181 บรรทัดแรก
Matt tak ada. Bagus, dia tak bisa komplen kita terlambat.
Aku Matt Parker. Ketepatan waktu adalah salah satu hal yang menggairahkanku.
Datang lebih awal, kau tepat waktu. Tepat waktu, kau terlambat.
Jika kau terlambat…
Kau akan dipecat karena dua peniruan buruk.
Dia sudah bangkit.
Ya, kursi itu menyenangkan sampai kau membutuhkannya.
Hei, kami butuh obeng.
Aku juga. Tapi ingat yang kita katakan, tak boleh minum vodka sebelum makan siang.
Bukan, maksudku alat. Aku tak bisa jadi longgar di tempat kerja.
Kalian kenal Amelie, 'kan?
Ya, tentu. Itu pria yang tiga kali minta nomorku.
Jumlah itu penting, Sayang.
Tunggu. Apa kau gila?
Kau tak bisa ambil perkakas ayahmu dari bengkelnya.
Namaku Gabe. Aku mengikuti semua aturan Matt.
Eve kembali besok dari turnya dengan Usher,
dan aku harus mengganti cermin yang pecah di studio tari.
- Sedang apa kau? - Aku tak bisa biarkan kau ambil alat itu.
Ini demi keselamatanmu.
Ya. Kau mungkin putrinya, tapi perkakas itu adalah kesayangannya.
Baik, aku guru tari dan ini menyakiti mataku.
Oke. Astaga. Aku tanya ayahku, Pengecut.
Riley, jika ada waktu, aku ingin bicara denganmu.
Sungguh? Apa?
Ya, jangan di sini. Kau tahu, ini agak pribadi.
Pribadi? Apa aku dalam masalah?
Semoga bokongku tak akan dipukul.
Baiklah, Riley. Ada apa denganmu dan Gabe?
Sikapmu aneh di dekatnya sepanjang musim panas.
Apa? Apa maksudmu?
Ayolah, Kawan. Saat kita pergi karaoke,
kau tak bisa menyanyikan Summer Loving dengan Gabe. Aku harus jadi Sandy.
Oke, baiklah.
Ingat saat aku mabuk di pesta perceraianku dan Gabe antar pulang?
Aku pingsan di sofa.
Aku tak suka arah pembicaraan ini.
Lanjutkan.
Gabe bilang dia menyukaiku.
Bagaimana kau tahu saat kau pingsan?
Aku pura-pura tidur. Aku wanita. Aku memalsukan banyak hal.
Aku tak bisa hadapi ini sekarang. Aku baru bercerai.
Aku tak bisa memikirkan hubungan.
Tapi aku tak ingin menyakiti hatinya. Dia sahabatku.
Jika dia sahabatmu, kau butuh lebih banyak teman.
- Hei, Ayah. - Hei.
Hanya datang menyapa, aku sayang Ayah, dan aku mau meminjam obeng.
Riley, apa aturan nomor satu di bengkel Ayah?
Demokrasi berhenti di pintu?
Jadi, kau membaca buku panduannya.
Aturan nomor satu di sini adalah perkakas tak boleh dipinjamkan.
Ayah, kumohon, aku harus perbaiki sesuatu sebelum Eve pulang besok.
Eve akan pulang besok? Benar-benar besok?
Ya, Annie.
Matahari akan terbit besok, lalu Eve akan tiba.
Astaga, astaga, astaga, astaga.
Aku tahu Ayah benci Eve, tapi bisakah Ayah bersikap baik kepadanya?
Berpura-puralah dia Joe Rogan wanita yang baunya seperti bumbu kering.
Kau baru saja menggambarkan wanita sempurna.
Hei, itu dia. Kau bersemangat untuk kembali ke sekolah?
Kakek, hanya kutu buku dan anak baru yang bersemangat di hari pertama.
Aku suka bersantai, masuk di hari kedua, dan menghancurkan impian mereka.
Hari ini, jangan sampai bersikap berlebihan.
Itu membuktikan ucapanku.
Itu jelas berlebihan.
Berlebihan tampannya.
Terima kasih, Bu.
Aku berdandan agar tampan demi meraih hati Lily Martinez.
Untung kau terlalu besar untuk masuk ke loker.
Ayah!
Apa? Penampilannya seperti siap memukul seseorang
atau dia penjaga pintu di kelab striptis.
Carter, bagaimana kau memutuskan ini cara terbaik untuk memikat Lily?
Aku tanya penasihat hubunganku.
Bagaimana cara berpakaian untuk memikat wanita?
Jika mau berpakaian paling menarik, tirulah gaya orang Italia.
Sayang, jangan tanya AI, jadilah dirimu sendiri.
Itu lebih buruk.
Oke, berangkatlah, nanti terlambat.
Ingat, tinggalkan pistolnya, ambil cannoli-nya.
Bagus.
Sial.
Oke.
Pintu ditutup. Berjalan.
Seharusnya sudah sampai ke pintunya. Dia di depan pintunya.
Matt Parker, kau bersembunyi?
Tidak, aku tak bersembunyi.
Apa karena kita berciuman, lalu kau tak meneleponku
atau mengirimiku pesan selama tiga bulan?
Tidak. Tunggu. Bukan begitu.
Tidak. Tunggu sebentar. Tidak. Tunggu.
Selamat datang kembali. Sebenarnya, kau yang menciumku.
Jelas kau tak menyukainya, tak apa-apa. Aku paham pesan itu.
Satu-satunya pesan yang kau kirim.
Eve, bukan aku tak suka.
Bicara seksi kepadaku, Bocah Besar.
Ayolah. Aku hanya… Aku tak yakin ingin menjalin hubungan.
Siapa yang bilang soal hubungan? Aku tak ingin berpacaran, Kakek.
Aku hanya berpikir kita bisa berkumpul, melakukan apa pun.
Apa itu artinya seperti yang kupikirkan?
Itu berarti apa pun yang kau inginkan.
Tapi ya.
Dengar, Matt, aku menyukaimu.
Tapi aku mengerti jika kau belum siap. Jika berubah pikiran, kirim pesan.
Tunggu, tidak, aku lupa. Kau tak berkirim pesan.
Pesanan Khusus dan Restorasi
Hei. Semoga ini tak terlalu aneh, tapi…
KINI DI TANGAN TUHAN
…aku harus bahas ini dengan seseorang.
Aku bertemu seorang wanita. Dengar, bosnya Riley.
Benar, Riley punya pekerjaan, jadi aku tahu kau kaget.
Kami berciuman, dan aku tak yakin apa artinya.
Itu artinya kau murahan.
Charlotte, ini bukan harimu yang biasa.
Ya, suami wanita ini merusak hari Selasa untukku.
Dia sangat cerewet.
Ya, kurasa istrinya mati hanya untuk menjauh darinya.
Omong-omong, kau bertemu seseorang, ya? Kemarilah, duduk, ceritakan.
Oke. Ya, aku bertemu wanita ini, dan kami berciuman
tiga bulan lalu, dan kami baru membicarakannya hari ini.
Kau menciumnya, lalu tak bicara
atau mengiriminya pesan selama tiga bulan?
Memangnya kau milenial?
Dia tak keberatan. Dia bilang hari ini kami bisa, "Lakukan apa pun."
- Seks. Itu artinya seks. Ya. - Aku tahu apa artinya.
Sepertinya kau menyukainya.
Kau beruntung standarnya rendah.
Kau mengkhawatirkan apa pendapat Diane?
Entah apa aku akan siap untuk ini.
Apa yang bisa kita lakukan agar kau terbebas?
- Kita tak perlu… - Tunggu. Tapi…
Apa kau bersedia memakai sedikit narkoba?
- Tidak. - Dalam jumlah besar?
Tidak.
Oke. Dengar, dulu aku pergi ke kelompok dukungan duka.
Aku bisa memakai narkoba.
Mereka membantuku melewati masa sulit saat aku kehilangan Ray.
Kurasa ada pertemuan malam ini.
Astaga, itu terdengar asyik. Sungguh.
Setelah itu, kita bisa pergi ke Samsat tanpa janji temu.
Kurasa kelompok ini sempurna untukmu.
Hai, Kawan-Kawan. Aku bawa orang baru.
Sapalah Matt temanku.
Hai, Matt.
Selamat datang.
Hei, Kawan.
Astaga.
Jangan hanya berdiri di sana.
Kelompok berduka itu seperti orgi. Antara masuk atau keluar.
- Aku keluar. - Tidak. Tidak, duduklah.
Charlotte, sudah lama kami tak melihatmu.
Ya, aku baik-baik saja.
Aku hanya ingin ajak temanku Matt ke sini.
Dia kehilangan istri beberapa waktu lalu, dan dia kesulitan melanjutkan hidup.
- Itu sulit. Kami pernah mengalaminya. - Ya.
Suamiku tiada sembilan tahun lalu.
Benar-benar lenyap, hilang tanpa jejak.
Aku lulus tes detektor kebohongan.
Tidak bisa diterima.
Kalian hebat.
Kurasa aku akan keluar dan membanting pintu mobil ke tanganku.
Hentikan.
Ayolah. Kau tahu? Melanjutkan hidup itu sulit, Kawan.
Aku tidur di sofa semalam
agar bisa berpura-pura Sally dan aku bertengkar hebat.
Hubungan kami penuh gairah, jika kau tahu maksudku.
Kami selalu tahu maksudmu, Roger.
Jadi, sudah berapa lama?
Delapan belas tahun.
Delapan belas tahun? Jadi, kesedihanmu bisa memberi suara sekarang.
Bagian terburuknya, aku tak sempat berpamitan dengan Stan,
dan ada banyak hal yang tak terucapkan seperti,
"Sembilan belas tahun dan tak satu pun orgasme?"
Aku turut berdukacita.
Ini brutal.
- Tidak, tunggu, Matt, sebentar. - Tidak.
- Tunggu. - Kenapa kau membawaku ke sini?
- Untuk tegaskan satu hal. - Apa?
Berduka itu penting, tapi kau juga harus melanjutkan hidupmu.
Aku paham. Aku akan melanjutkan…
- Ada apa denganmu? Ya. - Tidak ada…
No comments yet. Be the first to leave one.