200 บรรทัดแรก
Selamat sore dan selamat datang, penumpang sekalian.
Teleponlah saat kau terima ini.
Pada hitungan ketiga, kita meminta maaf bersamaan...
Dan anggap kemarin tak pernah terjadi.
Ayah harus ganti penerbangan di bandara kecil regional.
Hei, Ayah mencintaimu.
Dan maaf Ayah akan melewatkan besok pagi...
Tapi telepon Ayah kembali. Ya?
Perhatian, para penumpang...
Untuk informasi penerbangan penghubung Anda...
Silakan melihat papan penerbangan.
Terima kasih atas perhatiannya.
Papan penerbangan.
Hai. Selamat hari kabisat.
Aku mencari penerbangan penghubungku.
Kami dialihkan lewat...
Di mana pun ini.
Dan hal lain yang kubutuhkan, aku butuh daya.
Aku kehabisan daya.
Baiklah.
Ada banyak perencanaan dan persiapan, apa gunanya?
Kau bisa lakukan apa pada badai seperti ini...
Untuk menjaga jalanan itu tetap aman?
Sebuah pengingat dari Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Keamanan Anda adalah prioritas kami.
Kesejahteraan Anda adalah prioritas kami.
Musik ini.
Sehubungan dengan kondisi cuaca, semua penerbangan dapat berubah.
Mohon memeriksa pembaruan waktu keberangkatan.
PENERBANGAN KEBERANGKATAN
DITUNDA
Astaga.
Inilah dia W. Davis yang satu-satunya.
Inilah dia satu lagi W. Davis yang satu-satunya.
Berapa besar peluangnya?
Bahwa kita punya nama yang sama?
- Bukan. - Bukan? Lalu apa?
Bahwa kita bertemu seperti ini.
Sebenarnya peluangnya cukup tinggi.
Dari mana kau tahu?
Karena ini hari kabisat dan ini hari yang ajaib...
Dan hal seperti itu terjadi.
Jadi...
Halo, Wilhelmina.
Halo, William.
Perhatian, para penumpang...
Jadi, kita punya satu hari ekstra.
Ekstra apa?
Kita punya satu hari ekstra karena tahun kabisat ini.
- Apa kabarmu? - Maksudmu 20 tahun terakhir ini?
Ya, bahkan lebih, mungkin 25 tahun.
- Dua puluh lima. - Ya.
Tidak, itu mustahil.
Aku tahu. Kita melewatkan enam hari kabisat.
Masih pandai matematika.
Ya, itulah aku.
Kau terlihat sehat.
Kau terlihat sama. Kau terlihat seperti dirimu.
Lebih terlihat seperti dirimu dibanding dengan dahulu, jika itu...
Ya, satu-satunya W. Davis.
- Tempat ini, ya? - Lihatlah ini.
- Ini amat sibuk. Sibuk sekali. - Sibuk sekali saat ini.
- Penerbanganku kemari juga penuh. - Benarkah? Penuh?
- Penerbanganmu? - Tidak penuh.
- Tidak? Kosong, ya? - Tidak kosong juga.
Agak kosong?
- Agak. Agak kosong. - Ya. Baiklah.
- Astaga. - Apa?
Dengar percakapan kita?
- Kurasa begitu. - Ya, kita sedang mengobrol.
Ini basa-basi. Maksudku, basa-basi itu berguna.
Kita tidak pernah melakukan itu, Bill.
- Tidak pernah? - Tidak.
- Kalau begitu apa? - Percakapan serius. Obrolan jujur.
Menyampaikan isi pikiran kita.
- Ide buruk. - Itu benar.
- Ya. - Kau benar.
Kurasa maksudku adalah dahulu kita...
Suka mengejek tukang basa-basi.
Benarkah? Aku tak ingat itu.
Ya. Aku ingat. Itulah kita.
Kurasa kita pikir kita membahas...
Hal yang amat penting atau semacamnya.
Seperti kenapa Soundgarden cuma main empat hari di Green Bay, Bung?
- Ya. - Lancang sekali.
- Ya, begitu. - Begitu.
Kelancangan Soundgarden.
Kini aku tak tahu harus bicara apa, kini aku...
- Sama. - Basa-basi.
- Hei, W. Davis. - Ya.
Kau sedang bepergian atau berkelana?
Bepergian atau apa?
Pada hari ekstra ajaib ini...
Kau sedang bepergian atau berkelana?
Kau harus beri tahu aku perbedaannya.
Jadi bepergian adalah saat kau ingin mencapai sebuah destinasi...
Dan berkelana adalah saat kau ingin menggapai tujuan.
Seperti ketenangan atau kesadaran penuh.
Aku jelas sedang bepergian.
- Senang jumpa dirimu. - Senang bertemu.
Kau punya penerbangan penghubung. Aku juga punya.
- Nikmati penerbanganmu. - Selamat terbang.
- Senang sekali jumpa dirimu. - Sungguh.
Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Perhatian, para penumpang...
Pembatasan perjalanan telah diberlakukan.
Silakan melihat papan penerbangan di selasar utama...
Untuk perubahan gerbang penghubung...
Percepatan atau penundaan keberangkatan.
Apa?
Selasar utama, sebelah sini.
Baiklah.
Ini dia. Lewat sini.
- Baiklah. - Kau tak apa? Kau pincang.
Ini cuma masalah kecil dengan pinggulku.
Masalah kecil apa?
Masalah orang tua. Artritis.
Pada usia 49 harus kukatakan aku terkejut punya penyakit ini.
- 49, ya? - Ya.
- Willa, usia kita sama. - Benar.
Dan kau sedang memasuki usia 50-an saat ini, 'kan?
- Penuaanmu berhenti pada usia 49. - Ya.
Waktu berhenti.
Ya. Aku sudah lama berusia 49.
Beruntungnya dirimu.
Aku merasa sudah usia 50-an sejak aku usia 20-an.
Astaga. Itu benar.
Kau tak perlu ikut setuju.
Aku tak pernah berpikir seperti itu. Itu benar sekali.
Aku punya keluhan yang sama dengan ayahku saat dia berusia 50-an.
Yaitu apa?
Usia bosku separuh usiaku dan aku tak paham semua ucapannya.
Bahasanya berbeda.
- Kesenjangan generasi dan lain-lain. - Ya, tekno itu.
- Tidak, lebih seperti tekno emo. - Tekno emo.
"Bill, walau kami menghormati kebenaranmu...
Kami merasa akan lebih baik untuk mengesampingkan kecemasanmu...
Tapi ketahuilah kami sedang mengkurasi tempat aman untukmu."
Berengsek denganmu.
Apa pula itu artinya?
Artinya tidak. Tapi tak bisa bilang.
Semua berarti tidak.
"Kevin Muda, kuundang dirimu demi katakan tidak...
Karena upayamu tak menyinggungku, justru sebaliknya."
Kevin bodoh. Aku benci itu.
Aku juga didiagnosis dengan kecemasan antisipatif.
- Apa itu benar ada? - Ya, itu benar ada.
Itu seperti hal yang dikarang.
Aku mendapat obat untuk itu.
- Apa? - Berarti itu sangat serius.
Itu memang serius.
Aku mencemaskan semuanya. Aku cemas dengan yang akan terjadi.
Kucemaskan yang tak akan terjadi.
Seperti bagaimana jika penerbanganmu batal?
Ya.
Bagaimana jika kau terjebak bersamaku berjam-jam...
Itu paling kucemaskan.
- Benar. - Ya.
Misalnya saat ini, aku cemas bahwa kita tersesat.
Ya, mungkin.
Sepertinya kita berjalan memutar.
Memutar bentuk delapan.
Perhatian, untuk pembaruan lihatlah di tengah selasar.
- Mungkin kita... - Ke sini.
Penerbanganmu ke mana?
Boston. Temanku Ginny. Ingat Ginny?
- Tidak. - Tidak.
Dia berpisah dengan suaminya, seorang pengacara perceraian...
Dan mereka punya tiga anjing.
Ternyata kini piaraan bisa punya pengacara.
Jadi, ini sungguh berantakan.
Tunggu. Kini piaraan punya pengacara?
Ya. Dunia sudah gila, Bill.
Kau tahu soal anjing yang mewakili diri sendiri di sidang?
- Tidak. - Kliennya memang anjing.
Karena katanya...
Yang mewakili diri sendiri di sidang punya klien bodoh.
- Tak paham. - Permainan kata.
Menjelaskan lelucon memang lucu.
- Jadi, kulanjutkan... - Aku tak paham.
Aku ke sana untuk mengadakan upacara pembersihan.
- Halo. - Bagaimana? Kau rindu dengan ini?
- Aku ingat tongkat hujan itu. - Sebuah keajaiban kecil.
Dan aku tahu kau pikir ini omong kosong...
Tapi ini lebih masuk akal bagiku daripada pasar saham.
Aku bukan pialang saham.
Saat dunia hancur, pasar menjadi naik.
- Apa maksudnya? - Ketegangan bagus untuk bisnis.
Itu ucapanku. Kau mengucapkan ucapanku.
Benarkah? Kenapa?
"Ketegangan bagus untuk bisnis" adalah ucapanku karena aku pemijat.
Itu pekerjaanmu? Kau memijat orang?
Selalu kuucap. Ketegangan bagus untuk bisnis.
Aku bisa mandi suara, pembersihan cakra.
Ya, aku praktisi kebugaran dalam seni pemulihan.
Kurasa amat bagus bahwa kau tak pernah terjun ke arustama.
- Kau tetap di luar. - Di luar kotak.
- Kau bukan gir di mesin. - Bukan.
Perhatian, penumpang Atlanta dan Miami...
No comments yet. Be the first to leave one.