar kuselipkan.
Warna rambutmu cantik.
Seperti rambutmu.
Kata orang mirip rambut ayahku...
walau kami tak pernah bertemu.
Ibu bilang pria itu bodoh.
Apa kau tahu kalau dia bodoh?
Entahlah.
Kurasa tidak.
Akan kucari tahu suatu hari.
Apa ibumu pikir ayahmu bodoh?
Dia selalu baik padaku, tetapi dia menyakiti hati ibuku.
Dia tak mencintainya seperti ibuku mencintainya.
Bisa dibilang sama seperti pria yang membesarkanku.
Ibuku tak mencintainya seperti dia mencintai ibuku.
Pintunya tak dikunci.
Mengapa tak jawab teleponku?
Apa Ayah ingin di kantor semalaman?
Ada apa dengan Ayah?
Apa ini?
Penelitian seorang kolega di Skotlandia.
Lihatlah.
Siapa yang mati?
WILMINGTON BERITA DUKA
Itu rumit.
Mau bicara soal itu?
Maksudku, "rumit" itu punya banyak makna, Ayah.
Tergantung sudut pandang.
Putriku, psikiater.
Jadi, Profesor Randall...
Sepertinya akhir-akhir ini kau bekerja sangat keras.
Bisa dibilang begitu.
Dan penelitianmu...
biar kupikirkan.
Apa istilah yang Freud gunakan?
"Tak ke mana-mana"?
Ya, itu juga bisa.
Itu tak terdengar sepertimu, Ayah.
Ada apa?
Ayah, ini aku. Ceritakan saja.
Bree...
Maafkan Ayah.
Maaf. Ayah tak bisa. Ayah...
Begini, ini sepertinya penting bagi Ayah.
Ya.
Ini segalanya bagi Ayah, selain dirimu.
Dan Ibu?
Kau harus pulang.
Dia pasti khawatir.
Dia akan baik-baik saja.
Pulanglah, Brianna. Kumohon.
Pulanglah.
Brianna?
Suatu hari kau akan mengerti, Ayah janji.
Mungkin suatu hari, aku tak akan peduli.
No comments yet. Be the first to leave one.