新劇場版 頭文字D Legend1 -覚醒-
200 บรรทัดแรก
m -99 -145 l -99 -145 l 207 -146 l 207 45 l -99 45 l -99 -145 l -99 45
Ini adalah fiksi. Karakter, tempat dan organisasi semuanya itu tidaklah nyata. Taatilah aturan saat mengemudi di jalan dan berhati-hatilah saat mengemudi. - ZainuddinAri -
Ini adalah fiksi. Karakter, tempat dan organisasi semuanya itu tidaklah nyata. Taatilah aturan saat mengemudi di jalan dan berhati-hatilah saat mengemudi. - ZainuddinAri -
KETINGGIAN
AKINA-CHO
DANAU AKINA
Sudah sepagi ini, ya?
Sepertinya aku terlalu memaksa.
Pulang saja, deh.
Ta-Tadi itu apa?
ZainuddinAri
mempersembahkan
ZainuddinAri
mempersembahkan
Kebangkitan
ZainuddinAri
mempersembahkan
Kebangkitan
ZainuddinAri
mempersembahkan
Kebangkitan
mempersembahkan
Kebangkitan
Dia menempel terus.
Tak bisa kutinggal.
Apa yang kulihat ini mimpi buruk?
Pertama kalinya aku dikejar-kejar seperti ini, di lintasan gunung pula.
Jangan bercanda!
Sial!
Sembrono sekali!
Setelah belokan kanan halus ini, ada tikungan kiri yang tajam!
Gaya sentrifugalnya membanting jauh ban belakangnya.
Karena terlalu cepat, menjaga celah di belakang akan sangat mustahil.
Apa?
AE86?
Yang menyalipku, AE86?
Apa kau baik-baik saja?
Apa kau terluka?
Mungkin saja yang kulihat barusan adalah hantu pengemudi yang mati di Gunung Akina ini.
Drift sempurnanya buatku emosi saja.
Siapa sebenarnya, AE86 itu?
Tapi, asli keren banget yang diceritakan kak Iketani.
Aku sampai merinding!
Di Akina, ada AE86 yang kalahkan RX-7.
Di turunan, RX-7 yang notabene mobil balap betulan, malah kalah dengan AE86!
Hoi, Takumi, kau dengar, tidak?
Aku dengar, kok.
Jadi, apa sih, AE86 itu?
Jelas-jelas itu nama mobil!
Nama yang aneh.
Mobil keluaran mana?
Mazda?
Kau ini kerja di pom bensin, tapi, tak tahu AE86, ya.
AE86 dibuat oleh Toyota, sepuluh tahun yang lalu!
Aku kurang mengerti soal begituan.
Di rumah juga punya Toyota tua buat antar dagangan.
Jangan samakan dengan mobilmu, dong!
Meski keluaran tua, AE86 itu beda kelas!
Sudah kuputuskan!
Daripada cari Silvia, mending aku cari AE86 bekas!
Yakin, sanggup beli AE86?
Mustahil.
Ya, 'kan.
Kita ini hanya kerja sampingan.
Ya.
Gaji siswa SMA di sini paling mentok dapat sekitar 120.000 yen.
Kalian kerja sampingan juga, ya?
Apaan, sih?
Apa begitu mengherankan aku bicara dengan kalian?
He, di tempat kerjamu, kau digaji 120.000 yen per bulan?
Ya, kerja delapan jam, enam hari seminggu.
Kalian sanggup kerja selama itu?
Lama-lama kerja, hanya digaji 120.000 yen per bulan?
Normalnya sih, begitu.
Seberapa banyak sih, uang sakumu?
Semangat, ya.
Agar saat UAS kelar, kita bisa pergi main-main.
Kenapa sih, dia itu?
Sudah satu tahun aku tak mengobrol sama Natsuki Mogi.
Saat aku berada di klub sepak bola, kami sering mengobrol.
Dia jadi manajernya.
Tapi, kemudian dia benar-benar membenciku.
Sebenarnya, apa yang kaulakukan?
Aku memukul pacarnya tiga tahun lalu.
Memukul? Senior klub sepak bola kaupukul?
Aku agak terbawa, sih.
Kau ini, dari dulu tak pernah berubah, ya?
Biasanya bengong dan suka mengantuk, tapi, saat kau kehilangan kesabaran berubah drastis.
Kau tahu saat SD aku cengeng, tapi, malah luar biasa kuatnya, 'kan?
Aku sih, tipe anak seperti itu.
Begitu, ya.
Jadi, kau mau beli AE86?
Seleramu bagus juga, Itsuki!
Ya, 'kan!
Kak Iketani juga sependapat denganku, 'kan?
Di rumahmu ada mobil, 'kan?
Kenapa tak pakai itu saja?
Percuma, mobil ayahku itu biasa saja.
Diesel otomatis, terus FF pula.
Mobil yang tak pakai penggerak FR, bukan mobil lagi namanya.
Itu kan mobil yang hebat.
Ada empat roda dan bisa melaju.
Kau ini tak paham juga, ya.
Kalau mobil tak bisa dipakai balapan di lintasan gunung, bukan mobil lagi namanya.
Kau sering bilang itu, ya.
Apa yang kaulakukan di gunung?
Yang kulakukan?
Ya, menyerang saat di belokan, dong!
Apa itu menyenangkan?
Tentu saja, lah!
Kalau mengaku pria tulen, ya mesti keren dan bisa taklukkan lintasan gunung!
Ya 'kan, Kak Iketani?
Ya, begitu, deh.
Aku juga menyukainya.
Makanya, aku bikin tim.
Kalau aku sudah beli AE86, apa aku boleh gabung dengan Speed Stars Akina?
Dari dulu aku ingin sekali gabung, Kak!
Selamat datang!
Selamat-
RX-7.
Dari Red Suns?
Jangan-jangan...
Red Suns, FD kuning.
ROTASI BERSAUDARA
Sudah kuduga.
ROTASI BERSAUDARA
ROTASI BERSAUDARA
ROTASI BERSAUDARA
ROTASI BERSAUDARA
Itu Keisuke Takahashi!
Apa dia terkenal?
Ya, dia itu pembalap kedua di Red Suns Akagi,
tim balap yang dapatkan banyak perhatian melebihi yang pro.
Dialah adik Rotasi Takahashi Bersaudara, yang tercepat di Akagi, Keisuke!
Halo, kita bertemu lagi, ya.
Sudah kuduga, itu S13 milikmu, ya?
Mau isi pertamax plus, 'kan?
Ya.
Isi pertamax plus!
Ba-Baik!
Keren sekali.
Apa dia mau terbang dengan itu?
Biar kutanya sekali lagi.
Apa kau benar-benar tak tahu soal AE86 yang kutemui di Akina?
Ya.
Jangan bilang kalau yang dikalahkan AE86 itu Keisuke Takahashi?
Mustahil orang sekitar sini tak tahu mobil seperti itu.
Mau berapa kali pun kautanya, aku tak tahu.
Begitu, ya?
Penutup beres!
Hari ini mau ke mana?
Kubayar lunas utang kalahku dengan hantu itu.
Dia benar-benar hebat ya, Keisuke Takahashi.
Berarti, kita boleh ikut ke Gunung Akina bersama kalian?
Ya, Sabtu depan.
Hore!
Aku ikut, deh.
Pokoknya, pasti ikut!
Kau juga ikut, 'kan?
Ya? Ya?
Eh, ya.
Kesempatan seperti ini jarang datang, lo!
Bisa bertemu dengan anggota Speed Stars Akina pula!
Sabtu depan bakal menarik, nih!
Aku pulang.
Sudah makan malam?
Sudah, barusan.
Dasar, kebiasaan.
Jangan gerutukan kebiasaanmu sendiri, Yah.
Semangat, ya?
Biar saat UAS kelar, kita bisa pergi main-main.
Kena angin apa dia?
Ah, sudahlah.
Besok harus bangun pagi.
Tidur, ah.
Baiklah, selanjutnya belokan kiri.
Orang itu pasti tahu betul jalanan Akina.
Dia pasti salah satu pembalap daerah sini.
Kalau bukan, yang kalahkan AE86 pasti aku!
Aku ingin bertemu dengannya lagi.
Tidurku takkan bisa nyenyak sebelum balas kekalahanku.
Tampakkan dirimu, Hantu Akina!
Aku ke sini untuk menemuimu!
Ini bukan lelucon.
Dasar.
Tiap malamnya, sudah seperti tempat tongkrongannya saja.
Akina itu punya kita, rumahnya Speed Stars!
Target Keisuke Takahashi bukan kita.
Si Panda AE86 itu, 'kan?
Maaf ya, Iketani. Tapi, aku tak percaya dengan gosip itu.
AE86 konyol yang asal menyusuri Akina?
Betulan, lo.
Oh, Pak Tachibana!
Selamat siang!
Selamat siang!
Saat aku masih aktif balapan,
hampir semua orang kenal dia sebagai pembalap tercepat di Akina.
Bisa dibilang, tim kamilah yang tercepat di Akina.
Menjuluki diri sendiri itu beda, tapi, dia itu benar adanya.
Dan kenyataannya, sampai sekarang pun dia masih aktif menyusuri jalanan Akina.
No comments yet. Be the first to leave one.