Orange

Orange

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

(オレンジ)Orange E08-Rmihawk
ความคิดเห็นโดย 4rthurPendragon
Rmihawk <><><> Dramaindo,com /\ www.oploverz.net /\ www.oplss-team.com Cocok untuk versi Horriblesubs

แท็ก

other
เผยแพร่เมื่อ: 2016-09-09
ดาวน์โหลด: 48
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Hei, Kakeru.

Ya?

Kau lagi ngedengerin apa?

Hagita mungkin takkan tahu.

Aku pasti tahu.

Jangan meremehkanku!

Nggak mau, ah.

Ayolah!

Kasih tahu nggak, yah ....

Ayolah!

Kasih tahu nggak, yah ....

Dengar bentar, dong!

Kenapa?

Dengar bentar boleh, dong.

Ayo, pinjemin dong!

Kenapa?

Sudah kubilang ....

Mau dengar?

Mata kita saling bertatapan.

Aku membatalkan rencanaku untuk bertemu teman-temanku dari Tokyo.

Eh?

Soalnya aku sudah membuat janji dengan Suwa.

Lagian, dia juga lebih menyenangkan.

Begitu, ya.

Hei, aku juga mau dengar!

Kakeru, kau suka menjahili Hagita, ya?

Ya, soalnya menyenangkan.

Maaf, ya!

Menyenangkan, ya?

Syukurlah kalau begitu.

Jangan begitulah!

Aku bisa memberitahukan perasaanku pada Kakeru.

Berkat surat itu,

aku bisa berubah!

Naruse, oper!

Naho.

Naho, kamu tak menyembu- nyikan sesuatu dari kami, 'kan?

Heh?

Ti-Tidak, kok!

Aku tak bermaksud untuk menyembunyikannya, tapi

kemarin aku mengakui perasaanku pada Kakeru.

Berani sekali!

Selamat atas pacar pertamamu!

Eh?

Ayo rayakan dengan kacang merah dan beras!

Pacar?

Atau yang lainnya juga boleh.

Tapi, kami tak bilang kalau kami pacaran.

Lalu, yang lain apa?

Apa masih ada hal lain yang kamu sembunyikan?

Hal lain?

Kakeru!

Kau baik-baik saja, Kakeru?!

Naruse!

Sadarlah!

Bikin kaget saja.

Kau tiba-tiba saja pingsan.

Maaf ya, teman-teman.

Apa kau baik-baik saja?

Aku hanya sedikit pusing.

Apa kau sudah makan?

Ya, meski tak sebanyak dirimu.

Suwa kan rakus.

Kau harus lebih berhati-hati!

Kalau tidak, pacarmu mungkin akan menertawakanmu!

Pacarku?

Naho, lah!

Dia bukan pacarku.

Hah?!

Dia bukan pacarku.

Kami masih belum bilang kalau kami pacaran.

Bicara apa kau ini?

Jika kalian saling menyukai, seharusnya kalian pacaran!

Tapi, menurutku tak sesederhana itu.

Eh?

Saling menyu—

Hagita, kalau kau ngomong tuh situasinya bisa runyam, jadi diam saja!

Jika Naho dan aku pacaran,

mungkin saja aku akan menyakitinya.

Jika kami bisa bahagia bersama-sama tanpa pacaran,

kurasa begitu lebih baik.

Jadi, itu artinya kau sangat memikirkan tentang perasaan Naho, 'kan?

Tentu saja.

Tapi, aku

benar-benar menyukaimu!

Ya.

Ah, terima kasih sudah repot-repot datang.

Naruse, nenekmu datang untuk menjemputmu!

Kupikir aku tahu bagaimana perasaan Kakeru.

Jika Kakeru dan aku mulai berpacaran,

masa depan mungkin akan berubah drastis,

dan kami mungkin takkan bisa menyelamatkannya.

Maaf ya, Naho.

Kenapa minta maaf?

Karena tak bisa membuat Kakeru pacaran denganmu.

Aku tak apa-apa.

Di suratku dikatakan ...

... untuk mendukung hubungan ...

... di antara kalian berdua!

Tapi, aku tak bisa melakukannya.

Aku berpikir apa itu benar-benar surat dari diriku yang di masa depan?

Eh?

Apa di suratmu tak dikatakan ...

... bahwa Kakeru akan pingsan hari ini?

Tidak.

Kalau begitu, itu masa depan baru yang hanya terjadi di Dunia kita.

Mungkin itu terjadi karena dia bergabung di ekskul sepakbola.

Eh?

Dia masih baru bergabung di ekskul.

Jadi setiap hari dia berlatih dua kali lebih keras dari yang lainnya.

Karena itulah ....

Kupikir dia terlalu memaksakan dirinya.

Jika ekskul memberikan beban pada Kakeru,

apa mengajaknya bergabung adalah pilihan yang tepat?

Tentu saja tepat.

Kakeru sangat menikmatinya.

Hanya karena tak tertulis di dalam surat,

bukan berarti bergabungnya dengan ekskul itu salah.

Meski surat bisa mengubah masa depan,

kita tak tahu apa yang akan terjadi.

Itu membuatku sedikit gugup.

Sekarang, aku sedikit paham apa yang membuat Kakeru ...

... takut untuk membuat pilihan.

Aku tak pernah memikirkannya sebelumnya.

Naho Takamiya

Tapi, aku tahu kalau surat ini tak salah.

Surat ini sudah banyak membantuku.

1 Oktober Saat pelajaran olahraga, catatan waktu lari 100 meter setiap orang dicatat. Pelari untuk lomba lari estafet dipilih. Enam orang dari kelas kami, baik laki-laki dan perempuan yang akan berpartisipasi. Kakeru adalah pelari yang tercepat, jadi dia yang akan menjadi anchor.

Baik!

Apa semuanya sudah hadir?

Baik, bapak akan mengumumkan pelari estafet-nya!

Yang pertama, Naruse.

Karena larimu yang tercepat, jadi kau yang jadi anchor.

Eh?

Itu hebat, Kakeru.

Berjuanglah!

Anggota yang lainnya adalah ....

Untuk laki-laki, Hotaka dan Nagasaka.

Eh, aku juga?!

Perempuannya, Ootsuki, Shiojiri, dan Okaya.

Padahal, aku ingin ikut permainan lempar bola.

Tak ada lempar bola.

Benarkah?!

Kakeru sudah mengkhawatirkan lombanya sejak ia dipilih menjadi anchor.

Tapi saat hari dimulainya lari estafet Kakeru memimpin di depan sampai pergelangan kakinya terkilir dan dia terjatuh. Akibatnya, kelas kami juara terakhir. Kakeru merasa bersalah atas kekalahan tersebut.

Demi Kakeru, lakukan sesuatu agar dia tak menjadi anggota tim estafet.

Oh Dewa, Buddha, dan tuan Naruse!

Jika kita menang, aku akan mentraktirmu makan apa saja di McD!

Semoga kita bisa juara satu!

Berjuanglah!

Kalau kau pasti bisa juara satu!

Kami mengandalkanmu!

Kakeru.

Bagaimana kalau aku menggantikanmu?

Tak perlu memaksakan dirimu!

Eh?

I-Itu benar!

Kalau kau tertekan, lebih baik tak usah melakukannya.

Aku justru sangat menantikannya.

Akhirnya aku bisa berguna.

Aku senang sudah terpilih.

Benarkah?

Apakah itu tulus dari hatimu?

Eh?

Biarkan saja dia melakukannya.

Kau tak mau dia yang lari, ya?

Tidak, bukan begitu.

Habisnya, tempo hari Kakeru pingsan.

Aku hanya khawatir.

Bagaimana kalau terjadi sesuatu?

Aku juga tahu, tapi ....

Dia bilang dia ingin melakukannya.

Mungkin sebaiknya memang tak usah.

Jika aku terjatuh di tengah-tengah perlombaan, aku akan merepotkan semuanya.

Suwa, maukah kau menggantikanku?

Y-Ya, tentu.

Apa kau yakin?

Ya!

Rasanya aku melakukan sesuatu yang salah.

Tak kusangka Kakeru akan mengiyakannya.

Mungkin sebaiknya kita membiarkannya ikut.

Tapi, di surat tertulis seperti itu.

Suwa, ke sini sebentar!

Eh?

Aku?

Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami?

Sesuatu mengenai Kakeru.

Suwa.

Pak guru!

Ada apa, Naruse?

Ada sesuatu yang ingin kukatakan mengenai lari estafet-nya.

Aku ....

Ada apa?

Kau tak mau menjadi anchor?

Ya!

Pak guru!

Aku mau jadi pelari estafet-nya!

Eh, ada apa ini?

Apa Taka sudah gila?

Pak guru!

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left