91 บรรทัดแรก
Kumohon jangan!
Jangan lahap aku!
Episode 10
Kisah Tahoumaru
Sudah dua bulan tak turun hujan.
Kalau kekeringan terus melanda, pertanian akan kena dampaknya.
Klan Asakura di sebelah pun sudah mulai bergerak.
Kami dapat kabar bahwa mereka sudah kumpulkan pasukan di perbatasan.
Kita harus ambil tindakan sebelum mereka memulai peperangan ini.
Raut wajah itu...
Ternyata, memang ada hal yang dirahasiakan ayah dan yang lain dariku.
Mutsu, Hyogo.
Aku ingin minta tolong pada kalian.
Hanya saja, jangan sampai orang tuaku tahu.
Karena jabang bayi itu, ya?
Dia masih hidup dan ingin rebut kembali tubuhnya dari kalian.
Jawab aku.
Ternyata benar.
Sudah selesai?
Abang?
Waduh.
Kau tahu, tidak?
Si saudagar itu bilang kota di sebelah sana itu kaya.
Seluruh rakyatnya bisa makan nasi putih sepuasnya!
Bagaimana? Hebat, 'kan?
Sudah diputuskan, selanjutnya kita ke sana.
Kita akan cari uang dan mengisi perut.
Ikan laut, kerang kering, kue manju...
Manju?
Makanan lembut, manis, dan lezat.
Ya, kau pasti suka, jadi, tunggu saja.
Oh ya, ada hal yang buatku penasaran sejak dulu.
Yang ada di jimat itu adalah lambang keluarga, 'kan?
Milik keluargamu?
Aku sudah memberinya obat.
Dia akan jawab segala pertanyaanmu.
Kau dapat perintah khusus dari ayah, 'kan?
Perintah apa?
Mencari jabang bayi yang hilang 16 tahun lalu
dan si dukun beranak.
Bayi katamu?
Kenapa ayah mencari bayi itu?
Itu...
Jawablah.
Dia menggigit lidahnya.
Sudah sekarat?
Tidak, lukanya tak parah.
Obatnya pasti membuatnya lemah.
Ayah, apa yang Ayah pikirkan?
Aku sedang lihat pergerakan klan Asakura.
Hanya itukah?
Ayah, kenapa Ayah mencari bayi?
Terlebih bayi yang sudah lebih dari 10 tahun lalu.
Ibu bersembahyang pada Dewi Belas Kasih berkepala buntung.
Apa ada hubungannya dengan itu?
Kumohon jawablah, Ayah!
Bukan urusanmu!
Tapi...
Sudahi saja.
Kenapa kau masih hidup?
Kalian bisa temukanku, ya.
Sejak kecil, Anda selalu kemari saat terjadi sesuatu.
Saat itu pun, kami juga selalu kemari.
Kapan pun.
Tuan Muda.
Ayo pulang.
Sejak kecil, ya?
Bagi ayah, sekarang pun aku pasti masih terlihat seperti bocah, 'kan?
Karena itulah, dia tak izinkanku berperang dan merahasiakannya.
Baru kali ini aku lihat wajah ayah yang seperti itu.
Masalah bayi itu pasti berat buatnya.
Ada apa ini?
Aku mohon kasihani kami.
Jangan biarkan kami sekarat di sini.
Hoi, Berengsek! Lepaskan! Kalau tidak...
Ada apa?
Tn. Tahoumaru.
Tidak. Kami hanya lewat desa ini saat akan kembali
tapi mereka mencegah kami tiba-tiba.
Aku mohon selamatkan kami!
Kalau begini terus, seluruh kampung ini akan habis dilahap monster.
"Monster" kau bilang?
Pusaran air?
Ada riak air dan tiba-tiba berubah jadi pusaran.
Lalu, menarik orang dan ada mulut raksasa sudah menunggu di sana.
Kemudian, dia melahap manusia, perahu, dan segalanya.
Sudah banyak warga kami yang jadi korban.
Pusaran air yang punya mulut, ya?
Memang terdengar seperti makhluk gaib.
Baiklah, akan kukalahkan monster itu demi kalian.
Tn. Tahoumaru.
No comments yet. Be the first to leave one.