182 บรรทัดแรก
Apakah ini ingatan ayah?
Dia tampak bahagia sekali, 'kan?
Apalagi untuk orang yang sudah hidup lama lalu menjatuhkan teman
dan keluarga lamanya ke neraka.
Sebenarnya apa maumu?
Akan kuperlihatkan sampai kau paham.
Cara Grisha Yeager mencuci otak putranya,
dan menanamkan paham nasionalisme kepadamu.
Sampai kau paham.
Berkali-kali.
Kau senang, 'kan, Grisha?
Tak akan ada yang menyalahkanmu di sini,
yang menikmati kebahagiaan,
dan melupakan keluarga pertama.
Begitu juga dengan putramu yang sebelumnya.
Kau bisa melupakan selamanya.
Ayo.
Berikutnya.
Lihat, Eren.
Inilah sosok aslinya.
Dia memanfaatkan status dokternya, untuk mendekati penguasa tembok.
Untuk menyelidiki raja tembok,
dan merebut Raksasa Pendiri.
Tentu kalau dia salah langkah, istri dan anaknya tak akan selamat.
Tetapi dia terus membahayakan mereka.
Apa kau tahu kenapa?
Kalau tujuan ayah sialan ini untuk restorasi Eldia,
berarti dia si kurang ajar yang membuat putranya ke jamban.
Aku kecewa.
Aku salah.
Seharusnya aku tak dilahirkan.
Cuci otaknya sudah luntur.
Waktu kita tak terbatas.
Tak perlu buru-buru.
Jangan-jangan...
Tak kusangka dia menemukannya secepat ini.
Tempat apa ini?
Benteng raja tembok.
Tak mungkin.
Seharusnya Grisha merebut Raksasa Pendiri di hari saat tembok dihancurkan.
Itu masih bertahun-tahun lagi.
Jadi begitu.
Tampaknya dia sangat mencintai putra keduanya.
Sampai-sampai meneguhkan misi restorasi.
Jauh berbeda dari waktu denganku.
Sepertinya dia sudah belajar dari kesalahan sebelumnya.
Tetapi kenyataannya kau bergerak sesuai kepentingan ayahmu.
Dirimu yang sesungguhnya sudah hilang.
Suatu saat nanti kau akan mengerti.
Maaf.
Maaf, Zeke.
Zeke.
Zeke?
Kau ada di situ?
Bodohnya aku.
Tak mungkin Zeke adalah om-om berjanggut.
Ini hanya mimpi.
Ini...
Berikutnya.
Ingatan berikutnya,
Zeke.
Guncangan tanah, akan datang
Rumbling, rumbling, it's coming
Guncangan tanah, guncangan tanah
Rumbling, rumbling
Waspada
Beware
Datang padamu
Coming for you
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Aku hanya ingin berbuat hal yang benar
All I ever wanted to do was do right things
Tak pernah ingin menjadi raja
I never wanted to be the king
Sumpah
I swear
Aku hanya ingin menyelamatkanmu
All I ever wanted to do was save your life
Tak pernah ingin pegang belati
I never wanted to grab a knife
Sumpah
I swear
Tanpa air mata, tanpa rasa takut
Tearless, fearless
Berkorbarlah, berkobarlah
Burning, burning
Kau memberitahuku apa yang kulewatkan
You tell me what have I missed
Masih kebingungan di dalam kabut tebal
Still wandering in the deep mist
Kalau aku kehilangan segalanya, terpeleset, dan jatuh
If I lose it all, slip, and fall
Aku tak akan pernah berpaling
I will never look away
Kalau aku kehilangan segalanya, segalanya, segalanya
If I lose it all, lose it all, lose it all
Kalau aku mati di luar tembok
If I lose it all outside the wall
Hidup untuk mati di lain hari
Live to die another day
Aku tak mau apa pun, aku di sini hanya...
I don't want anything, I'm just here to...
Waspada
Beware
Guncangan tanah, guncangan tanah
Rumbling, rumbling
Ingatan Masa Depan
Sekarang kau sudah berumur sembilan tahun, ya.
Grisha menyayangimu dan membesarkanmu dengan bebas.
Kau tak dicuci otak oleh ayahmu.
Makanya sudah kubilang percuma.
Sejak sebelum kita menjelajah ingatan ayah bertahun-tahun.
Kalau begitu...
Kenapa kau mengkhianatiku?
Tanpa diberi tahu oleh ayah,
kau diwariskan Raksasa,
dan terus bertarung sesuai keinginan ayah.
Kenapa kau menolak untuk mengakhiri pertikaian, Eren?
Apa yang ingin kau lakukan dengan kekuatan Raksasa Pendiri?
Sejak lahir,
aku
akan selalu menjadi diri sendiri.
Kelihatannya kau berpikir bahwa aku sama sepertimu.
Tetapi kau salah.
Daripada kebebasanku direbut oleh orang lain,
lebih baik kurebut kebebasan mereka.
Yang membuatku begitu sama sekali bukan ayah.
Aku sudah seperti ini sejak lahir.
Sejak lahir?
Adik menyedihkan yang kau harapkan tak ada di mana pun.
Begitu juga dengan adik yang bisa kau manfaatkan untuk berbagi luka hatimu.
Yang ada di sini
adalah pria yang terus menyangkal restorasi Eldia harapan ayahnya,
dan hanya bisa membenarkan dirinya sendiri.
Pria yang terperangkap kematian ayahnya.
Sungguh menyedihkan.
Kalau begitu, pria tersebut harus berterima kasih kepada ayahnya.
Karena tindakan ayahnya ini sudah menyadarkan putranya,
dan menyelamatkan dunia dari krisis Eldia.
Dalam arti tertentu, sang ayahlah yang menyelamatkan dunia.
Bukankah menurutmu itu ironis, Eren?
Hangat.
Dengar, Eren.
Kekuatan Raksasa Pendiri berada dalam genggamanku.
Aku bisa melakukan rencana eutanasia kapan pun juga.
Tetapi
aku tak akan pernah membuangmu.
Seperti perlakuan Pak Xaver kepadaku.
Sebelum menyelamatkan dunia,
aku ingin menyelamatkan dirimu seorang.
"Umat manusia
belum musnah", ya.
Dia meninggalkan surat wasiat yang luar biasa.
Kami pulang.
Selamat datang.
Eren.
Tumben hari ini semangat mengumpulkannya?
Begitulah.
Aduh.
Apa, sih?
Telingamu memerah.
Artinya kau berbohong.
Mikasa membantumu, 'kan?
Apa?
Ayah mau pergi?
Kerjaan?
Ya.
Menemui pasien di tembok dalam.
Mungkin tiga sampai empat hari.
Eren bilang ingin menjadi Pasukan Pengintai.
Mikasa? Jangan bilang.
Eren.
Apa yang kau pikirkan?
Apa kau tahu sudah berapa banyak umat manusia yang mati di luar tembok?
Aku tahu.
Ya sudah.
Eren.
Kenapa kau ingin keluar tembok?
Aku ingin tahu seperti apa dunia luar.
Aku tak mau menghabiskan hidup di dalam tembok tanpa tahu apa-apa.
Selain itu, kalau tak ada yang melanjutkan pengintaian,
No comments yet. Be the first to leave one.