The Sacrifice (Offret)

The Sacrifice (Offret) (Offret)

ดาวน์โหลดคำบรรยายIndonesian

ข้อมูลรุ่น

The Sacrifice 1986 REMASTERED 1080p BluRay x264-DEPTH
ความคิดเห็นโดย The_Fobsos
Semoga subtitle-nya bermanfaat ^_^. Jika ingin memberi kritik, saran, dan mengoreksi silakan komen, ya ^_^.

แท็ก

BluRay
x264
1080
เผยแพร่เมื่อ: 2020-10-12
ดาวน์โหลด: 192
ผู้พิการทางการได้ยิน: No

ตัวอย่างคำบรรยาย Indonesian

200 บรรทัดแรก

Penerjemah: The Fobsos

Film ini direstorasi pada tahun 2016 dari negatif film aslinya...

...dengan pendanaan dari CNC.

Restorasi gambar oleh Eclair, suara oleh L.E. Diapason.

PENGORBANAN

Kemarilah dan bantu Papa, Nak!

Dahulu kala...

...seorang biksu tua tinggal di biara Ortodoks.

Ia bernama Pamve.

Dan suatu ketika ia menanam pohon yang tandus di lereng gunung...

...seperti pohon ini.

Kemudian ia memberi tahu murid mudanya,...

...seorang biksu yang punya nama Ioann Kolov,...

...bahwa ia harus menyirami pohon itu tiap hari hingga pohon itu hidup.

Taruh beberapa batu di situ, ya?

Bagaimanapun, setiap pagi...

...Ioann mengisi gayung dengan air dan keluar dari biara.

Ia mendaki gunung dan menyirami pohon yang layu itu...

...dan di malam hari ketika kegelapan telah datang...

...ia kembali ke biara.

Ia melakukannya selama tiga tahun.

Dan pada suatu hari yang cerah,...

...ia mendaki gunung dan melihat...

...bahwa pohon itu berbunga!

Katakan apa yang kau mau, namun metode, sistem, punya kebaikannya sendiri.

Kau tahu, kadang Papa bilang pada diri sendiri,...

...jika setiap hari,...

...pada waktu yang sama persis,...

...seseorang melakukan tindakan tunggal yang sama,...

...seperti ritual,...

...konsisten, sistematis, setiap hari pada waktu yang sama,...

...dunia akan berubah.

Ya, sesuatu akan berubah. Itu akan berbuah.

Seseorang bisa bangun pagi, katakanlah,...

...bangun pukul tujuh tepat,...

...pergi ke kamar mandi,...

...mengambil segelas air dari keran,...

...dan menyiramkannya ke toilet. Hanya itu!

Hari ini aku akan sulit disingkirkan!

Indah, ya?

Seperti Ikebana Jepang.

Aku akan datang ke rumahmu...

...untuk mengucapkan selamat ulang tahun padamu.

Aku sangat tersanjung atas undangannya!

Ini yang terakhir.

Kantor pos ditutup.

Siapa pun yang datang sekarang harus menunggu sampai besok.

Ini!/ Aku tak memakai kacamataku. Tolong bacakan.

"Selamat Ulang Tahun, Teman Baikku - Berhenti.

Mighty Richard menyapa Pangeran Myshkin yang baik - Berhenti.

Tuhan melimpahkanmu kegembiraan, kesehatan dan kedamaian - Berhenti.

Dari teman-temanmu yang setia dan penuh kasih,...

...para Richardian dan para Idiotist - Berhenti."

Oh, sangat mengharukan!

Lelucon.

Teman-teman, dan lelucon mereka!

"Para Idiotist.." Itu tak terlalu buruk.

"Tuhan melimpahkanmu kegembiraan.."

Katakan, hubunganmu dengan Tuhan bagaimana?

Tidak ada, aku takut. Apa maksudmu?

Itu bisa menjadi lebih buruk.

Inilah dia...

...seorang jurnalis terkenal,...

...seorang kritikus teater dan sastra,...

...yang mengajar bidang estetika bagi mahasiswa di universitas.

Hei, tali laso-mu! Lari dan ambil!

Dan kau juga...

...menulis esai.

Namun kau sangat suram!

Apa yang kau maksud dengan "suram"?

Yah, kau seharusnya tak terlalu berduka.

Kau seharusnya tak merindukan sesuatu.

Kau seharusnya tak menunggu sebegitunya. Itu penting.

Seseorang seharusnya tak menunggu sesuatu.

"Seharusnya tak menunggu"? Siapa bilang aku menunggu sesuatu?

Kita semua...

...menunggu sesuatu!

Aku, misalnya.

Sepanjang hidupku, aku terus menunggu sesuatu.

Nyatanya, sepanjang hidupku, seolah-olah aku merasa...

...sedang menunggu di stasiun kereta api.

Dan aku selalu merasa seolah-olah...

...kehidupan yang telah kujalani sejauh ini,...

...benar-benar belum menjadi kehidupan nyata,...

...namun itu lama,...

...itu lama untuk menunggu sesuatu yang nyata,...

...sesuatu yang penting! Bagaimana denganmu?

Aku juga menunggu, jika itu yang kau maksud.

Aku tak pernah tahu kau tertarik dengan masalah macam itu.

Aku tertarik!

Aku pasti tertarik! Sayangnya.

Kadang aku dapat gagasan yang paling aneh.

Ya, aku serius.

Seperti kurcaci itu, misalnya.

Kurcaci yang terkenal itu!

Kurcaci apa?

Lihat kemari, kau berhasil membuatku bingung!

Oh, kau tahu siapa maksudku. Si bungkuk itu!

Eh? Orang yang disebut oleh Nietzsche.

Orang yang membuat Zarathustra pingsan.

Pingsan? Apa yang kau bicarakan?

Aku tanya, kau kenal Nietzsche?

Tidak, tidak secara pribadi.

Aku benar-benar belum mempelajarinya dengan cermat.

Namun...

...dia menarik minatku, aku tak bisa menyangkalnya.

Begitu?

Kadang aku dapat pikiran konyol di kepalaku,...

...pikiran seperti "kekambuhan selamanya" ini.

Kita hidup, kita mengalami pasang surut.

Kita berharap.

Kita menunggu sesuatu.

Kita berharap, kita kehilangan harapan, kita mendekati kematian.

Akhirnya kita mati...

...dan dilahirkan kembali. Namun kita tak ingat apa-apa.

Dan semua dimulai lagi, dari awal.

Tidak benar-benar sama,...

...hanya sedikit, sedikit berbeda.

Namun itu masih tanpa harapan...

...dan kita tak tahu mengapa.

Ya..

Tidak, maksudku.

Sungguh, itu sangat sama,...

...benar-benar sama.

Hanya pergelaran berikutnya, bisa dibilang begitu.

Jika aku harus melakukan semuanya lagi,...

...kurasa aku akan melakukannya dengan cara yang sama.

Lucu, ya?

Tapi aku telah dengar itu semua, itu bukanlah hal baru.

Kau bukan yang menggagas itu!

Apa kau berpikir bahwa umat manusia bisa merancang konsep universal,...

...sebuah pola, katakanlah,...

...hukum mutlak, kebenaran mutlak?

Sebab, itu seperti mencoba untuk menciptakan alam semesta baru!

Seperti menjadi sesosok demiurge!

Dan kau percaya pada kurcacimu, bukan? Dalam "kekambuhan"-mu?

Iya..

Kadang aku percaya.

Kau paham?

Jika aku benar-benar percaya,...

...itu akan terjadi seperti yang kukatakan.

"Percayalah bahwa itu telah diberikan...

...dan itu akan diberikan kepadamu."

Tapi sekarang kupikir aku akan pulang.

Sudah waktunya, aku harus memikirkan hadiahnya.

Kau tak perlu melakukan itu.

Ini hari yang sangat penting!

Kau akan dimakamkan di telegram!

Apa?

Apa yang kau gumamkan?

Pada mulanya adalah Firman.

Namun kau bisu, bisu bagai ikan.

Ikan kepala batu yang kecil.

Lihat kemari, Nak, kita telah tersesat.

Umat ​​manusia juga berada di jalan yang salah, jalan yang berbahaya.

Jadi, biar Papa gendong! Sayang, betapa beratnya dirimu.

Kesan pertama yang manusia..

Bagaimana kabar dia akhir-akhir ini? Baik-baik saja?

Iya.

Kabar dia dalam hal apa? Dia banyak bekerja.

Aku tak suka monolognya.

Alexander!

Dokter! Tunggu, kami akan mendatangimu.

Kau tidak punya perlengkapan untuk bertamasya di Afrika.

Ini pekerjaan, kau tahu.

Halo./ Halo! Selamat datang.

Semoga berbahagia./ Terima kasih.

Dan kau, Anak Muda, apa kabar?

Berdiam diri itu sulit, 'kan?

Aku bisa membayangkannya dengan baik. Namun itu bagus untukmu.

Kesupelan adalah beban.

Tak semua dari kita bisa menanggungnya.

Anakku yang pemberani./ Kenapa "anakku"? Dia milik kita.

Dia berkumur dan tidur sendirian.

Berkumur? Itu bukan apa-apa!

Pikirkan betapa baiknya dia berperilaku selama operasi ini.

Dia punya bakat untuk jadi pria sejati!

Sekarang, buka lebar-lebar.

Kelihatannya baik.

Pertahankan dan kau akan bisa bicara dalam seminggu.

Omong-omong, tahukah kau...

...bahwa Gandhi mengalami satu hari dalam...

...seminggu ketika ia tak bicara dengan siapa pun?

Itu sistemnya./ Kenapa?

Mungkin saja ia bosan dengan orang lain.

Haruskan kita berjalan?

Kau telah meninggalkan pasienmu.

Dan elegan sekali pakaianmu!

Pada saat-saat seperti ini, seseorang harus memenuhi ekspektasi.

Hadiahmu ada di bagasi.

Masih saja ada hadiah.

Sudah waktunya kita pulang./ Ya, kita semua.

Tapi kenapa kalian berdua tak kemudikan mobilnya?

Kami akan mengikutinya dengan jalan kaki.

Kami harus menyelesaikan obrolan kami. Benar, Nak?

Tolong jangan terlambat.

Mengerti, Pria Kecil?

Semuanya hampir siap.

Sudahkah Papa memberitahumu bagaimana mamamu...

...dan Papa menemukan tempat ini?

ความคิดเห็น

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left