200 บรรทัดแรก
Subtitel Indonesia oleh : Ry@Di, Samarinda, Agustus 2014.
Monitor pukul 02.32 GMT di kirim lewat NAS keluar dari Spanyol. Di mulai!
Tak ada kontak radio sebelum mencapai target. Bisa di terima, "Big Ears"?
Di terima, "Eye". JTE-471, pukul 02.33 GMT.
Operator Tim Anti teroris di sini. Bersiaplah, dan lakukan dengan baik.
- "Rapid Angel", siap untuk menyerang. - Di terima "Eye".
- Wow, kau lihat itu? Itu akan membuat mereka bangun lebih awal. - Sempurna. Mundur.
- "Nighthawk", persiapkan mereka untuk serangan langsung. - Di terima, "Eye".
Tak ada masalah. "Blockbuster", jatuhkan telurmu ke dalam sarang.
Di terima, "Eye".
- Bom-nya harus jatuh di tempat yang tepat. - Di terima "Eye". Tunggu dan lihat saja.
"Shotgun", jaga jarak yang tepat. Serangan penuh.
Di terima "Eye". 6 unit telah di serang. Tepat mengenai target utama dalam ronde pertama.
Tempat ini sudah kita kuasai.
Putar balik dan pulanglah, teman-teman.
Serang target yang kedua dalam perjalanan pulang.
- Apa itu?! - Kita di serang.
Siapapun tolong tembak dermaganya!
Aku melihatnya. Aku akan mengurusnya dalam 10 detik.
- "Shotgun". - Di terima "Eye".
- Persiapkan untuk target yang kedua. - Roket yang lain telah diluncurkan.
- Misil sudah di luncurkan. - Tembak targetnya.
- Aku tertembak! Aku tertembak! - Kau bisa mencapai pantai, "Rapid Angel"?
Masih bisa ku kendalikan, tapi mesin mengalami kerusakan, kehilangan tenaga.
Segera ku kirim bantuan.
- "Rapid Angel", di mana posisimu? - Menuju ke laut lepas. Utara Barat Laut.
"Rapid Angel", cobalah untuk mencapai Sisilia, Malta atau satuan unit penerbang.
- Unit penerbang ke 6 akan membantumu. - Di terima "Eye". Aku bisa melakukannya.
- Aku akan menolongnya. - Jangan sampai kehilangan dia, "Nighthawk".
- Aku kehabisan bahan bakar. - Jangan sampai kehilangan dia.
Kapten.
Cepatlah. Aku sudah kehabisan tenaga.
- Kehilangan tenaga. - Dia jatuh di tengah lautan.
Di mana posisi kapalmu saat terjadi serangan?
Kapalku berada 10 kilometer di sebelah barat dari satuan penerbang unit ke 6 Amerika.
Aku bukan Menteri Pertahanan, Kapten. Jawaban "Ya" ku kira lebih baik.
Aku akan menunjukkan di mana lokasi jatuhnya pesawat terbang Amerika itu.
Aku bisa memperkirakan posisi jatuhnya pesawat itu dengan margin sejauh lima kilometer.
Tunjukkan padaku.
- Kalian sebaiknya berganti pakaian. - Kapten, kita harus bergerak cepat.
Kita tidak tahu sebanyak yang orang Amerika tahu.
- Aku kehabisan bahan bakar. - Jangan sampai kehilangan dia, "Nighthawk".
- Seseorang harus mengikuti aku, aku kehabisan bahan bakar. - Jangan sampai kehilangan dia.
- Mesin mengalami kehilangan tenaga. - Dia jatuh ke dalam laut.
Kita kehilangan F-111 seharga $ 50,000,000.
Itu kabar yang sangat buruk, Henderson.
3 dari pesawat itu dilengkapi dengan sistem rahasia Pengendali Laser.
Dan sekarang salah satu perangkat mahal itu berada di dasar laut Mediterania.
Kita mendapat perkiraan posisi pesawat itu kira-kira 5 kilometer dari Malta.
Aku cinta Malta untuk saat ini.
Sekarang kapal trawler Rusia Leontiev tiba-tiba muncul.
Ku pikir di sana banyak ikannya. Aku mungkin akan menemukan pesawat itu sebelum mereka.
Aku hanya ingin tahu mengapa Leontiev tidak bersama penerbang kita.
Awasi terus itu. Dan jangan sok jadi "pahlawan".
Kami punya banyak "pahlawan", Dean. Ini sebabnya kau mencintai kami.
Apakah dia yang terbaik?
- Terbaik yang kami miliki saat ini. - Mengapa?
Yang terbaik untuk tugas ini adalah Ken Tani.
Kode rahasianya adalah "Black Eagle", tapi dia sedang sibuk.
Apapun kesibukannya, panggil dia pulang.
Dia sedang tak tersedia.
Setiap tahun dia dapat jatah cuti 2 minggu untuk bertemu dengan anak-anaknya. Itu perjanjiannya.
- Dia dapat bertemu dengan anak-anaknya nanti. - Bisa kau beritahu dia itu?
Aku tak akan memberitahu dia apa-apa. Dean, itu harus dilakukan sekarang.
Bisa hubungkan dengan Nona Patricia Parker.
Anak-anak.
Ini Patricia Parker. Dia akan mengantar kalian bertemu ayah kalian.
Halo, kau pasti Denny. Dan kau Brian.
Halo. Ayah kalian seharusnya sudah kemari, tapi dia sedang ada proyek di Malta.
Bawa barang-barang kalian. Kita akan naik pesawat.
Aku pendeta Joseph Bedelia.
Aku ingin bertemu dengan Tuan Caraldi.
Dia tidak datang hari ini. Silakan.
Aku punya sebotol anggur putih, tapi kau mungkin lebih suka kopi?
Apa yang kau inginkan?
Bagaimana dengan risetmu? Apa masih termasuk dengan proyek Maltese?
- Aku sudah cukup bekerja dengan mu selama 12 tahun. - 14 tahun. Sesuatu telah terjadi.
Aku tak ingin mendengar lagi tentang itu. Sekarang aku sudah menjadi pendeta.
Ahli Kelautan lulusan terbaik dari Universitas Georgetown.
Kau pasti tertarik dengan yang satu ini.
Cari saja orang lain, Rickert.
Namanya adalah Ken Tani. Ahli Biologi Laut dari Universitas Hawaii.
Kau tidak pernah menyerah, ya?
Mungkin kalian beruntung kali ini. Paling tidak aku masih punya orang lain yang bisa diandalkan.
Mungkin kau atau Tani.
Ayo! Tarik dia ke atas!
- Siapa yang mengirimmu? - Pergilah ke neraka.
Kapten!
Minggir. Kalian semua. Apa kau ingin buang-buang waktu saja?
Buang-buang waktu?!
Dia telah merusak kapalku!
Terus kenapa? Kau tahu siapa dia dan apa yang dia inginkan.
- Apakah kau terluka? - Cium saja pantatku.
Kapten. Mengapa tak ada paramedis di sini?
Kapten, kau sangat ceroboh. Seberapa sering kita bisa menangkap mereka hidup-hidup?
Dia tidak sendirian.
Singkirkan mayatnya dari sini!
Bisa kau beritahu aku, apa yang kulakukan di sini?
- Kau tak jadi ke New York. - Apapun alasannya, jawabanku adalah tidak.
- Kau harus pergi ke Malta. - Kau tahu perjanjian kita. Libur 2 minggu setiap musim panas.
Ini ada informasi tentang sistem pengendali laser.
- Bacalah dan setelah itu musnahkan... - Aku tak tahu apa-apa !!
- Aku sudah lama tak berjumpa dengan anak-anakku. - Kita tahu dimana tempat jatuhnya pesawat itu.
Tugasmu hanya menemukan sistem pengendali itu dan pergi.
Mengapa kau pura-pura tolol, Dean? Malta itu selalu bermasalah.
Banyak mata-mata dari seluruh dunia.
Dan sekarang di sana sudah ada kapal trawler Rusia.
Jika kau kira aku mau menerima tugas ini, kau sudah gila.
Aku harus pergi menjemput anak-anakku.
- Itu yang harus kau lakukan, Ken. - Aku kenal dengan nada suaramu.
- Anak-anakmu sudah berada di Malta. - Apa?
Mereka menginap di Dragonara Palace Hotel. Barang-barangmu sudah ada di sana. Kau check-in kemarin.
Brian.
- Ayah pasti tidak datang. - Oh tidak. Dia hanya masih sibuk.
Dia selalu begitu.
Mari kita coba bersenang-senang. Kita bisa melihat-lihat patung di musium.
Sangat menarik.
- Ayo kita menonton pawai. - Sangat menarik.
Menara pengawas Malta. Sebuah pesawat tak dikenal 25 km sebelah timur Luca, menuju ke barat.
Pesawat tak di kenal dari sebelah tenggara Malta silahkan perkenalkan dirimu sendiri.
Pesawat tak di kenal dari sebelah tenggara Malta silahkan perkenalkan dirimu sendiri.
Pesawat itu sekarang berada 16 km sebelah timur Luca dan masih terbang menuju ke barat.
Pesawat tak di kenal dari sebelah tenggara Malta silahkan perkenalkan dirimu sendiri.
Buka parasutmu! Tarik!
Pesawat tak di kenal itu telah pergi meninggalkan lautan.
Halo... Tolong sambungkan ke kantor polisi.
Halo, ini kepala inspektur Borg.
Oke. Berikan koordinatnya pada petugasku. Aku akan kirim orangku kesana.
Tunggu.
Aku tak ingin lama-lama di sini.
- Kau pendeta Joseph? - Pakaian ada dalam tas itu.
Kartu kredit, passpor, dan semua yang bisa di beli dengan uang.
Rickert bilang ada orang lain lagi. Steve Henderson.
Dia yang akan merakit alat itu di atas kapal Leontiev.
Rickert memberiku sebuah receiver jadi aku bisa memonitor pergerakan alat itu.
- Siapa dia itu? - Tak tahu, tak ada, nihil.
Tak seorangpun pernah melihat Henderson.
Apa gunanya keahlianku? Aku seorang "Oceanographer". Aku mempelajari kehidupan di laut dalam.
- "Terpedity"? - Ya seperti itulah.
Doktor Tani?
- Kau bekerja untuk pendeta Joseph? - Iya. Tapi sesungguhnya aku bekerja untuk Tuan Rickert.
- Anak-anakku berada di pulau. - Sekarang mereka berada di Musium Madina.
Ini adalah gambar Jean Parisot de La Valette, Yang menaklukkan Turki pada tahun 1565.
- Kota Valletta dinamakan dengan namanya. - Ayah!
Apa kabar? Ayah senang sekali bertemu kalian.
- Sejak kapan kau pakai kacamata? - Jangan di tanya.
- Kau ingat aku? Patricia Parker. - Teman dari Dean.
Tur-nya hampir selesai . Ayo kita keluar.
Ku harap kau punya waktu bersama kami.
- Kami sudah di sini selama dua hari. - Maaf. Aku sangat sibuk, mari bersenang-senang oke?.
- Tidak, dia supir kita. Ingat tuan dan nyonya Rickert? - Tentu saja.
- Dia supir kepercayaan mereka. - Aku cuma percaya pada diriku sendiri. Lagi pula ini kasusku.
Permisi, anak-anak bisakah kalian tunggu di mobil?
Ada apa Tani? Selama 8 tahun bertugas ke seluruh dunia, walaupun tanganku "kotor" aku tak pernah mengecewakan perusahaan.
Kau mau tahu kenapa? Kau bicara dengan orang yang salah.
Aku tak ingin kau menjagaku.
Bukan ideku membawa anakmu kemari. Tapi selama aku disini, aku akan melakukan yang terbaik untuk mereka.
Ayah, apakah kita akan ke pantai? Kita belum pernah menyelam tahun ini, iyakan Bryan?
- Denny benar. - Ayo ayah kita pergi. Nona Parker ikut juga.
- Aku tak bisa pergi bersama kalian. Aku sangat ingin. - Tidak... Lagi-lagi begini.
Segera setelah tugasku selesai, kita akan bersenang-senang. Mungkin malam ini kita bisa makan malam bersama? Bagaimana anak-anak?
Ayo Denny, kita main sendiri saja.
Bisa kau tunjukkan dimana posisi jatuhnya pesawat itu?
Aku sudah berusaha tak membuat suara.
Kau tidak harus mengendap-endap.
- Doktor Tani. Kau mungkin mau melihat ini. - Ku tunggu di kapal.
- Siapa dia? - Vladimir Klimenko, seorang Kolonel dari KGB.
Dia tiba dua hari yang lalu dan berada di Leontiev sekarang.
Berhati-hatilah, Doktor. Dia orang yang berbahaya.
Menurut simulasi dari komputer disinilah posisi jatuhnya pesawat tersebut.
Dengan margin sekitar ini.
Lokasinya bisa dimana saja dengan luas area pencarian sekitar 5 kilometer.
Kehadiran Leontiev merupakan konfirmasi dari data ini.
Dari data-data ini, dengan memperhitungkan faktor turbulensi dan lain-lain, posisinya sekitar 2,8 kilometer dari sini.
Aku akan pergi kesana, posisi 330 derajat dengan kedalaman 100 meter.
Aku tak mendapat sinyal apapun dari transponder pesawat itu.
- Mari kubantu memasang tangki oksigen. - Aku tak perlu memakai itu.
Aku pernah dengar kalau nelayan mutiara di Jepang dapat menyelam lama di bawah air tanpa oksigen.
Akan kuceritakan suatu hari nanti.
Dia ahli riset yang dikenal sebagai Pendeta Bedelia, alumnus Universitas Georgetown.
Apakah dia biasa beroperasi daerah ini?
Kapten, ada seorang penyelam di sekitar sini, 220 meter di depan kita.
Kau ingin kupersiapkan bom bawah laut?
- Ku beritahu nanti. - Pergi ke samping mereka.
Kau sudah lama bekerja di sini?
Kau menyukai pekerjaan ini?
Kalau sekarang iya.
Andrei!
Ambilkan kamera.
Ahoy! Ahoy, Leontiev!
Ahoy, Leontiev! Minggir! Minggir!
- Ku pikir kau butuh bantuan? - Kami baik-baik saja.
Siapa yang kau maksud dengan "kami"?
- Rekan risetku, Doktor Tani. - Coba lihat ini! Lihat ini!
Kita kedatangan pengunjung.
- Apakah itu tentang kehidupan laut? - Tak ada yang akan membuat kau tertarik, Tuan.
Tak ada yang dapat dipelajari, tapi...
secara komersial perairan di sekitar ini tidak produktif.
Sudah tercemar oleh bahan-bahan sintetis dan...
Akibat penangkapan ikan dan aktifitas ekonomi penduduk di pulau ini.
No comments yet. Be the first to leave one.