200 บรรทัดแรก
24 Mei.
Mulai hari ini, Kakeru akan absen selama satu minggu.
Kalau kuingat-ingat,
ini adalah hari ke-49 sejak kematian Ibunya.
Tak perlu khawatir.
Masa depan sudah mulai berubah.
Aku ingin menyelamatkannya.
Kakeru dan masa depanku.
Pagi!
Kakeru?
Payungmu mana?
Karena awalnya gerimis, jadi aku tak membawanya.
Bodoh banget.
Kau itu sama saja.
21 juni Saat pagi, hujannya sangat deras . Kakeru basah kuyup karena lupa membawa payung, jadi aku meminjamkannya sapu tangan. Andai saja aku membawa handuk.
Pakailah ini!
Besar sekali.
Terima kasih, ya.
Takamiya, bagaimana denganku?
Maaf, aku hanya bawa satu handuk.
Hari ini bisa pulang bareng denganku?
Eh?
Aku tak latihan dulu karena sudah mau ujian.
Ya, baiklah.
Semuanya juga yuk!
Hari ini aku ada urusan, jadi nggak ikut.
Aku mau cepat pulang buat main "Football Manager".
Aku juga tidak.
Aku mau nonton Evening Get!
Kalian pulang berdua saja!
Lo?
Ini berbeda dengan yang dikatakan di surat.
Klub sepak bola libur sebelum final. Jadi kami berenam bisa pulang bareng lagi.
Hanya berdua dengan Kakeru?
Naho, kamu tinggal di dekat Taman Joyama, 'kan?
Aku ingin lihat.
Ya.
Aku menemukan toko kue yang enak.
Eh, benarkah?
Mau ke sana nanti?
I am Misono. We pray ....
Jadi nol ditambah satu,
merupakan hasil terbesar dari nilai i.
Ingat baik-baik, ya!
Kalau begitu, cukup sampai di sini.
Jadi ini semua isi kota Matsumoto?
Yang di sebelah sana itu kota Azumino.
Pegunungannya juga luar biasa.
Rasanya nyaman sekali.
Pemandangan di Taman Alps juga indah, lo!
Hewannya juga banyakj di sana.
Naho, coba tutup matamu!
Eh?
Pemandangannya indah sekali.
Lihatlah di sebelah sana!
Ya, coba tutup matamu.
Cepatlah!
Jangan dibuka sampai aku bilang "buka", ya!
A-Ada apa ini?
Apakah sudah boleh kubuka?
Ah, tunggu sebentar.
Bukalah!
Ka-Kamu memfotoku?!
Maaf.
Kenapa?
Hapus dong!
Syukurlah terlihat cocok denganmu.
Lihatlah!
Itu hadiah untukmu, Naho.
Karena kamu membuatkanku bekal,
dan membangunkanku setiap pagi.
Terima kasih.
Tapi, aku tak membuatkanmu bekal dan melakukan apa-apa untukmu
sejak kamu berpacaran dengan kak Ueda.
Tapi, sebelumnya kamu selalu melakukannya, bukan?
Kamu sudah membelikanku jus.
Itu tak dihitung.
Aku senang.
Terima kasih!
Ah, entah kenapa, aku jadi malu.
Kupikir kamu sudah terbiasa dengan hal semacam ini.
Ini pertama kalinya.
Soalnya kamu orang Tokyo.
Kalau dari Tokyo, bukan berarti sudah biasa.
Sekarang, aku tinggal berdua dengan Nenekku.
Saat pertama kamu membuatkanku bekal,
Nenek merasa tak enak padamu,
jadi dia menawarkan untuk membuatkanku bekal,
tapi aku menolaknya.
Aku hanya ingin terus memakan bekal buatanmu.
Maaf karena sudah egois.
Tak apa.
Naho.
Apa akhir pekan ini kamu luang?
Sabtu.
Kakeru mengajakku belajar bersama di perpustakaan.
Kukira semuanya akan ikut,
jadi saat tahu kalau kami hanya berdua, aku jadi gugup.
Karena tak memakai seragam, rasanya jadi beda.
Ya.
Bukankah itu mantanmu, Rio?
Dia bareng perempuan itu!
Kami sudah putus.
Culun banget.
Aku membawakan catatan untuk Kakeru saat dia absen.
Kupikir dia mungkin takkan suka, tapi saat aku memberikannya,
sama seperti biasa, Kakeru menghargainya dan tersenyum padaku.
Saat Kakeru tak ada ....
Diriku yang di masa depan sesedih apa, ya?
Aku tak mau merasakan perasaan itu.
4 juli Hasil ujian kimia kami dibagikan. Kakeru mendapatkan nilai tertinggi.
Tak kusangka dapat nilai jelek begini.
Instingku tak bisa dipercaya.
Kalau kamu bisa kembali ke masa lalu, lebih giatlah belajar, ya!
Kembali ke masa lalu?
Ini, Okaya.
Benar sekali.
Misalnya kamu menggunakan mesin waktu.
Mesin waktu?
Mana ada yang seperti itu?
Hebat!
Kakeru mendapatkan nilai tertinggi.
Padahal kau tak pernah hadir.
Kakeru Naruse
Naho Takamiya
Azusa Murasaka
Hanya kimia doang, kok.
Takako Chino
Kau les di mana?
Saku Hagita
Semua ini berkat Naho.
Hiroto Suwa
Terima kasih sudah membantuku belajar.
Kenapa kalian berdua terlihat senang begitu?
Padahal nilai kalian di bawah rata-rata.
Tak usah dipikirkan.
Kita punya jam tambahan, jadi bapak akan melanjutkan pembelajarannya.
Apakah kalian pernah berpikir, "Andai saja aku tahu soal apa yang akan muncul di ujian"?
Misalnya, kalian bisa menggunakan mesin waktu.
Bapak percaya membuat mesin waktu itu bukanlah mustahil.
Di masa lalu, ada begitu banyak hal yang mustahil untuk diselesaikan,
Mungkinkah surat itu dikirimkan padaku melalui mesin waktu?
tapi ilmu pengetahuan telah memberikan solusinya.
Pertama ....
Bagaimana caranya ke masa depan?
Dengan pergerakan yang mendekati kecepatan cahaya ....
Keganjilan
Peristiwa Horizon
Mulai dari sini, teorinya agak rancu.
Sebuah lubang hitam dengan gravitasi yang sangat kuat dapat memutarbalikan ruang waktu.
Peristiwa Horizon
Keganjilan
Lubang Hitam
Perjalanan Waktu
jad beberapa orang percaya, seseorang bisa melakukan perjalanan waktu.
Jika kita bisa menciptakan lubang hitam kita sendiri,
maka ada kemungkinan kita bisa menciptakan mesin waktu.
Pak Guru!
Ya, Hagita?
Jika kita berasumsi bahwa kita bisa melakukan perjalanan waktu,
bagaimana dengan ketidak- seimbangan yang akan terjadi?
Misalnya saja, Bapak membuat mesin waktu dan pergi ke masa lalu
untuk mendapatkan masa depan yang bapak inginkan ....
Di masa depan yang bapak ubah, bapak tak perlu lagi pergi ke masa lalu,
atau bahkan menciptakan mesin waktu.
Selama ada ketidak- seimbangan yang seperti itu,
kupikir perjalanan waktu itu mustahil dilakukan.
Belagak lu!
Diamlah!
Ada cara untuk mencegah ketidakseimbangan itu!
Itulah yang disebut Dunia Paralel.
Berdasarkan teori Dunia paralel,
ada beberapa masa depan yang berbeda
dan masing-masing menjadi dunia-nya tersendiri.
Masa Depan
Masa Sekarang
Masa Lalu
Masa Depan Masa Depan Masa Depan
Masa Depan Masa Depan Masa Depan
Masa Sekarang Masa Sekarang Masa Sekarang
Masa Lalu
Satu Dunia
Berdasarkan konsep ini, jika kau mengubah masa lalu,
Dunia Paralel
maka kau akan menciptakan Dunia lain yang berbeda,
dan itu takkan berpengaruh pada duniamu yang saat ini.
Dengan Dunia Paralel,
tak mungkin kau bisa mengubah masa lalu dari Dunia tempatmu tinggal.
Kalau begitu, pembahasannya cukup sampai di sini.
Apa menurutmu Dunia Paralel itu benar-benar ada?
Tak ada!
Hanya ada satu masa lalu dan masa depan.
Tapi, jika Dunia Paralel itu ada,
meski kau bisa membuat mesin waktu,
kau tetap tak bisa mengubah kesalahan yang telah kaulakukan di masa lalumu sendiri, 'kan?
Kalau begitu, tak ada gunanya dong.
Kalau dipikir-pikir,
isi surat itu jadi kurang cocok dengan apa yang terjadi di Duniaku.
Itu karena masa lalu penulisnya berubah.
Tapi, jika masa lalu berubah dengan mengirimkan surat itu,
No comments yet. Be the first to leave one.