200 บรรทัดแรก
Jika kamu benar-benar mencintaiku, maka berjanjilah,
disini, bersama,
saat ini juga.
Iya? Iya.
Baiklah. Ulangi setelah aku —
Aku akan bebas.
Aku akan bebas.
Dan aku akan berani.
Aku akan berani.
Bagus. Dan selanjutnya —
Aku akan menjalani tiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhirku.
Oh, itu bagus. Kamu suka? Iya. Katakanlah.
Aku akan menjalani tiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhirku.
Dengan fantastis.
Dengan fantastis.
Dengan berani.
Dengan berani.
Dengan anggun.
Dengan anggun.
Kamu tidak harus membungkus semuanya.
Kamu kayak pindah ke Kutub Utara saja.
Oh. Itu bukan punyamu.
Itu pemberian ayahku.
Ini punyamu.
Ingat ini?
Oh, tidak.
Bisakah kita melakukan ini tanpa drama? Kumohon.
- Kita harus merayakannya. - Apa?
Tahu lah, dengan anak-anak.
Semacam sesuatu yang tidak membuat mereka lupa kalau...
Kamu ngapain? Richard?
Biarkan mereka.
Apa ayah kelihatan baik, nak?
Kamu harusnya kesini kemas barang-barangnya.
Tapi — Secara objektif, kalau misalnya kalian bukan anak kandung ayah,
apa yang kalian pikirkan tentang ayah?
Apa dia seperti laki-laki yang punya istri dan anak, begitu?
- Apa ayah marah sama kita? - Ya, keseluruhan. Aku pikir ayah baik.
Baiklah, baik.
Spasi, spasi, garis.
Itu harimau bengal, kan?
Um, Gak tau.
Spasi, spasi, spasi.
Garis.
Dan di kegelapan malam, dan semakin gelap,
ketika aku memanggil sebuah nama —
Ketika aku memanggil sebuah nama.
- Itu pasti namamu. - Hey.
Namamu siapa? Lupakan.
Ayo. Katakanlah. Ayo. Pergi.
Kemana saja. Mesikupun —
Meskipun — Kita takut.
Kita takut.
'Karena itulah hidup — Itulah hidup.
Dan itu terjadi. Dan itu benar-benar terjadi...
saat ini.
Baiklah.Sekarang ayo kita berciuman, oke?
Oke.
Jadi, bagaimana proyek senimu?
- Apa sudah di museum? - Tidak. Bukan begitu.
Orang-orang harus melihat karyamu —
Aku hanya akan mengaraknya dan menunjukkan pada mereka, kau tahu?
Tidak akan ada orang yang hidup untukmu.
Baiklah. Sebenarnya bukan begitu, tapi baiklah.
Jadi, Kabar Ellen bagaimana?
Oh, dia sehat.
Aku sampai tak bisa tidur karena memikirkan dia.
Aku harap aku bisa bertemu dia 50 tahun lebih cepat.
- Ya. - Tapi aku butuh
70 tahun lagi
untuk siap bersama seorang Ellen.
Karpetnya kotor.
Semuanya bawa kotaknya satu-satu, ya.
Ow. Ow. Jangan tendang aku. Ow. Jangan tendang aku! Ow. Ow.
Ow. Ow. Ow. Ow. Ow. Ow. Ow. Ow. Ow.
Kau tahu, ada anak yang tak punya rumah. Sekarang kalian punya dua.
Pikirkan itu.
Yang aku tak mengerti betama marahnya Pam. Aku tidak menyakiti siapapun.
- Tidak seperti merampok bank. - Ya, atau mengebom gereja.
Ukuran delapan setengahnya ada?
- Um, Kayaknya ada. Tunggu sebentar. - Terima kasih.
Benar. Atau mengebom gereja.
Di beberapa kebudayaan, ketika kamu membakar diri, itulah perayaan.
Namanya persembahan diri.
Pamanku biasa begitu dulu. Triknya sangat hebat.
Dia menaruh sesuatu dan membakarnya,
dan apinya mati pas diginiin.
Tepat sebelum aku membakarnya, Aku tiba-tiba ingat
kalau alkoholnya terbakar tapi tidak terbakar habis.
Cairan begitu ya terbakar.
Dan aku rasa, "Tidak apa-apa. Lebih baik begini."
Aku mengira itu bagian dari pelayanan yang baik, kau tahu?
Tidak. Tidak, kami tidak menyentuh kaki lagi.
Jika anda lihat, kami sering menyentuh sepatu —
mengikat sepatu —
lalu kita taruh dan melihat anda mencobanya di kaki anda.
Kami bisa meminjamkan alat — sebuah shoehorn , kaos nilon —
tapi kami tak akan menyentuh langsung kaki anda.
Sekarang, sekarang begini.
Saya bisa menekan sepatunya supaya tahu pas atau tidak.
- Begini. - Ya, begitu.
- Jari kakinya bagaimana? - Bagus.
Bagus. Kenapa tidak coba untuk jalan dengan sepatunya?
- Kamu mau coba ini? - Enggak, aku cuma nganter dia.
- Nyaman, ya? - Kayaknya.
Maksudku, sepatunya bikin mata kaki lecet, tapi kan semua sepatu begitu.
Pergelangan kakiku pendek.
Kamu pikir kamu pantas sakit, tapi nyatanya tidak.
- Aku rasa aku tidak pantas mendapatkannya. - Yah, sepertinya begitu.
Pergelangan kakiku begini.
Dalam hidup, orang sering tidak menghiraukan rasa sakit di bagian kaki,
tapi hidup jauh lebih baik dari itu.
Boleh aku sarankan. Kamu harus beli satu.
Hidupmu akan lebih baik. Mulai dari sekarang.
Aku tak percaya aku membeli sepatu ini.
Dan sepatunya mirip dengan sepatuku, beda warna pink saja.
Aku tidak butuh ini, dan mereka bukan ortopedi.
Tapi kayaknya kamu percaya semua yang dia bilang.
Ya. Aku rasa dia tahu banyak soal sepatu. Dia sangat profesional.
Tuh kan, kamu gampang dibohongi.
- Kamu tahu, kamu ketemu seseorang — - Christine.
Oh, ya Tuhan.
Turunin kacanya. Kita harus bilang ke dia.
Jangan. Kalau dia berhentu, ikannya bakal jatuh.
Bahkan kalau dia ngerem, ikannya bakal jatuh.
Yang paling pas untuk si ikan adalah
kalau dia bisa nyetir dengan stabil... seterusnya.
Aku rasa ini momen terakhir hidupnya.
Apa kita harus bilang kata-kata terakhir?
Aku tidak mengenalmu...
tapi aku mau kamu mati dan kamu tahu kalau kamu dicintai.
Aku mencintaimu.
Hey. Tadi ikannya ada di atapmu!
Kami akan berjalan di depanmu!
- Ke depannya dia. - Baiklah.
Kita harus menjaga kecepatannya agar stabil.
Jaga biar stabil.
Oh, Ya Tuhan. Anak kecil itu harus melihat ini.
Tapi setidaknya mereka tahu.
Setidaknya kita bersama melihat ini.
Saat aku dan Pam jatuh cinta, kami tidak mau berpisah, bahkan sejam.
Oh, ya. Aku pernah begitu dulu.
- Benar benar gila. - Kita tidur.
Kami sangat suka tidur tepat waktu.
Bukan seks. Maksudku, kami berhubungan seks...
tapi apa yang kami suka adalah tidur seperti bayi sepanjang hari.
Kedengarannya bagus.
Aku tidak mau hidup begini.
Aku luntang-lantung.
Aku mau mengistirahatkan kakiku, kau tahu?
Aku ingin anakku memiliki kekuatan super.
Aku siap untuk melihat keajaiban. Aku bisa menangani itu.
Ellen.
Tebak siapa yang ikut olimpiade?
- Tebak siapa yang ikut olimpiade?? - Siapa?
- Aku. - Benarkah?
- Bagaimana cintaku? - Bisa aku pinjam ini?
Tentu saja. Yang mana itu?
Oh. Cucuku dan pacarnya yang tidak mau menikahinya
akan menjadi seni.
Itu lantai dengan akses terbatas. Kamu perlu kartu.
Oh. Aku akan pergi jam dua kalau begitu.
Kamu mau ke kantor?
- Em, kamu Nancy Herrington? - Ya.
Oke. Sebenarnya, um, aku ingin menunjukkan karyaku.
Aku bawa kasetnya jadi kita bisa nonton.
Baiklah. Kenapa kamu gak kirim kesini saja?
Oh, tapi itu kan disini.
Apa tidak bisa aku serahkan langsung?
Nanti hilang. Mendingan kamu kirim.
Tapi aku sudah jauh-jauh kemari.
Baiklah. Apa aku perlu sesuatu lagi untuk keluar?
Oh, bagus, kamu disini. Ayo turun.
Lihat ini.
Wow, luar biasa.
Kamu udah bicara sama Patrick soal pemeliharaannya?
Iya, kami bahas tadi pagi.
Ya, luar biasa. Kelihatannya asli sekali.
Seperti bungkus ini. Persis dengan bungkus hamburger.
- Oh, bungkusan itu asli. - Apa?
Iya. Aku selalu menaruh benda asli.
Semacam benda bersinar diatas plester.
Kau tahu, taruh begitu saja.
Um, kamu bawa ini di acara MoMA?
Apa benda aslinya juga dipamerin disana atau —
Oh, iya. Tentu.
Ini punyaku. Kamu ambil ini dari dapur karyawan.
Bukan, itu aku yang buat.
Ini sangat bagus untuk kulitmu. Seperti kandungan mineral di dalamnya.
- Coba lihat! - Biar aku selesaiin dulu!
- Gak cocok tahu. - Cocok. Kasi aku beresin dulu.
Kulitmu lebih glowing dari aku.
Oke. Tunggu saja. Kamu bakalan lihat. Biar aku rias muka mu dulu.
- Apa — Kamu mau kemana? - Aku tida kemana-mana sampai jam 2.
- Oh, sampai jumpa di jam 2. - Oke. Sampai jumpa.
Pria arah jam 1.
Tidak lucu. Sapa dia.
Hi.
Hi.
- Pupurnya tidak cocok dengan warna kulitmu. - Aku tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.