200 บรรทัดแรก
SERIAL DOKUMENTER NETFLIX
SAN DIEGO, CALIFORNIA
KEMISKINAN TIDAK ENAK PHOENIX, ARIZONA
Dia datang.
Semua, tetap tenang.
Target sudah ada di lokasi.
- Dimengerti. - Ini bisa jadi ricuh dalam sekejap.
Dia keluar dari mobil.
Topi biru. Kemeja lengan pendek cokelat.
Celana jin biru, sepatu kets putih.
Bob, kenapa kau tak keluar saja dan bilang kau bukan D.B. Cooper?
Pada malam Thanksgiving 1971, penerbangan Northwest dibajak…
FBI tak bisa memecahkan kasus ini…
Cooper menjadi legenda setelah membajak pesawat
dan terjun payung membawa kabur uang tunai 200,000 dolar.
…pencuri nekat bernama D.B. Cooper.
D.B. Cooper…
D.B. Cooper…
D.B. Cooper…
Pembajak pesawat yang paling cerdas dan tentunya paling nekat
sepanjang sejarah.
Rasanya luar biasa bahwa kita baru saja memperingati 50 tahun
kasus D.B. Cooper,
satu-satunya kasus pembajakan pesawat yang belum terpecahkan
dalam sejarah zaman kita.
Apa yang dia capai sungguh luar biasa.
Dia melarikan diri,
sukses melawan otoritas, dan tidak melukai satu pun warga.
Itulah mengapa dia menjadi legenda saat ini.
Kami punya saksi mata yang melihatmu di Oregon
saat aksi pembajakan. Apa kau di sana?
Timku sangat yakin bahwa kami telah menemukan D.B Cooper.
Kami punya lebih dari 100 bukti.
Kami berurusan dengan pria dengan identitas bunglon. Penipu.
Aku di sini karena aku ingin kebenarannya terungkap.
Jika menyakitkan, aku siap.
Kasus ini seperti maraton.
Penuh pengorbanan dan tantangan. Hingga kami mempertanyakan kewarasan.
Kami dipaksa untuk memercayai hal-hal yang mustahil.
Intinya, aku tak suka teori, cerita rakyat, legenda.
Aku pakai fakta.
Halo?
Tim penyelidik kasus dingin
yakin bahwa kau adalah D.B. Cooper yang digunjingkan itu.
Digunjingkan atau terkenal? Sepertinya terkenal.
Baiklah.
EPISODE 1 AMBIL UANGNYA DAN LOMPAT
LOS ANGELES, CALIFORNIA
Ini perjalanan terlamaku, sepuluh tahun memecahkan kasus.
Aku hanya ingin berbagi pertanyaan yang selalu kudapat,
yaitu, "Mengapa?"
Kenapa aku menangani, istriku juga,
kenapa kami menangani kasus buntu berusia 50 tahun ini?
Kasus ini memengaruhi anggota keluargaku.
MASKAPAI NORTHWEST ORIENT
Aku jadi saksi diriku dan istriku frustrasi.
Aku jadi saksi anak-anakku tumbuh dewasa,
dan kami menghabiskan banyak uang selama melalui itu semua.
Seluruh keluargaku sepakat untuk bertahan
karena mereka percaya kami punya kebenarannya.
24 NOVEMBER
Apa yang Cooper berhasil lakukan sangatlah sulit
dia menggarapnya dengan sempurna.
Terutama jika kita semua ingat, saat itu Rabu sebelum Thanksgiving,
salah satu hari berpergian tersibuk.
Lima puluh tahun lalu, aku mahasiswa tingkat dua di Universitas Oregon.
Aku menelepon orang tuaku
dan bilang, "Aku dapat penerbangan 37 menit dari Portland ke Seattle."
Matahari masih tampak, tapi mendung.
Berjalan menaiki tangga belakang, duduk di belakang sisi kiri,
aku tak memperhatikan sekitarku
sampai pesawat lepas landas.
Aku menyadari seorang pria duduk di sebelahku
memakai kacamata hitam.
Dan kupikir, "Agak aneh."
"Dia pikir dia siapa?"
Penerbangan dari Portland ke Seattle hanya selemparan batu.
Bahkan tak ada waktu untuk minum di pesawat.
Setelah pesawat lepas landas,
pria berpenampilan aneh ini memberikan secarik pesan ke pramugari.
Aku mengabaikannya.
Lalu dia bilang…
FLORENCE SCHAFFNER PRAMUGARI
"Tolong kau baca pesan ini."
Pesan itu tertulis,
"Nona, aku bawa bom di tas kerjaku."
"Duduklah di sampingku."
Ini adalah awal drama luar biasa D.B. Cooper.
Aku ingat pramugari itu bicara,
lalu dia berdiri dan pergi ke telepon,
tapi aku tak tahu apa yang terjadi.
Dia meminta 200,000 dolar dalam mata uang AS dan empat parasut.
Meminta uang bisa dimengerti,
tapi parasut?
Kenapa pria ini meminta parasut?
Dia sangat cerdas. Dia tak meminta satu atau dua.
Dia meminta empat.
Dia berpikir bahwa awak kabin akan memberikan parasut palsu,
lalu dia mati. Namun, jika dia meminta empat,
"Dia akan menyandera. kita tak bisa menipunya."
Sangat cerdas, brilian.
KENCANGKAN SABUK PENGAMAN
Pilot memberi pengumuman, "Pesawat mengalami kendala mesin
dan akan kehabisan bahan bakar."
"Semua penumpang dimohon pindah ke barisan depan.
Selama insiden itu, aku tak tahu apa yang terjadi.
Kami masih terbang, tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Cooper mencegah pesawatnya mendarat di Seattle, sebelum semua hal
sudah diatur dengan benar di bandara, jadi pesawatnya harus berputar-putar.
Hari mulai gelap.
Hari itu berubah menjadi malam badai.
Setelah pembajak tahu bahwa tuntutannya telah dipenuhi,
uang tunai 200,000 dolar,
kalau sekarang kira-kira bernilai 1,000.000 dolar,
dan mendapatkan parasut yang dia inginkan,
pesawat pun mendarat di Seattle.
Penembak jitu mengawasi pesawat.
Cooper meminta pramugari menutup jendela.
Pesawatnya menjadi gelap.
Satu pramugari keluar, seorang detektif memberinya sekantong besar uang.
Lalu dia mengeluarkan parasutnya dan semua penumpang keluar.
Kami satu setengah kilometer dari terminal dan kami dijemput bus,
pergi kembali ke bandara.
Seluruh 36 penumpang pesawat sudah turun di Seattle tadi malam,
sedangkan empat awak dan satu pembajak tetap di pesawat.
Ada banyak sekali awak media yang datang ke sana.
Agen FBI di sana mewawancarai semua orang.
Mereka bilang, "Pesawat kalian dibajak." Jadi itulah kabar pertama yang kudengar.
Para awak tak memberi tahu apa yang sedang terjadi,
kurasa untuk mencegah kepanikan.
Kami sungguh tak tahu apa yang terjadi.
Kami berputar-putar sekitar dua setengah jam.
Tak ada yang tahu apa yang terjadi.
- Kapan Anda tahu? - Saat mendarat, saat uang itu diberikan.
Sang pembajak menggunakan setelan bisnis, meminta 200,000 dolar,
membawa tas kerja polos yang dia katakan berisi alat peledak.
Aku melihat baterai besar dan enam batang dinamit
dililit di baterainya.
Dan dia bilang padaku,
"Tugasmu hanya satu, memasang kabel ke gawai ini
dan kita semua akan mati."
Aku pulang ke rumah dan mulai memikirkan kejadian itu.
Fakta bahwa aku duduk bersebelahan
dengan bom.
BANDARA SEATTLE - TACOMA
Pada musim gugur 1971, saat pembajakan itu terjadi,
pengalaman berpergian dengan pesawat sangat berbeda dengan sekarang.
Masuk ke bandara rasanya sama seperti masuk ke supermarket.
Hai.
- Tujuan? - Katakan saja, "Di mana aksinya."
Aku suka saat orang bertanya soal keamanan bandara pada 1970-an.
Jawabannya adalah, setidaknya dalam ingatanku,
"Keamanan bandara apa?" Aku tak ingat sama sekali.
Tak ada pendeteksi metal atau perlu melepas sepatu.
Tak ada anjing pelacak.
Tentunya tak ada yang menggeledah atau memeriksamu dengan sensor metal.
Tinggal masuk saja, membayar 20 dolar,
dan kau dapat tiket ke Dallas. Kira-kira begitu keadaannya.
Itu yang dilakukan Cooper.
Hari itu, dia pergi dan membeli tiket. Santai sekali.
Ingat, ini adalah awal ledakan perjalanan udara komersial.
Mereka ingin pengalaman mengudara jadi mengasyikkan.
Cara terbang macam apa itu?
Penerbangan sampanye.
Namun, sayangnya pada saat itu, pramugari jadi objek fantasi seksual.
PENARI UDARA
Saat Anda disambut oleh Nona Braniff International di pesawat,
beginilah penampilannya.
Pada awal 1970-an, menjadi pramugari sangatlah pelik.
Mereka terus-menerus dilecehkan secara seksual.
Upah mereka tak setara dengan para pekerja pria.
Jadwal kerja mereka gila-gilaan.
Mereka dikekang dengan standar penampilan yang ketat dan tak adil.
Dia tak hanya cantik. Dia cukup pintar.
Saat D.B. Cooper memberikan pesan kepada pramugari,
dia mungkin adalah orang kesepuluh yang memberikan secarik pesan.
Saat itu, menjadi pramugari itu sulit
dan dengan cepat bergerak menjadi dunia yang berbahaya.
Tim pembajak gerilya menyerang empat maskapai hampir bersamaan.
Satu agen di Houston, Texas tewas, yang lain luka-luka.
Pembajakan udara bukanlah fenomena baru.
12 SEPTEMBER 1970
Aku pernah bekerja di CIA.
Kami dapat laporan pembajakan
dan tiap bulan ada laporan baru masuk.
Lalu lama-kelamaan makin banyak.
Lima belas siswa radikal Jepang bersenjatakan katana,
pistol, dan bom buatan sendiri, telah membajak pesawat Japan Airlines.
Tentu saja, semua pembajakan itu punya tujuan politik.
Mereka menghukum sebuah negara, sebuah kelompok.
Mereka menjadikan diri mereka lebih besar dan lebih beringas dari yang aslinya.
Kenapa kau berpikir dia membawa pistol?
Dia mengkonfrontasiku dengan benda keras di punggungku.
Dia bilang, "Kita ke Havana, Kuba. Bawa aku ke kokpit."
Hanya ada dua alasan pembajakan pesawat.
Pertama, mengancam membunuh orang dan menuntut uang,
atau terbang ke suatu tempat, misalnya Kuba.
Dulu, orang-orang Kuba kebanyakan adalah pemuda radikal
yang ingin melarikan diri dari sana.
Lalu, ternyata itu apa?
No comments yet. Be the first to leave one.