200 บรรทัดแรก
Karakter, kejadian, tempat dan lainnya dalam drama ini hanya fiksi belaka
Jika aku benci seperti ini,
apakah aku sangat jahat?
Jika aku benci karena tak bisa bertanya, "Apakah ada yang bisa kubantu?"
Jika aku benci di antara kita tak ada suara canda tawa,
sekarang bahkan menatapmu pun butuh keberanian.
Jika aku benci seperti ini,
aku sangat jahat, 'kan?
Namun, lebih baik aku jadi jahat saja.
Kau jangan pergi.
Jangan menjauh
dariku.
Song-ah.
Baik, aku ke sana.
Hyun-seung juga, setelah bersiap langsung masuk saja.
Baik, baik.
Kuperkenalkan dulu, poin penjualan eyeshadow glitter kami.
Poin penjualan eyeshadow glitter, klien yang cocok
Produk ini gabungan dari sinar mutiara dan glitter.
Eyeshadow ini memiliki efek berkilau dan transparan.
Menurutku akan lebih bagus jika efek berkilau dan transparan ini dijadikan poin.
Konsultan KLAR, pelatihan produk baru
Pertama-tama kenalkan pada klien yang cocok dengan produk kita.
Klien yang menginginkan kelopak mata yang lembut...
Biar aku saja.
Itu...
-Yang kukatakan tadi... -Itu.
Aku tak akan salah paham.
Apa?
Karena tiba-tiba menjauh,
jadi perlu untuk penyesuaian.
Perasaan yang kau katakan tadi
pasti ada dalam proses penyesuaian,
jadi tak perlu keberatan.
Bukan.
Aku begitu karena merasa hubungan kita sangat canggung.
Kau mengira seperti itu?
Bukan begitu.
Sebenarnya aku juga tak mengerti.
Aku tak tahu aku berharap hubungan kita sampai di tahap apa.
Namun, bisa dipastikan
aku tak ingin
kau menjauh dariku.
Mulai sekarang, aku akan mencari tahu alasannya.
Jadi, apakah boleh
jangan semakin menjauhiku dan tunggu aku di tempatmu?
Jika aku belum terlambat.
Aduh, jadi kenapa mau menolaknya saat itu?
Episode 9
Bagaimana jika dia bilang sudah terlambat?
Mana ada pria seperti itu di dunia?
Mana arah rumah Hyun-seung?
Kenapa menanyakan itu?
Kenapa lagi?
Harus beri hormat.
Hei, kau juga berdiri.
Sama-sama hormat untuk berterima kasih.
Sedang apa kamu?
Duduk, duduk.
Aku juga tahu.
Aku juga berterima kasih padanya.
Bagaimana mungkin aku tak tahu?
Apa? Apa yang membuatmu tak yakin?
Itu...
Aku tak tahu apakah karena dia terlalu baik,
jadi membuatku serakah tak mau menjauhinya
atau sungguh menyukainya dengan tak masuk akal.
Hei, kenapa tak masuk akal?
Orang seberbakat Hyun-seung menunjukkan ketulusan,
bagaimana mungkin tak tersentuh?
Iya, 'kan?
Manusia memang begini.
Saat baru sadar memang lebih sulit.
Setelah itu kau hanya butuh waktu sebentar untuk merasa yakin.
Kau juga hampir.
Jadi, apa yang harus kau lakukan sekarang?
Jangan pakai otak, harus pakai kemampuan.
Kemampuan hebat yang dikeluarkan
dari tubuhmu sendiri.
Apa kabar, Ketua.
Apa kabar.
Pelatihan kemarin lancar?
Iya.
Tak ada masalah, 'kan?
Iya.
Aku mau ke kamar sepen, kau mau kopi?
Tidak.
Kopi?
Iya.
Minumlah ini dulu.
Aku ambil lagi.
Terima kasih kopinya.
Pengumuman Personalia
BM kita langsung naik jabatan jadi Manajer.
Sebenarnya sejak kapan dia membuat tim ini di belakangku?
Kau juga tak tahu?
Aku juga tak tahu.
Jika tahu, pasti kukatakan.
Kenapa? Kau mau pergi?
Apakah masih perlu ditanya?
Jika pergi, masa depan sudah pasti sangat cerah.
Memang sudah melewatkan kesempatan untuk naik jabatan, kesal.
Jika sesuai perkiraan, tahun ini akan naik jabatan.
Mau masuk ke bidang yang baru, apakah kau tahu betapa sulitnya itu?
Tekanan terlalu besar menyebabkan rambut rontok, rambut pun hampir habis.
Sulit memberi hasil bagus.
Jika menyuruhku pergi, aku pasti bilang tak mau.
Siapa BM baru kita?
Ah.
Kalian serius bekerja, 'kan?
-Iya. -Iya.
Pencahayaan di sini bagus.
Bunga anggrek diletakkan di sini saja.
Sudah bekerja keras.
- Iya. - Iya.
Semua anggota sangat membantu.
Terima kasih.
Hati-hati.
Rasa percaya dirinya terlalu tinggi.
Jika BM Seo jadi BM kita,
aku langsung keluar dan masuk ke bidang baru.
Terima kasih, Presdir.
Kelak aku akan lebih berusaha.
Posisi BM KLAR bagaimana?
Hingga akhir tahun ini BM Lee... Bukan.
Manajer Lee akan bertanggung jawab atas proyek di Eropa.
Lalu mencari penggantinya.
Dipilih dengan baik di antara BM yang menjabat
atau mencari kandidat baru, harus dilihat dari kondisi.
Baik.
Masuk.
Kakek.
Selamat, Manajer.
Terima kasih.
Kenapa kau datang lagi?
Ini bukanlah hal besar.
Aku datang mengunjungimu.
Jika pergi bulan madu sementara waktu ini, aku tak bisa bertemu Kakek.
Jadi, apakah malam ini boleh makan di rumah Kakek?
Sekalian merayakan Kak Jae-shin naik jabatan.
Bolehkah, Kakek?
Paman, apa yang sedang kau pikirkan?
Tidak.
Sudah menemukan buku yang kau suka?
Apakah kau masih sedih karena ditinggal wanita, Paman?
Paman tak ditinggalkan.
Paman.
Ditinggalkan bukan hal yang memalukan.
Tak mungkin semua orang bisa menyukaimu.
Namun, Paman sungguh tak ditinggalkan.
Masih ada sedikit harapan.
Ada harapan itu bagus.
Namun, kenapa ekspresimu seperti ini?
Aku takut mungkin tak seperti itu.
Sekarang masih belum bisa dipastikan.
Namun, hatimu sudah yakin.
Bukankah masih menyukai Bibi itu?
Kau bergeraklah ke arah harapan.
Cinta memang harus dijalani dengan berani.
Itulah baru sepertimu.
Masih ada yang perlu diajari?
Tidak.
Kalau begitu, belikan buku ini untukku.
Belikan untukmu?
Aduh.
Semuanya duduk makan bersama,
sungguh merasa seperti sekeluarga.
Sebelum kami pergi, mari makan bersama jika ada waktu, Kakek.
Kakek harus minum segelas, 'kan?
Iya.
Bolehkah saya bersulang pada Anda dulu?
Saya ingin bersulang pada Anda.
Mohon tuangkan untuk saya juga.
Kelak urusan di Eropa tak perlu melalui Jae-woon,
langsung laporkan padaku.
Apa?
Baik, akan kulakukan.
Aku tak ingin melihat kesalahan yang sama terulang lagi.
Aku pasti bisa masuk ke tiga besar pemasaran Eropa dalam lima tahun.
Akan kunantikan.
Kau mau minum sesuatu?
Tidak.
Tunggu dulu.
Hari ini kau melakukannya dengan baik.
Sepertinya Kakek juga mulai menyukaimu.
Ini baru permulaan.
Karena telah memberiku posisi untuk menunjukkan kelebihanku,
maka akan kulakukan dengan baik.
Karena itu, aku berjuang keras sampai di sini.
Terpesona olehmu adalah hal yang benar.
Seperti yang kau katakan,
kau tunjukkanlah kemampuanmu dengan baik.
Seharusnya ini juga yang diharapkan Kakek.
Namun, kau tak boleh mengabaikanku.
Jangan lupa.
Kelak tak perlu merasa tak aman lagi.
Aku jamin, tak akan membuatmu merasa tak aman karena diriku.
Betapa bagusnya jika bisa segera sampai di hari pernikahan kita.
Aku merasa aku akan sangat bahagia.
Ide Produk Baru
No comments yet. Be the first to leave one.