200 บรรทัดแรก
PENGADILAN KELUARGA SEOUL
Kenapa?
Bukan apa-apa
Apa ini cukup? Kau harus makan yang lain.
Kau tahu aku suka roti. Ini sudah cukup.
Aku sudah mencantumkan stempelku,
Untuk catatanmu,
Kirimkan sertifikat bersama segelmu.
Lalu, aku akan mengurus sisanya.
Kau tahu alamat studioku, kan?
Aku tahu.
Lalu, ini terakhir kali kita bertemu.
Mungkin kita masih bertemu karena alasan yang lain
Aku juga harus bertemu Jae Ho.
Baiklah
Pastikan hubungi aku sebelum menemuinya.
Kau tidak perlu melakukannya
Kita tidak bisa berbagi kehidupan sehari-hari bersama.
Bukan karena kita saling membenci.
Setelah waktu berlalu,
Aku yakin kita bisa menjadi teman.
Aku tidak tahu itu.
Jika mengetahuinya lebih awal, harusnya kita tetap berteman.
Mungkin jika perlu
Sekarang kau bisa fokus pada pekerjaanmu.
Dan setelah waktu berlalu,
Aku akan berubah entah bagaimana.
Bagaimana?
Menjadi orang jahat dan pemarah?
Aku akan mengajar,
menulis, dan tidur siang.
Kegiatan seperti itu.
Hanya saja, jangan lewatkan makan.
Kau tidak boleh asal makan seperti sekarang karena kau sendirian.
Tapi aku tidak bisa memasak.
Baiklah.
Aku akan mengurus diriku sendiri, jadi jangan khawatir.
Baik
Sekarang bukan itu yang harus aku khawatirkan.
- Aku pergi. - Ya
Anda akan disuntik dengan pereda nyeri.
Bertahanlah, Nona Jung.
Pak, tolong pegang disini
- Pegang erat-erat, ya? - Ya
Kami juga memberinya obat penenang,
Agar dia bisa istirahat.
Tolong awasi dia dan panggil aku jika dia kesakitan
Anda bisa melepasnya
Apa?
Anda bisa melepasnya Pak.
EPISODE 7 YANG TIDAK DAPAT AKU LIHAT KEMARIN
Aku terlambat.
Aku dengar alarmnya, tapi susah bangun.
Akhirnya aku membuka mata,
dan punya sedikit waktu.
Aku harus membuat makan siang untuk anakku,
yang terjaga sepanjang malam.
Tentu saja, anak 20 tahun
tidak puas dengan makanan yang disajikan rumah sakit.
Tidak peduli apa yang aku buat,
Aku mulai memasak dengan memotong daging babi.
Tapi jika itu tidak diperlukan,
Terkadang aku mulai memotong kentang atau bawang.
Hari ini aku ingin membuat nasi goreng.
Hidangan terbaik untuk pemilih makanan.
Aromanya jadi lembut jika menambahkan buah-buahan.
Satu hal yang baik tentang memasak di rumah...
Kau bisa menggunakan bahan apapun
Setelah mencobanya berkali-kali,
Aku dapat dengan mudah mengetahui seberapa besar satu porsi itu.
Aku tidak pernah lupa menambahkan cabai.
Karena itu membangkitkan nafsu makan sekaligus.
Anakku menyuruhku untuk tidak memasak,
tapi dia selalu menikmati makanan yang kubuat.
Jadi ada baiknya memasak untuknya sepanjang waktu.
KOTAK MAKAN SIANG NASI GORENG DITUTUPI DENGAN SELIMUT TELUR DADAR
Sedang apa?
Kau bilang sudah terlambat, Aku juga terlambat.
Kalau begitu, pergilah lebih dulu.
Aku akan melakukannya saat pulang.
Bagaimana aku bisa pergi jika situasinya seperti ini?
Tidak apa-apa. Kau bisa membuat kekacauan lagi!
Jika pekerjaanmu terlalu sibuk, kita bisa makan di luar.
Apa semua ini? Ini sangat kotor.
Jangan kerjakan jika kotor.
Setiap orang punya caranya sendiri.
Jangan merusak hari karena masalah yang bisa diatasi
Terserah. Kau yang urus!
Kau disini.
Hai, Ayah.
Kenapa tidak makan?
Ibu belum tidur sedikitpun, jadi dia tidak nafsu makan sama sekali.
Apa itu?
Ini makan siang Jae Ho.
Aku bilang aku baik-baik saja.
Ayah tak perlu membawanya.
Kalian berdua mengalami banyak hal karena aku.
Dimana punyamu?
Aku sudah makan di rumah.
Ibu, aku akan kembali besok.
Ya
Oh, Jae Ho.
Kau tidak perlu terburu-buru. Dan hubungi aku jika terjadi sesuatu.
Baiklah
Bagaimana kabarmu, Nona Jung?
Tidak begitu berbeda.
Kuharap rasa sakitnya berhenti.
Aku tahu.
Sebenarnya, aku berbicara dengan dokter, dan dia meresepkan morfin.
Jadi aku akan menghubungkannya ke saluran infusmu.
Ini tombol untuk menyuntikkan morfin.
Kau bisa menekannya saat rasa sakitnya tak tertahankan.
Lalu, bisakah dia menekannya setiap kali merasa sakit?
Benar.
Tapi obatnya tidak masuk setiap kali menekan tombol.
Begitu dia menekannya, itu tidak akan berfungsi selama sepuluh menit berikutnya.
Jadi anda tidak perlu khawatir tentang overdosis.
Aku mengerti.
Aku permisi dulu
Terima kasih.
Jika terlalu pengap tinggal di dalam,
bagaimana kalau kita keluar mencari udara segar?
Tidak usah. Aku ingin berbaring.
Baik
Ini aneh.
Apanya?
Ada banyak sekali lukisan Gogh di rumah sakit ini.
Kau benar.
Jika mereka tahu bagaimana kehidupan Gogh,
mereka tidak akan merasa nyaman dengan lukisan itu
Aku dengar...
Lukisan Gogh membuat orang merasa nyaman.
Apa kau ingat lukisan di lorong?
"Kamar tidur di Arles."
Ini lukisan yang dilukis Gogh...
ketika dia mengundang Gauguin ke rumahnya...
setelah dia pindah ke pedesaan.
Dan totalnya ada tiga versi..
Kenapa berhenti bicara?
Aku tidak begitu ingat.
Kurasa ingatanku juga memudar.
Sepertinya begitu.
Kau bahkan tidak tahu kenapa aku menanyakan hal itu.
Apa?
Tidak.
Sebenarnya, aku ingat.
Kedua sahabat, Gogh dan Gauguin, yang sangat merindukan satu sama lain,
bertengkar hebat...
karena gagasan mereka yang saling bertentangan tentang seni.
Dan Gogh, di bawah kecemasan yang ekstrim,
memotong telinganya sendiri.
Versi terakhir dari "Kamar Tidur di Arles"...
dilukis di rumah sakit jiwa sepuluh bulan sebelum dia meninggal.
Apa itu?
Bekal makan siang?
Bisa dibilang begitu
Kau tidak punya pilihan jika ibumu membuatnya.
Jae Ho kita, rupanya anak mama.
Kau pasti sudah gila
Aku lebih suka makan siang ibuku daripada kantin.
Hei
Bukankah kita pernah membawa bekal sekali
Saat mengikuti SAT?
Perutku begitu sakit setelah makan nasi dingin...
Sampai mengacaukan pelajaran.
Kau tidak pernah tahu betapa aku mengasihani ibuku di rumah.
Kau anak yang hebat.
Ibuku tidak memasak
Kalau begitu, siapa?
Saatnya
Bisakah aku berhenti makan?
Tentu.
Aku akan memasak sesuatu untukmu saat berkunjung di waktu berikutnya.
Apa yang ingin kamu makan?
- Kalau minuman? - Tidak.
Baiklah
- Minuman? - Ya.
Kurasa aku bisa minum jus.
Jus? Jus apa?
Apa mangga harganya mahal?
Lagipula kau tak bisa makan banyak.
Kenapa khawatir tentang hal seperti itu?
Dan juga...
Aku butuh bantuanmu
Apa itu?
Apa kondisi Nona Jung serius?
Dia mendapatkan pengobatan dan berusaha mengatasinya.
Dia akan sembuh.
Dia sedang menunggu jawabanmu.
Dia benar-benar sesuatu.
Bukan itu yang penting sekarang.
Baginya, penerbitan yang paling penting, kau tahu.
Tidak.
Dia sangat peduli padamu dan Jae Ho.
Benarkah?
Lagi pula, apa kau sudah memikirkannya?
Bahkan jika dokter mengijinkannya pulang,
dia tidak akan sama seperti sebelumnya.
Dia terlalu memaksakan dirinya
Aku harap kau juga tidak terlalu stres.
No comments yet. Be the first to leave one.