200 บรรทัดแรก
Berjuang!
Sebelum kita mulai...
Tenang. Aku punya pertanyaan yang ingin kuajukan kepada kalian.
Baiklah. Berapa orang di antara kalian yang ke sini untuk mengubah dunia?
Tidak buruk. Aku punya pertanyaan lain.
Berapa orang di antara kalian yang ingin belajar cara menghasilkan uang?
Hei, lihat ini. Kami punya program pengabdian masyarakat yang keren
membuat kita bisa terjun langsung ke masyarakat.
Apa tujuannya?
Hei, dengar, Teman-teman!
Kalian adalah orang yang terpilih, kebanggaan,
angkatan baru selanjutnya di universitas ini.
Terkenal karena kegigihannya mengejar prestasi akademik.
Satu universitas menonjol di antara yang lain,
Universitas Columbus.
- Hai, Malik? - Hai, Kawan?
Kulihat ibumu memberimu peralatan sekolah baru.
Tidak. Ibumu mengizinkanku menggunakan kartu kreditnya.
Ya. Baiklah.
Malik.
Ada apa denganmu?
Apa?
Ini!
Dan kenapa kau selalu menyombong? Kenapa kau tak berpakaian?
Perutku bermasalah, jadi...
Kau pikir karena kau mahasiswa baru terkenal kau tak harus berupaya?
Orang-orangku di lapangan ini dapat menghabisimu dalam lima detik.
Siapa?
Menyingkir dari lapanganku.
- Hanya seperti itu? - Seperti itulah caranya.
Terus!
Kau agak kurang hari ini, Sayang.
Hai.
Hai.
- Aku Kristen. - Monet.
Kita teman sekamar?
Ya. Aku suka bagian kamar ini,
tapi kurasa kau datang lebih dulu.
Ya, kurasa begitu.
Jadi, dari mana asalmu?
- Orange County. - Orange County?
- Apakah itu di dekat Compton? - Tidak.
- Kau bukan berasal dari sini, ya? - Tidak.
Di dekat Disneyland.
Kau tinggal di dekat Disneyland!
Pasti menyenangkan.
Kadang ada untungnya.
- Ini gila. - Kenapa?
Ini keren sekali.
Ayo, Teman-teman.
- Ya, pesta! - Omong-omong,
aku akan punya apartemen sendiri semester berikutnya.
Asrama hanya untuk anak-anak. Aku benci asrama. Astaga.
- Kau ingin sekamar denganku? - Tentu.
Kamarku sebesar ini. Paham?
Bagaimana denganmu, Kristen? Kau ingin sewa apartemen bersama?
- Aku tak sanggup bayar. - Jangan khawatir!
- Minta orang tuamu yang membayar. - Mereka tak bisa.
Kenapa?
Karena ayahku di-PHK dari McDonnell Douglas tahun lalu.
Lalu IRS mengauditnya. Orang tuaku nyaris tak bisa membiayaiku di sini.
- Tapi kau di sini. - Aku di sini. Dan aku senang.
Teman sekamarku orang Meksiko, pasti dia dapat beasiswa.
Diam!
Di sinilah kita.
Baiklah, kemari, Sayang.
Minum!
- Theta Kappas! - Hai, Chad!
Lihat siapa yang datang.
Beberapa mahasiswa baru untuk perekrutan adik kita?
Tidak.
Aku tak tahu tentang itu. Perkenalkan, ini Chad.
- Hai, Chad. - Hai.
- Dan ini Nicole. - Baiklah.
Ini Claudia. Benar.
- Dan ini... - Kristen.
Kristen. Maaf.
Mereka mahasiswa baru.
Jadi, bagaimana caranya menjadi adik?
Mereka mungkin menyuruhmu lakukan hal bodoh,
seperti minum bir dari kondom dan membasahi kausmu, benar?
Minum bir dari kondom. Itu hal baru.
- Billy, catat itu. - Tentu.
- Aku akan mencatat itu. - Kita tak melakukan itu.
Tapi kuberi tahu kalian satu hal
tak ada di kampus ini yang berpesta seperti kami!
Kau tahu kami berpesta gila-gilaan.
Kalian bersemangat! Seperti itulah cara kami!
Pemerintah tidak mengelola apa pun lagi.
Lembaga keuangan, mereka mengendalikan segalanya.
Kau pernah dengar Bank Dunia atau IMF?
Tidak pernah? Kalian mungkin bahkan tak punya rekening giro.
Tapi kalian punya kartu kredit?
Beli barang di luar batas kemampuan, tapi heran kenapa tetap jadi budak.
Kalian sebaiknya tahu apa yang kuberi tahu kepada kalian.
Fudge, Kawan, kapan kau pulangkan orang-orang ini?
Besok hari pertama kuliah.
- Akan selesai saat selesai, "Kawan." - "Kawan."
Aku tak tahan menghadapi ini lagi.
Hati-hati dengan sepatuku!
Kau punya masalah?
Kurasa tidak. Pergi dari sini...
Satpam!
Lihat ini.
- Ada apa, Nak? - Mereka menyetel musik.
- Siapa? - Orang-orang ini.
Aku bukannya ingin jadi tukang adu, tapi besok hari pertama kuliah.
Aku ada kuliah fisika di pagi hari.
Di sana seperti Soul Train.
Seharusnya kalian belajar, bukan berpesta.
Pulanglah. Baca buku. Jangan sia-siakan uang orang tuamu.
Selamat malam. Senang kalian bersenang-senang.
Kembali lagi di akhir pekan. Selamat malam.
Dengar, orang-orang ingin tidur.
Bagaimana kalau kalian hargai mereka?
Tapi kau tak mendengar yang di bawah?
Kau tak mengusirnya karena mereka memutar musik kampungan, ya?
Tidak.
Itu karena aku suka rock n' roll.
Kalau begitu turunlah ke bawah.
Itu omong kosong.
Kenapa kau berjalan sendirian?
Entahlah.
Tidak aman berjalan sendirian di kampus malam-malam.
Aku pergi karena teman-temanku mabuk dan gila-gilaan.
Aku pergi sendirian.
Teman yang baik.
Ya.
Lihat lampu biru cantik ini.
Kau tak tahu apa fungsinya, bukan?
Tidak.
Dekorasi?
Tidak. Itu sistem lampu biru.
Ada telepon di ujung setiap blok.
Agar kau bisa menelepon satpam jika ada yang mencoba menyergapmu.
Kau harus berhati-hati di sini.
Ayo.
Aku baru tiba. Kau sudah bertemu seseorang?
Ya, aku baru bertemu seseorang.
Namaku Taryn. Tingkat tiga.
Kristen. Mahasiswa baru.
Mahasiswi?
Ya, aku bisa lihat.
Kelas pertamaku pukul 08.00, jadi...
- Di mana asramamu? - Dekat sini. Holland Hall.
Sangat dekat. Baiklah.
- Terima kasih. - Tentu. Tunggu.
Ini.
SNSS - MAHASISWA UNTUK MASYARAKAT ANTI-SEKSISME - RABU
Mahasiswa untuk Masyarakat Anti-Seksisme.
Kami ada pertemuan hari Rabu, mungkin kau mau datang.
Baiklah. Terima kasih.
Astaga.
Astaga, maafkan aku.
Aku tak tahu kau ada di sini.
Ini waktunya untuk bicara.
- Tentang apa? - Tentang bagian kamarmu.
Kenapa memangnya?
Lihat saja!
Kotor, berantakan, bau.
Apa pun yang kau lakukan di bagian kamar itu memengaruhiku.
Baiklah, akan kucoba.
Ayo kita keliling dunia.
Lihat itu.
Di anak tangga. Kau lihat orang-orang itu?
Itu Disneyland.
Itu Pecinan.
Lalu di sebelah sana, bagian selatan perbatasan.
Di sebelah sini adalah lubang hitam karena kita orang kulit hitam.
Jadi, kau Fudge? Aku dengar tentangmu.
Apa yang kau dengar tentangku?
Kau sangat senior.
Di sini selama enam tahun dan belum juga lulus.
- Dia berusaha mengejekmu. Apa kabar? - Kenapa?
Karena aku sudah mempelajari permainannya, Ikan segar.
Apakah itu benar, Trout tua?
Kalian orang hitam yang terlatih.
Setelah dengar bel, kalian langsung berlari.
Selamat datang di dunia nyata
atau, seperti yang tertulis di jadwal mata kuliahmu,
Ilmu Politik 101.
Aku dosen kalian.
ILMU POLITIK 101 PROFESOR MAURICE PHIPPS
Namaku Profesor Maurice Phipps.
Phipps.
Hari ini aku akan memberikan kalian pelajaran pertama dalam politik.
Apa kalian siap?
Aku butuh seorang sukarelawan.
Ada yang mau?
Tidak heran negara ini tertinggal dibandingkan negara lain.
Tidak ada seorang pun di kelas ini yang punya inisiatif.
Kau, jiwa pemberani, majulah.
Siapa namamu, Anak baik?
Malik Williams, Profesor Phipps, Pak.
Malik Williams.
Tn. Williams, bisa kau bacakan nama
yang diberi tanda bintang.
Orang yang namanya disebut, mohon berdiri.
Baiklah, "Marvin Anthony, Wendy Arrington,
"Tanya Arroyo, Chris Barlow,
No comments yet. Be the first to leave one.