200 บรรทัดแรก
Baiklah, Semuanya. Ini makanan terakhir kalian.
- Jadi, makanlah. - Ya!
Mulai sekarang, kalian tak akan gunakan kamar mandi.
Berat badan kita harus terus naik
agar turun lebih drastis.
Musim panas ini, perusahaan mensponsori
kontes penurunan berat badan antara kantor cabang.
Kantor cabang yang total beratnya turun paling banyak
mendapatkan tiga hari libur tambahan.
Harus kita apakan semua sisa makanan ini?
Akan kubawa pangsitnya untuk istriku.
Tidak. Ini makanan terakhir kalian.
Tak boleh ada yang tersisa.
Aku bisa membawa pulang makanan ini.
Kubawa pangsitku.
Silakan. Bawa pulang untuk istrimu.
- Dwight! - Michael, sudah saatnya.
Naik ke timbangan, Semuanya.
Naik saja ke pelataran hitam itu.
Lewat sini. Naiklah ke situ.
Jangan rusak timbanganku.
Aku mau lebih kurus sebelum menikah
karena ingin memiliki
otot perut kekar
saat kali pertama Angela melihatku bugil.
- Permisi. - Tidak, aku akan meremasmu.
Baik, Semuanya. Biasakan diri kalian
karena kita akan menyempatkan diri untuk berdiri di sini
tiap Senin selama tujuh pekan ke depan.
Sebentar. Satu suapan pastri lagi.
Tahan di mulutmu jika tak bisa ditelan.
Sungguh? Lupakan.
Beratnya 1.060 kilogram.
Kalian harus mengatur pola makan.
Tunggu. Pam masih di timbangan.
Pam-ekuk, hampir lupa.
Kami ingin menerima berat badanmu,
tapi kau akan tinggalkan kami pekan depan,
maka menyingkirlah.
- Baiklah. - Menyingkirlah, Pam.
Keluarga Dunder Mifflin saja.
Khusus keluarga.
Baiklah, 1.002 kilogram.
Pam, beratmu 102 kilogram?
Nyaris, Kevin.
Tak nyaris juga, Holly.
Maksudku, bahkan tak sampai 90 kilogram.
- Matematika itu sulit. - Ya.
Lanjutkan saja.
PEKAN KEDUA 7 JULI
Hari ini berat badanku pasti turun drastis.
Sepekan ini, aku hanya makan dada ayam dan sekotak kola rendah gula.
- Sungguh? - Ya.
Karena aku belum makan sejak siang di hari Jumat.
Baiklah.
Stanley, ayo.
Ada yang ketinggalan di mobilku. Aku akan menyusul kalian.
Baiklah.
Aku menurunkan berat badan
karena alasanku sendiri.
Sebenarnya, kecepatan dan semangatku
agak berkurang.
Tubuhku pernah seperti ini.
Lihatlah biseps ini.
Kami bertarung dan memakan apa saja yang kami mau.
Dan lekukkan punggung kalian.
Lalu, perlahan tegakkan kepala kalian.
- Jimbo. - Mereka memindahkan kamar mandinya.
Sudah lihat bokong Holly?
Belum.
- Kau tahu kenapa? - Kenapa?
Karena biasanya kita tak bicarakan bokong teman.
- Memang. - Tapi apa yang kau tahu tentang dia?
Aku tahu kaki kirinya patah dua kali dalam setahun.
Aku tahu
dia alergi dengan biji wijen.
Aku tahu dia telah membaca Lonesome Dove tiga kali.
- Bagus. - Dan bokongnya tak mau lenyap!
Ya, aku pernah mencoba.
Kau harus setuju denganku.
Itu gila.
Aku nanti saja. Kukira kau mau buang air.
Hei, jika kau menyukai yoga,
aku mengikuti kelas Bikram yang bagus di Dickson City.
Terima kasih. Akan kucari tahu soal itu.
Serta, tak ada tekanan,
dan gurunya, dia hebat.
Sebenarnya, aku lesbian.
Aku homoseksual.
Aku bukan lesbian.
Entah kenapa aku mengatakan itu.
Lelucon bodoh.
Apa leluconnya?
Tidak ada leluconnya.
Aku mengatakan itu karena kurang beruntung
belakangan ini
dan sedang tak ingin berpacaran.
Jadi, mungkin aku sebaiknya mulai menyukai wanita.
Pikirmu itu pilihan?
Aku akan kembali ke area kerjaku dan...
Aku hanya bergurau, Holly.
Sudah kuduga.
- Baiklah, dah. - Dah.
- Jadi, kau punya petunjuknya? - Ya.
- Kau punya sikat gigi? - Ya.
- Kau punya pengisi daya ponsel? - Aku punya segalanya.
Besok, aku mulai mengikuti program desain tiga bulan
di Pratt Institute di New York.
Aku akan menjadi ikan kecil di dalam apel besar.
Ada apa, 212?
- Kirim faks ini. - Ayolah.
Dia ke New York sepuluh menit lagi.
Dia tak butuh sepuluh menit untuk mengirimkannya, Jim.
Jika kita tak bertemu lagi, dah.
Sebenarnya, kita akan bertemu
saat kau memberiku konfirmasi pengiriman, jadi, lupakan.
Ang... ela.
Ela ela ela
Under my angerela
Ela ela ela
Eh eh eh
- Apa? - Hei, periksa ini.
Ini The Breakers, di Newport, Rhode Island.
Rumah besar yang luar biasa cantik,
menghadap ke Samudra Atlantik.
Dan ayahku berkuliah di Cornell bersama penjaga taman saat ini.
Tiap anak laki-laki berfantasi
tentang pernikahan dongengnya.
Tidak.
Di sinilah orang tuaku memutuskan untuk tak bercerai.
- Aku tak peduli. - Baiklah.
Apa pendapatmu tentang Maine?
Aku sedang bertanya.
Sampai nanti, Sayang.
Kita bersenang-senang di sana, Wanita Kecil.
Itu kali terakhir, Dwight.
- Aku serius. - Sayang...
Jangan.
Aku punya tunangan yang sangat kusukai.
Hei!
TANGGA
Pam!
Hei!
- Ada apa? - Aku menulis puisi perpisahan.
Isinya panjang. Itu ketinggalan di kantorku.
Bisa tunggu agar kuambilkan?
- Aku harus berangkat. - Tidak!
Baiklah.
Kata terakhirnya adalah "burung camar".
Aku yakin puisinya sangat manis.
Aku banyak mengutip puisi lain.
Hubungi aku saat kau masuk.
- Baiklah, dah. - Dah.
- Baiklah, hubungi aku... - Tidak, Michael.
Kenapa aku belum melamar?
Sebenarnya, sudah kami bahas.
Dan kami memutuskan...
tak mau berpisah
tiga bulan pertama pertunangan kami.
Dan Pam selalu bilang tak suka pertunangan yang lama.
Mungkin karena kenangan masa lalunya.
Aku kurang tahu cerita lengkapnya.
Kurang lebih, soal seorang pria yang pernah bekerja di sini.
Baik... Jangan!
- Posisinya seperti pekan lalu. - Tak ada bedanya, Michael.
Ada. Ini soal perpindahan berat.
Pembagian beratnya harus sama.
Di sini. Ayo.
- Geser lagi. Baiklah. - Timbangan lagi...
Senang bertemu denganmu di sini.
Baiklah.
Tersenyumlah, Semuanya.
Kalian turun 14 kg.
988 KG
- Hei! - Hore!
- Bagus! - Ya!
Tak kusangka aku katakan ini, tapi Michael benar-benar akrab dengan Holly.
Kurasa aku tahu alasannya.
Karena Holly sangat aneh.
Aku MC Mike Scott dan aku seksi
Dia Disjoki Jazzy Flax Dan dia yang terbaik
Semua kantor cabang pecundang itu Bisa mengisap lemak kami
PEKAN KETIGA 14 JULI
Dunder Mifflin. Dengan Ronnie.
RESEPSIONIS
Aku kurang kenal Ronnie.
Tapi aku punya firasat akan makin akrab dengannya
beberapa tahun kelak.
Dan akhirnya menyatakan cintaku.
Maaf, aku terlambat.
Aku tak sengaja mengganti pengaturan alarmku
menjadi Zapf Chancery.
Ini transisi yang buruk
di pelajaran kita,
Tipografi Ekspresif di Media Baru.
Aku salah masuk kelas.
Mungkin ada yang ingat dari semester lalu.
Aku Profesor Monaghan dan...
Sepertinya aku sudah membuat seseorang bosan.
- Tidak, aku hanya... - Harap duduk.
No comments yet. Be the first to leave one.