200 บรรทัดแรก
=Saimdang: Light's Diary= =Brought to you by GoldenEto=
Ibu, hari ini kita mau makan malam apa ?
Makan apa, ya ?
Selamat datang.
Bagaimana kalau panekuk labu ?
Ya, itu enak.
Yang ini bagus.
Pilihkan.
Wah, siapa ini ?
Nyonya Shin.
Lama tak jumpa.
Selama ini kau sehat-sehat saja ?
Apakah dia seusiamu dulu ?
Saat rambutmu masih dikepang di Woonpyeongsa?
Cepat menjauh.
Jangan kasar begitu, kita sudah lama tak bertemu.
Disini ... bukanlah Woonpyeongsa.
Minggir !
Kau ingin diusir kembali ?
Atau ...
kau ingin dibunuh kali ini ?
Lama tak bersua, Lee Gyeom.
Sampai sekarang, kau masih mengekori nyonya ini ?
Kau sudah ingin mati ?
Tuan.
Kita harus kembali.
Sampai ketemu lagi.
Sungguh ... dasar orang jahat !
Orang sepertinya harusnya dipenjara !
Yaa !
Keterlaluan.
Selamat datang.
Apa terjadi sesuatu ?
Ia berpapasan dengan Saimdang dan Lee Gyeom, sehingga terjadi insiden kecil.
Apa ?
Syukurlah, tidak berkembang jadi besar.
Tuan juga, harusnya hati-hati.
Omong-omong, apakah Tuan dan Ibuku teman masa kecil ?
Mae Chang.
Teman ?
Benar, kami teman.
Sangat akrab.
Dia dulu bagaimana ? Ibuku ...
Apakah Ia pendiam dan tertutup
apakah dari dulu Ia selalu mengemukakan pendapatnya ?
Pendiam ?
Pendiam ... Benar ...
Ia memang diam-diam memanjat tembok rumah orang.
Memanjat tembok ?
- Benar. - Ibu, benarkah itu ?
- Ibu, ceritakan padaku. - Ayolah.
Benarkah itu ?
Sejak kemarin Ia masih makan dengan baik.
Entah kenapa mendadak Ia tidak sehat hari ini.
Bagaimana kondisi kesehatan Yang Mulia ?
Yang Mulia lemah dan tidak bertenaga.
Aku akan tingkatkan dosis obatnya untuk memberi kekuatan.
Baiklah. Kau bisa pergi.
Sudah siuman, Yang Mulia ?
Melihat betapa lemahnya Raja ...
Aku merasa langit telah runtuh.
Aku bisa mengingat saat Ia dulu sekuat dan sehebat gunung.
Jangan terlalu khawatir.
Ia orang yang kuat. Ia akan melewati semuanya.
Paman, aku ada permintaan.
Harus kau lakukan.
Aku ingin lukisan dimana Raja terlihat kuat demi menenangkannya.
Aku ingin Paman mengambil alih Dohwaseo.
Dohwaseo : Kantor yang bertanggungjawab pada seni lukis
Aku tahu.
Paman tidak suka terikat dalam jabatan pemerintahan.
Saat Raja tidak sehat, Ia tidak bisa melawan para mentri.
Masa depanku terasa gelap dan muram.
Aku tidak punya pendukung di istana ini.
Kembalilah. Jadilah kekuatan untukku.
Sebelum kita memulai upacara penghormatan leluhur kita bahas dulu mengenai lukisan potret raja.
Aku akan menunjuk Lee Gyeom untuk bertanggung jawab pada Dohwaseo.
Demi kelangsungan pemerintahan aku yakin tujuanmu baik, Pangeran.
Namun, semuanya harus melalui prosedur yang tepat.
Itu pendapatku.
Menurut peraturan, potret raja harus dibawah tanggung jawab keluarga kerajaan.
Bukankah itu Lee Gyeom orang yang tepat ?
Lee Gyeom adalah Pemimpin Byikdang dan keluarga Kerajaan.
Apalagi yang dibutuhkan ?
Aku akan berikan otoritas penuh mengenai lukisan potret Raja.
Selesaikan sesuai keinginannya dan penuhi tugasmu.
Budimu tak terkira.
Yang Mulia.
Aku berharap untuk memilih pelukis baru untuk potret ini.
Bukan seniman dari Dohwaseo ?
PENGUMUMAN PEMILIHAN ANGGOTA DOHWASEO
Mereka memilih pelukis baru di Dohwaseo.
Kenapa ? Kau ingin mencoba ?
Bukankah semua pelukis ingin berada di Dohwaseo ?
Tapi katanya masuk kesana sama susahnya dengan terbang ke langit.
Nah, kita akan mulai tes Dohwaseo.
Pohon bambu, pemandangan, orang, binatang, mahluk dan tumbuhan.
Lukis 2 dari semua itu dan kumpulkan pada batas waktu yang ditentukan.
Nah, mari kita mulai.
LEE MAE CHANG PUTRI SAIMDANG
Di ronde pertama, nilai tertinggi ada disini ...
Dimana pelukis lukisan ini ?
Aku.
Kalau begitu, bagaimana aku bisa melihat dunia dengan mata yang jernih ?
Menurut ibu, mata Mae Chang sudah jernih.
Orang yang mendapat nilai tertinggi di lukisan ini
sudah memiliki bakat yang cukup untuk diterima di Dohwaseo.
Tapi masih ada ronde kedua.
Gunakan sisa waktu yang ada untuk melukis lukisan yang bagus.
Ya, aku mengerti.
Bukankah lukisan ini mirip denganmu ?
Bagaimana ?
Kontur dan dimensinya sangat seimbang.
Mimiknya juga dilukis dengan baik.
Kau dapat melukis mimik wajah dengan baik.
Sungguh luar biasa.
Iyakan ? Kemampuan seniku sangat baik.
Aku dalam kondisi prima.
Sepertinya aku sangat berbakat menangkap mimik wajah orang.
Haruskah aku melukis potret raja ?
Maafkan aku, tapi ... setahuku wanita tidak boleh menjadi pelukis di Dohwaseo.
Peraturan macam apa itu ?!
Permisi!
Ada apa ?
Sepertinya ...
orang ini perempuan.
Berikan identitasmu.
Tadi, kau sudah melihatnya.
Oh-ho, cepat tunjukan identitasmu!
Alamat di Soojinbang, Namamu Lee Seon ?
Apa dia dirimu ?
Ya, aku Lee Seon.
Tidak, aku yakin dia perempuan.
Lihat saja wajahnya.
Tidak benar.
Baiklah.
Kalau begitu, lepaskan atasanmu.
Apa ?!
Jika kau laki-laki tidak masalah.
Tunggu apalagi ?
Cepat lepaskan atasanmu !
Ayo lepaskan.
Saat ini sedang dilakukan ujian untuk memilih pelukis baru di Dohwaseo.
Anda ingin melihat ?
Baiklah ?
Baik.
Lepaskan. Lepaskan aku !
Lepaskan !
Aey dasar ! Perempuan tidak boleh disini !
Jelas-jelas lukisanku mendapat peringkat tertinggi.
Kenapa menyeretku keluar hanya karena aku perempuan ?!
Aku juara satu, tapi aku tidak bisa ikut serta karena aku perempuan ?!
Tidak masuk akal.
Kalau merasa tidak adil, lahir saja lagi sebagai laki-laki !
Omong kosong macam apa itu ?!
Kenapa anak perempuan ini membantah terus ?!
Itu peraturan aku bisa apalagi ?!
Bagaimana ibumu mendidik anak perempuannya ?
Barusan kau mengatai ibuku ?!
Benar, aku mengatainya. Kenapa ?!!
Yaa !!
- Anak ini ! - Ada apa ini ?!
Gadis ini berusaha mengikuti ujian Dohwaseo.
Tunggu ... bukankah kau Mae Chang ?
Tuan ...
Dia adalah Mae Chang, putri dari nyonya di desa pemukiman Yangryu.
Kau putri Nyonya Shin ?
Ia Putra Mahkota, beri salammu.
Namaku Lee Mae Chang.
Katakan apa yang terjadi.
Mereka bilang aku tidak bisa bekerja di Dohwaseo karena aku perempuan.
Lukisanku mendapat nilai tertinggi
Tapi aku tidak bisa berpartisipasi karena aku perempuan.
Ini tidak adil sekali.
Jika ingin memilih pelukis terbaik di Joseon
bukankah harusnya itu didasari oleh bakat ?
Ini sangat tidak adil.
Ini dunia yang aneh !
Anak yang sungguh pemberani.
Tapi perkataannya tidak salah.
Anak-anak.
- Ibu. - Hari kalian baik ?
Sudah pulang ?
Ibu kau sudah bekerja keras hari ini.
Seon, pekerjaan pandai besimu berjalan lancar ?
Ya, belakangan ini aku membuat pisau.
Tapi, Mae Chang tidak kelihatan.
Ia tidak bersama ibu ?
Aku pikir Ia pergi menemuimu seperti waktu itu.
Tidak, Ia tidak datang.
Apa ?
Tapi, pagi-pagi Ia sudah pergi dan tidak kelihatan seharian.
Haruskah kita melapor ke polisi ?
Dia seusiamu dulu.
Jangan mendekat !
Ada orang ?
Nyonya Shin.
Kau sehat ?
Ada apa ?
Ini, pamanku ingin aku mengirimkan surat ini.
No comments yet. Be the first to leave one.