200 บรรทัดแรก
kumpulkan cahaya
hikari wo atsumete
tinggalkan kenangan
sayonara no omoide wo
seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh
hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku
gelembung ingatan yang jadi rusak
kowarete shimau utakata no Memory
kelembutan air mata yang kesepian
samishisa no namida sotto fukou
ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan
nobashita te ha kanransha yasashiku toraete
bangkitkan kepingan ingatan
mezamesou na kioku no kakera
menunduk berharap 'tuk menghilang
utsumuite kiete hoshii to inoru kedo
namun kautemukan suaraku
kimi ga mitsukete kureta kono koe wo
jarum jam mulai berdetak
ugokidashita tokei no hari
dunia pun jadi penuh warna
sekai ha yagate irodzuite
hati plastik yang bersinar
Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo
takkan kulupakan dan ingatlah
wasurenai de oboete ite
hingga suatu hari kita kan bertemu
itsuka mata meguriaeru hi made
Janji yang Mau Kutepati
Rasanya aku beli kebanyakan, ya?
Tapi,
besok hari terakhirku bareng Souta.
Wah!
Sudah jam segini!
Aku harus cepat pulang!
Halo, Souta.
Ada apa?
Apa kabarnya Marcia?
Souta?
Marcia masih belum pulang juga.
Eh?
Aku dari Terminal Service.
Apa Marcia ada?
Saat ini, dia lagi belanja.
Oh!
Bisa kasih tahu, dia biasanya belanja di mana?
Kelihatannya itu petugas penarik Giftia palsu.
Usia hidup Marcia
tinggal 24 jam lagi.
Begitu lewat masa hidupnya...
Eh, om-om itu temannya Kak Tsukasa, 'kan?
Minta dia bawa Marcia ke sini dulu, ya?
Soal itu...
Tsukasa.
Souta.
Sepertinya om-om itu sudah menipumu
dan bawa Marcia kabur.
Masa?
Tapi, tenang saja.
Aku janji bakal temukan Marcia
dan bawa dia kembali.
Makanya,
kau tunggu di sini saja.
Rasanya dia memang didekati sama penarik Giftia gelap itu.
Baiklah.
Sekarang, kita berpencar dulu dan cari Marcia.
Jangan takut.
Masih ada waktu.
Baik!
Kalau akhirnya dia jadi Wanderer,
bakal kayak tiga tahun lalu, ya?
Kemungkinannya belum seratus persen.
Jangan bicara begitu.
Sebaiknya kulaporkan dulu situasinya ke GM kita, ya?
Tolong Pak Manajer saja yang urus, ya.
Kantor Pusat SAI
Pak GM Godou.
Ada telepon dari Yamanobe, Terminal Service #1.
Pak GM!
Begini.
Ada situasi yang lumayan gawat saat ini.
Kenapa?
Salah satu sasaran penarikan kami diculik salah satu penarik Giftia gelap,
dan kami kehilangan jejak mereka.
Berapa lama lagi usia hidupnya?
Ah, anu... Sampai jam satu siang besok.
Hubungi R. Security.
Situasinya darurat.
Aku mengerti, Pak.
Kalian teruskan saja pencariannya.
Aku bakal bantu dari sini.
Baik.
Gawat.
Enggak ketemu juga.
Kalau masih enggak ketemu, dia bisa...
Ayo cek area sekitar lagi.
Jaga-jaga, siapa tahu ada hasil.
Kita cari lebih teliti.
Sebetulnya aku terus terbayang sama kata-katanya Michiru kemarin.
Isla, apa kau tahu soal Wanderer?
Wanderer itu kasus yang langka.
Marcia belum tentu bakal jadi Wanderer.
Makanya...
Kita enggak boleh putus asa dulu sekarang.
Kau betul.
Terima kasih!
Tsukasa!
Bagaimana? Sudah ketemu?
Enggak, masih belum.
Oh.
Kami periksa sebelah sini lagi, deh.
Kau sama sekali belum tidur, 'kan?
Sudah kubilang, istirahat dulu!
Belum sih, tapi aku masih kuat.
Kau mungkin kuat, tapi Isla?
Aku enggak apa-apa.
Ah, dasar!
Terus, kita mau ke mana sekarang?
Menurut beberapa saksi,
kelihatannya si penarik gelap ini sembunyi di tempat yang bakal kita tuju.
Benarkah?
Akhirnya kita dapat petunjuk!
Area yang kita tuju masih lumayan luas,
tapi itu lebih baik daripada enggak ada petunjuk, 'kan?
Jalan ini ditutup buat siapa pun.
Silakan putar balik.
R. Security, ya?
Sudah kuduga mereka bakal diturunkan!
R. Security?
Mereka perusahaan keamanan swasta
yang jadi mitra bisnis perusahaan kita.
Apa maksudnya ditutup buat siapa pun?
Kalian enggak punya wewenang sejauh itu!
Kami harap kalian mau bekerja sama.
Kami harus bekerja sama, ya?
Dengar, kami ada urusan penting di sini!
Kalau kalian masih keras kepala, panggil atasan kalian ke sini!
Kazuki! Kau harus lebih kalem kalau lagi negosiasi.
Ada ribut-ribut apa ini?
Kita ketemu lagi di sini, ya?
Sudah tiga tahun, 'kan?
Sekarang pangkatmu sudah naik ya, Shinonono?
Namaku Shinonome!
Jadi? Kalian masih pakai alasan yang sama buat ikut campur lagi?
Kalau betul...
Jangan melotot begitu, dong.
Tujuan kami cuma amankan si penarik gelap itu.
Kami enggak peduli sama Giftia yang diculik.
Seenggaknya untuk saat ini.
Oh, begitu, ya?
Terus?
Kau sudah punya info apa?
Memangnya aku harus cerita?
Kami bukan badan amal, tahu!
Jangan bilang begitu, ah!
Kalau responsmu baik, aku bisa saja bersedia lupakan apa yang pernah terjadi di masa lalu.
Buka mapnya.
Tapi...
Enggak masalah.
Kau ternyata baik juga, ya.
Kok kau bisa dapat promosi?
Berkat bantuanmu.
Berdasarkan jaringan informasi yang kami punya,
lokasi persis tempat persembunyiannya berhasil dilacak.
Radiusnya mencakup luas area ini.
Sekarang akses keluar-masuk area sudah diamankan.
Kurang-lebihnya sama dengan informasi kami.
Berarti Marcia pasti ada di dalam sana, ya?
Hoi, memangnya Giftia masih belum dipasangi transmiter juga, ya?
Itu sudah diatur di UU Perlindungan Android, 'kan?
Itu pelanggaran HAM namanya.
Pelanggaran HAM?
Tapi, mereka cuma mesin, 'kan?
Ayah!
Mereka jadi susah diurus begitu jadi Wanderer, tahu.
Apalagi alat pembatas tenaga mereka jadi enggak aktif lagi.
Alat pembatas tenaga?
Bagi Wanderer, angkat barang seberat mobil cuma hal kecil.
Karena itu,
kalau mau tangkap Wanderer,
kita juga harus matikan alat pembatas tenaga di Giftia kita
atau
pakai senjata ini.
Apa itu?
Ini perangkat lunak yang bisa hancurkan program.
Cuma spotter yang boleh pakai ini.
Ini jadi upaya terakhir kita.
Satu tembakan saja bisa nonaktifkan seluruh fungsi kerja Giftia.
Bentuknya mirip senapan, tapi cara kerjanya lebih mirip virus.
Risiko buat kita juga rendah.
Seandainya dia kena tembak,
apa dia masih bisa pulih?
Enggak.
Begitu, ya.
Makanya, ini upaya kita yang paling akhir.
Ini bukan masalah kalau kita bisa temukan Marcia duluan.
Makanya, jangan terlalu dianggap serius, ya?
Ya.
Dengar, semuanya!
Mulai sekarang, kita bakal bekerja sama dengan R. Security.
No comments yet. Be the first to leave one.